BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 

View : 6383 kali

Download MP3 Music
Kamis, 17 Desember 2015
Yakobus 5:8
Konteks
5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!


* kedatangan Tuhan sudah dekat. 9 // janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempermasalahkan // Hakim telah berdiri di ambang pintu
8. Demikian pula orang Kristen, kata Yakobus, jangan bilang kesadarannya menghadapi penderitaan, tetapi justru kuatkan hati mengingat kedatangan Tuhan sudah dekat. 9. Permusuhan menghasilkan ketegangan, dan ketegangan pada gilirannya mempengaruhi hubungan antar manusia. Karena itu Yakobus mengingatkan, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempermasalahkan. Tindakan semacam itu membuat mereka terancam dihukum sebab Hakim telah berdiri di ambang pintu.

* Sabar menanti
Setelah memperingatkan orang-orang kaya yang hidupnya berorientasi pada harta dan kesenangan, Yakobus mengingatkan orang percaya untuk bersabar sampai kedatangan Kristus yang kedua kali. Pada saat itulah kebenaran dan keadilan-Nya dinyatakan. Namun demikian, lamanya penantian akan hari Tuhan kadang-kadang bisa membuat orang beriman bersikap tidak sabar dan tidak percaya. Maka Yakobus mengingatkan mereka untuk bersabar menantikannya.

Agar orang memahami arti kesabaran, Yakobus memberikan gambaran mengenai petani, para nabi di zaman Perjanjian Lama dan juga Ayub (7, 10-11). Seorang petani bersabar menantikan hasil tanahnya yang berharga. Dalam masa penantian itu, petani bergantung pada hujan yang adalah anugerah Tuhan. Begitu jugalah seharusnya ketergantungan orang percaya pada pemeliharaan Allah. Maka dapat dikatakan bahwa kesabaran merupakan sikap hati yang berharap dan percaya total pada pemeliharaan dan perhatian Allah. Sementara menanggung derita, kita sabar sebab yakin bahwa tujuan iman kita di dalam Tuhan pasti akan terwujud.

Contoh kesabaran yang lain adalah para nabi di zaman Perjanjian Lama (10). Meski menghadapi penolakan bahkan kematian, para nabi tetap menyuarakan kebenaran Tuhan. Seringkali mereka mati tanpa melihat hasil upaya mereka, yakni pertobatan orang-orang yang menjadi sasaran misi mereka. Walaupun demikian, para nabi setia kepada Allah. Selain bersabar dalam penantian, orang beriman dipanggil untuk sabar menanggung penderitaan. Inilah yang terlihat dalam kisah Ayub. Ia memiliki ketahanan untuk menanggung penderitaan tanpa kehilangan iman. Meski tak mengerti sebab dan alasan penderitaannya, ia tetap percaya pada Allah.

Kita memang tak pernah tahu kenapa harus mengalami masalah. Namun, jika hidup dalam syukur dan bukan dalam kemarahan, dalam keyakinan akan Allah dan bukan dalam sungut-sungut; niscaya kita, seperti Ayub, akan menyinarkan kemenangan di hadapan Iblis yang gagal menjatuhkan kita.





Label:   Yakobus 5:8 











NEXT:
Khotbah HKBP Jumat, 18 Desember 2015 Ulangan 28:1a,6


PREV:
Khotbah Rabu, 16 Desember 2015 Yehezkiel 37:14


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de