BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
|
Download MP3 Music Khotbah HKBP 2016 Minggu, 18 September 2016Minggu, 18 September 2016 (Lukas 16:1-13)Khotbah HKBP Minggu, 18 September 2016 - Lukas 16:1-13Proper 20 (25) Jeremiah 8:18-9:1 and Psalm 79:1-9 Amos 8:4-7 and Psalm 113 1 Timothy 2:1-7 Lukas 16:1-13 Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur 16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. 16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." Setia dalam perkara yang kecil Nasihat 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Penjelasan: * Luk 16:1-9 - Kesempatan Harta dapat menjadi berkat, juga bisa menjadi kutuk. Tergantung bagaimana menggunakannya: menjadikannya pemuas keinginan pribadi atau sebagai sumber untuk melayani sesama. Inilah yang kita pelajari sebagai topik utama dalam pasal 16 ini, yakni tentang penggunaan harta. Bendahara, dalam kisah ini, memiliki reputasi yang dapat mengancam kedudukannya, terutama ketika tuannya meminta laporan keuangan. Kuatir menghadapi ancaman pemecatan, ia putar otak, mencari cara agar bisa memperoleh bantuan di kemudian hari. Dengan cerdik ia mengambil hati orang yang berhutang kepada majikannya, dengan mengurangi jumlah hutang orang tersebut (5-7). Mungkin si bendahara melakukannya dengan mengurangi jumlah bunga pinjaman orang tersebut yang seharusnya menjadi komisi untuk dia. Dengan apa yang telah dilakukannya, si bendahara berharap telah menanam budi sehingga suatu saat bisa memperoleh bantuan dari orang tersebut. Bendahara yang tidak jujur ini telah belajar dari kegagalannya. Ia mengorbankan miliknya dan kemudian memberikannya pada orang lain supaya ia dapat mengambil keuntungan dari pemberian itu dikemudian hari. Cerdik bukan? Itulah yang dipuji Yesus dari bendahara ini, bila Dia membandingkannya dengan anak-anak terang (8). Meskipun mungkin saja anak-anak dunia menggunakan harta untuk hal-hal yang tidak benar, mereka tetap memikirkan keuntungan semaksimal mungkin yang dapat diberikan harta mereka. Seharusnyalah kita bijak dalam memaksimalkan penggunaan harta, yang sudah dipercayakan pada kita. Ingatlah bahwa harta tidak dapat dibawa mati. Harta hanya bernilai selama kita hidup saja. Oleh sebab itu jangan gunakan harta hanya untuk kepentingan diri sendiri, gunakanlah juga untuk kemaslahatan orang lain. Karena memiliki harta berarti juga menyandang tugas penatalayanan, maka kita harus memikirkan bagaimana menggunakan harta dalam pelayanan untuk memuliakan Allah. * Luk 16:1-13 - Penggunaan uang dalam Kekristenan. Cara yang dipakai sang bendahara dalam perumpamaan ini bukanlah cara yang benar. Namun demikian kita bisa meneladani kejelian dan kecerdikannya dalam merencanakan masa depan. Ia menyadari bahwa dia akan segera meninggalkan jabatannya dan tentunya akan kehilangan otoritas di dalam mengelola harta tuannya. Karena itu ia menggunakan kesempatan yang masih ada, untuk menjalin persahabatan dengan menggunakan harta tuan-nya. Tujuannya jelas, supaya ia nantinya mendapat balasan dengan diberi tumpangan. Apa yang diutarakan dalam perumpamaan ini menggambarkan posisi kita sebagai Kristen dalam hubungannya dengan harta. Tak satu pun harta yang ada pada kita dalam hidup ini adalah milik kita. Kita hanyalah dipercayai untuk mengelolanya. Suatu saat kita akan meninggal-kan semuanya. Karena itu ketika kita masih mempunyai wewenang atas Mamon yang tidak jujur, kita harus menggunakannya untuk membangun persahabatan yang bernilai kekal. Karena itulah penggunaan uang bagi Kristen bukanlah hal yang sepele. Meskipun bila dibandingkan dengan kekayaan sorgawi, nilainya sangat kecil, namun cara kita menggunakan yang sangat kecil ini dapat menunjukkan apakah kita orang yang setia atau tidak (ayat 10-12). Apakah kita adalah hamba yang layak dipercaya untuk mengelola harta titipan "Tuan" kita? . Renungan Minggu XVII Dung Trinitatis, TUHAN Menentang Ketidak-adilan Sosial Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Bila nabi Hosea merasa hancur hati karena ketidak-setiaan umat-Nya kepada TUHAN, maka nabi Amos sangat marah atas pelanggaran-pelanggaran umat-Nya terhadap standar-standar keadilan sosial, ekonomi, dan kebenaran di antara umat TUHAN. Dengan membaca kitabnya yang terdiri dari sembilan pasal, nabi Amos hendak menggaris-bawahi, betapa menjijikkan agama bagi Allah jika dipisahkan dari kehidupan dan tanggung-jawab sosial sehari-hari (Amos 5:7-13, 21-25; 8:4-7; dll). Nabi Amos protes keras bila ketidak-adilan sosial meraja-lela dan agama dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Nabi Amos mengecam keadaan dan struktur yang tidak adil bila kaum miskin dan sengsara terinjak-injak; bila orang lemah dapat dibeli dengan uang dan orang miskin karena sepasang kasut (trafficking); bila transaksi bisnis bertindak curang dengan neraca palsu (ayat 4-6). Sebaliknya, nabi Amos merindukan agar keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir di dalam kehidupan umat beragama dan masyarakat sehari-hari (Amos 5:24). Label: Lukas 16:1-13
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
NEXT: Khotbah HKBP Minggu, 25 September 2016 - 1 Timotius 6:6-19 PREV: Khotbah HKBP Rabu, 14 September 2016 - Yohanes 3:13-17 Minggu, 25 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 Minggu, 18 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |