BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 8901 kali

Download MP3 Music
Khotbah HKBP Sabtu, 8 Agustus 2015
Yeremia 2:27

Konteks
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!


Penjelasan:
* Kayu ... batu // Seperti banyaknya kotamu
26-28. Tuhan memperingatkan bahwa dalam kesukaran masa yang akan datang para allah yang sangat dicari Yehuda tidak mampu melepaskannya. Kayu ... batu (ay. 27). Ini mungkin sebutan yang dipakai secara luas untuk benda atau obyek yang disembah, 'ăshērâ, dan massēbâ. Di sini 'ăshērâ diduga adalah sebuah tiang kayu yang berdiri di bukit pemujaan orang Kanaan. Itu adalah simbol untuk Asyera, dewi kesuburan. Sedang massēbâ (pilar atau patung) digunakan dalam hubungan dengan penyembahan kepada Baal (Ul. 12:3). Seperti banyaknya kotamu (ay. 28). Baal cenderung dihubungkan dengan tempat-tempat. Ada Baal Ekron (II Raj. 1:1-16). Jadi, setiap kota mempunyai allah setempat (bdg. Yer. 11:13).

* Sengaja menolak Allah
Menurut Mazmur 14:1, orang bebal menganggap Allah tidak ada. Bebal tidak sama dengan bodoh secara intelektual. Bebal adalah sikap orang yang keras kepala, tidak mau diajar, dan lebih memilih yang menyenangkan daripada yang benar.

Itulah sikap yang ditunjukkan Israel. Alih-alih setia kepada Allah yang telah mengasihi dan memelihara mereka, Israel memilih lepas dari ikatan Perjanjian Sinai dan berzina dengan sesembahan yang lain (Yer. 2:20, 25, 27). Israel merasa ikatan perjanjian yang nenek moyang mereka adakan dengan Allah itu adalah ikatan perbudakan dengan berbagai peraturan dan larangan. Padahal Perjanjian Sinai adalah pernyataan kasih Allah sebagai Bapa kepada anak-anak-Nya, Israel. Kasih Allah Bapa dinyatakan lewat pilihan-Nya atas Israel (21a), dan melalui tindakan disiplin-Nya (30), yang membuat Israel menjadi pokok anggur pilihan-Nya.

Israel memilih bebas dari Allah supaya bisa memuaskan keinginan dosanya (23b-24). Pada saat yang sama mereka menyangkal telah melanggar firman Tuhan dan berbuat dosa (23a, 35). Sikap memandang ringan Allah dan Perjanjian Sinai ini sangat mengecewakan Allah sehingga Allah akan menuntut keadilan dari mereka (36-37).

Sikap bebal yang sama kadang kita tunjukkan ketika kita lebih memilih mengikuti keinginan daging kita daripada taat firman Tuhan. Kompromi-kompromi iman yang kita lakukan, misalnya dengan ikut-ikutan cara dunia dalam mengelola gereja, menjadikan ibadah gereja lebih menyerupai pertunjukan para selebritis, bahkan mengiming-imingi jemaat dengan hadiah adalah bentuk-bentuk penyelewengan dari kemurnian ibadah kepada Tuhan. Hal-hal seperti itu akan mendatangkan murka Allah dan dengan sendirinya tidak mendatangkan berkat untuk orang lain.

Renungkan: Kebodohan terbesar manusia adalah menyangka dia bisa hidup menurut aturan diri sendiri di dalam dunia milik Allah.


Label:   Yeremia 2:27 











NEXT:
Khotbah Ibadah Minggu, 9 Agustus 2015 MINGGU X SESUDAH TRINITATIS Yohanes 6:25, 41-51


PREV:
Khotbah HKBP Jumat, 7 Agustus 2015 Yakobus 1:19


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de