BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 6351 kali

Download MP3 Music
Jumat, 6 Nopember 2015
Kejadian 16:13
Konteks
16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"

* Engkaulah El-Roi, // sumur Lahai-Roi
13-16. Engkaulah El-Roi, Hagar sangat bersukacita atas pengalamannya berjumpa dengan Allah dan melihat bahwa Allah itu murah hati, dan penuh perhatian kepada seorang yang sangat menderita. Hagar menanggapi pengalaman tersebut dengan iman yang menghormat. Sumber air tersebut kemudian dinamakan sumur Lahai-Roi. Nama ini telah diterjemahkan dengan berbeda-beda. Mungkin terjemahan yang terbaik adalah Sumur dari Dia yang hidup yang telah melihat aku. Hagar memperoleh kekuatan melalui kesadaran bahwa dia ada di dalam hadirat Allah yang perkasa dan bahwa dia masih hidup. Mungkin sumur itu terletak di dekat Kadesy (bdg. 16:14), sekitar 50 Mil di sebelah selatan Ber-syeba. Anak laki-laki itu kemudian lahir dan diberi nama Ismael oleh Abram yang ketika itu berusia 86 tahun.

* Allah membereskan masalah
Trindakan Sarai yang memberikan Hagar kepada Abram sebagai istri pengganti merupakan tindakan yang lazim pada zaman mereka. Anak yang lahir akan diperhitungkan sebagai anak Sarai. Namun tindakan Sarai dan Abram ini bukanlah tindakan iman. Dengan mengikuti kebiasaan waktu itu, mereka telah menunjukkan keraguan akan janji Tuhan.

Pilihan yang ditempuh untuk "menyelesaikan" apa yang dianggap Sarai sebuah masalah dalam dirinya, justru kemudian menimbulkan masalah-masalah baru yang cukup serius. Itu terjadi karena mereka secara serampangan sudah mendahului Allah. Mereka mencoba menggenapi janji Allah dengan upaya mereka sendiri. Mereka lebih memilih menjalani waktu mereka ketimbang menanti waktu Allah. Ujian besar dalam beriman adalah dengan membiarkan Allah bekerja sesuai waktu-Nya di dalam kehidupan, dan menanti waktu-Nya itu dengan iman, harapan, dan kasih. Dalam hal penting ini, Sarai dan Abram telah gagal.

Kita melihat ada tiga orang yang membuat masalah serius di sini: 1) Sarai, yang mencoba membereskan masalah dirinya dengan memberikan Hagar menjadi istri Abram (ay. 2-3); 2) Abram, yang menuruti rencana Sarai, tetapi pada saat masalah lain muncul, menolak menyelesaikan masalah (ay. 6); dan 3) Hagar, yang melarikan diri dari masalah (ay. 6). Berhadapan dengan situasi kacau buatan manusia yang tidak beriman dan tidak sabaran ini, Allah ternyata adalah Allah yang tetap menyatakan kuasa-Nya untuk turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Rm 8:28). Allah setia pada janji-Nya. Allah menyadari kekurangan anak-anak-Nya dan tidak membiarkan masalah-masalah yang mereka hadapi ditanggung sendirian.

Sarai dan Abram pada akhirnya tetap akan mendapatkan anak mereka sendiri, dan Allah menyelesaikan masalah Hagar meskipun Abram menolak memberi solusi (ayat 8-15, Kej. 17:20). Ternyata tidak ada masalah yang terlalu rumit bagi Allah jika kita membiarkan Dia menolong kita!




Label:   Kejadian 16:13 











NEXT:
Khotbah HKBP Sabtu, 7 Nopember 2015 Kisah Para Rasul 10:28


PREV:
Khotbah HKBP Kamis, 5 Nopember 2015 1 Tesalonika 4:17-18


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de