Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Renungan HKBP SABTU, 13 APRIL 2024 - DIBEBASKAN DARI PERHAMBAAN MAUT - BACAAN PAGI (YEHEZKIEL 36:37-38) - BACAAN MALAM (MAZMUR 73:1-15)
#

View : 148 kali
Renungan HKBP 2024
Khotbah HKBP Minggu, 25 Februari 2024 - Allah Memperhitungkan IMAN sebagai Kebenaran - Roma 4:18-25 - Reminiscere

Iman Abraham luar biasa. Dia percaya bahwa ia akan menjadi `bapa banyak bangsa`. Dia percaya pada sebuah janji yang jauh lebih besar dari pada apa yang kita percaya.

MINGGU REMINISCERE, 25 FEBRUARI 2024
ALLAH MEMPERHITUNGKAN IMAN SEBAGAI KEBENARAN
BE. 215:1+3 NA MARTUA NINNA JESUS
Na martua ninna Jesus Na pogos tondina i
Ai langkana do na tulus Tu banuaginjang i
Sai na sonang roha ni Na manggolom hata i
Na martua do dohonon Na lambok marroha i
Ai nasida do manean Nasa na di tano i
Sai na sonang roha ni Na mangalo rimas I
EPISTEL (KEJADIAN 17:1-7, 15-16)
EVANGELIUM (ROMA 4:18-25)
Sahabat Ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus ! Apakah arti dari beriman kepada Tuhan dalam hidup kita? Renungan Minggu ini, dimana rasul Paulus menjelaskan pembenaran oleh iman itu dengan mencontohkan, bagaimana Abraham dibenarkan Allah oleh karena imannya. Abraham dibenarkan bukan karena menaati hukum taurat, tetapi karena kesungguhan imannya pada Tuhan. Walaupun janji Tuhan kepada Abraham kelihatannya mustahil terjadi, namun Abraham mempercayai janji Tuhan. Rasul Paulus menjelaskan: Jika kita mempercayai bahwa Tuhan memenuhi janjiNya kepada Abraham, maka kita juga mempercayai janji Tuhan yang menyelamatkan umatNya melalui kedatangan Mesias yang telah dinyatakan didalam Yesus Kristus. Sebab Allah berjanji akan memberikan keselamatan pada setiap orang yang percaya serta akan memenuhi janjiNya melalui kedatangan, karya, penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Sebagaimana janji Tuhan kepada Abraham seakan mustahil terjadi, demikian juga keselamatan dalam Yesus Kristus sepertinya mustahil terjadi, bagaimana mungkin Allah menjadi manusia, bahkan sampai mati di kayu salib, tetapi semuanya itu dapat terjadi hanya oleh kuasa Tuhan. Bagi dunia, salib Kristus adalah kebodohan, namun bagi kita yang beriman, salib Kristus adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dan semua bukan karena usaha dan kemampuan kita tetapi hanya anugerah Allah. Renungan minggu ini memanggil kita untuk terus melakukan tindakan iman yang nyata serta tetap berpegang teguh akan perintah dan janji Allah, agar semua buah iman itu menjadi kebenaran bagi kita. Ingatlah, saat kita berpegang dalam iman pada Tuhan maka ada kuk yang harus kita pikul, tapi jangan kuatir ada tangan Tuhan selalu menguatkan kita guna memikulnya. Amin
DOA:
“Hanya kasih dan anugerah Tuhan semata-mata yang melayakkan kami di benarkan dihadapanMu ya Tuhan. Oleh karena itu, mampukanlah kami ya Tuhan senantiasa berpegang teguh akan janji dan keselamatan dari Tuhan. Amin”


Roma 4:18-25
Bahasa Batak:
4:18 Maralohon nasa pangkirimon do haporseaonna na mangkirim i, asa gabe ama ni torop bangso ibana, hombar tu hata i: "Songon i ma sogot pomparanmu!"
4:19 Ndang na olo gale haporseaonna i paidaida pamatangna na hira so marngolu be, ai nunga saratus taon ne' umurna, nang paidaida si Sara, naung saep ladang i.
4:20 Ndang olo ganggu rohana tumadingkon haporseaon di bagabaga ni Debata; na lam tu toguna do tahe haporseaonna jala diparsangapi do Debata.
4:21 Ai pos situtu do rohana: Tuk do gogo ni Debata patupahon na pinarbagabagana i.
4:22 Ala ni i do umbahen na dirajumi i gabe hatigoranna.
4:23 Ndada ala ni ibana sambing, umbahen na tarsurat, naung dirajumi tu ibana.
4:24 Hita pe, ditatap do disi, ai sirajumon do nang tu hita haporseaon di Ibana, na pahehehon Jesus Tuhanta i sian na mate.
4:25 Ai dipasahat do Ibana ala ni pangalaosionta i, jala dipangolu siala hatigoranta.  

