BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
|
Download MP3 Music Khotbah HKBP 2016 Minggu, 14 Agustus 2016Minggu, 14 Agustus 2016 (Ibrani 11:29--12:2)Khotbah HKBP Minggu, 14 Agustus 2016 - Ibrani 11:29--12:2Proper 15 (20) Isaiah 5:1-7 and Psalm 80:1-2, 8-19 Jeremiah 23:23-29 and Psalm 82 Ibrani 11:29-12:2 Lukas 12:49-56 Ibrani 11:29--12:2 11:29 Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga. 11:30 Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya. 11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. 11:32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, 11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing. 11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. 11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. 11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung. 11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. 11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan. Nasihat supaya bertekun dalam iman 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Penjelasan: * Ibr 11:23-29 - elok rupanya // Anak puteri Firaun // menderita sengsara // menikmati kesenangan dari dosa // Penghinaan karena Kristus // ia bertahan - Dalam banyak hal Musa memberi contoh tentang kehidupan beriman. Oleh iman orang tuanya menyembunyikan dia dengan melanggar perintah raja (Kel. 1:16-22). Musa adalah seorang bayi yang elok rupanya sehingga merupakan pertanda berkat dari Allah pada masa depan. Kemudian. oleh imannya sendiri, Musa membuat berbagai keputusan yang benar. Anak puteri Firaun. Frasa yang menunjukkan tingkatan, yaitu setingkat pangeran. Musa memilih berada di pihak umat Allah dengan janji-janji Allah sekalipun pilihan tersebut berarti menderita sengsara dan permusuhan. Karena sikapnya ini Musa kemudian menjadi pelepas bangsanya (Kel. 2). Dia juga memilih untuk tidak menikmati kesenangan dari dosa (Alf, hlm. 224). Penghinaan karena Kristus. Musa tampaknya memahami kebenaran Mesianis, sebab dia memilih untuk beriman kepada Mesias, dan sikap ini juga dimiliki oleh orang-orang yang mengikuti dirinya dengan setia. Nas ini menunjukkan bahwa Musa mengarahkan pandangan pada Kristus. Musa juga memilih untuk meninggalkan Mesir. Sekali lagi, dengan mengarahkan pandangan pada Kristus, dia mengabaikan kekayaan dari negeri kelahirannya tersebut dan juga kekuasaan dan kehormatan dari Firaun rajanya.. Pernyataan ini mengacu kepada peristiwa keluaran bangsa Israel dari Mesir di bawah pimpinan Musa. Musa memberikan bukti selanjutnya tentang iman dengan melaksanakan upacara Paskah, yang menunjukkan bahwa kelepasan terjadi oleh pencurahan darah (Kel. 12). Perhatikan acuan kepada kesetiaan yang berkesinambungan - ia bertahan - sebuah pengertian yang dikembangkan lebih lengkap dalam 12:1-4. Selanjutnya, Musa dan umat itu oleh iman bersama-sama menyaksikan mukjizat di Laut Merah - pembebasan bagi Israel, penghukuman bagi Mesir. * Ibr 11:30-31 Yerikho jatuh sebagai korban iman Yosua dan bani Israel, sedangkan Rahab ikut menikmati berkat-berkat Israel oleh imannya. Peringatan akan iman Rahab tercatat dalam Matius 1:5, di mana ia tercatat dalam silsilah Kristus. * Ibr 11:32-38 Penulis sekarang beralih ke cara penyebutan secara bersama para teladan, sebab mustahil membahas setiap teladan secara tersendiri. Daftar yang disajikan mengesankan. meliputi beberapa orang hakim, raja-raja Israel yang terbesar - Daud, dan salah seorang nabi terbesar - Samuel. Daftar tindakan mereka juga mengesankan. Dalam beberapa hal peristiwa-peristiwa yang disebutkan sudah terkenal; dalam hal lain, peristiwa yang disebutkan kurang jelas. Sekalipun demikian, dalam setiap contoh yang disebutkan, sesuatu yang khas mengenai tokoh yang hidup oleh iman itu dikedepankan. Hidup beriman memungkinkan mereka bertindak semacam itu, yaitu tindakan penuh keberanian, keperkasaan, semangat atau ketabahan. Dan pengalaman semacam inilah yang harus bisa ditanggung oleh semua orang yang hidup oleh iman. Seluruh sejarah Israel tercakup dalam beberapa kalimat yang singkat ini. Dengan mempelajari Perjanjian Lama secara teliti semua peristiwa yang dikemukakan di sini dapat diketahui. * Ibr 11:39-40 - suatu kesaksian yang haik, // tanpa kita Tetapi kendati terdapat demikian banyak bukti bahwa para tokoh Perjanjian Lama hidup oleh iman, tetap mereka tidak mengenal berkat penuh berupa pengampunan dosa dan persekutuan dengan Allah yang dimungkinkan oleh Kalvari. Mereka hidup dengan menantikan perjanjian yang baru, namun bukan dengan segenap berkat yang tersedia karenanya. Mereka memiliki kesaksian yang positif dan berhasilguna, suatu kesaksian yang haik, atau sebagaimana diterjemahkan CGT, setelah memberikan kesaksian melalui iman mereka, sebuah pengakuan dari Allah sendiri. Allah menyingkapkan rencana yang lebih haik, atau setidak-tidaknya rencana yang lebih lengkap, pada generasi-generasi sesudah para leluhur dan khususnya berkenaan dengan generasi-generasi sejak Kalvari. Penyempurnaan harus menanti angkatan-angkatan ini, tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan (teleiothosin, "dijadikan sempurna atau lengkap"). Yang dimaksudkan ialah keseluruhan penebusan yang sudah lengkap. Masing-masing tokoh yang disebutkan di dalam pasal ini mengilustrasikan satu tahap atau aspek dari hidup beriman - entah itu ketaatan, bertindak sesuai dengan janji mengenai hal-hal yang akan datang, pemisahan diri dari sistem duniawi (Musa), atau hal lainnya. Tetapi penulis belum menyelesaikan uraiannya mengenai keunggulan hidup beriman terhadap legalisme taurat Musa. Kini tinggal satu contoh lagi, Tuhan Yesus Kristus. Tahap akhir dari uraian dengan teladan ini berpuncak pada pernyataan "ingatlah selalu akan Dia" (12:3). Sesudah memperhatikan semua saksi yang lain ini, para pembaca sekarang harus "ingat selalu akan Dia yang tekun menanggung ... supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." * Ibr 12:1-2 - Karena // kepada kesempurnaan // saksi, // Marilah kita ... berlomba dengan tekun // Semua beban // dosa // Mata yang tertuju kepada Yesus // tekun // memimpin iman kita kepada kesempurnaan Nasihat yang diberikan kini memperoleh semangat yang baru karena berbagai contoh yang disajikan sebelumnya. Karena mencakup semua tokoh iman pada pasal 11 yang bersama-sama dengan kita akan dibawa kepada kesempurnaan. Mereka adalah saksi, yang seperti penonton di sekeliling sebuah gelanggang besar, menonton perkembangan hidup beriman kita. Marilah kita ... berlomba dengan tekun (Davidson, Epistle to the Hebrews, hlm. 232) memadukan nasihat untuk berlomba dengan nasihat untuk tekun dengan mengingat teladan dari mereka yang sudah menjalani semua itu dengan setia. Semua beban. Hal-hal berlebihan dan tidak diperlukan yang dapat menghalangi kita harus dibuang. Setiap individu harus menentukan sendiri mana yang berlebihan ini. Tetapi untuk hal yang jelas merupakan dosa tidak ada pilihan lagi; dosa harus langsung dibuang setelah diketahui keberadaannya, sebab dosa bersumber pada usaha untuk menyerang dengan tujuan menjebak (euperistos, "menyerang secara diam-diam, mengelilingi, menjebak") orang-orang yang tidak waspada. Jenis dosa ini akan menghalangi atau memperlambat laju lari kita; jadi: buanglah itu. Mata yang tertuju kepada Yesus. Sebuah acuan kepada teladan tertinggi yang tersedia bagi kita. Apakah yang telah dilakukan oleh-Nya"? Dia tekun. Di dalam hal ini Dia memimpin iman kita kepada kesempurnaan. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut di dalam nas-nas selanjutnya. Di situ disajikan contoh tentang sikap tekun penuh kesabaran yang harus diikuti oleh setiap orang percaya - yaitu ketekunan Kristus sendiri (12:1). Upah bagi ketekunan Kristus ialah kedudukan tinggi. Di dalam kedudukan ini sukacita-Nya sempurna, dam demikian pula sukacita kita akan sempurna pada saat kita berada di hadapan Allah. Di sebelah kanan Allah Kristus melaksanakan semua fungsi sebagai pemimpin, imam besar dan hakim, namun Dia memperoleh kedudukan tersebut melalui penderitaan dan ketekunan, maksudnya: yakni jalan salib. =========================================== Lukas 12:49-56 Yesus membawa pemisahan 12:49 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! 12:50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. 12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. 12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya." Menilai zaman 12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 12:55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 12:56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Penjelasan: * Kewaspadaan dan Ketekunan Ditekankan Berkali-kali (12:41-53) Di sini terdapat: I. Pertanyaan Petrus, yang diajukannya kepada Kristus setelah ia mendengar perumpamaan di atas (ay. 41), "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu, kami yang adalah pengikut-pengikut setia-Mu, kami yang adalah para pelayan-Mu, atau juga kepada semua orang yang datang untuk menerima ajaran dari-Mu, semua orang yang mendengarkan-Mu, termasuk semua orang Kristen?" Petrus sekarang, seperti sebelum-sebelumnya, menjadi juru bicara bagi murid-murid yang lain. Kita patut bersyukur kepada Allah atas orang-orang pemberani seperti ini, yang mempunyai karunia berbicara. Namun, orang-orang seperti ini harus berjaga-jaga supaya mereka tidak menjadi sombong. Nah, Petrus ingin agar Kristus menjelaskan sendiri apa yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu, dan agar Ia mengarahkan anak panah-Nya pada sasaran yang dituju. Petrus menyebutnya perumpamaan, karena perkataan itu tidak hanya bersifat kiasan, tetapi juga berbobot, padat, dan mengandung suatu ajaran. Tuhan, kata Petrus, kami ataukah semua orang yang dimaksudkan dengan perumpamaan itu? Kristus memberikan jawaban langsung untuk pertanyaan ini (Mrk. 13:37), "Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang." Namun, dalam penjelasan selanjutnya dalam ayat-ayat di atas tampaknya Ia menunjukkan bahwa para rasullah yang terutama dimaksudkan dengan perumpamaan itu. Perhatikanlah, kita semua harus memperhatikan apa yang dirancang Kristus dalam perkataan-Nya kepada kita, dan sesuai dengan itu kita harus menanyakan hal-hal yang berkaitan dengannya. Kamikah yang Engkau maksudkan? Akukah? Berbicaralah Tuhan, hamba-Mu mendengarkan. Apakah perkataan ini ditujukan kepadaku? Berbicaralah kepada hatiku. II. Jawaban Kristus terhadap pertanyaan ini, yang ditujukan kepada Petrus dan murid-murid yang lain. Bila apa yang sudah dikatakan Kristus sebelumnya tidak menyangkut mereka secara khusus, melainkan berkaitan dengan orang-orang Kristen lain secara umum, sebagai hamba-hamba-Nya, yang semuanya harus berjaga-jaga dan berdoa bagi kedatangan Kristus, maka perkataan-Nya ini secara khusus ditujukan kepada para hamba, yang merupakan pengurus di rumah Kristus. Nah, Yesus Tuhan kita dalam hal ini memberi tahu mereka, . Apa kewajiban mereka sebagai pengurus-pengurus rumah, dan apa kepercayaan yang diberikan kepada mereka. (1) Mereka diangkat sebagai kepala atas rumah tangga Allah, di bawah Kristus, yang merupakan pemilik rumah itu. Hamba-hamba Tuhan mendapat wewenang dari Kristus untuk mengabarkan Injil, untuk menjalankan ketetapan-ketetapan Kristus, dan untuk menerapkan meterai-meterai kovenan anugerah (yaitu menjalankan baptisan dan perjamuan kudus -- pen.). (2) Tugas mereka adalah memberikan makanan kepada anak-anak dan hamba-hamba Allah, makanan yang pantas bagi mereka dan yang sudah disediakan bagi mereka, meyakinkan hati dan memberi penghiburan bagi mereka yang memerlukannya. Suum cuique -- kepada setiap orang apa yang menjadi bagiannya. Ini berarti berterus terang memberitakan perkataan kebenaran (2Tim. 2:15). (3) Memberikan makanan itu kepada mereka pada waktunya, pada waktu dan dengan cara yang paling sesuai dengan sifat dan keadaan mereka yang akan diberi makan. Alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya kepada yang lelah. (4) Dalam hal ini mereka harus berlaku setia dan bijaksana, setia kepada Tuan mereka, yang oleh-Nya kepercayaan besar ini ditanamkan di dalam diri mereka, dan setia kepada hamba-hamba yang lain, yang untuk kebaikan merekalah kepercayaan ini diberikan, dan bijaksana dalam memanfaatkan kesempatan untuk memberikan kehormatan bagi Tuan mereka dan pelayanan bagi keluarga-Nya. Hamba-hamba Tuhan haruslah terampil dan juga setia. . Apa kebahagiaan yang akan mereka peroleh jika mereka didapati setia dan bijaksana (ay. 43): "Berbahagialah hamba," (1) Yang bekerja, yang tidak bermalas-malasan atau bersantai-santai. Bahkan kepala rumah tangga harus bekerja dan menjadi hamba bagi semua. (2) Yang sedang melakukan tugasnya, seperti yang sudah seharusnya, yaitu memberi makanan kepada hamba-hamba-Nya, dengan cara berkhotbah kepada jemaat dan memberi teladan mengenai apa yang diajarkannya itu. (3) Yang didapati sedang melakukan tugasnya ketika Tuannya datang, yang bertahan sampai akhir, kendati menjumpai berbagai kesulitan di tengah jalan. Nah, kebahagiaannya ini digambarkan dengan diberikannya kedudukan yang lebih tinggi kepada pengurus rumah yang bertugas untuk melakukan pelayanan yang lebih rendah. Ia akan diberi