BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 6232 kali

Download MP3 Music
Selasa, 1 Desember 2015
Yesaya 53:5
Konteks
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.


* Tertikam, // Pemberontakan, // Diremukkan, // Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita;
5. Tertikam, istilah yang cocok untuk penyaliban. Pemberontakan, dari kata kerja "memberontak" dan mengandung pengertian memberontak terhadap kedaulatan Allah. Diremukkan, kata ini sudah tepat. Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita; yakni, hukuman yang mendatangkan damai sejahtera bagi kita (bukan sekadar konsekuensi yang tidak enak dari dosa manusia).

* Menderita untuk keampunan dosa kita
Apa yang dilakukan oleh Sang Hamba demi menuntaskan panggilan-Nya menjadi terang bagi bangsa-bangsa? Perikop ini merupakan puncak dari sederetan Nyanyian hamba TUHAN (Yes. 40:1-7; 42:1-6; 50:4-6) yang mengungkapkan pengurbanan Sang Hamba. Perikop ini telah menjadi inspirasi bagi para penulis PB untuk memahami tindakan Allah berinkarnasi untuk menyelamatkan manusia.

Inkarnasi berarti Allah memilih menjadi manusia dan menjadikan penderitaan manusia sebagai "tempat kudus" kehadiran dan karya-Nya. Semenjak dilahirkan di bumi sebagai manusia, Kristus telah menjalani setiap bentuk rasa sakit seorang manusia: penolakan, kehausan, kelaparan, kemiskinan, menggelandang (tak punya rumah, bahkan kuburan), dipukuli, kehilangan orang yang dikasihi, menjadi korban ketidakadilan dan kejahatan. Semua itu memuncak pada kematian yang mengerikan di atas kayu salib. Begitu akrabnya Ia hidup bersama-sama manusia yang tertindas, lengkap dengan pengalaman kesengsaraannya, sampai-sampai Ia disebut sebagai "...seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan" (ayat 53:3). Tidak ada penderitaan yang Yesus alami, dari kelahiran sampai kematian-Nya, yang tidak terkait dengan penderitaan kita. Karena sesungguhnya penderitaan kitalah yang Dia pikul dan dosa kitalah yang Dia tanggung (ayat 53:4-5).

Jangan lupa, nyanyian Hamba ini tidak berhenti sampai kematian-Nya yang menggantikan hukuman dosa, melainkan terus sampai pada kebangkitan-Nya (ayat 10-12) sebagai pemenang tunggal atas kuasa dosa dan maut. Dia yang telah menang berhak atas semua orang, yang oleh karya salib-Nya, telah dimerdekakan dari dosa.

Oleh karena itu, respons yang paling tepat kita lakukan adalah menghambakan diri kembali kepada Dia karena memang kita adalah kepunyaan-Nya dan tebusan-Nya. Akui karya-Nya atas hidup kita dan hiduplah sebagai kesaksian akan kuasa dan kasih-Nya.


Label:   Yesaya 53:5 











NEXT:
Khotbah HKBP Rabu, 2 Desember 2015 2 - Tawarikh 14:11b


PREV:
Khotbah HKBP Senin, 30 Nopember 2015 Yesaya 54:8


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de