Bahasa Indonesia:
4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 4:23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, 4:24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, 4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Penjelasan:
* Rm 4:18
Abraham, melawan segala harapan yang kelihatan, hanya dengan harapan yang tidak kelihatan,234 percaya, sehingga235 ia menjadi "bapa banyak bangsa" menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Iman Abraham luar biasa. Waktu kita percaya, kita hanya percaya untuk diri kita sendiri, tetapi waktu Abraham percaya, dia percaya bahwa ia akan menjadi "bapa banyak bangsa." Dia percaya pada sebuah janji yang jauh lebih besar dari pada apa yang kita percaya. Dan dia dapat percaya walaupun dia ada di dalam situasi yang sangat berat, karena di samping Abraham dan Sara tidak punya anak, mereka sudah sangat tua sekali.

"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Menurut Kejadian 15:5 jumlah keturunan Abraham akan menjadi sama dengan jumlah bintang-bintang di langit.

* Rm 4:19
Imannya tidak menjadi lemah; ia tidak memandang pada keberadaan tubuhnya sendiri yang sudah mati (usianya telah kira-kira seratus tahun) ataupun pada matinya rahim Sara.236

Ayat ini tidak berarti bahwa Abraham (dan rahim Sara) sudah benar-benar mati, tetapi Paulus memakai suatu kiasan yang berlaku zaman itu.237

Calvin238 berkata:
Marilah kita mengingat bahwa kita semua berada dalam keadaan yang sama dengan Abraham. Semua situasi kita berlawanan dengan janji-janji Allah. Dia menjanjikan ketidakfanaan bagi kita: tetapi kita dikelilingi dengan kefanaan.... Dia menyatakan bahwa Dia menganggap kita benar: tetapi kita ditutup dengan dosa-dosa. Dia bersaksi bahwa Dia baik... terhadap kita, tetapi tanda yang kelihatan menunjukkan ancaman murkaNya. Jadi apakah yang harus kita lakukan? Kita harus menutup mata kita, tidak memandang pada diri kita dan segala sesuatu yang berkaitan dengan diri kita, supaya tidak ada yang menghalangi atau mencegah iman kita, bahwa Allah adalah benar.

* Rm 4:20
Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah

Iman bagi Abraham dan Paulus bukan merupakan keyakinan pada segala sesuatu yang harus dianggap mustahil. Iman Abraham adalah terhadap janji Allah. Imannya "secara menyeluruh didasarkan pada, dan dikuasai oleh, janji yang ilahi."239

...dan ia memuliakan Allah

Calvin240 berkata bahwa "Tidak ada hormat yang lebih besar yang dapat diberikan kepada Allah dari pada memeteraikan kebenaranNya dengan iman kita." Pengamatan Nygren241 tepat: dalam Roma 1:21 Paulus berkata, "Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia...." Iman melakukan apa yang tidak dilakukan oleh mereka yang digambarkan dalam Roma pasal 1. Inilah yang benar bagi manusia. Kaitan yang erat antara sifat yang memuliakan Allah dan iman dinyatakan oleh Rasul Paulus dalam pasal 4:21-22.


* Rm 4:21
dengan penuh keyakinan, bahwa Ia berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah dijanjikan.

Di sini Paulus menegaskan bahwa Abraham percaya pada Allah yang berjanji, dan bukan pada janji itu saja.


* Perkara Abraham (Roma 4:23-25)
Dalam bagian penutup pasal ini,
Paulus menerapkan segala sesuatu yang sudah dikatakannya kepada kita. Dan, setelah dengan panjang lebar membuktikan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, di sini ia menyimpulkan bahwa pembenarannya haruslah menjadi teladan atau contoh dari pembenaran kita: Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja. Itu tidak hanya dimaksudkan sebagai pujian kepada Abraham ketika kisahnya diceritakan, atau sebagai sesuatu yang secara khusus berhubungan dengan dia saja (seperti yang dipahami oleh sebagian kaum antipedo-baptis [anti-baptisan bayi -” pen.] bahwa sunat adalah meterai kebenaran berdasarkan iman [ay. 11] hanya untuk Abraham sendiri, dan bukan untuk yang lain). Tidak, Kitab Suci dengan ini tidak bermaksud menggambarkan suatu cara pembenaran yang hanya dimiliki Abraham seorang sebagai hak istimewanya. Kisah-kisah yang ada pada kita tentang orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama tidak hanya dimaksudkan sebagai sejarah, sekadar untuk memberi tahu dan menghibur kita, melainkan sebagai teladan untuk membimbing kita, sebagai contoh (1Kor. 10:11) untuk menjadi pelajaran bagi kita (15:4). Dan kisah tentang Abraham ini secara khusus ditulis juga untuk kita, untuk meyakinkan kita apa kebenaran yang disyaratkan Allah dan yang diterima-Nya demi keselamatan kita. Kisah itu juga untuk kita, manusia hina ini, yang kalah jauh dibandingkan Abraham dalam hak-hak istimewa dan perbuatan. Untuk kita, baik bangsa-bangsa bukan Yahudi maupun bangsa Yahudi, sebab berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi melalui Kristus. Untuk kita yang hidup di akhir zaman, seperti juga untuk para bapa leluhur, sebab anugerah Allah tetap sama kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Yang diterapkan Paulus singkat saja. Hanya, kita dapat mengamati,

