BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
|
Download MP3 Music Khotbah HKBP Minggu, 4 Oktober 2015Minggu, 4 Oktober 2015 (Mark 10:2-16)Khotbah HKBP Minggu, 4 Oktober 2015 MINGGU XVIII SESUDAH TRINITATIS Mark 10:2-16MINGGU XVIII SESUDAH TRINITATIS Proper 22 (27) Job 1:1, 2:1-10 and Psalm 26 Genesis 2:18-24 and Psalm 8 Hebrews 1:1-4, 2:5-12 Mark 10:2-16 Mark 10:2-16 Konteks 10:2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" 10:3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" 10:4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." 10:5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. 10:6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, 10:7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 10:8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. 10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 10:10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 10:11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 10:12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah." Yesus memberkati anak-anak 10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." 10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. Penjelasan: * orang-orang Farisi // Mencobai 2. Pertanyaan yang diajukan orang-orang Farisi berkaitan dengan salah satu pokok perdebatan saat itu. Para ahli Taurat yang mengikuti pandangan Hillel beranggapan bahwa seorang suami boleh menceraikan istrinya untuk hampir semua alasan. Para penganut Shammai, dalam pada itu, bersikukuh bahwa perceraian hanya diperbolehkan apabila terjadi perzinahan. Mencobai. Istilah Yunani yang sama dapat juga diartikan sebagai "menguji." Tujuan sebenarnya orang Farisi mengajukan pertanyaan kepada Yesus adalah untuk menguji Dia. * Memberi izin 4. Memberi izin. Peraturan yang ditetapkan Musa ini terdapat dalam Ulangan 24:1. Perlu diperhatikan bahwa orang-orang Farisi itu tidak menyebutkan syarat yang diberikan Musa dalam mengizinkan perceraian. * Karena ketegaran hatimulah 5. Karena ketegaran hatimulah. Peraturan yang ditetapkan Musa itu sesungguhnya bukan perintah, tetapi sebuah kelonggaran yang disebabkan oleh kondisi rohani manusia yang sangat tidak memuaskan. Ketetapan tersebut merupakan usaha untuk mengatur dan mengendalikan perceraian bukan mendorong perceraian. * Allah menjadikan mereka // sehingga keduanya itu menjadi satu daging // pada awal dunia 6-8. Pernyataan yang dimulai dengan Allah menjadikan mereka (ay. 6) dan diakhiri dengan sehingga keduanya itu menjadi satu daging (ay. 8) dikutip langsung kata demi kata dari Kejadian 1:27; 2:24 (LXX). Keadaan yang ada pada awal dunia merupakan petunjuk tentang cita-cita Allah. Allah memaksudkan pernikahan sebagai suatu persatuan seumur hidup di dalam segala hal. * hidup dalam perzinahan terhadap istrinya itu, 11. Laki-laki, di dalam kasus ini hidup dalam perzinahan terhadap istrinya itu, bukan karena bercerai tetapi karena menikah lagi. Sekalipun dia telah melakukan seluruh prosedur perceraian, di hadapan Allah dia masih terikat kepada istrinya yang pertama. Perkecualian berupa perzinaan ditambahkan oleh Matius dalam Matius 19:9. * Membawa 13. Rangkaian peristiwa yang tercatat dalam ayat ini mungkin terjadi di dalam rumah (bdg. ay. 10). Membawa. Mereka terus membawa (teks Yunani) anak-anak. Sikap para murid tampaknya dilandasi pemahaman bahwa waktu Tuhan terlalu berharga untuk dibuang-buang bagi anak-anak. * Marah // Biarkan 14. Marah. Injil Markus unik di dalam melukiskan emosi-emosi Kristus. Biarkan. Dipergunakan dengan arti "izinkan." Larangan Yesus secara harfiah berarti, Berhentilah melarang mereka. Alasan yang dikemukakan Yesus untuk bertindak demikian ialah bahwa kerajaan Allah dimiliki oleh orang-orang semacam itu. Jelas bahwa yang dipikirkan oleh-Nya adalah kerajaan rohani saat ini. * Ia memberkati mereka 16. Ia memberkati mereka merupakan kata kerja majemuk yang melukiskan semangat Kristus yang muncul dari dalam hati-Nya ketika mengucapkan kata-kata berkat ini (bdg. Kej. 14:19, 20; 27:26-29; 48:15-20). * Cita-cita Allah. Salah satu topik penting yang terus dibicarakan dan diperdebatkan di kalangan Kristen adalah perceraian. Dari dulu, gereja menggumuli bagaimana mengatasi persoalan ini. Namun, persoalan ini semakin pelik dan sulit dicarikan titik temunya karena masing-masing gereja memiliki persepsi sendiri. Bagaimana Alkitab memandang hal ini? Dengan tujuan hendak menguji apakah Yesus sepandangan dengan Musa, orang Farisi bertanya tentang perceraian. Namun usaha pengujian ini menjadi sia-sia karena ternyata Yesus justru balik bertanya mengenai apa yang Musa perintahkan. Kemungkinan besar, Yesus sudah tahu maksud orang-orang Farisi yang ingin mengadunya dengan pandangan Musa. Tetapi, orang-orang Farisi itu tidak menjawab apa yang diperintahkan tetapi apa yang diperbolehkan Musa. Memang, menurut Ulangan 24:1, Musa memperbolehkan perceraian dengan syarat ada surat perceraian. Yesus tidak menyangkal hal itu, tetapi ketentuan itu diberikan bukan berdasarkan perintah Allah, yang diberikan sejak awal penciptaan, tetapi untuk memuaskan kedegilan hati orang-orang zaman itu. Yesus menjelaskan dua hal penting tentang cita-cita Allah menciptakan laki-laki dan perempuan (lih. Kej. 1:27 dan 2:24). Pertama, pernikahan adalah rencana Allah. Di dalamnya laki-laki dan perempuan hidup dalam suatu persekutuan yang tak terpisahkan, saling berbagi, saling mengisi, saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, dan harus berlangsung seumur hidup. Kedua, laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya untuk menjadi "satu daging" dengan istrinya. Artinya, mereka berada dalam persekutuan hidup yang utuh dan permanen. Karena itu tidak mungkin dipisahkan, bahkan dengan alasan apa pun! Renungkan: Pernikahan Anda dengan istri atau suami Anda adalah cita-cita Allah untuk Anda. Karena itu peliharalah perkawinan Anda sebagai bentuk syukur Anda kepada Allah. Label: Mark 10:2-16
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Khotbah HKBP Senin, 5 Oktober 2015 Yohanes 3:14 PREV: Khotbah HKBP Sabtu, 3 Oktober 2015 2 Samuel 15:26 Minggu, 25 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 Minggu, 18 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |