BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2394 kali
Minggu, 27 Agustus 2023
XII DUNG TRINITATIS
BERKAT TUHAN KEKAL SELAMA-LAMANYA
Ev. 2 Samuel 7:25-29
Ep. Markus 8:27-30

Ev. 2 Samuel 7:25-29
7:25 Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. 7:26 Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. 7:27 Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. 7:28 Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. 7:29 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."

Penjelasan:
*         Berdasarkan janji Allah itu Daud menyampaikan pokok doanya, dan ia merujuk pada janji itu sebagai penuntun doa-doanya.
            [1] Ia berdoa bagi penggenapan janji Allah (ay. 25): “Kiranya firman itu digenapi bagiku, yang karenanya Engkau telah membuat aku berharap (Mzm. 119:49), dan lakukanlah seperti yang Engkau janjikan itu. Aku tidak menginginkan yang lebih lagi, dan aku tidak mengharapkan yang kurang. Begitu penuh janji itu, dan begitu teguh.” Demikianlah kita harus mengubah janji-janji Allah menjadi doa, dan baru kemudian janji-janji tersebut akan diubah menjadi penggenapan. Sebab, bagi Allah, berkata dan berbuat bukanlah dua hal yang berbeda, sebagaimana yang sering terjadi dengan manusia. Allah akan melakukan seperti yang telah dikatakan-Nya.
           
            [2] Daud berdoa bagi kemuliaan nama Allah (ay. 26): Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya. Hal ini harus menjadi intisari dan pusat dari semua doa kita, menjadi Alfa dan Omega dari semua doa kita. Mulailah dengan dikuduskanlah nama-Mu, dan akhirilah dengan Engkaulah yang empunya kemuliaan sampai selama-lamanya. “Entah namaku menjadi besar atau tidak, kiranya nama-Mu akan menjadi besar.” Dan dia menganggap bahwa tidak ada yang membuat besar nama Allah lebih daripada ini, yaitu, mengatakan dengan perasaan yang semestinya, TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel. Hal ini memperlihatkan Allah Israel agung mulia, bahwa Ia adalah TUHAN semesta alam. Hal ini menunjukkan TUHAN semesta alam baik dan mulia, bahwa Ia adalah Allah atas Israel. Dalam keduanya, kiranya nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya. Kiranya semua makhluk ciptaan dan semua jemaat memuliakan-Nya atas kedua hal ini. Daud merindukan penggenapan janji Allah bukan demi kehormatan namanya sendiri, melainkan demi kehormatan nama Allah. Demikian pula Anak Daud berdoa, Bapa, muliakanlah nama-Mu (Yoh. 12:28, 17:1), permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
           
            [3] Daud berdoa bagi keluarganya, sebab kepada keluarganyalah janji Allah merujuk secara khusus, pertama, supaya keluarganya berbahagia (ay. 29): Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini. Dan lagi, oleh karena berkat-Mu. “Kiranya keluarga hamba-Mu sungguh-sungguh dan selama-lamanya diberkati. Siapa yang Kauberkati, dia benar-benar beroleh berkat.” Orang baik pasti sangat peduli terhadap keluarga mereka. Warisan terbaik yang dapat diturunkan kepada keluarga mereka adalah berkat Allah. Diulanginya permohonan ini bukanlah pengulangan yang sia-sia, tetapi mengungkapkan penghargaannya terhadap berkat ilahi, dan kerinduannya yang sungguh-sungguh untuk memperoleh berkat tersebut, yang merupakan segala-galanya bagi kebahagiaan keluarganya. Kedua, supaya kebahagiaan keluarganya tetap kokoh: “Kiranya keluarga hamba-Mu ini akan tetap kokoh di hadapan-Mu (ay. 26). Kiranya keluarga hamba-Mu tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya,” (ay. 29). Ia berdoa,

1. Supaya para penerus mahkota tidak terputus, tetapi tetap tinggal di dalam keluarganya, sehingga tak seorang pun dari keluarganya akan kehilangan mahkota itu akibat perbuatan mereka, tetapi supaya mereka dapat hidup di hadapan Allah, yang akan mengokohkan mereka.

2. Supaya kerajaannya dapat disempurnakan dan dilanggengkan dalam kerajaan Mesias. Ketika Kristus duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah (Ibr. 10:12), dan menerima jaminan yang sepasti-pastinya bahwa keturunan dan takhta-Nya akan ada sampai seumur langit, doa Daud anak Isai bagi keturunannya ini dijawab secara sangat memuaskan, supaya keluarganya bisa tetap ada di hadapan Allah untuk selama-lamanya (lih. Mzm. 72:17). Keabadian kerajaan Mesias adalah kerinduan dan iman dari semua orang baik.


Ep. Markus 8:27-30

Pengakuan Petrus
8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" 8:28 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." 8:29 Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" 8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.

