BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 5450 kali
Minggu, 4 September 2022
MINGGU XII DUNG TRINTATIS
Ev. Psalmen 139:1-6
Ep. Lukas 14:25-33
Tutup Langgatan : Na Ratarata
Topik :
PATAR DO SALUHUTNA DI ADOPAN NI TUHAN I (Semua Nyata Dihadapan Tuhan)
Jamita Sikkola Minggu : Psalmen 69:5
PHD Remaja : Heber 4:12-13
PHD Naposobulung : Esra 3:10-13
PHD Ina : Lukas 8:1-3
PHD Ama : Rom 12:1-2
PHD Lansia : Rom 9:21-25

Ev. Psalmen 139:1-6
-----------------------
139:1 Ale Jahowa, disulingkit jala ditanda Ho do ahu!
139:2 Sai diboto Ho do manang na hundul manang na jongjong ahu, gari sian na dao diantusi Ho do pingkiranku.
139:3 Manang mardalandalan manang modom ahu, disege Ho do ahu, jala tangkas do diboto Ho angka dalanku sudena.
139:4 Ai ndang adong nanggo sada hata di atas dilangku, tongon do ale Jahowa, diboto Ho do sudena i.
139:5 Tole sian pudi tole sian jolo dihaliangi Ho do ahu, jala dilinggom tanganmu do ahu.
139:6 Tung masurungku do parbinotoan sisongon i di ahu, matimbohu do, ndang hadongdongan ahu.

Doa di hadapan Allah yang maha tahu
139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. 139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. 139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Penjelasan:
* Mazmur 139. Kepedulian Allah Secara Pribadi
Di sini seorang yang mengenal Allah secara akrab serta memiliki pengalaman bersama Allah menaikkan doa pribadinya. Dilihat dari sudut teologi Perjanjian Lama, ini adalah klimaks dari pemikiran dalam Mazmur mengenai hubungan pribadi Allah dengan perorangan. Pemazmur bukan menggunakan filsafat yang abstrak atau perenungan spekulatif; dengan hanya menggambarkan kehidupan sederhananya bersama Allah dan menceritakan pengenalannya akan Tuhan yang diperoleh dari pengalaman.

* Mzm 139:1-6 - Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku
Kemahatahuan Allah. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Pemazmur diyakinkan oleh pengalaman bahwa Allah mengetahui segala sesuatu mengenai dia. Dia menyadari bahwa. pengetahuan sempurna Allah menyelidiki perbuatan-perbuatan pribadinya sampai motivasi dan tujuan-tujuannya. Meskipun dia kagum pada pengertiannya sendiri tentang kemahatahuan sang Ilahi, dia mengetahui bahwa pengetahuan manusia tidak mungkin memahami Allah secara sempurna.

* Kemahatahuan Allah (139:1-6)
Di sini Daud mengemukakan pengajaran yang agung ini, yaitu bahwa Allah yang dengan-Nya kita harus berurusan itu memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kita, dan bahwa semua gerakan dan tindakan kita, baik manusia batiniah maupun lahiriah kita telanjang dan terbuka seluruhnya di hadapan-Nya.

I. Dia mengemukakan pengajaran ini dengan cara menujukannya kepada Allah. Dia berkata-kata mengenai hal tersebut kepada Allah, mengakuinya kepada Allah, dan memberikan kemuliaan kepada-Nya atas pengajaran ini. Kebenaran ilahi tampak nyata ketika kebenaran itu didoakan, sama nyata seperti ketika diberitakan. Dan itu lebih baik daripada diperdebatkan. Ketika kita berbicara tentang Allah dengan mengatakannya langsung kepada-Nya, kita akan berusaha sebaik-baiknya untuk berbicara dengan ketulusan dan penghormatan yang tinggi, yang tentunya akan memberi kesan yang lebih mendalam.

II. Dia memaparkannya dengan cara menerapkannya kepada diri sendiri. Dia tidak berkata, “Engkau mengenal semua orang,” melainkan, “Engkau mengenal aku. Itulah yang paling kuyakini dan paling bermanfaat untuk kupertimbangkan.” Kita dapat mengerti bahwa hal-hal ini baik bagi kita bila kita mengetahui sendiri kebaikannya bagi diri kita (Ayb. 5:27). Ketika kita mengakui, “Tuhan, semua jiwa adalah milik-Mu,” kita juga harus menambahkan, “Jiwaku ialah kepunyaan-Mu. Engkau yang membenci segala dosa juga membenci dosaku. Engkau yang baik kepada semua orang, baik kepada Israel, juga baik kepadaku.” Demikianlah di sini, “Engkau menyelami aku dan mengenal aku, mengenalku seutuhnya, seperti aku mengenal sesuatu yang aku selami dalam-dalam.” Daud seorang raja, dan hati raja-raja tidak terdugaoleh rakyatnya (Ams. 25:3), namun tidak demikian halnya bagi Sang Penguasa mereka.

III. Dia menguraikannya dengan lebih rinci lagi: “Engkau mengenalku di mana pun aku berada dan apa pun yang kulakukan, aku dan segala sesuatu yang kupunyai.”
        1. “Engkau mengetahuiaku dan segala gerakanku, ketika aku duduk untuk beristirahat, atau berdiriuntuk bekerja, dengan sikap pikiran seperti apa aku menenangkan diri ketika aku duduk, atau ketika aku menggiatkan diriku untuk berdiri. Engkau mengetahui apa yang kuandalkan sebagai sandaran untuk menopang jiwaku, serta apa yang hendak dicapainya sebagai tujuan kebahagiaannya. Engkau mengetahui kapan aku pulang, bagaimana aku berjalan ke rumah. Engkau tahu bilamana aku bepergian, dan untuk apa aku pergi.”
        2. “Engkau mengetahui segenap angan-anganku. Tidak ada yang lebih dekat dan lebih cepat daripada pikiran. Pikiran itu selalu tersembunyi dari orang lain dan sering kali luput dari pengamatan diri sendiri. Sekalipun begitu, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Sekalipun pemikiran-pemikiranku mungkin janggal dan tidak berkaitan satu dengan yang lainnya, Engkau mengerti jalinan pikiran-pikiran tersebut dan dapat menghubungkannya, padahal banyak di antara pikiran itu yang terluput dari perhatianku sehingga aku sendiri tidak mampu mengaitkannya satu dengan yang lainnya.” Atau, “Engkau mengerti pikiranku dari jauh, bahkan sebelum aku memikirkannya, dan jauh setelah aku selesai memikirkannya dan melupakannya.” Atau, “Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Dari sorga yang tinggi Engkau menilik sampai ke kedalaman hati” ( 33:14).
        3. “Engkau mengenal aku dan semua rancangan serta maksudku. Engkau memeriksa setiap jalan yang istimewa. Engkau menyaring(atau menampi) jalanku”(begitulah penafsiran sebagian orang), “dengan begitu saksamanya sampai-sampai dapat memisahkan setiap perbuatan baik dan jahat yang kulakukan,” seperti kita memisahkan jagung dan sekam dengan cara menampinya. Segenap tindakan kita dimurnikan oleh penghakiman Allah ( 17:3). Allah memperhatikan setiap langkah yang kita ambil, baik setiap langkah yang benar maupun langkah yang menyimpang. Dia memaklumi segala jalankita, benar-benar memakluminya. Dia tahu bagaimana kita melaluinya, dan tujuan akhir apa yang hendak kita capai, juga dengan siapa kita berjalan ke sana.
        4. “Engkaumengetahui aku ketika aku beristirahat. Engkau mengetahui ketika aku berbaring, ketika aku menarik diri dari pergaulan, dan ketika aku merenungkan apa yang telah kujalani di sepanjang hari dan beristirahat. Engkau mengetahui isi hatiku dan apa yang kupikirkan ketika aku pergi tidur.”
        5. “Engkau mengenal aku dan segala yang aku katakan (ay. 4): Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, baik itu perkataan yang baik maupun yang sia-sia, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui. Engkau mengetahui maknanya, pikiran seperti apa yang memicunya, dan mengapa aku mengutarakannya. Tidak ada sepatah kata pun yang hampir keluar dari lidahku, yang hampir saja terucap, tetapi kemudian tertahan dan tidak keluar, yang tidak Engkau ketahui.” Saat tidak ada sepatah kata pun dalam mulutku, ya Tuhan! Engkau bahkan dapat mengetahui semuanya itu(begitulah yang ditafsirkan sebagian orang). Sebab, bagi Allah, pikiran itu sama nyatanya dengan kata-kata.
        6. “Engkau mengenal setiap seluk-beluk diriku: Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, sehingga ke mana pun aku pergi, aku selalu ada dalam pengawasan-Mu dan tidak mungkin meluputkan diri. Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku, dan aku tidak bisa melarikan diri dari-Mu.” Di mana pun kita berada, kita selalu di bawah pengawasan dan tangan Allah. Mungkin hal itu menggambarkan kebiasaan tabib menjamah orang sakit untuk mengetahui denyut nadi mereka atau keadaan mereka. Allah mengenal kita dengan baik, bukan saja mengenal apa yang kita lihat, tetapi juga apa yang kita rasakan dan yang kita kerjakan. Semua orang-Nya yang kudus, di dalam tangan-Nyalah mereka.

