Buku Ende, BNH (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 

View : 301 kali
Minggu, 26 November 2023
UJUNG TAON PARHURIAON
Tutup Langgatan: Na Ratarata

EV. Wahyu 21:1-4
Ep. Yesaya 65:17-23

Topik : MANOMUNOMU BANUA GINJANG DOHOT TANO NA IMBARU (MENYONGSONG LANGIT DAN BUMI YANG BARU)


EV. Wahyu 21:1-4
Langit yang baru dan bumi yang baru
21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Penjelasan:
* Penglihatan mengenai Yerusalem Baru (21:1-4)
        I. Sebuah dunia baru sekarang tampak di mata kita (ay. 1). Untuk menyiapkan jalan bagi dimulainya dunia baru ini, maka dunia lama telah berlalu.
        II. Dalam dunia baru ini, Rasul Yohanes melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga. Yerusalem baru ini adalah jemaat Allah dalam keadaannya yang baru dan sempurna, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
        III. Kehadiran Allah yang membahagiakan bersama umat-Nya dikumandangkan di sini (ay. 3). Kehadiran Allah bersama jemaat-Nya merupakan kemuliaan jemaat. Kehadiran Allah di tengah umat-Nya di sorga tidak terganggu seperti di bumi ini, di sana Ia berdiam dengan mereka terus-menerus. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
        IV. Keadaan yang baru dan terberkati ini akan bebas dari segala susah dan duka. Segala air mata akan dihapus. Allah sendiri, sebagai Bapa mereka yang lembut hati, dengan tangan-Nya sendiri, akan menghapus segala air mata dari mata anak-anak-Nya. Mereka tidak akan tanpa air mata bila Allah tidak datang dan menghapus air mata mereka. Segala penyebab dukacita akan disingkirkan. Tidak akan ada lagi perkabungan, dan karena itu tidak akan ada ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.


Ep. Yesaya 65:17-23
Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 65:19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 65:22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 65:23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka.

Penjelasan:
Nubuat-nubuat tentang Kebahagiaan (65:17-25)
Kalaupun janji-janji ini dianggap sudah digenapi sebagian ketika orang-orang Yahudi, setelah kembali dari pembuangan, menetap dengan damai di negeri mereka sendiri dan seolah-olah dibawa ke sebuah dunia baru, janji-janji itu masih akan digenapi secara penuh dalam jemaat Injil, yang semula berjuang dan pada akhirnya berkemenangan. Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. Dalam segala anugerah dan penghiburan orang-orang percaya di dalam dan dari Kristus, kita harus menantikan langit yang baru dan bumi yang baru ini. Di dalam Injillah yang lama sudah berlalu, dan yang baru sudah datang, dan dengan Injillah mereka yang ada di dalam Kristus menjadi ciptaan baru (2Kor. 5:17). Suatu perubahan yang dahsyat dan membahagiakan digambarkan dalam ayat 16, bahwa kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa. Tetapi di sini perubahan itu naik jauh lebih tinggi: bahkan dunia yang terdahulu akan terlupakan dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Orang-orang yang bertobat memeluk iman Kristen begitu terangkat dalam penghiburan-penghiburannya sehingga semua penghiburan yang sudah mereka kenal sebelumnya seolah-olah tidak ada apa-apanya bagi mereka. Bukan hanya kesedihan-kesedihan mereka yang sudah lalu, melainkan juga sukacita-sukacita mereka yang sudah lalu akan lenyap dan tertelan di dalamnya. Itulah mengapa orang-orang kudus yang dimuliakan akan melupakan dunia ini, sebab mereka akan sepenuhnya terhanyut dalam dunia lain: Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Lihatlah betapa kuasa ilahi itu tiada habis-habisnya. Allah yang sama yang menciptakan satu langit dan bumi dapat menciptakan langit dan bumi lain. Lihatlah betapa utuh kebahagiaan orang-orang kudus itu. Kebahagiaan itu akan menyeluruh. Bersama langit yang baru, Allah akan menciptakan bagi mereka (kalau memang itu akan membuat mereka bahagia) bumi yang baru juga. Dunia adalah milikmu jika kamu milik Kristus (1Kor. 3:22). Ketika Allah diperdamaikan dengan kita, yang memberi kita langit yang baru, maka makhluk-makhluk ciptaan pun diperdamaikan dengan kita, yang memberi kita bumi yang baru. Kemuliaan orang-orang kudus yang akan datang akan sepenuhnya berbeda dari apa yang pernah mereka ketahui sebelumnya, sehingga itu dapat disebut langit yang baru dan bumi yang baru (2Ptr. 3:13). Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru (Why. 21:5).

I. Akan ada sukacita-sukacita baru. Sebab,
1. Semua sahabat jemaat, dan semua yang menjadi bagian darinya, akan bersorak-sorak (ay. 18): Kamu akan bergirang dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan. Hal-hal baru yang diciptakan Allah di dalam dan oleh Injil-Nya adalah, dan akan menjadi, hal yang memberikan sukacita abadi kepada semua orang percaya. Hamba-hamba-Ku akan bersukacita (ay. 13), pada akhirnya mereka akan bersukacita, meskipun sekarang mereka berkabung. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.
2. Jemaat akan menjadi suatu hal yang membuat mereka bersuka-cita, sebab begitu menyenangkan, begitu makmur, keadaannya nanti: Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Jemaat tidak hanya akan bersorak-sorak sendiri tetapi juga akan membuat orang bersorak-sorak di dalamnya. Mereka yang sudah bersedih bersama jemaat akan bersorak-sorak bersamanya.
3. Kemakmuran jemaat akan membuat Allah sendiri bersorak-sorak, sebab Ia senang dengan kemakmuran hamba-hamba-Nya (ay. 19): Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan akan bergirang karena umat-Ku. Sebab dalam segala kesesakan mereka Ia ikut sesak. Allah tidak hanya akan bersukacita dalam perbuatan baik jemaat, tetapi juga Ia sendiri akan bergirang untuk berbuat baik kepadanya dan berdiam dalam kasih-Nya terhadap jemaat (Zef. 3:17, KJV). Ketika Allah bersuka atas suatu hal, sudah sepatutnya kita juga bersuka atas hal itu.
4. Tidak akan ada yang mengurangi sukacita ini, atau mengubah keadaan jemaat yang berbahagia ini: Di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan. Jika hal ini dipandang berhubungan dengan keadaan jemaat dalam kehidupan ini, artinya tidak lebih bahwa hal-hal yang dulu menimbulkan kesedihan tidak akan kembali lagi. Sebaliknya, umat Allah akan menikmati ketenangan tanpa gangguan untuk waktu yang lama. Tetapi di sorga hal itu akan digenapi secara penuh, baik menyangkut penyempurnaan maupun kelanggengan sukacita yang dijanjikan. Di sana segala air mata akan dihapuskan.


II. Akan ada kehidupan baru (ay. 20). Kematian yang datang sebelum waktunya karena pedang atau sakit penyakit tidak akan lagi dijumpai seperti sebelumnya, dan dengan demikian tidak akan ada lagi bunyi erang (ay. 19). Ketika maut tidak akan ada lagi, maka tidak akan ada lagi perkabungan (Why. 21:4). Seperti halnya maut telah berkuasa oleh dosa, demikian pula hidup akan berkuasa oleh kebenaran (Rm. 5:14, 21).
1. Orang-orang percaya melalui Kristus akan dipuaskan dengan hidup, meskipun hidup itu begitu singkat di bumi. Sekalipun seorang bayi mengakhiri hidupnya dengan cepat, ia tidak akan dianggap mati sebelum waktunya. Sebab semakin singkat hidupnya, semakin lama peristirahatannya. Meskipun maut telah berkuasa dari zaman Adam atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, namun mereka, karena mati dalam pelukan Kristus, sang Adam kedua, dan karena menjadi bagian dari kerajaan-Nya, tidak akan disebut bayi yang hanya hidup beberapa hari. Sebaliknya, bahkan anak itu akan dianggap mati pada umur seratus tahun, sebab ia akan bangkit lagi pada usia yang penuh, akan bangkit pada hidup yang kekal. Sebagian orang memahaminya sebagai anak-anak yang pada masa kecil mereka begitu tersohor akan hikmat dan karunia yang mereka miliki, dan oleh kematian dibuat layu sebelum berkembang, sehingga mereka dapat dikatakan mati dalam usia seratus tahun. Dan, berkenaan dengan orang tua, dijanjikan bahwa mereka akan mencapai umur suntuk dan mengisi hari-hari mereka dengan buah-buah kebenaran. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, maka barulah itu masa tua yang baik. Orang tua yang berhikmat, baik, dan berguna dapat dikatakan telah mencapai umur suntuk. Orang tua yang hatinya terpatri pada dunia tidak pernah mencapai umur suntuk, tidak pernah merasa cukup dengan dunia ini, tetapi masih ingin terus hidup lebih lama di dalamnya. Sebaliknya, orang yang mati tua, dan satur dierum ” mencapai umur suntuk, adalah orang yang, bersama Simeon, setelah melihat keselamatan Allah, ingin pergi dalam damai sejahtera.
2. Orang-orang yang tidak percaya tidak akan puas dan bahagia di dalam hidup, meskipun hidup itu begitu lama. Orang berdosa, meskipun hidup mencapai umur seratus tahun, akan dianggap kena kutuk. Hidupnya yang begitu lama tidak akan menjadi pertanda baginya bahwa ia beroleh perkenanan dan berkat ilahi, tidak pula hal itu akan melindunginya dari murka dan kutukan ilahi. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya pasti akan dilaksanakan, dan hidupnya yang lama hanyalah sebuah penangguhan hukuman yang lama. Bahkan, hidup itu sendiri merupakan kutuk baginya, sebab semakin lama ia hidup semakin besar murka yang akan menantinya di hari penghakiman, dan semakin banyak dosa yang harus dipertanggungjawabkannya. Jadi tidak begitu penting apakah hidup kita di bumi lama atau sebentar, tetapi apakah kita hidup seperti orang-orang kudus atau seperti orang-orang berdosa.


III. Akan ada kenikmatan baru dari kesenangan-kesenangan hidup. Kalau sebelumnya kenikmatan itu sangat tidak pasti dan berubah-ubah, sebab musuh-musuh mereka mendirikan rumah-rumah yang mereka bangun dan makan buah-buahan dari pohon-pohon yang mereka tanam, sekarang yang terjadi sebaliknya. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga, akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga (ay. 21-22). Itu menyiratkan bahwa kerja tangan mereka akan diberkati dan membawa hasil. Mereka akan memperoleh apa yang ingin mereka capai, dan apa yang telah mereka peroleh akan dijaga dan diamankan untuk mereka. Mereka akan menikmatinya dengan nyaman, dan tidak akan ada yang membuatnya pahit bagi mereka, dan mereka akan hidup untuk menikmatinya dalam waktu yang lama. Orang-orang asing tidak akan menerobos masuk ke tempat mereka, untuk mengusir mereka, dan menggantikan mereka di tempat mereka, seperti yang kadang-kadang mereka lakukan: Orang-orang pilihan-Ku akan memakai, atau menikmati dalam waktu lama, pekerjaan tangan mereka. Pekerjaan itu didapat dengan jujur, dan akan terlihat baik ketika dipakai. Itu adalah pekerjaan tangan mereka, yang untuknya mereka sendiri sudah bekerja. Menikmati pekerjaan sendiri itu sangat menyenangkan, tidak seperti memakan makanan kemalasan atau roti hasil tipuan. Jika kita mempunyai hati untuk menikmatinya, itu merupakan pemberian anugerah Allah (Pkh. 3:13). Dan, jika kita hidup untuk menikmatinya dalam waktu yang lama, itu merupakan pemberian pemeliharaan Allah, sebab hal itu dijanjikan di sini: Umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon. Sepanjang umur pohon jawi-jawi (6:13), yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Meskipun terkelupas setiap musim dingin, pohon itu akan kembali pulih dengan sendirinya, dan bertahan selama bertahun-tahun. Sepanjang umur pohon kehidupan, demikian dalam versi Septuaginta. Kristus bagi mereka adalah pohon kehidupan, dan di dalam Dia orang-orang percaya menikmati semua penghiburan rohani yang diperlambangkan dengan kelimpahan berkat-berkat lahiriah yang dijanjikan di sini. Musuh-musuh mereka tidak akan berkuasa untuk merampas mereka dari berkat-berkat ini atau mengganggu mereka dalam menikmatinya.


IV. Akan ada angkatan baru yang muncul menggantikan mereka untuk mewarisi dan menikmati berkat-berkat ini (ay. 23): Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma, sebab mereka tidak hanya akan menikmati pekerjaan tangan mereka sendiri, tetapi juga akan meninggalkannya dengan puas kepada orang-orang yang akan datang setelah mereka, dan bukan dengan pemikiran yang menyedihkan seperti Salomo (Pkh. 2:18-19). Mereka tidak akan mengandung dan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka sendiri adalah keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN. Ada berkat yang mengikuti mereka sebagai keturunan dari nenek moyang yang anak cucu mereka ada beserta mereka untuk ikut berbagi dalam berkat itu, dan akan menjadi, seperti halnya mereka sendiri, keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN. Mereka tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak (KJV: melahirkan anak untuk mendapat masalah), sebab,
1. Allah akan memberi mereka anak-anak yang akan membawa penghiburan-penghiburan bagi mereka. Mereka akan merasakan sukacita dalam melihat anak-anak mereka hidup dalam kebenaran.
2. Ia akan membuat waktu-waktu mendatang menjadi menghibur bagi anak-anak mereka. Sama seperti anak-anak mereka akan menjadi baik, demikian pula mereka akan baik-baik saja. Mereka tidak akan dilahirkan untuk masa yang susah. Tidak pula akan dikatakan, berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan. Dalam jemaat Injil, nama Kristus akan ditegakkan melalui penerus-penerus. Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya (Mzm. 22:31), anak-anak cucu dari orang-orang yang diberkati TUHAN.


