BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 86232 kali

Download MP3 Music
1 Nopember 2015
MINGGU XXII SESUDAH TRINITATIS
All Saints Day
Proper 26 (31)
Ruth 1:1-18 and Psalm 146
Deuteronomy 6:1-9 and
Psalm 119:1-8 Hebrews 9:11-14
Mark 12:28-34

Konteks
Hukum yang terutama
12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.


Penjelasan:
*  seorang ahli Taurat
28. Pertanyaan mengenai hukum yang terutama (ay. 28:34) diajukan oleh seorang ahli Taurat. Ia pasti adalah orang Farisi, sebab dia menyetujui jawaban Yesus kepada orang Saduki. Tampaknya tidak ada tujuan menjebak di balik pertanyaan ini (bdg. ay. 28, 32-34).

* Di // dan dengan segenap akal budimu. Akal budi // hati // Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa // Allah itu esa // kasihilah Tuhan
29, 30. Di dalam menjawab, Yesus tidak mengacu kepada tradisi para ahli Taurat, tetapi kepada hukum yang tertulis, Ulangan 6:4, 5. Kutipan tersebut diambil dari LXX dengan ditambahi kata-kata dan dengan segenap akal budimu. Akal budi dan hati sesungguhnya adalah hal yang sama di dalam pikiran orang Ibrani. Kata-kata, Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa adalah dari pengakuan iman yang dikenal sebagai "Shena" dan diucapkan setiap hari oleh orang Yahudi yang saleh. Pengakuan iman tersebut menegaskan prinsip khusus dari kepercayaan orang Ibrani, yaitu bahwa Allah itu esa. Arti dari perintah kasihilah Tuhan ialah bahwa Dia harus dikasihi dengan segenap kekuatan dan dengan segenap kemampuan. Inilah landasan dan ringkasan dari keseluruhan kewajiban manusia terhadap Allah.

* Hukum yang kedua dikutip
31. Hukum yang kedua dikutip kata demi kata dari Imamat 19:18 (LXX). Di dalam hukum ini juga terdapat landasan dan ringkasan dari kewajiban manusia terhadap sesamanya. Dan hukum ini melandasi ajaran tentang seluruh Hukum Taurat dan kitab para Nabi (Mat. 22:40).

* Bagaimana bijaksananya // dengan // Kerajaan Allah // Tidak seorang pun
34. Bagaimana bijaksananya. Maksudnya, dengan akal budi. Kristus menyatakan orang itu memiliki jenis pemahaman rohani yang, apabila dipertahankan terus, dapat menuntunnya memasuki Kerajaan Allah. Kerajaan rohani sekarang ini, yang dapat dimasuki dengan iman dan kelahiran baru, adalah yang dimaksudkan di sini (bdg. Yoh. 3:3, 5). Markus menutup kisahnya dalam pembahasan ini dengan pernyataan kuat yang menunjukkan betapa berhasilnya Kristus membungkam lawan-lawannya. Tidak seorang pun berani mengajukan pertanyaan lagi kepada Dia. Mereka tidak pernah lagi berusaha untuk menjebak Kristus dengan teka-teki teologis atau hukum

* Kasihilah
Para pemimpin agama Yahudi rupanya masih belum puas menguji Yesus. Kali ini ahli Taurat dan orang Saduki yang berbicara dengan Dia. Topik bahasan mereka kali ini adalah 'perintah yang terutama'. Dengan topik itu, mereka ingin menguji Yesus untuk melihat apakah Ia menghargai hukum Musa. Melebihi apa yang mereka harapkan, Yesus mendefinisikan hukum itu ke dalam esensinya: kasihi Allah dengan segala yang kau miliki dan kasihi sesama seperti diri sendiri (ayat 30-31). Jawaban Yesus menarik. Walau diminta memberikan satu hukum yang dianggap terbesar, Ia menjawab dua hukum. Mengapa? Karena mengasihi orang lain adalah tindakan yang akan muncul bila orang mengasihi Allah. Kedua hukum ini saling melengkapi. Kita tidak dapat melakukan yang satu tanpa memenuhi yang lain. Hukum itu meringkas hukum yang tertulis pada dua loh batu yang diterima Musa. Hukum itu menyatakan kewajiban manusia kepada Allah dan tanggung jawab kepada sesama.

Kasih memang penting untuk mendasari sebuah relasi. Kita bisa saja menaati firman Allah tanpa mengasihi Dia. Namun ketaatan demikian bersifat hampa. Sebaliknya bila kita mengasihi Dia, niscaya kita menaati Dia. Selain itu kita harus mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kemampuan mengasihi sesama bergantung pada pemahaman bahwa Allah mengasihi mereka juga. Misalnya jika orang membuat kita marah, apa kita akan balas dendam? Jika ya, berarti sikap merekalah yang mendasari tindakan kita bukan firman Allah. Lalu apa kita harus tidak peduli perlakuan orang lain? Tidak. Alkitab mengajari kita cara berurusan dengan orang lain dan menangani perasaan saat merasa terluka. Namun solusi Allah dirancang untuk menghasilkan rekonsiliasi dan pertumbuhan iman. Bukan untuk balas dendam atau mengendalikan orang lain. Ingatlah bahwa tiap orang berharga di mata Allah. Pemulihan hubungan berarti menghargai Allah dan itu mewujud dalam sikap kita terhadap sesama sebagai ciptaan Allah.

Label:   Mark 12:28-34 











NEXT:
Khotbah HKBP Senin, 2 Nopember 2015 Yeremia 29:13-14


PREV:
Khotbah HKBP Sabtu, 31 Oktober 2015 Roma 12:2


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de