BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 14027 kali

Download MP3 Music
Rabu, 16 September 2015
Wahyu 11:15
Konteks
Sangkakala yang ketujuh Nyanyian puji-pujian para tua-tua
11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

* Gereja bersaksi dalam penderitaan

Gereja yaitu umat Allah sejati dari segala zaman memiliki jaminan pasti dari Allah dan peran khusus Allah di tengah dunia yang jahat ini. Jaminan itu dilambangkan dengan perintah Allah agar Yohanes mengukur Bait Allah, tanda kepemilikan dan perlindungan Allah atas semua umat-Nya (ayat 1). Jaminan itu diberikan terutama terhadap kenyataan bahwa bangsa-bangsa yang tetap mengeraskan hati menolak Injil akan menganiaya umat Tuhan dan dengan demikian berarti juga menghina Tuhan (ayat 2).

Justru di tengah kesulitan dan tekanan aniaya yang keji itu Gereja dilengkapi menjalankan dua peran, yaitu keimamatan dan kenabian yang dilambangkan sebagai dua saksi (ayat 4-5). Kuasa Allah akan menyertai mereka sehingga tanda-tanda penghukuman Allah melalui mereka terjadi terhadap orang yang melawan mereka (ayat 4-6). Seperti halnya Yesus mati kemudian bangkit, Gereja yang menderita pun mengalami kegetiran derita dan kegelapan maut, tetapi bersama Yesus, umat Allah terjamin kekal bersama Allah (ayat 11). Apabila Gereja sejati diukur untuk masuk dalam pemeliharaan Allah, dunia yang berontak dibatasi lingkup kejahatan mereka (42 bulan saja ayat 2) dan ditentukan untuk binasa (ayat 13). Fakta tersebut kelak akan menjadi topik utama liturgi sorgawi dalam kekekalan (ayat 15-19).

Kisah penderitaan umat Allah karena iman kepada Yesus sedang terjadi juga di beberapa tempat di Indonesia. Menderita karena beriman kepada Yesus dan karena memberlakukan kebenaran firman adalah kehormatan bagi orang Kristen. Penderitaan demikian justru menunjukkan orang Kristen sedang ambil bagian dalam prinsip "hancur-tumbuh/mati-bangkit" yang sudah Yesus jalani. Kita perlu kreatif menemukan peluang menjalankan panggilan keimamatan dan kenabian justru dalam situasi-situasi sulit.

Prinsip: Inilah waktu berharga Allah bagi Gereja di Indonesia untuk menyaksikan Injil dan menegaskan bahwa hukuman-Nya akan jatuh bagi mereka yang menolak kebenaran.

Label:   Wahyu 11:15 











NEXT:
Khotbah HKBP Kamis, 17 September 2015 Mazmur 139:5


PREV:
Khotbah HKBP Selasa, 15 September 2015 Kejadian 12:4


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de