BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2064 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 12 Juli 2026 - MARSIURUPAN MA HAMU (Tolong-Menolonglah Kamu) - 3 Yohanes 1:5-8

Gayus Membuka Rumahnya, Karena Kristus Sudah Membuka Surga Baginya, Menolong Itu Tidak Selalu Dengan Uang, Menolong Berarti Kita Ikut Mengabarkan Injil,

3 Yohanes 1:5-8
Saling menolong dan perlawanan
5-12
5Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 6Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 7Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 8Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.

Baca Juga:

Penjelasan:

Shalom... Horas ma di hita sude!

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena pagi ini kita masih diberi napas kehidupan. Kita datang ke gereja dengan berbagai cerita. Ada yang datang dengan sukacita, ada yang datang dengan pergumulan. Ada yang semalam tidurnya nyenyak, ada juga yang semalam tidak bisa tidur karena memikirkan cicilan, biaya sekolah anak, atau harga cabai yang naik turun seperti grafik saham.

Tetapi satu hal yang pasti, Tuhan mengundang kita datang bukan untuk pulang dengan beban yang sama, melainkan pulang dengan hati yang dikuatkan oleh firman-Nya.

Hari ini kita merenungkan firman Tuhan dari 3 Yohanes 1:5-”8 dengan tema:
"Tolong-Menolonglah Kamu."

Pendahuluan

Saudara-saudara...

Saya mau bertanya.

Kalau ban mobil kita bocor di jalan...

lebih senang ada orang yang berkata,

"Pak... saya ikut prihatin ya..."

atau ada orang yang berkata,

"Pak, saya bantu ganti bannya."

Tentu kita memilih yang kedua.

Karena ketika sedang susah...

kita tidak terlalu membutuhkan pidato.

Kita membutuhkan pertolongan.

Kadang-kadang kita ini lucu.

Kalau teman sedang sakit kita kirim pesan,

"Semangat ya... Tuhan memberkati."

Lalu selesai.

Padahal rumahnya hanya tiga gang dari rumah kita.

Jangan-jangan jempol kita lebih rajin daripada kaki kita.

hmmm

Firman Tuhan hari ini mengingatkan:

Kasih bukan hanya diketik.

Kasih harus dikerjakan.

I. Orang Baik Belum Tentu Orang Percaya, Tetapi Orang Percaya Harus Menjadi Orang yang Suka Menolong

Ayat 5 berkata,
"Engkau bertindak sebagai orang percaya..."

Perhatikan...

Yohanes tidak memuji Gayus karena wajahnya tampan.

Tidak juga karena rumahnya besar.

Tidak karena hartanya banyak.

Yang dipuji adalah...

perbuatannya.

Iman selalu mempunyai jejak.

Kalau habis hujan kita melihat tanah becek...

berarti ada orang lewat.

Kalau seseorang sungguh mengasihi Kristus...

akan ada jejak kasih dalam hidupnya.


Saudara-saudara...

Tuhan tidak pernah bertanya,

"Berapa banyak ayat yang kau hafal?"

Tetapi Tuhan sering melihat,

"Berapa banyak orang yang kau tolong?"


Ilustrasi

Di HKBP...

kalau ada keluarga berduka...

kita datang.

Ada yang membawa beras.

Ada yang membawa gula.

Ada yang membantu memasang tenda.

Ada yang menyusun kursi.

Ada yang mencuci piring sampai malam.

Tidak ada yang mendapat gaji.

Mengapa dilakukan?

Karena itulah kasih.

Gereja tidak dibangun hanya oleh mimbar.

Gereja dibangun oleh tangan-tangan yang mau bekerja.


II. Gayus Membuka Rumahnya, Karena Kristus Sudah Membuka Surga Baginya

Saudara-saudara...

Ayat ini menarik.
Gayus menerima orang-orang yang bahkan belum dikenalnya.

Pada zaman itu belum ada hotel.

Belum ada aplikasi pesan penginapan.

Kalau penginjil datang...

mereka bergantung pada rumah orang percaya.

Dan Gayus berkata,

"Silakan masuk."

Saya membayangkan...

Kalau Gayus hidup sekarang...

mungkin istrinya bertanya,

"Bang... kok tamu lagi?"

Gayus menjawab,
"Yang penting jangan malaikat yang pulang karena kita menutup pintu."


Saudara-saudara...

Mengapa Gayus begitu murah hati?

Karena ia sadar...

Kristus sudah lebih dahulu menerima dirinya.

Kalau Tuhan membuka pintu keselamatan bagi kita...

mengapa kita begitu sulit membuka pintu hati bagi sesama?


III. Menolong Itu Tidak Selalu Dengan Uang

Nah...

Begitu mendengar kata "menolong"...

langsung ada yang pegang dompet.

Tenang dulu.

Tidak semua pertolongan memakai uang.

Kadang orang lebih membutuhkan telinga daripada dompet.

Ada orang yang tidak membutuhkan ceramah.

Ia hanya ingin didengarkan.

Ada orang tua di gereja yang bahagia bukan karena diberi amplop.

Tetapi karena ada anak muda yang berkata,

"Opung... mari saya antar pulang."

Ada jemaat yang sakit.

Yang paling diingat bukan besar kecilnya buah tangan.

Tetapi siapa yang datang mendoakannya.

Saudara-saudara...

Kasih tidak selalu mahal.

Tetapi selalu bernilai.



Ada seorang bapak berkata,

"Saya mau melayani Tuhan kalau sudah kaya."

Lima belas tahun kemudian...

Belum melayani.

Belum kaya juga.


Masalahnya ternyata bukan uangnya.

Tetapi hatinya.


IV. Menolong Berarti Kita Ikut Mengabarkan Injil

Ayat 8 sangat indah.

Yohanes berkata,
"Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran."

Artinya...

Tidak semua menjadi pendeta.

Tidak semua berkhotbah.

Tetapi semua bisa menjadi rekan sekerja Injil.

Orang yang menyiapkan konsumsi.

Orang yang membersihkan gereja.

Pemain musik.

Guru Sekolah Minggu.

Sintua.

Diakones.

Pemuda.

Kaum ibu.

Petugas parkir.

Semuanya sedang melayani Kristus.

Jangan pernah berkata,
"Saya hanya menyapu gereja."

Di hadapan Tuhan...
tidak ada pelayanan yang "hanya."
Yang kecil di mata manusia bisa sangat besar di mata Tuhan.


Penutup

Saudara-saudara...

Saya teringat sapu lidi.

Satu batang lidi...

mudah dipatahkan.

Tetapi kalau diikat menjadi satu...

sangat kuat.

Begitu juga gereja.

Kalau kita saling menolong...

gereja menjadi kuat.

Kalau kita sibuk berkata,

"Itu bukan urusanku."

Maka sedikit demi sedikit kasih menjadi dingin.

Saya percaya...

Kalau setiap jemaat HKBP pulang hari ini dengan tekad sederhana:

"Minggu ini saya akan menolong satu orang."

Mungkin bukan dengan uang.

Mungkin dengan tenaga.

Mungkin dengan doa.

Mungkin dengan senyuman.

Mungkin dengan mengunjungi orang sakit.

Mungkin dengan menguatkan orang yang putus asa.

Maka minggu depan gereja ini akan menjadi lebih indah daripada hari ini.

Karena gereja bukan hanya tempat kita duduk bersama.

Tetapi tempat kita saling memikul beban.

Dan ingatlah...

Tangan yang suka menolong sesama adalah tangan yang sedang dipakai Tuhan.

Kiranya ketika dunia melihat kehidupan kita, mereka berkata,

"Di sana ada orang-orang yang sungguh mengasihi Kristus, karena mereka saling menolong."

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Amin.













NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 19 Juli 2026 - HARI SUKACITA BAGI UMAT TUHAN - Ester 9:11-19


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 5 Juli 2026 - Haluaon Ni Saluhut Bangso (Keselamatan bagi Segala Bangsa) - Zakaria 8:20-23

All Renungan HKBP 2026
(45)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 19 Juli 2026 - HARI SUKACITA BAGI UMAT TUHAN - Ester 9:11-19


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 5 Juli 2026 - Haluaon Ni Saluhut Bangso (Keselamatan bagi Segala Bangsa) - Zakaria 8:20-23

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de