Penjelasan:
* Pengakuan Petrus; Petrus Ditegur (8:27-38)
    Kita telah membaca banyak pengajaran yang disampaikan Kristus, dan mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya, yang banyak dan ajaib, serta terbukti kebenarannya, beragam macamnya dan dilakukan di sejumlah tempat, sehingga menimbulkan ketakjuban orang banyak yang menyaksikannya. Sekarang waktunya bagi kita untuk berhenti sejenak, dan memikirkan makna dari hal-hal tersebut. Pekerjaan-pekerjaan ajaib yang dilarang Kristus untuk diberitakan, sekarang sudah dicatat dalam tulisan-tulisan kudus ini dan disebarluaskan ke seluruh dunia, kepada kita, di segala zaman. Jadi, sekarang apa yang harus kita perbuat dengan semuanya itu? Apakah berbagai catatan ini hanya untuk hiburan, ataukah sekadar untuk melengkapi bahan percakapan kita? Pasti tidak, karena semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah (Yoh. 20:31). Percakapan Kristus dengan murid-murid-Nya akan membantu kita merenungkan mujizat-mujizat Kristus serta maksudnya bagi kita. Di sini ada tiga hal yang diajarkan kepada kita dalam menyimpulkan arti mujizat-mujizat yang dilakukan Kristus:

Mujizat-mujizat tersebut membuktikan bahwa Ia adalah Mesias yang benar, Anak Allah, dan Juruselamat dunia. Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya itu memberikan kesaksian tentang Dia; dan murid-murid-Nya, yang menjadi saksi mata dari pekerjaan-pekerjaan itu, mengakui keyakinan mereka akan hal itu. Pengakuan yang sama, tidak bisa tidak, pasti memenuhi perenungan hati kita juga.
    
        . Kristus bertanya kepada murid-murid-Nya, apa pikiran orang tentang dia; Kata orang siapakah Aku ini? (ay. 27) Perhatikanlah, walaupun kita pikir dihakimi oleh orang itu merupakan urusan kecil saja, kadang-kadang ada baiknya kita mengetahui pendapat orang lain tentang kita, bukan karena kita mau mencari pujian bagi diri kita sendiri, tetapi supaya kita bisa mengetahui kesalahan-kesalahan kita. Kristus bertanya kepada mereka, bukan untuk memperoleh infomasi, tetapi supaya mereka sendiri memperhatikan pendapat orang mengenai Dia dan menceritakan hal ini kepada satu sama lain.
       
        . Kabar yang disampaikan murid-murid kepada Yesus menyatakan dengan jelas penilaian tinggi yang dimiliki orang-orang tentang Yesus. Walaupun pendapat mereka itu belum mendekati kebenaran yang sesungguhnya, mereka telah menjadi yakin oleh karena mujizat-mujizat-Nya bahwa Ia adalah orang yang luar biasa, diutus dari dunia yang tidak kelihatan dengan tugas ilahi. Mereka mungkin sudah mengakui Dia sebagai Mesias jika mereka tidak dipengaruhi oleh guru-guru mereka yang berpendapat bahwa Mesias haruslah seorang raja duniawi, tampil dalam kebesaran dan kuasa, yang sama sekali berbeda dari diri Kristus. Sekalipun begitu, (tidak peduli apa pun yang dikatakan kaum Farisi, yang kedudukannya dikritik oleh Yesus dengan ajaran-Nya yang tegas dan rohani), tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa Yesus seorang pembohong. Sebaliknya, ada yang mengatakan bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis, yang lain pikir Elia, yang lain lagi seorang dari para nabi (ay. 28). Semuanya setuju bahwa Ia seorang yang telah bangkit dari antara orang mati.
       
        . Pendapat yang mereka nyatakan kepada Kristus mengenai perasaan mereka mengenai-Nya mengandung rasa puas terhadap-Nya. Mereka sudah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Dia, dan sekarang setelah melewati masa percobaan, mereka tidak melihat alasan apa pun untuk menyesal. Tetapi apa katamu siapakah Aku ini? Untuk pertanyaan ini mereka telah siap dengan jawabannya, "Engkau adalah Kristus, Mesias yang dijanjikan, dan telah lama dinantikan (ay. 29)." Untuk menjadi orang Kristen sejati, orang harus sungguh-sungguh percaya dengan tulus hati bahwa Yesus adalah Kristus, dan bertindak sesuai dengan keyakinannya itu. Bahwa Dia memang Kristus dengan jelas tampak dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya yang ajaib. Inilah yang mereka ketahui, dan harus diberitakan segera dan dipelihara terus; tetapi hingga saat itu mereka harus merahasiakannya dulu (ay. 30), sampai semua bukti sudah lengkap dan mereka sendiri sudah sepenuhnya memenuhi syarat untuk memeliharanya, oleh pencurahan Roh Kudus. Dan setelah semuanya ini, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus (Kis. 2:36).












NEXT:
Renungan HKBP SENIN, 28 AGUSTUS 2023 - TAKUT AKAN TUHAN, KUNCI KEPERCAYAAN DIRI - BACAAN PAGI (MARKUS 10:1-12) - BACAAN MALAM (2 KORINTUS 4:16-18)


PREV:
Renungan HKBP RABU, 23 AGUSTUS 2023 - BERSORAK-SORAILAH BAGI ALLAH - BACAAN PAGI (MARKUS 9:14-29) - BACAAN MALAM (2 TESALONIKA 3:1-5)

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP SENIN, 28 AGUSTUS 2023 - TAKUT AKAN TUHAN, KUNCI KEPERCAYAAN DIRI - BACAAN PAGI (MARKUS 10:1-12) - BACAAN MALAM (2 KORINTUS 4:16-18)


PREV:
Renungan HKBP RABU, 23 AGUSTUS 2023 - BERSORAK-SORAILAH BAGI ALLAH - BACAAN PAGI (MARKUS 9:14-29) - BACAAN MALAM (2 TESALONIKA 3:1-5)

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de