kedudukan untuk melakukan tugas-tugas yang lebih besar dan lebih tinggi (ay. 44): Tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Yusuf pernah mendapat kedudukan seperti ini juga di istana Firaun. Perhatikanlah, hamba-hamba yang mendapat belas kasihan dari Tuhan untuk menjadi setia akan mendapat belas kasihan yang lebih banyak lagi dan akan diberikan imbalan yang berlimpah atas kesetiaan mereka pada hari Tuhan. . Betapa mengerikannya penghakiman yang akan menimpa mereka jika mereka berlaku jahat dan tidak setia (ay. 45-46). Jika hamba itu mulai bertengkar dan berbuat cemar, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban dan akan dihukum dengan berat. Kita sudah membahas semuanya ini dalam Injil Matius, dan karena itu di sini kita hanya akan mengamati, (1) Pandangan kita bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali itu merupakan suatu peristiwa yang masih lama lagi baru akan terjadi merupakan penyebab dari banyaknya kekacauan yang membuat pikiran kita mengenai kedatangan-Nya itu terasa menyusahkan: Hamba itu berkata di dalam hatinya, "Tuanku tidak datang-datang." Kesabaran Kristus sering kali disalahartikan sebagai suatu perbuatan yang menunda-nunda, yang membuat umat-Nya kecewa dan membuat musuh-Nya senang. (2) Para penganiaya umat Allah biasanya merasa aman-aman saja dan dikuasai oleh kesenangan duniawi, mereka memukul sesama hamba, lalu makan minum dan mabuk, sama sekali tidak peduli dengan dosa mereka sendiri atau dengan penderitaan-penderitaan saudara-saudara mereka, seperti halnya raja dan Haman, yang duduk minum-minum ketika kota Susan menjadi gempar. Demikianlah mereka minum-minum, untuk menekan suara hati nurani mereka sendiri, dan untuk mengacaukannya, karena kalau tidak demikian, hati nurani mereka pasti sudah menegur mereka dengan keras. (3) Kematian dan penghakiman akan menjadi suatu hal yang sangat mengerikan bagi semua orang fasik, dan terutama bagi hamba-hamba Tuhan yang jahat. Mereka akan dibuat terkejut olehnya, karena kematian itu datang pada hari yang tidak disangkakannya. Pada hari itu mereka akan ditentukan untuk mengalami kesengsaraan yang tiada akhir. Mereka akan dipisahkan dan disatukan dengan orang-orang yang tidak percaya. . Dosa dan hukuman mereka akan semakin bertambah karena mereka tahu kewajiban mereka, namun tidak melakukannya (ay. 47-48). Hamba yang tahu kehendak tuannya, tetapi yang tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya itu akan menerima banyak pukulan, akan mendapatkan hukuman yang lebih menyakitkan; sedangkan hamba yang tidak tahu akan menerima sedikit pukulan, dan hukumannya, dengan mempertimbangkan ketidaktahuannya itu, akan diperingan. Ini tampaknya merujuk pada hukum yang membedakan dosa yang tidak disengaja dan dosa yang disengaja (Im. 5:15 dst.; Bil. 15:29-30), dan juga pada hukum lain yang berkaitan dengan banyaknya pukulan yang harus diberikan kepada orang yang bersalah sesuai dengan tindak kejahatannya (Ul. 25:2-3). Di sini terlihat bahwa: (1) Ketidaktahuan akan kewajiban kita bisa menjadi alasan keringanan atas dosa kita. Orang yang tidak tahu kehendak tuannya, karena kecerobohan dan kelalaian, dan tidak mempunyai kesempatan-kesempatan seperti yang dimiliki sebagian yang lain untuk mengetahui kewajiban itu, dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, maka ia akan dipukul, tetapi dengan sedikit pukulan, karena sebenarnya ia bisa saja mengetahui kewajibannya dengan lebih baik. Ketidaktahuannya itu dapat meringankan hukumannya sebagian, tetapi tidak seluruhnya. Demikianlah karena ketidaktahuan orang-orang Yahudi menghukum mati Kristus (Kis. 3:7; 1Kor. 2:8), dan Kristus memandang ketidaktahuan itu sebagai suatu alasan bagi perbuatan mereka: mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. (2) Jika kita tahu kewajiban kita namun tidak melakukannya, maka dosa kita pun lebih berat. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, namun melakukan kehendaknya sendiri, akan menerima banyak pukulan. Allah dengan adil akan memberinya hukuman yang lebih berat karena ia menyalahgunakan sarana pengetahuan yang sudah didapatnya, yang mungkin akan digunakan dengan lebih baik oleh orang lain, karena hal itu menunjukkan kehendak hati dan penghinaannya terhadap pengetahuan yang sudah diperolehnya. Ah, berapa berat lagikah hukuman yang selayaknya diberikan kepada mereka ini, selain banyaknya pukulan yang mereka terima dari hati nurani mereka sendiri? Anakku, camkanlah ini! Inilah alasan baik yang ditambahkan untuk itu: setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, terutama apabila hal itu diberikan sebagai kepercayaan yang harus ia pertanggungjawabkan. Orang yang mempunyai kemampuan berpikir yang lebih tinggi daripada orang lain, yang mempunyai lebih banyak pengetahuan dan pendidikan, dan yang lebih mengenal Kitab Suci, kepada mereka banyak diberi, dan mereka pun akan dimintai pertanggungjawaban yang lebih besar. III. Pembicaraan lebih lanjut tentang penderitaan-penderitaan-Nya sendiri, yang sudah disadari-Nya, dan tentang penderitaan-penderitaan para pengikut-Nya, yang Ia ingin agar mereka pun terus menyadarinya dalam kehidupan mereka. Secara umum (ay. 49), "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi." Sebagian orang mengartikan perkataan ini dengan pemberitaan Injil dan pencurahan Roh Kudus, api suci. Api ini dikirim Kristus dengan tugas untuk memurnikan dunia, untuk mengangkat sisa-sisa kotoran di dalamnya, dan untuk membakar sekamnya, dan api itu telah menyala. Injil sudah mulai diberitakan, dan sudah ada persiapan bagi pencurahan Roh Kudus. Kristus membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. Roh ini turun dalam lidah-lidah api. Namun demikian, dari perkataan selanjutnya, tampak bahwa api ini harus lebih dimengerti sebagai api penganiayaan. Kristus bukanlah penyebab dari penganiayaan ini, sebab penganiayaan terjadi karena dosa para pengacau, para penganiaya. Namun, Ia mengizinkannya, bahkan menugaskannya, sebagai api yang memurnikan untuk menguji mereka yang dianiaya. Api itu telah menyala dalam bentuk permusuhan orang-orang Yahudi yang tidak saleh terhadap Kristus dan para pengikut-Nya. "Betapakah Aku harapkan api itu telah menyala! Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera. Jika api itu telah menyala, apakah yang hendak Kuperbuat? Haruskah Aku menunggu sampai api itu dipadamkan? Tidak, sebab api itu harus melekat kepada-Ku dan kepada semua orang, dan dengannya Allah akan semakin dipermuliakan." . Ia sendiri harus menderita banyak hal, Ia harus melewati api yang telah menyala ini (ay. 50), "Aku harus menerima baptisan." Penderitaan-penderitaan biasanya dibandingkan dengan api atau air (Mzm. 66:12; 69:2-3). Penderitaan-penderitaan Kristus adalah keduanya, api dan air. Ia menyebut penderitaan-penderitaan-Nya ini sebuah baptisan (Mat. 20:22), sebab Ia dibenamkan di dalam air atau diperciki dengan air, seperti Israel yang dibaptis dalam awan dan dibenamkan ke dalamnya, seperti Israel yang dibaptis dalam laut (1Kor. 10:2). Ia harus diperciki dengan darah-Nya sendiri, dan dengan darah musuh-musuh-Nya (Yes. 63:3). Perhatikanlah di sini: (1) Kristus sudah melihat sebelumnya penderitaan-penderitaan-Nya. Ia tahu apa yang harus dialami-Nya, dan bagaimana pentingnya Dia mengalami penderitaan-penderitaan itu: "Aku harus menerima baptisan." Ia menyebut penderitaan-Nya dengan sebuah istilah yang membuatnya terdengar ringan. Penderitaan itu adalah baptisan, bukan luapan air. Aku harus dibenamkan, bukan ditenggelamkan, di dalamnya. Ia menyebutnya dengan suatu istilah yang menguduskan segala penderitaan-Nya itu, sebab baptisan adalah nama yang menguduskan penderitaan itu, sebab baptisan adalah upacara yang kudus. Kristus dalam penderitaan-Nya mempersembahkan diri-Nya bagi kehormatan Bapa-Nya, dan menahbiskan diri-Nya sebagai imam untuk selama-lamanya (Ibr. 7:27-28). (2) Keberanian Kristus dalam menghadapi penderitaan-Nya: "Betapakah Aku harapkan api itu telah menyala!" Ia rindu akan saat Ia harus menderita dan wafat, mata-Nya tertuju pada kemuliaan yang akan diperoleh dari penderitaan-penderitaan-Nya. Secara tidak langsung, ini seperti keadaan seorang wanita di dalam penderitaannya hendak melahirkan, ia menyambut rasa sakitnya, karena penderitaan itu mempercepat kelahiran anaknya, ia berharap rasa sakit itu menusuk tajam dan hebat, supaya ia tidak usah berlama-lama menderita. Penderitaan-penderitaan Kristus adalah kesengsaraan jiwa-Nya, yang dengan senang hati dijalani-Nya, dengan harapan bahwa melalui penderitaan itu Ia akan melihat keturunan-Nya (Yes. 53:10-11). Betapa hati-Nya terpatri pada penebusan dan keselamatan umat manusia. . Ia memberi tahu mereka yang ada di sekeliling-Nya bahwa mereka juga harus menanggung berbagai