Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
View : 142 kali
Baca Juga:

MINGGU MISERICORDIAS DOMINI, 14 APRIL 2024
CAHAYA WAJAH TUHAN MENYINARI KITA
BE. 747:1-2 SAI HUNANGKOHI DOLOK I
Sai hunangohi dalan I dalan na marmulia I,
On do tongtong tangiangki, Tuhan patongtong langkangki.
Sai togu-togu au Tuhan baen lam solhot tu lambungMi
Tu ingananMu na tongam sai lam patongtong langkangki.
Ndang olo au di na holom hot diganggu ni roha I,
Sai tong ma sihol rohangkon tu inganan na timbo I,
Sai togu-togu au………
EPISTEL (1 YOHANES 3:1-7)
EVANGELIUM (MAZMUR 4:1-9)
Sahabat Ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus ! Renungan Minggu, dimana Pemazmur Daud menyatakan suatu keyakinan iman, bahwa setiap doa akan mendapatkan jawabannya. Hal ini merupakan kesaksian iman pemazmur bahwa Tuhan selalu menolong orang percaya dalam kesesakannya. Pemazmur bersaksi bahwa Tuhan mendengarkan dan menjawab doa-doanya sebesar apapun pergumulan hidupnya. Dan salah satu pergumulan terbesar dalam diri Pemazmur saat itu adalah pemberontakan yang dilakukan oleh anaknya sendiri disebabkan ingin berkuasa sebagai raja. Ketika Daud mendengar kabar pemberontakan Absalom. Daud tidak langsung marah dan bereaksi keras sehingga menghukum mati anaknya. Tetapi Daud sungguh menyadari keterbatasannya untuk menyelesaikan masalahnya, dalam keadaan itu dia menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Karena ketika kita menyerahkan isi hati kita pada Tuhan, maka Tuhan akan mendengarkan orang yang berseru kepadaNya. Pemulihan diri Daud, terjadi ketika dia menemukan tempat pengaduan yang tepat, yaitu Tuhan Allah. Sehingga sekalipun dia marah, tetapi tidak sampai berdosa, dan hidupnya menemukan ketenangan diri, sehingga Daud memperoleh rasa aman karena Sinar Wajah Tuhan memberikan kedamaian di dalam hati dan jiwanya. Dan kemarahan itu harus berhenti sebelum matahari terbenam. Siapapun kita, dapat saja mengalami hal yang sama seperti Daud. Memiliki rasa marah, kecewa, frustrasi, merasa dikhianati, atau merasa di rendahkan menyebabkan kita semakin lemah. Semua ini membuat kita kehilangan rasa damai, untuk itu datanglah pada dan serahkan padanya agar terang wajahNya menerangi hidup kita. Amin
DOA:
“Bapa Sorgawi, jiwa kami tidak akan mendapat kedamaian dan suka cita kalau tidak diterangi wajah Tuhan. Amin”


Mazmur 4:1-9
Doa pada malam hari
4:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur Daud. (#4-#2) Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku! 4:2 (#4-#3) Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela 4:3 (#4-#4) Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya. 4:4 (#4-#5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela 4:5 (#4-#6) Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN. 4:6 (#4-#7) Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN! 4:7 (#4-#8) Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur. 4:8 (#4-#9) Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.

Penjelasan:
* Mazmur ini adalah mazmur ratapan yang lebih tepat disebut mazmur keyakinan iman di dalam kesesakan. Beberapa bagian dari mazmur ini menunjukkan ungkapan bersifat pribadi (ayat 2-4), beberapa lagi seolah menunjukkan ungkapan ajaran imam kepada umat tentang pokok kesesakan (ayat 5-6). Sebagian besar mazmur ini adalah ungkapan orang beriman kepada Allah, sementara bagian lainnya adalah ungkapan yang ditujukan kepada pihak yang menjadi sumber kesesakan itu (ayat 3-4). Di bagian akhir barulah keyakinan iman itu terungkap dari pengalaman kesesakan (ayat 7-9).

Pihak pertama 
kepada siapa kita harus berbicara adalah Tuhan. Allah saja satu-satunya yang benar yang pasti akan membenarkan dan yang mampu memberikan kelegaan orang yang tersesak demi kebenaran (ayat 2b). Secara teoretis kita tahu ini, sebab Allah saja pertolongan terpercaya. Namun, mazmur ini mengejutkan kita sebab ungkapan di dalamnya terasa sangat mendesak, memakai bentuk perintah kepada Allah. "Tuhan, jawablah aku, benarkan aku, kasihani aku, dengarkan doaku!" Ini bukan sikap kurang ajar, tetapi justru sikap wajar orang yang sungguh serius tentang realitas Tuhan dalam segala pengalaman hidupnya.

Pihak kedua 
kepada siapa kita harus berbicara adalah orang-orang yang menyebabkan kesesakan. Ungkapan "berapa lama lagi" kini tidak ditujukan kepada Allah, tetapi kepada orang yang menyebabkan penderitaan orang beriman. Ucapan ini diikuti oleh klaim bahwa orang beriman dipilih, dikasihi, dan pasti akan dibela oleh Allah (ayat 4). Dengan demikian, "berapa lama lagi" ini merupakan peringatan keras agar mereka tidak berlama-lama berdosa melawan Allah dan umat-Nya.

Renungkan: Di dalam kesesakan, orang beriman tidak harus merasa terpojok, melainkan sanggup bersikap pemenang di dalam Tuhan.












Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




NEXT:
Renungan HKBP SENIN, 15 APRIL 2024 - OTORITAS ALLAH - BACAAN PAGI (1 TAWARIKH 16:1-6) - BACAAN MALAM (MAZMUR 27:7-14)


PREV:
Renungan HKBP SABTU, 13 APRIL 2024 - DIBEBASKAN DARI PERHAMBAAN MAUT - BACAAN PAGI (YEHEZKIEL 36:37-38) - BACAAN MALAM (MAZMUR 73:1-15)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de