BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 7157 kali

Download MP3 Music
Senin, 21 September 2015
Matius 5:9
Konteks
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.


* Mat 5:6-9 - Yang lapar dan haus akan kebenaran // Murah hatinya // Suci hatinya // Membawa damai

6-9. Yang lapar dan haus akan kebenaran. Suatu kerinduan yang amat mendalam untuk memperoleh kebenaran pribadi. Kerinduan semacam itu merupakan bukti ketidakpuasan dengan tingkatan rohani yang dicapai saat ini (kontras dengan orang Farisi, Luk. 18:9 dst.) Murah hatinya (bdg. Mzm. 18:25). Orang yang bertindak dengan belas kasihan dapat mengharapkan kemurahan yang sama dari manusia dan Allah. Suci hatinya. Orang yang moralnya tidak tercemar dosa, perhatian atau kesetiaannya tidak bercabang. Bagi mereka ini, selaku pemilik sifat dasar murni Allah, diberi penglihatan yang tak terhalang tentang Allah, sesuatu yang akan mencapai puncak penggenapannya pada saat Kristus datang kembali (I Kor. 13:12; I Yoh. 3:2). Membawa damai. Sebagaimana adalah "Allah damai sejahtera" (Ibr. 13:20). dan Kristus adalah "saja Damai" (Yes. 9:5), demikian pula pembawa damai di dalam Kerajaan akan dikenal sebagai orang yang memiliki sifat dasar Allah. dan akan dihormati secara selayaknya.

*  Sebuah 'tekad+' dalam millenium baru (ayat 2).
Ucapan Bahagia yang sarat dengan kebenaran memang dibagi 2 untuk renungan awal millenium ini, sebab Ucapan Bahagia ini harus kita renungkan secara mendalam agar menjadi landasan, penentu arah, dan warna kehidupan kita. Ucapan Bahagia ini bukanlah alternatif etika namun keharusan, karena yang keluar dari mulut Yesus adalah wahyu khusus Allah. Apa tekad+ Kristen selanjutnya?

Kristen harus bertekad mempunyai hati yang suci, artinya mempunyai kemurnian moral secara lahir maupun batin dengan ukuran kebenaran Allah (ayat 8). Kemurnian ini bukan sesuatu yang kita miliki dari lahir namun harus dimulai dari kehendak kita untuk murni, sehingga kita berusaha dan berjuang untuk hidup murni. Dimana pun Kristen berada, ia harus menjadi juru damai seperti Yesus (ayat 9), dalam segala bidang kehidupan baik itu dalam rumah tangga, gereja, masyarakat, kantor, bahkan jika ada kesempatan menjadi juru damai dalam perselisihan antar partai politik atau elite politik yang saling berebut kursi kekuasaan.

Bukan suatu kebetulan jika setelah berbicara tentang juru damai, Yesus melanjutkan dengan penganiayaan, sebab dunia mencintai kebencian dan prasangka buruk, sehingga pembawa damai adalah musuhnya (ayat 10). Oposisi, tantangan, dan penganiayaan adalah konsekuensi wajar bagi pengikut Kristus. Yesus menekankan hal ini dengan mengganti kata 'orang' dengan 'kamu' (ayat 11-12) dan juga mengganti kata 'karena kebenaran' (ayat 10) dengan 'karena Aku' (ayat 11). Namun Kristen harus bergembira dan bersukacita bukan hanya karena upahnya besar di surga, namun karena telah dilayakkan menjadi serupa dengan Dia dalam penderitaan-Nya dan penganiayaan oleh dunia yang membuktikan bahwa kita berada di pihak Allah (ayat 12).

Masyarakat Indonesia membutuhkan contoh kehidupan manusia yang bermoral tinggi dan tetap bertahan, walaupun harus mengalami penganiayaan. Di sinilah peran Kristen dibutuhkan. Selain itu masyarakat yang lapar dan 'telanjang', mudah sekali diprovokasi, maka membutuhkan siraman air sejuk yang dapat menenangkan emosi mereka. Di tempat inilah peran Kristen sebagai juru damai sangat dibutuhkan dan dinantikan.

Renungkan: Mulai dari lingkup terkecil kita dapat berperan maksimal: dalam keluarga, sekolah, kantor, gereja, dan masyarakat.


Label:   Matius 5:9 











NEXT:
Khotbah HKBP Selasa, 22 September 2015 Matius 25:35-36


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 20 September 2015 MINGGU XVI SESUDAH TRINITATIS Yohanes 3:13-17


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de