kesusahan dan kesulitan (ay. 51): "Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi, untuk memberimu ketenangan dalam memiliki bumi, dan hidup berkelimpahan secara lahiriah di dalamnya?" Di sini tersirat bahwa mereka cenderung berpikiran seperti ini, malah bahwa mereka terus beranggapan demikian, bahwa Injil akan diterima di mana-mana, bahwa semua orang akan memeluknya dengan suara bulat dan bahwa oleh sebab itu mereka akan berusaha membuat para pengabarnya merasa tenang dan hebat, bahwa Kristus, kalaupun Ia tidak memberi mereka kemegahan dan kekuasaan, setidaknya akan memberi mereka kedamaian. Dalam hal ini mereka didorong oleh bacaan-bacaan dari Perjanjian Lama yang berbicara tentang kedamaian dalam kerajaan Mesias, yang hanya ingin mereka mengerti sebagai kedamaian lahiriah. "Tetapi," kata Kristus, "kamu keliru, sebab apa yang akan terjadi justru bertentangan dengan itu, dan karena itu janganlah kamu menghibur dirimu dengan gambaran Firdaus orang-orang bodoh. Kamu akan melihat": (1) "Bahwa pemberitaan Injil akan mengakibatkan pertentangan." Rancangan Injil dan kuasanya yang benar memang untuk menyatukan anak-anak manusia satu dengan yang lain, untuk mengumpulkan mereka bersama-sama dalam jalinan kasih yang kudus, dan jika mereka semua mau menerimanya, maka itulah yang akan dihasilkan. Akan tetapi, nyatanya, ada orang banyak yang bukan hanya tidak mau menerima Injil, tetapi juga menentangnya, yang marah karena kejahatan-kejahatan mereka diusik olehnya, dan berang terhadap orang-orang yang menerimanya. Semuanya ini memberikan kesempatan, meskipun bukan penyebab, bagi adanya pertentangan itu. Ketika orang kuat dan bersenjata menjaga rumahnya, di dunia orang-orang bukan-Yahudi, maka amanlah segala miliknya. Segalanya serba tenang, karena semua orang menuju ke arah yang sama, para filsuf dengan berbagai aliran mereka dapat hidup rukun satu sama lain, begitu pula dengan para penyembah ilah-ilah yang beraneka ragam. Tetapi ketika Injil diberitakan, dan banyak orang diterangi olehnya, dan berbalik dari kuasa Iblis kepada Allah, maka timbullah suatu gejolak, suatu suara berderak-derak (Yeh. 37:7). Sebagian orang memisahkan diri mereka dengan memeluk Injil, dan ini membuat yang lain marah. Ya, bahkan di antara orang-orang yang menerima Injil akan ada berbagai pendapat dan perasaan yang berbeda dalam menanggapi perkara-perkara kecil, dan ini akan mengakibatkan pertentangan, yang diperbolehkan Kristus demi tujuan-tujuan yang kudus (1Kor. 11:18), yaitu agar orang-orang Kristen dapat belajar dan berlaku sabar satu sama lain (Rm. 14:1-2). (2) "Bahwa pertentangan ini akan dialami juga oleh keluarga-keluarga, dan pemberitaan Injil akan menimbulkan perpecahan di antara kerabat-kerabat terdekat" (ay. 53): ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya. Ini terjadi apabila yang satu menjadi Kristen dan yang lain tidak, sebab yang menjadi Kristen akan bersemangat untuk mempertobatkan yang lain dengan perkataan dan tindakan kasih (1Kor. 7:16). Paulus, segera setelah ia bertobat, bersoal jawab (Kis. 9:29). Orang yang terus tidak percaya akan merasa berang dan akan membenci serta menganiaya orang yang melalui iman dan ketaatannya bersaksi melawan dan mencela ketidakpercayaan serta ketidaktaatan mereka. Semangat fanatisme dan penganiayaan akan memutuskan tali persaudaraan dan kasih sayang yang paling kuat (lih. Mat. 10:35 dan Mat. 24:7). Bahkan ibu dan anaknya perempuan berselisih tentang agama; orang-orang yang tidak percaya menjadi buas dan garang sampai bersedia menyerahkan orang-orang percaya, walaupun sangat dekat dengan mereka dan sangat mereka kasihi, ke dalam tangan para penganiaya yang haus darah. Kita membaca dalam Kisah Para Rasul bahwa di mana pun Injil diberitakan, orang-orang dihasut untuk melakukan penganiayaan. Injil di mana-mana mendapat perlawanan, dan menimbulkan huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. Oleh karena itu, janganlah murid-murid Kristus mengidam-idamkan damai di bumi bagi diri mereka, sebab mereka diutus seperti domba di tengah-tengah serigala. * Berdamai dengan Allah (12:54-59) Setelah memberikan pelajaran kepada murid-murid-Nya dalam ayat-ayat sebelumnya, Kristus di sini berbalik kepada orang banyak, dan memberikan pelajaran kepada mereka (ay. 54). Ia berkata pula kepada orang banyak, Ia berkhotbah ad populum -- kepada orang banyak, selain juga ad clerum -- kepada para imam. Secara umum, Ia ingin agar mereka bijak dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan jiwa mereka sama seperti dalam masalah-masalah lahiriah. Ada dua hal yang dikhususkan-Nya: I. Biarlah mereka belajar memahami jalan Allah bagi mereka, supaya mereka dapat mempersiapkan diri sesuai dengan apa yang mereka pahami itu. Mereka bijaksana dalam hal cuaca, dan dengan mengamati angin dan awan mereka bisa memperkirakan kapan hari akan hujan dan kapan hari akan panas terik (ay. 54-55), dan sesuai dengan prakiraan cuaca mereka itu, mereka akan memasukkan jerami atau gandum ke dalam rumah mereka, atau menjemurnya di luar, atau membawa bekal-bekal tertentu ketika bepergian. Bahkan untuk perubahan-perubahan cuaca, Allah memberikan peringatan kepada kita akan apa yang segera terjadi, dan ilmu pengetahuan kini telah mengembangkan berbagai cara untuk lebih bisa memantau gejala perubahan cuaca. Perkiraan cuaca yang dirujuk di sini timbul dari berbagai pengamatan yang dilakukan secara berulang-ulang terhadap rantaian sebab akibat. Dari apa yang telah terjadi kita bisa menduga apa yang akan terjadi. Lihatlah manfaat apa yang dapat diambil dari pengalaman; dengan memberi perhatian, kita bisa memberi peringatan. Orang yang bijak akan mengamati dan belajar. Perhatikanlah sekarang: . Tanda-tanda khusus dari prakiraan itu: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat" (orang Yahudi mengatakannya, timbul dari laut), "awan itu mungkin pertama-tama terlihat sebesar telapak tangan (1Raj. 18:44), tetapi kamu berkata bahwa dari dalamnya akan tercurah air hujan, dan memang terbukti demikian. Apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata, hari akan panas terik" (sebab negara-negara Afrika yang beriklim panas terletak tidak jauh di selatan wilayah Yudea), "dan biasanya hal itu memang terjadi." Namun alam tidaklah terikat dengan pola-pola seperti itu, dan kadang-kadang kita pun keliru dalam membuat prakiraan. . Kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari ayat-ayat di atas tadi (ay. 56): "Hai orang-orang munafik, yang mengaku bijaksana, namun sebenarnya tidak, yang mengaku-ngaku menantikan kedatangan Mesias dan kerajaan-Nya" (sebab demikianlah orang Yahudi pada umumnya) "namun yang sesungguhnya tidak ingin menerima atau menyambutnya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Mengapa kamu tidak dapat menilai bahwa sekaranglah waktunya, menurut petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama, bagi Mesias untuk muncul? Mengapa kamu tidak dapat menilai bahwa menurut tanda-tanda yang digambarkan tentang Dia itu, Akulah Dia? Mengapa kamu tidak sadar bahwa sekarang kamu mempunyai kesempatan yang tidak akan ada padamu untuk waktu yang lama, dan yang mungkin tidak akan pernah datang kepadamu lagi, untuk dapat ambil bagian dalam Kerajaan Allah dan untuk memperoleh hak-hak istimewa yang ditawarkan di dalamnya?" Waktu ini adalah waktu perkenanan itu, sekarang atau tidak akan pernah lagi. Kebodohan dan kesengsaraan manusia adalah bahwa ia tidak mengetahui waktunya (Pkh. 9:12). Inilah kehancuran orang-orang pada angkatan itu, bahwa mereka tidak mengetahui saat bilamana Allah melawat mereka (19:44). Tetapi hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan. Seperti inilah hikmat bani Isakhar, yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik (1Taw. 12:32). Kristus menambahkan, "Mengapakah engkau juga, meskipun engkau tidak diberi tanda-tanda yang mencolok ini, tidak memutuskan sendiri apa yang benar? (ay. 57). Kamu tidak hanya bodoh dan tidak peduli dengan perkara-perkara yang berkaitan dengan penyataan ilahi, dan tidak menghiraukan petunjuk-petunjuk yang diberikan di dalamnya kepadamu, kamu juga bodoh dalam hal-hal yang terkait dengan hukum alam." Kekristenan harus dicermati dengan memakai akal budi dan hati nurani; karena itu kalau orang mau membiarkan dirinya berpikir dengan bebas untuk memutuskan apa yang benar, mereka akan segera mendapati bahwa semua hukum Kristus mengenai segala sesuatu itu sungguh benar adanya, dan bahwa tidak ada hal yang lebih pantas, atau lebih baik bagi kita, daripada berserah diri kepada hukum-hukum-Nya itu dan diperintah olehnya. II. Biarlah mereka segera berdamai dengan Allah selama masih ada waktu, sebelum segalanya terlambat (ay. 58-59). Masalah ini sudah kita lihat dalam kesempatan