V. Akan ada hubungan baik antara mereka dan Allah mereka (ay. 24): Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. Allah akan mendahului doa-doa mereka dengan berkat-berkat kebaikan-Nya. Daud hanya berkata, Aku akan mengaku, dan Allah akan mengampuni (Mzm. 32:5). Ayah si anak hilang bergegas menjumpainya pada saat dia kembali. Ketika mereka sedang berbicara, sebelum mereka selesai berdoa, Aku akan memberi mereka hal yang mereka doakan, atau jaminan-jaminannya. Ini merupakan ungkapan-ungkapan yang luhur dari kesiapan Allah untuk mendengarkan doa. Dan hal ini jauh lebih terlihat dalam anugerah Injil daripada dalam hukum Taurat. Kita berutang untuk penghiburan dari hal ini pada kepengantaraan Kristus sebagai Pembela kita di hadapan Bapa, dan kita dengan rasa syukur wajib menyiapkan telinga kita untuk mendengarkan panggilan-panggilan Allah.


VI. Akan ada hubungan baik antara mereka dan sesama mereka (ay. 25): Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, seperti yang mereka lakukan dalam bahtera Nuh. Umat Allah, meskipun seperti kawanan domba di tengah-tengah serigala, akan aman dan tidak celaka. Allah memang tidak akan menghancurkan kekuatan dan mengikat tangan musuh-musuh mereka seperti sebelumnya, tetapi terlebih akan mengubah hati mereka, akan mengubah kecenderungan-kecenderungan mereka oleh anugerah-Nya. Ketika Paulus, yang sebelumnya menjadi penganiaya para murid (dan yang, karena berasal dari suku Benyamin, menerkam seperti serigala [Kej. 49:27]) menggabungkan diri dengan mereka dan menjadi salah satu dari mereka, pada saat itulah serigala dan anak domba bersama-sama makan rumput. Demikian pula halnya ketika permusuhan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi dimusnahkan, semua permusuhan berhenti, dan mereka makan bersama-sama sebagai satu kawanan di bawah Kristus sang Gembala agung (Yoh. 10:16). Musuh-musuh jemaat tidak lagi melakukan kejahatan yang telah mereka lakukan, dan anggota-anggotanya tidak lagi suka bertengkar dan mencelakai satu sama lain seperti sebelumnya, sehingga tidak ada orang entah dari luar atau dari dalam yang akan menyakiti atau menghancurkan, tak ada orang yang akan mengganggunya, apalagi menghancurkannya, di seluruh gunung yang kudus, seperti yang dijanjikan (11:9). Sebab,
1. Manusia akan berubah: Singa tidak akan lagi menjadi binatang buas, seperti yang memang seharusnya demikian seandainya dosa tidak pernah masuk. Sebaliknya, ia akan makan jerami seperti lembu, akan mengenal pemiliknya, dan mengenal palungan yang disediakan tuannya, seperti keledai. Ketika orang-orang yang hidup dari hasil jarahan dan rampasan, dan yang berhasrat untuk memperkaya diri sendiri, dengan cara yang benar atau salah, dibawa oleh anugerah Allah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan mereka, untuk hidup dari pekerjaan yang jujur, dan puas dengan hal-hal yang sudah mereka miliki ” ketika orang-orang yang dulu mencuri sekarang tidak mencuri lagi, tetapi mengerjakan apa yang baik dengan tangan mereka, maka pada saat itulah hal ini digenapi, bahwa singa akan makan jerami seperti lembu.
2. Iblis akan dirantai, naga akan diikat, sebab ular akan kembali hidup dari debu. Musuh besar itu, sesudah dilepaskan, sudah kenyang dan berpesta dengan darah orang-orang kudus yang berharga, yang oleh hasutannya sudah dianiaya, dan dengan jiwa-jiwa para pendosa yang berharga, yang oleh hasutannya sudah menjadi penganiaya dan telah membinasakan diri mereka sendiri untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang ia hanya akan makan debu, sesuai dengan hukuman itu, dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu (Kej. 3:14). Semua musuh jemaat Allah, yang licik dan berbisa seperti ular, akan ditaklukkan dan ditundukkan, dan dibuat menjilat debu. Kristus akan memerintah sebagai Raja Sion sampai semua musuh kerajaan-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya, dan tumpuan kaki mereka juga. Di gunung kudus di atas, dan hanya di sana, janji ini akan digenapi secara penuh, dan di sana tidak akan ada seorang pun yang melukai atau menghancurkan.










Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 3 Desember 2023 - DUNGO LAHO MANOMUNOMU HARORO NI KRISTUS - Ev. Markus 13:24-37 - Minggu Advent I


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 19 November 2023 - Ev. Ulangan 8:7-18 - Ep. Yakobus 1:22-25 - XXIV DUNG TRINITATIS


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de