IV. Dia membicarakan hal itu dengan kekaguman (ay. 6): Semua itu terlalu ajaib bagiku, terlalu tinggi.
        1. “Engkau begitu mengenalku, lebih daripada aku mengenal diriku sendiri. Aku tidak dapat memperhatikan segala pikiranku, atau menilai diriku sebagaimana Engkau memperhatikan dan menilai diriku.”
        2. “Pengetahuan seperti itu tidak dapat kupahami, apalagi kugambarkan. Aku yakin Engkau mengetahui segala sesuatu, tetapi aku tidak tahu bagaimana Engkau dapat melakukannya.” Kita tidak dapat mengetahui bagaimana Allah menyelidiki dan mengenali kita. Juga kita tidak dapat mengetahui bagaimana diri kita dapat diketahui.



Ep. Lukas 14:25-33
-----------------------
14:25 Alai torop do halak na mandongani Ibana. Jadi humusor ma Ibana, ninna ma mandok nasida:
14:26 Ganup halak na ro tu Ahu, ndang tarbahen gabe siseanku, ia so dihasogohon ibana amana, inana, na niolina, anakkonna, hahaanggina dohot angka ibotona, ro di hosana sandiri.
14:27 Ndang tarbahen gabe siseanku halak, na so manuhuk silang na tu ibana, laho mangihuthon Ahu!
14:28 Ai ise hamu na giot pajongjong palaspalas, na so jumolo hundul mangetongi sipalahoonna tusi, manang na tuk laho patulushon?
14:29 Unang dipauli jolo ojahanna, hape ndang tuk gogona pasahathonsa, gabe surahan ni sude halak na marnidasa ibana.
14:30 Dohononnasida ma: Dipungka halak on do pajongjongkon, hape ndang adong bahenonna pasunhon.
14:31 Ise raja na borhat marmusu mangalo donganna raja, na so jumolo hundul mamingkiri, manang na tardompakkonsa mardongan saloksa soldadu alona i, na ro manahopi ibana mardongan dua loksa.
14:32 Alai anggo so tarbahen i, suruonna ma pangulu, binsan holang dope musu i, mangido pardamean.
14:33 Hamu pe, ndang tarbahen agia ise hamu gabe siseanku, anggo so tartadingkonsa nasa na di ibana.

Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus
14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. 14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.


Penjelasan:
* Luk 14:25 - Banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus // dengan // Tidak membenci
Banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus. Beberapa ayat berikutnya tidak berhubungan langsung dengan perjamuan itu. tetapi merupakan bagian dari khotbah Tuhan di tempat umum: sekalipun demikian oleh Lukas kisah tersebut dipergunakan sebagai lanjutan dari kisah perjamuan. 26. Tidak membenci. Jelas Kristus tidak memerintahkan orang untuk membenci keluarganya sendiri di dalam arti menginginkan hal-hal Yang buruk. Yang dimaksudkan ialah pemakaian bahasa yang keras untuk menunjukkan bahwa pengabdian kepada Kristus harus melebihi pengabdian kepada keluarga sendiri.

* Luk 14:27 - Barangsiapa tidak memikul salib-Nya
Barangsiapa tidak memikul salib-Nya. Salib seorang murid ialah penghinaan dan penderitaan khusus yang diakibatkan karena menjadi pengikut Kristus. Memikul salib di hadapan umum merupakan tanda dari seorang penjahat yang menuju kepada pelaksanaan hukuman atas dirinya (bdg. 9:23, 24).

* Luk 14:33 - Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu. Tuhan meminta agar harga pemuridan dinilai dengan pasti dan semua klaim untuk kehidupan diri sendiri benar-benar dibuang.












NEXT:
Renungan HKBP Senin, 5 September 2022 - Epesus 6:10 - 2 Korint 3:4-9 - 1 Rajaraja 13:1-10


PREV:
Renungan HKBP Selasa, 30 Agustus 2022 - Daniel 4:31 - 1 Samuel 17:41-51 - Psalmen 76:1-13

All Renungan HKBP 2022
(231)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 5 September 2022 - Epesus 6:10 - 2 Korint 3:4-9 - 1 Rajaraja 13:1-10


PREV:
Renungan HKBP Selasa, 30 Agustus 2022 - Daniel 4:31 - 1 Samuel 17:41-51 - Psalmen 76:1-13

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de