lain (Mat. 5:25-26). . Dalam perkara-perkara duniawi, kita bersikap bijak jika bersepakat dengan orang-orang yang tidak bisa kita lawan, jika berdamai dengan musuh kita dengan syarat-syarat terbaik yang bisa kita ajukan, sebelum mereka mengambil jalan keadilan dan kita diserahkan kepada kerasnya hukum: "Jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, untuk mengajukan perkara kalian, dan engkau tahu bahwa musuhmu akan menang melawanmu, maka engkau sedang terancam dilemparkan ke dalam penjara; karena itu, cara terbijak bagimu adalah menyelesaikan permasalahan ini di antara kalian sendiri. Berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya engkau dibebaskan, supaya penghakiman tidak dijatuhkan, dan supaya engkau tidak dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku." Orang bijak tidak akan membiarkan perselisihan mereka semakin menghebat, melainkan berusaha menyelesaikannya pada waktunya. . Marilah kita berbuat demikian juga dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan jiwa kita. Melalui dosa, kita menjadikan Allah musuh kita, dan kita telah membuat-Nya tidak berkenan kepada kita, sementara kebenaran dan kekuasaan ada pada-Nya. Karena itu tidak ada gunanya bagi kita untuk terus berselisih dengan-Nya entah dalam pengadilan ataupun dalam pertengkaran. Kristus, yang kepada-Nya segala penghakiman telah diserahkan, adalah pemerintah yang kepada-Nya kita harus segera menghadap. Jika kita sedang berdiri dalam penghakiman-Nya, dan kita bersikeras untuk membenarkan diri, maka akibatnya akan balik menentang kita. Sang Hakim akan menyerahkan kita kepada pembantunya, pelayan-pelayan keadilan-Nya, dan kita akan dilemparkan ke dalam penjara neraka, dan utang kita akan ditagih sampai yang sekecil-kecilnya. Walaupun kita tidak bisa membayarnya secara utuh, kita akan terus dituntut sampai lunas, yang berarti tidak akan terpenuhi sampai pada kekekalan. Penderitaan-penderitaan Kristus berlangsung singkat, namun nilai yang terkandung di dalamnya membuat utang-utang kita terbayar lunas. Dalam penderitaan-penderitaan orang berdosa yang terkutuk, apa yang tidak terbayarkan itu harus dilunasi dalam waktu yang tidak berkesudahan. Nah, dengan menimbang semuanya ini, marilah kita berusaha dengan tekun untuk dibebaskan dari tangan Allah sebagai musuh dan diserahkan ke dalam tangan-Nya sebagai Bapa, dan marilah kita melakukannya selama di tengah jalan, seperti yang sangat ditekankan dalam perumpamaan ini. Selama kita hidup, kita berada di tengah jalan, dan sekaranglah waktu kita itu, dengan bertobat dan beriman kepada Kristus (yang adalah Pengantara sekaligus Pemerintah), untuk menyelesaikan perselisihan kita, selagi masih dapat dilakukan dan sebelum segalanya terlambat. Demikianlah Allah di dalam Kristus mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dengan meminta kita untuk sungguh-sungguh berdamai dengan-Nya. Marilah kita berpegang pada lengan Tuhan yang terentang lebar menawarkan kemurahan-Nya ini, supaya kita dapat berdamai, dan mencari damai (Yes. 27:4-5), sebab kita tidak bisa berjalan bersama selama kita tidak seiring. Label: Ibrani 11:29--12:2
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 21 Agustus 2016 - Lukas 13:10-17 PREV: Khotbah HKBP Minggu, 7 Agustus 2016 - Kejadian 15:1-6 All Garis Besar: Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96 Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96 1 Timotius 6:6-19 (1) 2 Timotius 1:1-14 (1) 2 Timotius 2:8-15 (1) Filipi 4:4-9 (1) Ibrani 11:29--12:2 (1) Kejadian 15:1-6 (1) Kejadian 32:22-31 (1) Lukas 10:1-11 (1) Lukas 10:25-37 (1) Lukas 11:1-13 (1) Lukas 13:10-17 (1) Lukas 14:1, 7-14 (1) Lukas 14:25-33 (1) Lukas 15:1-10 (1) Lukas 16:1-13 (1) Lukas 19:28-40 (1) Lukas 2:22-40 (1) Lukas 3:15-17 (1) Lukas 3:15-22 (1) Lukas 4:14-21 (2) Lukas 4:21-30 (2) Lukas 8:26-39 (1) Lukas 9:28-36 (1) Matius 27:57-66 (1) Matius 6:1-21 (1) Roma 15:4-13 (1) Roma 1:1-7 (1) Yesaya 1:10-18 (1) Yesaya 35:1-10 (1) Yohanes 12:1-11 (1) Yohanes 12:1-8 (1) Yohanes 12:20-36 (1) Yohanes 13:21-32 (1) Yohanes 20:1-18 (2) Yohanes 2:1-11 (2) Yohanes 3:13-17 (1)
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 21 Agustus 2016 - Lukas 13:10-17 PREV: Khotbah HKBP Minggu, 7 Agustus 2016 - Kejadian 15:1-6 Minggu, 25 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 Minggu, 18 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |