Buku Ende, BNH (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 

View : 693 kali
Minggu, 11 Desember 2022
ADVENT II
Ev. Jesaya 12:1-6
Ep. Pilippi 2:12-18
Tutup Langgatan : Na Violet
Topik : MAROLOPOLOP MANOMU TUHAN I (BERSUKACITALAH MENANTIKAN TUHAN)
Jamita Sikkola Minggu : Mateus 25:1-13
PHD Remaja : Psalmen 98:4-9
PHD Naposobulung : Jesaya 40:1-11
PHD Ina :  Jesaya 60:1-5
PHD Ama : 1 Tesalonika 3:11-13
PHD Lansia : Jesaya 40:29-31

Ev. Jesaya 12:1-6
12:1 Jadi dohononmu ma di ari na sasada i: Mauliate ma ahu tu ho, ale Jahowa, ala dirimasi ho ahu,
alai nunga marpamuati rimasmu, jala nunga diapuli ho ahu.
12:2 Ida ma, Debata do hatuaonku, Ibana huhaposi, jadi ndang mabiar ahu, ai Tuhan Jahowa do
hagogoonku dohot pujipujianku dohot manjadi hatuaon di ahu.
12:3 Jadi marlas ni roha hamu manahui aek sian mual ni hatuaon.
12:4 Jadi dohononmuna ma di ari na sasada i: Puji hamu ma Jahowa, jala jou hamu ma goarna, pabotohon
hamu angka jadijadianna di tongatonga ni angka bangso, jamitahon hamu goarna na timbul i.
12:5 Endehon hamu ende pujipujian tu Jahowa, ai nunga dijadihon halongangan, sibotoon ni liat portibi
on sogot.
12:6 Marolopolop jala mariaia ma ho, ale isi ni Sion, ai timbul do di parsitongaanmi na badia ni
Israel.  

Nyanyian syukur atas keselamatan
12:1 Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. 12:2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." 12:3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. 12:4 Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! 12:5 Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 12:6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"  

Penjelasan:
* Kidung Pujian (12:1-3)
Ini adalah bagian awal dari lagu pujian yang dipersiapkan untuk dipakai oleh jemaat, oleh jemaat Yahudi ketika Allah mengerjakan pelepasan-pelepasan besar bagi mereka, dan oleh jemaat Kristen ketika kerajaan Mesias didirikan di dunia kendati dengan perlawanan dari kuasa-kuasa kegelapan: Pada waktu itu engkau akan berkata: Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN. Jemaat yang terpencar, karena dipersatukan di dalam satu tubuh, sebagai satu orang, dengan satu pikiran dan satu mulut, akan memuji Allah seperti itu, Allah yang adalah satu dan nama-Nya satu. Pada waktu itu, ketika Tuhan melakukan perkara-perkara besar ini bagimu, engkau akan berkata: Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN. Maksudnya,

I. “Engkau akan mempunyai alasan untuk berkata demikian.” Janji itu pasti, dan berkat-berkat yang terkandung di dalamnya sangat kaya, dan apabila diberikan, akan memperlengkapi jemaat dengan berlimpah hal untuk bersukacita, dan kemudian dengan berlimpah hal untuk mengucap syukur. Nubuat-nubuat Perjanjian Lama tentang zaman Injil sering kali diungkapkan dengan sukacita dan pujian yang akan ditimbulkan ketika itu. Sebab keuntungan-keuntungan yang tak ternilai yang kita nikmati melalui Yesus Kristus menuntut ucapan-ucapan syukur yang setinggi-tingginya dan seluas-luasnya.

