BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
|
Download MP3 Music Yeremia 2:27 Konteks 2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami! Penjelasan: * Kayu ... batu // Seperti banyaknya kotamu 26-28. Tuhan memperingatkan bahwa dalam kesukaran masa yang akan datang para allah yang sangat dicari Yehuda tidak mampu melepaskannya. Kayu ... batu (ay. 27). Ini mungkin sebutan yang dipakai secara luas untuk benda atau obyek yang disembah, 'ăshērâ, dan massēbâ. Di sini 'ăshērâ diduga adalah sebuah tiang kayu yang berdiri di bukit pemujaan orang Kanaan. Itu adalah simbol untuk Asyera, dewi kesuburan. Sedang massēbâ (pilar atau patung) digunakan dalam hubungan dengan penyembahan kepada Baal (Ul. 12:3). Seperti banyaknya kotamu (ay. 28). Baal cenderung dihubungkan dengan tempat-tempat. Ada Baal Ekron (II Raj. 1:1-16). Jadi, setiap kota mempunyai allah setempat (bdg. Yer. 11:13). * Sengaja menolak Allah Menurut Mazmur 14:1, orang bebal menganggap Allah tidak ada. Bebal tidak sama dengan bodoh secara intelektual. Bebal adalah sikap orang yang keras kepala, tidak mau diajar, dan lebih memilih yang menyenangkan daripada yang benar. Itulah sikap yang ditunjukkan Israel. Alih-alih setia kepada Allah yang telah mengasihi dan memelihara mereka, Israel memilih lepas dari ikatan Perjanjian Sinai dan berzina dengan sesembahan yang lain (Yer. 2:20, 25, 27). Israel merasa ikatan perjanjian yang nenek moyang mereka adakan dengan Allah itu adalah ikatan perbudakan dengan berbagai peraturan dan larangan. Padahal Perjanjian Sinai adalah pernyataan kasih Allah sebagai Bapa kepada anak-anak-Nya, Israel. Kasih Allah Bapa dinyatakan lewat pilihan-Nya atas Israel (21a), dan melalui tindakan disiplin-Nya (30), yang membuat Israel menjadi pokok anggur pilihan-Nya. Israel memilih bebas dari Allah supaya bisa memuaskan keinginan dosanya (23b-24). Pada saat yang sama mereka menyangkal telah melanggar firman Tuhan dan berbuat dosa (23a, 35). Sikap memandang ringan Allah dan Perjanjian Sinai ini sangat mengecewakan Allah sehingga Allah akan menuntut keadilan dari mereka (36-37). Sikap bebal yang sama kadang kita tunjukkan ketika kita lebih memilih mengikuti keinginan daging kita daripada taat firman Tuhan. Kompromi-kompromi iman yang kita lakukan, misalnya dengan ikut-ikutan cara dunia dalam mengelola gereja, menjadikan ibadah gereja lebih menyerupai pertunjukan para selebritis, bahkan mengiming-imingi jemaat dengan hadiah adalah bentuk-bentuk penyelewengan dari kemurnian ibadah kepada Tuhan. Hal-hal seperti itu akan mendatangkan murka Allah dan dengan sendirinya tidak mendatangkan berkat untuk orang lain. Renungkan: Kebodohan terbesar manusia adalah menyangka dia bisa hidup menurut aturan diri sendiri di dalam dunia milik Allah. Label: Yeremia 2:27
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Khotbah Ibadah Minggu, 9 Agustus 2015 MINGGU X SESUDAH TRINITATIS Yohanes 6:25, 41-51 PREV: Khotbah HKBP Jumat, 7 Agustus 2015 Yakobus 1:19 Minggu, 25 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 Minggu, 18 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |