BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 5522 kali

Download MP3 Music
Senin, 10 Oktober 2016
Canadian Thanksgiving Day
ART -- PRAYER     Deuteronomy 26:1-11
Psalm 100     
Filipi 4:4-9     
Yohanes 6:25-35

Filipi 4:4-9   
4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Penjelasan:

* Flp 4:4 - senantiasa // bersukacitalah // dalam Tuhan. 5 // kebaikan hati // Tuhan sudah dekat
Chairete adalah sebuah ungkapan perpisahan yang umum dipakai. Penambahan kata senantiasa menunjukkan bahwa yang ada dalam pikiran Paulus adalah artinya yang lebih dalam, bersukacitalah. Pengulangan menunjukkan bahwa keadaan di Filipi adalah sedemikian rupa sehingga nasihat semacam ini rasanya tidak masuk akal. Orang Kristen dapat diperintahkan untuk bersukacita, sebab sumber sukacita mereka bukan dalam situasi tetapi dalam Tuhan. 5. Kata yang agak sulit diartikan epieikes, kebaikan hati menunjuk kepada kesediaan untuk mendengarkan alasan, kesediaan untuk tidak membalas. Motivasi bagi "sikap manis" ini adalah kedatangan kembali Kristus yang sudah dekat. Tuhan sudah dekat. Kata-kata sandi dari gereja mula-mula (bdg. kata Aram yang sama artinya maranatha, dalam I Kor. 16:22).

* Flp 4:6 - Di dalam segala hal // Dengan ucapan syukur
Permusuhan dari kalangan kafir (bdg. 1:28) dapat menimbulkan kekhawatiran. Hal ini harus dihilangkan dengan doa. "Memperhatikan adalah kebajikan, tetapi memelihara kecemasan adalah dosa" (To care is a virtue, but to foster cares in sin, Muller, op. cit., hlm. 141). Di dalam segala hal. Semua yang dapat menimbulkan kekhawatiran jika tidak didoakan. Dengan ucapan syukur. Bersyukur atas apa yang telah dilakukan Allah merupakan sikap yang tepat untuk mengajukan permohonan baru.

* Flp 4:7 - Damai sejahtera Allah // yang melampaui segala akal, // Akan memelihara
Damai sejahtera Allah ialah ketenangan yang dimiliki Allah dan hanya Allah yang dapat memberikannya. Frasa, yang melampaui segala akal, pada umumnya dipahami sebagai ketidakmampuan mutlak dari pikiran manusia untuk memahami kedalaman damai sejahtera Allah ini. Mungkin lebih tepatnya ungkapan ini berarti bahwa damai sejahtera Allah jauh melampaui semua perencanaan cermat dan gagasan cemerlang kita untuk mengatasi kekhawatiran kita. Akan memelihara. Phoureġ, "memelihara," adalah sebuah istilah militer yang berarti "menjaga atau membentengi." Dengan memakai kiasan yang jitu Paulus melukiskan damai sejahtera Allah sebagai seorang pengawal yang bertugas menjaga di gerbang kehidupan batiniah seseorang - pikiran, kehendak dan perasaan.

* Flp 4:8 - Yang benar // Yang mulia // Yang adil // Yang suci // Yang manis // Yang sedap didengar // Semua yang disebut kebajikan // "Pikirkanlah
Di dalam "paragraf tentang kesehatan batin" (Simcox) ini Paulus mengemukakan sejumlah kebajikan yang mungkin sekali berasal dari tulisan seorang tokoh etika Yunani. Dua dari delapan kebajikan yang tercantum tidak disebutkan di bagian Perjanjian Baru mana pun, dan satu hanya muncul di dalam surat ini saja. Yang benar. Berkaitan dengan sifat yang nyata dan hakiki. Yang mulia. Layak untuk dihormati, dimuliakan. Yang adil. Sesuai dengan konsepsi yang tertinggi tentang apa yang benar (Michael). Yang suci. Tidak tercampur dengan unsur-unsur yang akan merendahkan martabat jiwa. Yang manis. Yang mengilhamkan kasih. Yang sedap didengar. Menurut Michael, "segala sesuatu yang enak untuk didengar." Semua yang disebut kebajikan. Oleh Lightfoot diparafrase menjadi "Apa pun yang masih bernilai di dalam konsepsi kafirmu yang lama tentang kebajikan" (hlm. 162). dengan maksud untuk menekankan pertimbangan Paulus untuk tidak mengabaikan sumber rujukan yang ada. Mereka diperintahkan, "Pikirkanlah (logizomai; maksudnya. resapkan) semua kebajikan kafir tersebut.

* Flp 4:9 - "Lakukanlah itu" // Allah sumber damai sejahtera
Di samping itu mereka diperintahkan, "Lakukanlah itu" (Kata perintah prasette adalah dalam bentuk waktu sekarang), yaitu semua moralitas dam etika khusus Kristen yang telah mereka pelajari dari kehidupan dan ajaran sang rasul. Bukan hanya "damai sejahtera Allah" (ay. 7). namun juga Allah sumber damai sejahtera akan menyertai mereka.



Yohanes 6:25-35
Roti hidup
6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" 6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" 6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." 6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? 6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." 6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. 6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." 6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." 6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.


Penjelasan:
* Yoh 6:22-25 - Bila mana ... ?
Latar belakang dari peristiwa tersebut diberikan dalam ayat-ayat ini. Mungkin badai yang menghalangi orang-orang itu untuk meninggalkan wilayah tempat terjadinya mukjizat pengadaan roti, ditambah dengan dugaan bahwa Yesus masih ada di sekitar tempat itu. Keinginan untuk menjadikan Dia sebagai pemimpin dan penyalur kebutuhan mereka masih sangat kuat. Melihat bahwa Dia belum pergi bersama dengan murid-murid-Nya, mereka bingung karena tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan-Nya. Ketika mereka gagal mencari Dia di wilayah itu, dan ada perahu-perahu tiba dari Kapernaum, orang-orang itu bertekad untuk berlayar ke seberang dengan harapan dapat menemukan Yesus di sana. Bila mana ... ? (6:25) Yesus merupakan tokoh yang misterius bagi mereka.

* Yoh 6:26-34 - hidup yang kekal, // bekerjalah // diberikan // (disahkan ... dengan meterai-Nya // perbuat // roti dari surga (6:31), // benar // hidup // roti itu,
Setelah ditegur oleh Tuhan, orang-orang itu menuntut sebuah tanda sebagai dasar untuk percaya kepada-Nya. Sekalipun mereka sudah melihat mukjizat itu (bdg. 6:14), Yesus menuduh mereka sebagai tidak melihat, maksudnya: tidak melihat jauh daripada aspek yang kelihatan langsung di depan mata. Mereka hanya melihat bahwa kebutuhan jasmaniah mereka telah dipenuhi dan merasa puas karenanya (ay. 26). Ajaran Yesus di sini memiliki dua sisi, karena Dia membandingkan makanan yang dapat binasa dengan makanan yang bertahan hingga hidup yang kekal, di samping juga bekerjalah dengan diberikan (bdg. Yes. 55:12). Bahkan makanan yang disediakan oleh Yesus di seberang danau tersebut dapat binasa. Tetapi Dia memiliki makanan yang berguna untuk hidup yang kekal. Kemampuan-Nya untuk memberikan makanan tersebut bersumber pada kekuasaan yang dipercayakan Allah Bapa kepada-Nya (disahkan ... dengan meterai-Nya melalui suara ilahi pada saat baptisan dan pengurapan oleh Roh). Peringatan tentang bekerjalah itu tidak dipahami sepenuhnya, sebab orang-orang menuntut diberi tahu apa yang harus mereka perbuat untuk melaksanakan pekerjaan yang dikehendaki Allah (ay. 28), maksudnya, melakukan hal-hal yang menyenangkan Dia. Sebagai jawaban Tuhan menunjuk kepada iman sebagai pekerjaan terbesar yang mutlak (ay. 29). Ini tampak sebagai persyaratan yang tidak biasa. Bagaimanapun juga, banyak orang telah berbicara tentang Allah pada masa lalu dan mereka tidak menuntut orang untuk beriman kepada mereka, selain kepada Dia yang mengutus mereka. Karena itu orang-orang merasa berhak untuk meminta suatu tanda untuk mendukung klaim yang khusus ini. Untuk percaya kepada-Nya mereka harus melihat peristiwa semacam turunnya roti dari surga (6:31), berbeda dengan mukjizat di seberang danau itu.
Guna mencegah timbulnya salah pengertian, Yesus menginginkan para pendengar-Nya bahwa yang memberi roti di padang gurun itu bukan Musa melainkan Allah, yang juga memberi roti yang benar dari surga. Yang dimaksudkan dengan benar adalah yang sempurna, yang sanggup memenuhi kebutuhan paling mendalam manusia. Kristus mengidentifikasikan diri-Nya sebagai roti hidup yang datang dari surga itu (ay. 33), yaitu Oknum yang benar-benar sudah turun dari surga untuk memberi hidup kepada dunia. Namun penyamaan roti itu dengan dirinya belum secara tegas dibuat. Orang-orang tersebut menginginkan roti itu, tetapi rupanya mereka tetap berpikir bahwa yang dimaksudkan adalah roti yang biasa seperti halnya pemikiran perempuan Samaria mengenai air hidup (ay. 34).

* Yoh 6:35 - roti hidup // datang
Akhirnya Yesus menyebut diri-Nya sebagai roti hidup. Dia bukan hanya memiliki hidup di dalam diri-Nya, Dia juga mampu memberikan hidup kepada orang lain. Tetapi roti ini bukan sesuatu yang lahiriah, bukan sesuatu yang terpisah dari diri-Nya. Orang harus datang kepada-Nya untuk memperoleh roti itu, yang artinya harus percaya kepada-Nya. Bagi mereka yang datang kelaparan rohani mereka akan disingkirkan untuk selamanya. Di sini makan dam minum terdapat bersamaan. mungkin mengantisipasi ayat 53. Orang tidak perlu berpaling dari Kristus kepada sumber lainnya untuk mencari kepuasan.

* Yesuslah jawaban

Yesus menegur orang banyak yang mencari Dia karena ingin mendapatkan lagi roti hasil mukjizat (ayat 26). Mereka mencari Dia bukan karena gerak hati, melainkan perut. Padahal mukjizat yang telah Dia lakukan merupakan tanda keilahian-Nya (ayat 27). Seharusnya mereka mencari Yesus karena Dialah Anak Allah, Mesias bagi Israel.

Mereka berpikir salah karena merasa mampu memenuhi kehendak Allah (ayat 28). Mereka tidak sadar bahwa Yesus justru dikaruniakan Allah bagi manusia, yang jelas tidak berdaya untuk menyenangkan hati Allah. Yesus cepat mengoreksi kesalahan pendapat tersebut. Yesus mengingatkan mereka bahwa pekerjaan yang dikehendaki Allah ialah percaya kepada Kristus yang telah diutus Allah (ayat 29). Lalu mereka menuntut bukti kemesiasan Yesus (ayat 30). Jika Musa dapat menyediakan manna selama 40 tahun di padang belantara, seharusnya Yesus dapat melakukan yang lebih baik dari itu (ayat 31). Dengan jalan ini, sesungguhnya mereka sedang menginginkan Yesus memproduksi roti yang lebih baik dari manna dan dalam waktu yang lebih lama dari 40 tahun! Nyata sekarang bahwa perhatian mereka hanya tertuju pada makanan. Mereka memandang Yesus hanya sebagai penyedia roti. Kalau dibandingkan dengan Musa, jelas bukan Musa yang menyediakan manna, melainkan Allah! Lagi pula Yesus datang bukan hanya untuk menyediakan roti, melainkan datang sebagai roti dari surga. Yesus ingin mengangkat pemahaman mereka dari hal-hal duniawi pada hal-hal rohani. Yesus pun menghendaki agar mereka mencari Dia karena adanya kelaparan rohani, seperti roti yang diperlukan bagi kebutuhan jasmani.
Seperti besarnya hasrat kita untuk mencari makanan ketika merasa lapar, begitulah kiranya kita mencari Yesus sebagai jawaban bagi kelaparan rohani kita. Dialah yang kita butuhkan di dalam hari-hari yang kita jalani. Dia harus diundang masuk ke dalam hidup kita untuk menghidupkan dan menopang kehidupan kita. Dialah kebenaran dan Dialah jalan menuju kehidupan kekal.



Label:   Filipi 4:4-9 











NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 16 Oktober 2016 - Kejadian 32:22-31


PREV:
Minggu, 9 Oktober 2016 - Twenty-First Sunday after Pentecost - 2 Timotius 2:8-15

All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 16 Oktober 2016 - Kejadian 32:22-31


PREV:
Minggu, 9 Oktober 2016 - Twenty-First Sunday after Pentecost - 2 Timotius 2:8-15

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de