II. “Engkau akan mempunyai hati untuk berkata demikian.” Semua karunia yang lain yang diberikan Allah kepada umat-Nya akan dimahkotai dengan hal ini. Ia akan memberi mereka anugerah untuk mengembalikan semua kemuliaan dari karunia-karunia itu kepada-Nya, dan untuk berbicara tentangnya dalam segala kesempatan dengan rasa syukur yang mendatangkan pujian bagi-Nya. Engkau akan berkata, yaitu, engkau harus berkata demikian. Pada waktu itu, ketika banyak orang dibawa pulang kepada Yesus Kristus dan berduyun-duyun mendatangi-Nya seperti burung-burung merpati terbang ke kandang mereka, bukannya iri hati terhadap perkenanan mereka yang diterima oleh Kristus, seperti orang-orang Yahudi iri terhadap perkenanan yang ditunjukkan kepada bangsa-bangsa lain, engkau akan berkata: Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN. Perhatikanlah, kita harus bersukacita, dan mengucap syukur, atas anugerah Allah kepada orang lain dan juga kepada diri kita sendiri.
                1. Orang-orang percaya di sini diajar untuk bersyukur kepada Allah atas menjauhnya murka-Nya dari mereka, dan kembalinya perkenanan-Nya kepada mereka (ay. 1): Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku. Perhatikanlah, bahkan kernyit dahi Allah sekalipun tidak boleh membuat suara kita sumbang untuk memuji Dia. Meskipun Ia murka terhadap kita, meskipun Ia membunuh kita, kita harus menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, dan mengucap syukur kepada-Nya. Allah sering kali mempunyai alasan yang tepat untuk murka terhadap kita, tetapi kita tidak pernah mempunyai alasan apa-apa untuk marah terhadap-Nya, atau membicarakan hal-hal lain selain yang baik tentang Dia. Bahkan sekalipun Ia menyalahkan kita, kita harus memuji Dia. Engkau telah murka terhadap kami, tetapi murka-Mu telah surut.
                2. Mereka diajar untuk berkemenangan dalam Allah dan kepentingan mereka di dalam Dia (ay. 2): “Lihatlah (KJV), dan heranlah. Allah itu keselamatanku. Bukan hanya Juruselamatku, yang oleh-Nya aku diselamatkan, melainkan juga keselamatanku, yang di dalam Dia aku selamat. Aku bergantung pada-Nya sebagai keselamatanku, sebab aku telah mendapati-Nya demikian. Ia akan mendapat kemuliaan dari semua keselamatan yang telah dikerjakan untukku, dan hanya dari Dia aku akan mengharapkan keselamatan-keselamatan yang kuperlukan lebih jauh, dan bukan dari bukit-bukit dan gunung-gunung. Jika Allah adalah keselamatanku, jika Ia mengerjakan keselamatan kekalku, maka aku akan percaya kepada-Nya untuk mempersiapkanku bagi keselamatan kekal itu, dan menjagaku untuk sampai padanya. Aku akan mempercayakan kepada-Nya semua masalah duniawiku, tanpa ragu bahwa Ia akan membuat semuanya bekerja demi kebaikanku. Aku akan yakin, yaitu aku akan selalu berpikiran tenang.” Perhatikanlah, orang-orang yang memiliki Allah sebagai keselamatan mereka dapat menikmati diri mereka dengan rasa aman yang kudus dan pikiran yang tenteram.

                3. Mereka harus mengambil penghiburan bagi diri mereka sendiri dari kasih Allah dan dari semua tanda kasih itu (ay. 3): “Maka, karena Tuhan Yehovah adalah kekuatan dan mazmurmu, dan akan menjadi keselamatanmu, maka kamu akan menimba air dengan kegirangan.” Perhatikanlah, jaminan-jaminan yang telah diberikan Allah kepada kita akan kasih-Nya, dan pengalaman-pengalaman yang telah kita miliki akan manfaat dan penghiburan dari anugerah-Nya, haruslah sangat mendorong iman kita kepada-Nya dan apa yang kita harapkan dari-Nya: “Dari mata air keselamatan di dalam Allah, yang merupakan sumber dari semua kebaikan bagi umat-Nya, kamu akan menimba air dengan kegirangan. Perkenanan Allah akan mengalir kepadamu, dan kamu akan mendapatkan penghiburan darinya dan memanfaatkan buah-buah yang terberkati darinya.”

* Kidung Pujian (12:4-6)
Ini adalah bagian kedua dari nyanyian Injil ini, dan tujuannya sama dengan bagian sebelumnya. Di sana orang-orang percaya menggugah diri mereka sendiri untuk memuji Allah, sementara di sini mereka mengundang dan mendorong satu sama lain untuk melakukannya, dan berusaha menyebarkan pujian bagi-Nya dan menarik orang lain untuk bergabung bersama-sama mereka di dalamnya. Cermatilah,
            I. Siapa yang di sini dipanggil untuk memuji Allah, yaitu penduduk Sion dan Yerusalem, yang secara istimewa sudah dilindungi Allah dari serangan Sanherib (ay. 6). Mereka yang telah menerima perkenanan-perkenanan istimewa dari Allah harus paling terdepan dan bersemangat dalam memuji Dia. Jemaat Injil adalah Sion. Kristus adalah Raja Sion. Mereka yang mempunyai tempat dan nama di dalam jemaat haruslah berusaha menyebarkan pengenalan akan Kristus dan membawa banyak orang kepada-Nya. Hai penduduk Sion. Kata “penduduk” di sini mengandung arti kaum perempuan. Hendaklah kaum yang lemah menjadi kuat di dalam Tuhan, maka dari mulut mereka pujian akan disempurnakan.

