Almanak HKBP 2021, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Contoh Tata Ibadah HKBP 2021
hkbp.lagu-gereja.com
ke bible.lagu-gereja.com
  
Contoh pencarian Matius 5:1
View : 117 kali



Minggu Palmarum


Tanggal 28 Maret 2021


  1. Bernyanyi    : 287,1+2 “Sekarang Bersyukur”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : KELUARAN 15,1-11
  4. Pengantar

PEMBEBASAN AJAIB ALLAH ATAS UMATNYA”


Nama Keluaran diambil dari peristiwa pokok yang diceritakan
dalam buku ini, yaitu keluarnya bangsa Israel dari Mesir, tempat mereka
diperbudak. Dalam buku ini ada tiga bagian yang penting:


  1. Pembebasan orang Ibrani dari perbudakan dan perjalanan mereka ke Gunung Sinai,
  2. Perjanjian Allah dengan umatNya di Sinai, kepada bangsa Israel
    diberikan hukum-hukum moral, sipil dan keagamaan untuk pedoman hidup
  3. Pembuatan tempat beribadah dengan segala peralatannya untuk bangsa
    Israel, peraturan-peraturan untuk para imam dan cara beribadah kepada
    Allah

Buku ini terutama mengisahkan apa yang dilakukan Allah pada waktu Ia
membebaskan umatNya yang diperbudak, lalu membina mereka menjadi suatu
bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan. Tokoh utama dalam buku
ini adalah Musa, orang yang dipilih Allah untuk memimpin umatNya keluar
dari Mesir.


Sebelum Nas ini dikisahkan, Firaun, yang mendesak orang Ibrani untuk
secepatnya meninggalkan Mesir, hendak membawa mereka pulang kembali
sebagai tawanan perang. Ia mengira dapat menjebak mereka di antara
sebuah batu karang dan Laut Merah. Namun orang Israel menyeberanginya
dengan berjalan di dasarnya, dan ketika pasukan Firaun ikut turun
mengejar mereka, air pun menerjang menenggelamkan pasukan itu. Setelah
pembebasan yang dahsyat ini, Musa, lelaki yang tidak pintar berkata-kata
itu pun -” menyanyi!, dan Nyanyian tersebutlah yang menjadi bahan PA
kita saat ini.


Ayat 3 kedengaran aneh di telinga kita pada awalnya: “TUHAN itu pahlawan perang.” Mengapa?  Pertama, kita tidak biasa menyebut TUHAN dengan sebutan yang sama dengan manusia, namun itu yang dilakukan orang Israel. Kedua,
kita seringkali merasa canggung bila membayangkan Allah sebagai
pahlawan perang. Kita menemukan pemikiran yang sama dalam Yesaya 42:13,
“TUHAN keluar berperang seperti pahlawan…. terhadap musuh-musuh-Nya la
membuktikan kepahlawanan-Nya: Dan Mazmur 24:8 memuji-Nya, “TUHAN,
perkasa dalam peperangan”. Jadi seharusnya kita tidak kaget. Seringkali
di dalam Alkitab, Allah disebut “Pemimpin Pasukan: Kata Ibrani yang
dipakai adalah tsaba, yang berarti pasukan perang. Gambaran
tentang Allah yang perkasa berlanjut di dalam nyanyian Musa: la
menghancurkan musuh” (Kel. 15:6). Ia “meruntuhkan siapa yang bangkit
menentang” (ay.7).


Dalam nyanyiannya, Musa melanjutkan “tangan kanan” Allah yang perkasa
(ay.6), hembusan “nafas hidung-Mu’ (ay.8), dan “api murka-Mu. yang
memakan mereka sebagai tunggul gandum” (ay.7). Tetapi Allah yang perkasa
itu adalah pengayom umat-Nya. “Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun
umat yang telah Kau tebus” (ay.13). Dan, “Engkau membawa mereka dan Kau
cangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri” (ay.17). Kata “kasih
setia” dalam ayat 13 diterjemahkan dari kata hesed. Kata Ibrani
ini sering digunakan pada Allah dan menunjukkan kesetiaan-Nya pada
perjanjian dengan umat-Nya. Ia menjanjikan Abraham akan memiliki banyak
keturunan dan memiliki tanah yang luas. Dan Allah mengulangi janji ini
ketika Ia berbicara kepada Musa (Kel.6:4,8). Allah berkata. “Aku ingat
kepada perjanjian-Ku” (ay.5). Saatnya bagi Allah untuk melaksanakan
janji-Nya.


Apa pesan untuk kita saat ini? Pertama, Tuhan
itu sumber, sasaran pujian, saluran dan sandaran kasih yang kekal bagi
ciptaanNya. Ia pencipta ‘musik dan lagu’ dan menyediakan syairnya dengan
menceritakan perbuatanNya. Israel takjub dan gentar melihat gemuruh
ombak besar menutupi laut dan hati mereka meluap oleh kekaguman dan
kegentaran kepada Kuasa Allah. Allah dirasakan sungguh sebagai kekuatan
ajaib yang di luar kemampuan manusia. Kedua, Ketika
segala sesuatu dalam kehidupan kita baik-baik saja dan terjadi hal-hal
yang membanggakan kita, penuh berkat melimpah dan sukacita, kita akan
dengan mudah mengucap syukur dan memuji Allah. Tetapi jika doa-doa kita
sepertinya tidak dijawab, Allah seperti diam dan mengizinkan kegagalan
menghampiri hidup, bisakah kita tetap mengucap syukur dan memuji Dia?
Melihat Allah yang telah diidentifikasi Musa dalam nyanyian ini, tidak
ada alasan bagi kita orang percaya untuk tidak menyembah dan mensyukuri
apapun kondisi kita. Dia adalah Allah yang setia dan sampai
selamalamanya kesetiaannya.


Diskusi:


  1. Sesuai dengan Nas PA saat ini, apa yang memotivasi bangsa Israel
    untuk bersyukur? Coba uraikan kembali kronologi peristiwanya dan
    pelajaran apa yang bisa kita petik untuk kita saat ini?
  2. Ketika kegagalan menghampiri hidup kita, sesungguhnya kita
    diharapkan untuk tetap setia mengucap syukur kepada Tuhan. Menurutmu
    apakah ini sulit? Mengapa sulit?

  1. Bernyanyi KJ.439,1-2 “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu”
  2. Doa syafaat
  3. Bernyanyi KJ.345,1-2 “Sertai Kami Tuhan”
  4. Doa Bapa Kami

Minggu Paskah I


Tanggal 04 April 2021


  1. Bernyanyi    : KJ.18:1-2  “Allah Hadir Bagi Kita”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : 1PETRUS 1,1-7
  4. Pengantar    :

DIPELIHARA DALAM KEKUATAN ALLAH KARENA IMAN


Sekitar Tahun 65, agama Kristen telah berkembang begitu pesat sampai
menjadi sebuah ancaman bagi kekaisaran Romawi. Orang Kristen merasakan
gelombang penganiayaan pertama terhadap iman mereka dan menjadi
lebih besar di kemudian hari. Surat Petrus yang pertama ini ditulis
untuk menguatkan orang Kristen dalam masa-masa percobaan ini. Surat ini
sendiri ditulis oleh Rasul Petrus, murid Tuhan Yesus yang menjadi
pemimpin gerakan awal Kristen di Yerusalem (Kis.2,14-41). Petrus
akhirnya pergi ke Roma, ibukota kekaisaran Romawi. Dari Roma, ia
menunjukkan suratnya kepada orang percaya yang sudah  “tersebar di
Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia kecil dan Bitinia” (1:1-2). Barangkali
penindasan para pejabat Romawi sudah memaksa orang Kristen ke
wilayah-wilayah yang jauh ini. Petrus mendorong orang percaya yang
menderita ini untuk mengikuti teladan Kristus. Penganiayaan dan kematian dan kebangkitanNya memberi jaminan dan harapan untuk masa depan.


Dalam Nas PA saat ini ada beberapa Istilah untuk kita telaah lebih
dalam lagi sehingga memberi pemahaman lebih dalam iman Kristen kita,
yakni: Rencana Allah (Ay.2). Rencana Allah atau dalam terjemahan New Internatinal Version, disebut Rencana Ilahi, haruslah kita mengerti sebagai kasih dan tujuan abadi Allah bagi umatNya dan perkataan Yang dipilih, ialah
himpunan orang percaya sejati (yaitu kita) yang dipilih selaras dengan
ketetapan Allah untuk menebus gerejaNya dengan darah AnakNya Yesus
Kristus, dengan pemahaman yang demikian kita harus menyadari bahwa
setiap orang percaya harus berpartisipasi dalam keterpilihan tersebut
dengan bertekun dalam iman dalam segala hal termasuk ketika menghadapi
penderitaan karena dengan demikianlah maka kita menjadikan panggilan dan
pemilihan kita semakin teguh.


“….telah melahirkan kita kembali”. (ay.3). Ayat ini berkenaan juga dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 3,3 “Yesus
menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang
tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
.
Artinya sebagai orang Kristen harus diperbaharui, tanpa ini maka
seseorang tidak akan mungkin dapat melihat kerajaan Allah, yaitu
menerima hidup kekal dan keselamatan. Apakah Pembaharuan itu?
Pembaharuan adalah penciptaan kembali dan perubahan sifat seseorang
oleh Allah di dalam Roh Kudus. Melalui proses ini hidup kekal dari Allah
sendiri disalurkan kedalam hati orang percaya sehingga dia menjadi anak
Allah atau ciptaan yang baru yang tidak menyesuaikan hidupnya dengan
dunia namun kini diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran
dan kekudusan (Ef.4,24). Pembaharuan ini sangat diperlukan karena terlepas
dari Kristus semua orang dengan sifat bawaannya adalah orang berdosa
dan tidak mungkin taat dan berkenan kepada Allah (Mzm 51,7; Yer.17,9;
Rom.8,7-8, 1Kor.2,14, Ef.2,3).


“ ….. Dipelihara dalam Kekuatan Allah Karena imanmu…”(Ay.5). Ayat
ini menyajikan 3 Kebenaran mengenai jaminan orang percaya, sebuah
berita yang relevan bagi pembaca surat ini karena banyak diantaranya
sedang menderita penganiayaan yang hebat. Pertama, Orang
percaya dipelihara/dilindungi dalam kekuatan Allah terhadap semua
kekuatan kejahatan yang hendak menghancurkan kehidupan dan keselamatan
mereka dalam Kristus (2Tim.4,18; Yud.1,24 bnd.Roma 8,31-39). Kedua, syarat
penting untuk memperoleh perlindungan Allah ini ialah Iman. Allah yang
melindungi kita dengan kasih karuniaNya tidaklah bekerja secara
sewenang-wenang saja, karena hanya karena iman orang percaya dilindungi oleh kuasa Allah. Ketiga, sasaran pokok perlindungan Allah oleh iman orang percaya adalah Keselamatan, dalam hal ini keselamatan menunjuk kepada dimensi yang akan datang yaitu memperoleh warisan di sorga.


…membuktikan kemurnian imanmu..” (ay.7). Sebagaimana
keterangan di atas, penderitaan adalah tema yang ditekankan sepanjang
surat ini. Kita harus bersukacita dalam pencobaan kita (bnd.ay.6) karena
dengan tetap setia kepada Kristus di tengah-tengah semua itu akan
memurnikan iman kita dan menghasilkan pujian, kemuliaan dan hormat bagi
kita dan bagi Tuhan Yesus pada saat kedatanganNya. Tuhan memandang
ketabahan kita dalam pencobaan dan iman kita kepada Kristus sebagai
sesuatu yang sangat berharga bagiNya.


Dari telaah Nas Alkitab di atas saat ini waktunya menjalankan kontemplasi dan membangun komitmen. (1). Tuhan
memiliki maksud yang penting atas setiap pencobaan yang diijinkanNya
terjadi dalam diri kita. Mungkin pencobaan itu sempat membuat kita
tergoncang, sedih, dan berdukacita. Tetapi itu semua ada dalam rencana
Allah untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi, dengan menguji iman
kita. (2).Tujuan Tuhan menguji iman kita adalah untuk
membuktikan tingkat kemurnian iman itu sendiri. Jika kita
sungguh-sungguh hidup berkenan di hadapan Tuhan, menjauhi larangan dan
melakukan apa yang menjadi perintah dan kehendakNya, kita tidak perlu
takut terhadap ujian yang akan kita hadapi. Justru ujian-ujian tersebut
akan membuat kita semakin cemerlang. Sama seperti emas yang semakin lama
akan terlihat semakin cemerlang ketika diproses (dibakar dan
dimurnikan) dalam api panas yang menyala-nyala. Emas berbeda dengan
kayu. Semakin dibakar, emas justru akan semakin murni, sementara kayu
akan terbakar dan hanya akan menjadi abu. (3) Kita
harus tetap berjaga-jaga senantiasa. Jangan lengah dan jangan memberi
kesempatan sekecil apapun kepada Iblis (Ef 4:27). Setialah hingga akhir,
sehingga kita akan memperoleh pujian dan kemuliaan dan kehormatan dari
Tuhan pada hari akhir, terlebih kita sudah merayakan Paskah yang menjadi
wujudnyata kasih setia Allah kepada kita.


  1. Diskusi:
  2. Saat ini mari kita mengevaluasi diri. Sudahkah iman yang kita miliki
    adalah iman yang benar dan murni? Apakah iman yang kita miliki sudah
    benar-benar iman yang teguh kepada Tuhan Yesus Kristus?
  3. Masihkan kita masih merasakan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita? Sebutkan dalam bentuk apa pemeliharaan Tuhan tersebut.

 


  1. Bernyanyi KJ.450,1+4 “ ‘Hidup Kita Yang Benar”
  2. Doa syafaat
  3. Bernyanyi KJ.446,1-2 “Setialah”
  4. Doa Bapa Kami

Minggu Quosimodogeniti


Tanggal 11 April 2021


  1. Bernyanyi    : KJ.413:1+3  “Tuhan, Pimpin Anakmu”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : YESAYA 25,1-9
  4. Pengantar    :

TETAP BERSYUKUR, WALAU DIHUKUM


Kitab Yesaya adalah kitab nubuatan yang paling terkenal dalam
Perjanjian Lama, mungkin karena penekanannya pada tema keselamatan dan
nubuatnya tentang Mesias yang akan datang. Karena antisipasinya akan
kedatangan Yesus Kristus dan pesan penebusanNya. Yesaya dipanggil
sebagai nabi “dalam tahun matinya raja Uzia” (6:1; sekitar 740sM).
Melalui sebuah penglihatan yang dramatis dari Tuhan di bait suci. Dia
menyampaikan pesan-pesan Allah tentang penghakiman dan harapan
kepada umat dari kerajaan Selatan (Yehuda) selama 40 tahun ke depan.
Nas kita saat ini masuk dalam bagian pertama dari pelayanan Yesaya,
saudara bangsa Yehuda, Kerajaan Utara (Israel), jatuh ke tangan Asyur
karena dosa dan pemberontakannya kepada Allah (2Raj.17,5-23). Yesaya
mengatakan kepada Yehuda bahwa hal yang sama akan terjadi kecuali umat
berhenti menyembah dewa-dewa palsu dan mengikuti satu-satunya Allah yang
sejati. Namun, pesan nabi tentang penghakiman Allah yang akan datang
bercampur baur dengan nubuat-nubuat tentang harapan akan masa depan.