I. Hak istimewa kita bersama. Hal ini akan diperhitungkan kepada kita,
maksudnya, kebenaran akan diperhitungkan kepada kita. Jalan pembenaran menurut Injil adalah yang diperoleh melalui suatu kebenaran yang diperhitungkan, mellei logizesthai -” kebenaran itu akan diperhitungkan. Kata kerja yang digunakan di sini adalah untuk waktu yang akan datang, untuk menandakan bahwa belas kasihan ini akan terus berlanjut di dalam jemaat, bahwa seperti halnya belas kasihan itu sama sekarang, demikian pula nantinya ketika Allah mempunyai jemaat di dunia, dan ketika ada sebagian dari anak-anak manusia dibenarkan. Sebab sekarang terbukalah mata air yang tiada habis-habisnya.

II. Kewajiban kita bersama, syarat bagi hak istimewa ini, yaitu percaya.
Apa yang harus dipercayai di sini adalah wahyu ilahi. Pewahyuan kepada Abraham adalah tentang Kristus yang akan datang, sedangkan pewahyuan kepada kita adalah tentang Kristus yang sudah datang. Perbedaan dalam pewahyuan ini tidak mengubah duduk perkaranya. Abraham percaya pada kuasa Allah dalam membangkitkan Ishak dari rahim Sara yang sudah mati. Dan kita harus percaya pada kuasa yang sama yang dikerahkan untuk perkara yang lebih tinggi, yaitu kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan Ishak adalah suatu perlambang (Ibr. 11:19), sedangkan kebangkitan Kristus adalah nyata. Sekarang kita harus percaya kepada Dia yang membangkitkan Kristus. Tidak hanya percaya pada kuasa-Nya, bahwa Ia sanggup melakukannya, tetapi juga bergantung pada anugerah-Nya dalam membangkitkan Kristus sebagai jaminan kita. Demikianlah Paulus menjelaskannya dalam ayat 25, di mana kita mendapati penjelasan singkat tentang arti kematian dan kebangkitan Kristus, yang merupakan dua pilar utama yang menopang pintu yang membuka keselamatan bagi kita.

1. Ia diserahkan karena pelanggaran kita. Allah Bapa menyerahkan Dia. Ia menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai korban persembahan bagi dosa. Ia sungguh mati sebagai penjahat, karena Ia mati untuk dosa. Tetapi itu bukan dosa-Nya sendiri, melainkan dosa-dosa umat manusia. Ia mati untuk menebus dosa-dosa kita, untuk menghapuskan kebersalahan kita, dan untuk memuaskan keadilan ilahi.

2. Ia dibangkitkan karena pembenaran kita, untuk menyempurnakan dan melengkapi pembenaran kita. Dengan jasa kematian-Nya, Ia membayar utang kita, dan dengan kebangkitan-Nya Ia menyatakannya lunas. Ketika dikubur, Ia terbaring sebagai tahanan yang dihukum karena utang kita, yang sudah dibayarnya dengan jaminan. Pada hari ketiga, malaikat diutus untuk menggulingkan batu, dan dengan demikian membebas kan Sang Tahanan. Ini merupakan jaminan sebesar-besarnya bahwa keadilan ilahi sudah terpuaskan, dan utang sudah dibayar, sebab kalau tidak, Allah tidak akan pernah membebaskan Sang Tahanan itu. Oleh sebab itu, Rasul Paulus memberikan penekanan khusus pada kebangkitan Kristus. Kristus Yesuslah yang telah mati, bahkan lebih lagi: yang telah bangkit (8:34). Jadi secara keseluruhan, sangat jelas bahwa kita tidak dibenarkan oleh jasa perbuatan-perbuatan kita sendiri, melainkan oleh kebergantungan yang dipenuhi iman dan ketaatan kepada Yesus Kristus dan kebenaran-Nya, sebagai syarat bagi kita untuk berhak memperoleh pembebasan dari hukuman dan untuk memperoleh keselamatan. Inilah kebenaran yang ditegaskan Paulus dalam pasal ini dan pasal sebelumnya sebagai sumber dan dasar utama dari segala penghiburan kita.













Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 26 Februari 2024 - Yeremia 20:13


PREV:
Renungan HKBP SABTU, 24 FEBRUARI 2024 - ALLAH GUNUNG BATU KITA - BACAAN PAGI (MATIUS 14:34-36) - BACAAN MALAM (MAZMUR 34:19-23)


Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de