            II. Bagaimana mereka harus memuji Tuhan.
                1. Dengan doa: Panggillah nama-Nya. Seperti halnya mengucap syukur atas rahmat yang telah diterima sebelumnya adalah cara yang patut untuk memohon rahmat berikutnya, demikian pula memohon rahmat berikutnya akan diterima dengan penuh anugerah sebagai pengakuan yang penuh syukur akan rahmat-rahmat yang sudah kita terima. Dalam memanggil nama Allah, kita memberikan kepada-Nya kemuliaan yang layak bagi nama-Nya sebagai pemberi yang berkuasa dan murah hati.
                2. Dengan memberitakan dan menulis. Kita tidak saja harus berbicara kepada Allah, tetapi juga berbicara kepada orang lain tentang Dia, tidak hanya memanggil nama-Nya, tetapi juga (seperti dalam tafsiran yang agak luas) menyatakan nama-Nya. Biarlah orang lain mengetahui dari kita sesuatu yang lebih tentang Allah daripada yang mereka ketahui sebelumnya, dan mengetahui perkara-perkara yang dengannya Ia telah menyatakan diri-Nya. Beritahukanlah perbuatan-Nya, nasihat-nasihat-Nya (demikian sebagian orang membacanya). Pekerjaan penebusan adalah sesuai dengan maksud dan kehendak-Nya, dan di dalam pekerjaan itu serta pekerjaan-pekerjaan menakjubkan lain yang telah dilakukan-Nya kita harus memperhatikan apa maksud-Nya untuk kita (Mzm. 40:6). Beritahukanlah ini di antara bangsa-bangsa, di antara bangsa-bangsa kafir, supaya mereka dibawa ke dalam persekutuan dengan Israel dan Allah Israel. Ketika para rasul memberitakan Injil ke semua bangsa, mulai dari Yerusalem, maka nas Kitab Suci ini pun digenapi, bahwa perbuatan-Nya akan diberitahukan di antara bangsa-bangsa, dan bahwa apa yang telah dilakukan-Nya akan diketahui di seluruh bumi.
                3. Dengan kegembiraan yang kudus dan sukacita yang meluap-luap: “Berserulah dan bersorak-sorailah. Sambutlah Injil dalam dirimu sendiri dan beritakanlah itu kepada orang lain dengan sorak-sorai dan seruan-seruan yang lantang, seperti orang yang menyerukan nyanyian kemenangan (Kel. 32:18) atau yang bersorak untuk penobatan raja” (Bil. 23:21).

            III. Untuk apa mereka harus memuji Tuhan.
                1. Karena Dia telah memuliakan diri-Nya sendiri. Ingatlah sendiri akan hal itu, dan masyhurkanlah itu kepada orang lain, bahwa nama-Nya tinggi luhur, nama-Nya menjadi semakin tersohor dan menonjol. Dalam hal ini setiap orang baik akan bergembira.
                2. Karena Dia telah meninggikan umat-Nya: perbuatan-Nya mulia bagi mereka, yang membuat mereka tampak besar dan hebat.
                3. Karena Dia sekarang, dan akan menjadi, besar di antara mereka: Agunglah Yang Mahakudus, sebab Dia mulia dalam kekudusan. Ia agung, karena kudus. Kebaikan yang sejati adalah kebesaran yang sejati. Dia agung sebagai Yang Mahakudus, Allah Israel, dan di tengah-tengah mereka, dipuji oleh mereka (Mzm. 76:2), menyatakan diri-Nya di antara mereka, dan tampil dengan mulia bagi mereka. Suatu kehormatan dan kebahagiaan bangsa Israel bahwa Allah yang mengikat perjanjian dengan mereka, dan yang ada di tengah-tengah mereka, adalah agung secara tak terhingga.



Ep. Pilippi 2:12-18

2:12 Onpe, hamu, na hinaholongan, songon tongtong ni pangoloionmuna nasailaon, unang holan jumpa di hamuna ahu, lam songon i ma, di na padaodao ahu: Mardongan biar dohot lomos ni roha ulahon hamu ma haluaonmuna!
2:13 Ai diula Debata do di bagasan hamu giot ni roha nang ulaon saut, mangihuthon lomo ni rohana.
2:14 Di nasa pambahenanmuna: Unang ma hamu marungutungut, unang ma marroha ganggu!
2:15 Naeng ma so hasurahan jala so marlaok hamu, angka anak ni Debata, angka na so marlindang di tongatonga ni sundut na geduk jala na marbalik; disi ma hamu marsinondang songon sisondangi portibi on!
2:16 Marsitiopan ma hamu tu hata hangoluan i, bahen pujipujian di ahu di ari ni Kristus, paboa na so magopo parlojongonku, jala ndada na so marguna halojaonku.
2:17 Ai nang pe didurushon mudarhu songon pelean mangkongkop haporseaonmuna, marlas ni roha do ahu rap dohot hamu saluhutna.
2:18 Laos i ma halashon hamu, jala marlas ni roha ma hamu rap dohot ahu!

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 2:18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.












Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login






NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 18 Desember 2022 - TOMU MA IBANA NA PINARBAGA NI JAHOWA (SAMBUTLAH IA YANG DIJANJIKAN ALLAH) - Ev. Rom 1:1-7 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 7:10-16 - ADVENT IV


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 4 Desember 2022 - MARHABADIAON MANOMU ARI NI KRISTUS (HIDUP SUCI DALAM PENANTIAN HARI KRISTUS) - Ev. Pilippi 1:3-11 (Penjelasan) - Ep. Psalmen 24:1-10



Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de