Nas PA kita saat ini berisikan penegasan tentang harapan. Meskipun
Allah akan menghakimi dan mendisiplinkan umatNya, Dia tidak akan menolak
mereka. Setelah mereka dibuang diantara bangsa asing untuk sementara
waktu, mereka akan dipulihkan ke tanah air mereka (2Taw.36,22-23).
Berita ini membuat umat memuji Allah: “Percayalah kepada Tuhan
selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal”
(bnd.26,4).


…..di gunung Sion ini …” (ay.6). Yesaya
bernubuat tentang kerajaan dan keselamatan yang akan datang setelah
Kristus datang kembali ke bumi (ay.6-12.Bnd.Why 19-21). Sedangkan
perkataan “…Anggur yang Tua benar, masakan yang bergemuk
menggambarkan Pesta mewah yang akan dinikmati dalam Kerajaan Allah
ialah berkat-berkat indah yang dialami orang percaya dihadapanNya. Suatu
perjamuan dengan dengan “anggur tua” secara harafiah artinya “perjamuan
keawetan”, mungkin mengacu kepada sari buah anggur yang telah diawetkan
untuk jangka waktu yang lama. Perhatikan Yer.48:11-12, dimana Allah
membandingkan Moab dengan sari anggur yang dibiarkan di atas endapannya
sehingga “rasanya tetap padanya, dan baunya tidak berubah” yang artinya berkat-berkat
Allah, yang telah tersimpan selama berabad-abad untuk umatNya yang
setia, tidak akan berubah maksudnya dari semula.


“…meniadakan Maut untu seterusnya dan ….menghapuskan Air Mata …” (ay.8). Di
dalam Kerajaan Allah yang akan datang, kesedihan, kesusahan, dan
kematian yang kini merajalela di atas bumi akan disingkirkan dan tidak
akan kembali lagi. Bagaikan orang tua yang penuh perhatian, Allah
sendiri akan menghapuskan air mata dari anak-anakNya, dan tidak akan ada
lagi alasan untuk menangis atau susah. Berkat-berkat yang mulia ini
baru akan terjadi bila Kristus datang kembali ke bumi, mengalahkan
kejahatan dan memerintah seluruh ciptaan. Janji-janji semacam itu
seharusnya membuat kita melihat kasih dan belas kasihan Tuhan yang besar
bagi kita dan menyebabkan kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan tidak
berkeputusan untuk penggenapan mulia dari penebusan melalui Kristus
(Why.22:17,20).


“…TUHAN yang Kita nanti-nantikan ..” (Ay.9).
Yesaya melukiskan orang yang setia dalam Kerajaan Allah sebagai mereka
yang telah mempercayai Tuhan. Semua orang percaya harus mengandalkan
Tuhan, menantikan dengan harapan akan kedatangan Kristus, dan
penggenapan semua janjiNya (1Kor.1,7;Tit.2,13).


Nah, dengan Penelaahan yang lumayan panjang di atas, saat ini kita mengambil pesan untuk kita hidupi. Pertama,
Tuhan tidak akan membiarkan kita tanpa harapan. Kasih-Nya yang megah
itu menghapuskan apa saja yang membutakan kita, mengejutkan kita dengan
satu penglihatan yang indah tentang satu kehidupan yang baik dan rahmat
yang melimpah-limpah. Kedua, Hukuman
menjadi langkah awal bagi pemulihan yang ditegakkan Tuhan. Dengan
hukuman, umat justru semakin dekat dan bergantung kepada Tuhan. Hukuman
tersebut harus dipandang sebagai rencana pemulihan Allah yang
dirancangkan Tuhan bagi umatNya agar Tuhan menjadi Raja bagi umatNya,
menjadi Allah satu-satunya yang disembah oleh umat manusia. Dibalik
rancangan tersebut ada sesuatu yang indah, yaitu kemenangan Tuhan atas
semesta alam, sebagaimana kita rayakan dalam Perayan Paskah yang sudah
kita laksanakan. Karena itu mari tetap ucapkan syukur atas teguranNya
karena itu merupakan tanda kasihNya, segeralah bertobat!


  1. Diskusi:
  2. Pernah merasa kehilangan harapan? Apa yang saudara kerjakan setelah merasakan hal itu?
  3. Dari Nas kita saat ini, menurutmu bagaimana seharusnya kita menunjukkan hidup keimanan kita?

  1. Bernyanyi KJ.406,1+3 “Ya, Tuhan Bimbing Aku”
  2. Doa syafaat
  3. Bernyanyi KJ.416,1-2 “Tersembunyi Ujung Jalan”
  4. Doa Bapa Kami

Minggu Misericordias Domini


Tanggal 18 April 2021


  1. Bernyanyi    : KJ.376:1+4  “Ikut Dikau Saja Tuhan”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : 2KORINTUS 5,14-21
  4. Pengantar    :

“BERDAMAI DENGAN ALLAH MELALUI KRISTUS”


Surat Paulus kedua kepada jemaat Korintus adalah lanjutan dari
korespondensi pertamanya dengan orang Korintus. Rupanya orang percaya di
Korintus sudah menanggapi dengan baik beberapa peringatannya dalam
surat pertama, dan ia menulis untuk mengungkapkan penghargaannya atas
tindakan mereka (2Kor.2:1-11; Pasal 7). Ia mungkin menulis surat ini
sekitar tahun 58. Tetapi di beberapa tempat dalam surat ini, Paulus
menyatakan bahwa masih ada masalah di jemaat Korintus. Mandatnya sebagai
seorang Pelayan Kristus dipertanyakan oleh beberapa orang di Korintus.
Paulus membela panggilan dan pelayanannya, meyakinkan jemaat itu bahwa
pekerjaannya di tengah mereka dilandaskan akan kasih kepada Kristus dan
ia memperhatikan kesejahteraan mereka. Surat Korintus ini adalah salah
satu dari banyak tulisan Paulus yang emosional dan pribadi. Ia mengakui
menderita beberapa penyakit yang disebutnya “duri dalam daging” (12,7).
Ia juga menulis daftar penderitaan yang sudah ia tanggung ketika
melakukan perjalanan misi karena Kristus (11:16-33). Meskipun lemah dan
tidak sempurna, ia bersyukur bahwa kekurangannya menyatakan “bahwa
kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah bukan dari diri
kami” (4:7). Khusus Nas kita saat ini mengabarkan bahwa Allah mengutus
PutraNya, Yesus Kristus untuk menjembatani rekonsiliasi
antara para pendosa dengan diriNya melalui kematianNya di kayu salib.
Paulus melihat pelayanannya sebagai bagian dari rencana Ilahi ini. Ia
melayani sebagai seorang duta bagi Kristus, memohon kepada yang lain,
“berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (ay.20).


“….ia adalah ciptaan baru: ….” (ay.17). Melalui
perintah Allah yang berkuasa untuk menciptakan itu (4:6), mereka yang
menerima Yesus Kristus oleh iman dijadikan ciptaan baru dimana Roh Allah
memerintah (Rom.8,14; Gal.5,25; Ef.2,10). Orang percaya itu menjadi
seorang yang baru diperbaharui seturut dengan citra Allah, ikut
merasakan kemuliaanNya (3:18). Dengan pengetahuan dan pengertian yang
dibaharui dan hidup dalam kekudusan.


“…mendamaikan kita dengan diriNya ..” (Ay.18). Pendamaian
merupakan satu segi dari karya penebusan Kristus, pemulihan orang yang
berdosa kepada persekutuan dengan Allah. Mengapa? Ada beberapa alasan. Pertama, Dosa 
dan pemberontakan umat manusia telah mengakibatkan permusuhan terhadap
Allah dan pengasingan dariNya. (Ef.2,3; Kol.1,21). Pemberontakan ini
mendatangkan murka dan hukuman Allah. (Rom.1,18;24-32). Kedua, Melalui
kematian Kristus yang menebus, Allah telah menyingkirkan penghalang
dosa dan membuka suatu jalan bagi orang yang berdosa untuk kembali
kepada Allah (Rom.3,25, Ef.2,15-16). Ketiga, Pendamaian itu berlaku bagi setiap orang melalui pertobatan pribadinya dan imannya dalam Kristus (Mat.3,2; Rom.3,22). Keempat, Gereja telah dikaruniai pelayanan pendamaian yang memanggil seluruh umat untuk diperdamaikan kepada Allah.


