BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 6910 kali

Download MP3 Music
Rabu, 4 Nopember 2015
Ulangan 6:6-7
Konteks
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

* Apa Yang Kuperintahkan kepadamu ... haruslah engkau perhatikan // a. Haruslah engkau mengajarkannya ... kepada anak-anakmu
6. Apa Yang Kuperintahkan kepadamu ... haruslah engkau perhatikan. Kemurahan-kemurahan Allah pada waktu lalu yang disebutkan di bagian pendahuluan historis akan menimbulkan kasih semacam itu, dan kasih itu akan nyata dalam ketaatan penuh hormat kepada seluruh perintah yang dikemukakan Allah (bdg. 11:1, 22; 19:9; 30:16; Yoh. 14:15). Jadi ayat-ayat ini adalah isi dari semua ayat sesudahnya. 7a. Haruslah engkau mengajarkannya ... kepada anak-anakmu. Unsur kekeluargaan dari administrasi perjanjian mengharuskan bahwa anak-anak juga dituntun kepada ketaatan pada peraturan-peraturan yang ada (bdg. 20 dst.). Orang saleh harus merenungkan hukum Allah tersebut siang dan malam (ay. 7b-9; bdg. Mzm. 1:2). Musa di sini bukan melakukan persyaratan seremonial, tetapi menguraikan tuntutan untuk senantiasa terfokus kepada perkenan Tuhan Israel melalui gambaran-gambaran yang konkret.

* Panggilan untuk mencintai Tuhan.
Ulangan 6:4-9 sering disebut sebagai syema yitsrael, suatu panggilan bagi Israel untuk mendengar firman Tuhan. Ayat-ayat ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan iman Israel. Mereka melafalkan syema tiga kali dalam sehari, dan tidak ada penyembahan pada Hari Sabat di rumah ibadah tanpa melafalkannya. Syema ini merupakan pengakuan iman monoteisme Israel yang paling mendasar. Isinya memberikan penegasan bahwa Allah secara total berbeda dengan yang lain. Ia menyatakan diri- Nya kepada Israel dan dapat dipercaya karena Ia tidak berubah.

Melalui syema Israel diajar untuk memilih persekutuan yang intim dengan Tuhan sebagai prioritas utama. Seluruh aspek kehidupan Israel didasari oleh hubungan cintanya dengan Tuhan. Di dalam cinta ini terkandung komitmen dan kesetiaan yang menyeluruh dan total. Syema ini: [1] harus tertanam dalam hati orang Israel (ayat 6); [2] harus tertanam dalam hati anak-anak Israel (ayat 7); [3] harus menjadi bagian hidup sehari-hari mereka (ayat 7); [4] harus menjadi identitas pribadi mereka (ayat 8); dan [5] menjadi identitas keluarga serta masyarakat Israel (ayat 9). Tidak ada satu bagian pun dalam kehidupan orang Israel yang terlepas dari relasi mereka yang penuh kasih kepada Tuhan.

Apa yang diminta Tuhan bagi umat-Nya dan hamba-Nya bukanlah kecakapan untuk memimpin, berorganisasi, berkhotbah, bernyanyi, atau apapun yang lain, melainkan hati yang mengasihi Tuhan (Yoh. 21: 15-19). Tanpa kasih kita kepada Tuhan, pelayanan dapat menjadi jerat bagi kita. Hal itu menyedihkan hati Tuhan. Seluruh pelayanan kita, tanpa dilandasi oleh kasih kepada Tuhan, tidak akan berarti apa-apa di hadapan Tuhan (Why. 2:1-5).

Renungkan: Apakah yang menyukakan hati Allah juga keinginan kita terdalam? Apakah dalam setiap aspek kehidupan, cinta pada Tuhan termanifestasikan melalui ketaatan dan komitmen kita?


Label:   Ulangan 6:6-7 











NEXT:
Khotbah HKBP Kamis, 5 Nopember 2015 1 Tesalonika 4:17-18


PREV:
Khotbah HKBP Selasa, 3 Nopember 2015 Filipi 4:19


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de