“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa …” (Ay.21). Alkitab
sama sekali tidak menyatakan bahwa Kristus telah benar-benar menjadi
seorang “berdosa”, sebab Dia tetap menjadi Anak Domba Allah yang tidak
bercela. Tetapi Kristus telah mengambil dosa kita atas diriNya sendiri
dan Allah Bapa menjadikanNya sasaran hukuman Allah Bapa ketika Kristus
menjadi korban karena dosa kita di atas kayu salib (Yes.53:10). Pada
waktu mengambil alih hukuman kita itu, Yesus telah memungkinkan Allah
secara adil mengampuni orang yang berdosa.


“…supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”. (Ay.21). Khusus untuk pernyataan ini ada beberapa catatan: (1).
Kebenaran yang disebut dalam ayat ini tidak menunjuk kepada suatu
kebenaran secara hukum, tetapi kepada kebenaran yang nyata dalam
kehidupan sehari-hari sebagai sebagai ciptaan baru, yaitu kepada watak
dan keadaan moral mereka yang didasarkan pada dan mengalir dalam iman
mereka dalam Kristus. Seluruh konteks dalam bagian ini (ay.14-21)
berkaitan dengan cara orang percaya yang hidup bagi Kristus,
dikendalikan oleh ‘kasih Kristus’, menjadi suatu ciptaan baru dan yang
menggenapkan pelayanan pendamaian sebagai wakil Allah dan kebenarannya
dalam dunia ini. (2). Kebenaran Allah dinyatakan dan
dialami oleh orang percaya dalam dunia ini dengan cara tetap tinggal di
dalam Kristus. Hanya selama kita hidup dalam persekutuan dengan Kristus
kita akan menjadi kebenaran Allah (Yoh.14,4-5).


Dari keterangan di atas, kini saatnya kita menyimpulkan dan membuat
perenungan atas nas ini. Allah mempunyai pintu perdamaian bagi kita.
Atas inisiatif-Nya dan karena kasih-Nya yang tak terbatas, Allah
memulihkan hubungan yang rusak dengan manusia lewat kematian Kristus di
kayu salib. Kita pernah jauh dari Allah, tetapi dalam belas kasih-Nya,
Dia tidak meninggalkan kita. Dia menawarkan perdamaian dengan-Nya“
dengan tidak memper-hitungkan pelanggaran mereka”. Tuntutan keadilan
terpenuhi ketika “[Yesus] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya
menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”.
Setelah kita menerima uluran tangan perdamaian Allah, kita diberi tugas
penting untuk membawa pesan perdamaian tersebut kepada orang lain. Kini
kita mewakili Allah yang ajaib dan penuh kasih, yang menawarkan
pengampunan dan pemulihan penuh kepada setiap orang yang percaya.


  1. Diskusi:
  2. Pernah mengalami putus hubungan dengan orang yang kita cintai? Bisakah digambarkan bagaimana rasanya putus hubungan?
  3. Nas saat ini menyampaikan pesan rekonsiliasi atau pendamaian kepada
    kita, menurutmu apa yang bisa kita lakukan untuk menindaklanjuti pesan
    pendamaian tersebut? Sebutkan.
  4. Bernyanyi KJ.424,1+3 “Yesus Menginginkan Daku”
  5. Doa syafaat
  6. Bernyanyi KJ.427,1-2 “Ku Suka menuturkan”
  7. Doa Bapa Kami










Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login


Register   Login  


NEXT:
DISTRIK HKBP


PREV:
Doa dan Ucapan Syukur Daud





Menjual Jamu Terbaik





Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de