BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1934 kali
Renungan HKBP 2023
Khotbah HKBP Minggu, 17 Desember 2023 - Maria-ria do Tondikku Mida Debata - Lukas 1:46b-55 - Advent III

Nyanyian pujian Maria atas kejadian ini. Nubuat Elisabet merupakan gema atas salam yang disampaikan oleh Perawan Maria

Baca Juga:


Lukas 1:46b-55
Bahasa Toba:
1:46 Dipatimbul rohangku do Tuhan i.
1:47 Mariaia do tondingku mida Debata, Sipalua ahu.
1:48 Ai ditatap do haetehon ni naposona on. Parhatuaon ma ahu olat ni on marsundutsundut.
1:49 Ai habalgaon do dibahen Pargogo i tu ahu. Na badia do Goarna i.
1:50 Ai marsundutsundut do asi ni rohana mida angka na mangkabiari Ibana.
1:51 Hagogoon do diula tanganna i, dipanserakkon do angka na ginjang marroha.
1:52 Angka na gogo i dipaijur do sian habangsanasida, dipabangkit do angka na metmet.
1:53 Na denggan dipasuksuk Ibana tu angka na male, jala angka na lobian hian rumar do dipalaho.
1:54 Dipainuinu do Israel naposona i, marningot asi ni rohana i,
1:55 mangihuthon bagabagana na tu angka ompunta, tu si Abraham dohot tu pomparanna salelenglelengna.

Bahasa Indonesia:
Nyanyian pujian Maria
1:46 Jiwaku memuliakan Tuhan, 1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 

Penjelasan:
* Nyanyian pujian Maria atas kejadian ini. Nubuat Elisabet merupakan gema atas salam yang disampaikan oleh Perawan Maria, dan sebaliknya nyanyian Maria ini menggemakan kembali nubuat Elisabet tadi, dan menunjukkan bahwa ia juga penuh dengan Roh Kudus seperti Elisabet. Pastilah si dara yang terberkati ini sangat lelah akibat perjalanannya; namun, ia melupakannya, dan bangkit semangatnya oleh kehidupan baru, kekuatan, dan sukacita begitu kebenaran imannya diteguhkan. Karena itulah, penyataan dan sukacita besar yang datang dengan tiba-tiba ini menyadarkannya bahwa ia memang ditugaskan untuk datang ke rumah sepupunya itu, dan sekalipun merasa lelah, seperti si hamba Abraham itu, ia tidak akan makan atau minum sebelum pesan yang dibawanya disampaikan.

. Inilah ungkapan sukacita dan pujiannya, dan hanya Allah saja yang menjadi tujuan pujian dan pusat sukacitanya. Beberapa orang membandingkan nyanyian ini dengan nyanyian sukacita Miryam, saudara perempuan Musa yang namanya mirip dengan Maria, ketika merayakan keberangkatan bangsa Israel keluar dari Mesir dan ketika berhasil melintasi Laut Teberau dengan selamat. Ada juga yang berpendapat lebih baik nyanyian ini dibandingkan dengan nyanyian Hana yang dipersembahkan untuk kelahiran Samuel, karena kelahirannya, seperti kelahiran Yesus, merupakan berkat keluarga yang kemudian turun menjadi berkat bagi banyak orang. Nyanyian Maria ini, seperti nyanyian Hana, dimulai dengan, "Hatiku bersukaria karena TUHAN" (1Sam. 2:1). Amatilah di sini bagaimana Maria berbicara tentang Allah.

(1) Dengan penuh rasa hormat yang mendalam kepada-Nya, sebagai Tuhan, "Jiwaku memuliakan Tuhan; tidak pernah aku melihat keagungan-Nya seperti sekarang ini ketika aku mendapati betapa baiknya Ia." Perhatikanlah, hanya mereka yang sungguh-sungguh telah menikmati rahmat belas kasihan-Nya yang bisa berpikir betapa tinggi dan mulianya Allah itu; sedangkan mereka yang makmur dan berkedudukan tinggi akan berkata, "Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya?" Semakin Allah meninggikan kita dengan berbagai cara, kita harus semakin tekun mempelajari kemuliaan apa yang bisa kita berikan kepada-Nya; dengan demikian kita dapat memuliakan Allah, ketika jiwa kita dan semua yang ada di dalam kita memuliakan Dia. Memuji harus menjadi pekerjaan jiwa.

(2) Dengan rasa puas yang luar biasa di dalam Dia sebagai Juruselamatnya, "Hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku." Tampaknya hal ini berkaitan dengan Sang Mesias, yang untuk-Nya ia akan menjadi seorang ibu. Ia menyebut-Nya Allah Juruselamatnya, karena malaikat telah mengatakan bahwa Dia akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi, dan Nama-Nya akan disebut Yesus, Sang Juruselamat. Inilah yang dipegangnya erat-erat bagi dirinya: Dia adalah Allah Juruselamatku. Bahkan ibu Tuhan kita memerlukan Dia sebagai Juruselamatnya, karena ia pun akan binasa tanpa Dia. Ia lebih bersukacita atas kebahagiaan keselamatan yang akan dimilikinya bersama orang-orang percaya lainnya, melebihi kebahagiaan menjadi seorang ibu bagi-Nya, sekalipun ini merupakan kehormatan khusus bagi dia. Dan memang hal ini cocok dengan kehendak Kristus yang meninggikan orang-orang percaya yang taat melebihi ibu dan saudara-saudara-Nya (Mat. 12:50; Luk. 11:27-28). Perhatikanlah, mereka yang memiliki Kristus sebagai Allah dan Juruselamat mereka akan memiliki banyak alasan untuk bergembira, bergembira di dalam Roh, seperti yang dilakukan Kristus (Luk. 10:21), dengan sukacita rohani.

. Inilah yang membuat Maria bersuka dan memuji Allah.
(1) Karena keadaannya sendiri (ay. 48-49).
            - Hatinya bergembira karena Tuhan, atas semua kebaikan yang telah Dia lakukan kepadanya; atas kemurahan dan rahmat-Nya kepadanya. Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya; maksudnya Ia memandangnya dengan penuh rasa kasihan, seperti yang umum diartikan. "Ia telah memilih aku untuk kehormatan ini, meskipun aku ini sangatlah rendah, miskin, dan tidak dikenal." Ungkapannya ini bahkan menyatakan lebih dari itu lagi (seperti Gideon di dalam Hakim-hakim 6:15), bahwa bukan hanya kaumnya adalah yang paling kecil dan miskin di antara suku Yehuda, namun ia pun seorang yang paling muda di antara kaum keluarganya, seolah-olah ia yang tercela dan terhina di antara kaum kerabatnya, terabaikan dan terbuang dari kaum keluarganya. Namun, Allah melimpahkan segala kehormatan ini kepadanya, ganti segala kehinaannya itu. Saya lebih suka dengan tafsiran seperti ini, karena kehormatan yang demikian juga dialami oleh orang-orang dalam keadaan yang sama. Karena Allah melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya (Kej. 29:31). Karena Hana selalu disakiti hatinya agar ia menjadi gusar, dan ia juga dihina oleh Penina, maka Allah menganugerahkan seorang anak (1Sam. 1:19). Kepada mereka yang ditekan dan dipandang rendah secara semena-mena, adakalanya Allah akan melakukan sesuatu dengan penuh rahmat kepada mereka, khususnya bila mereka menanggungnya dengan sabar, sukarela, dan pantang mundur (Hak. 11:7). Demikian juga halnya dengan kasus Maria ini. Bila Allah memperhatikan kerendahannya, maka dengan demikian Allah bukan saja memberikan contoh tentang kemurahan-Nya kepada seluruh umat manusia, dengan mengingat kerendahan mereka, seperti yang dikatakan oleh pemazmur (Mzm. 136:23), tetapi juga menjamin kehormatan yang kekal baginya (karena kehormatan yang dianugerahkan Allah adalah kehormatan yang tidak akan sirna), "Mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, akan memandangku sebagai perempuan yang berbahagia dan sangat ditinggikan." Semua orang yang memiliki Kristus dan Injil-Nya akan berkata, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau" (Luk. 11:27). Elisabet pernah dan sekali lagi menyebutnya diberkati. Maria menambahkan, "Namun itu belum semuanya. segala keturunan, baik bangsa bukan Yahudi maupun Yahudi akan menyebut aku demikian."

            - Jiwanya memuliakan Tuhan, karena perbuatan-perbuatan besar yang telah dilakukan Allah baginya (ay. 49): "Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku." Sebuah perbuatan yang sungguh besar, bahwa seorang perawan akan mengandung. Sebuah perbuatan yang sungguh besar, bahwa Sang Mesias, yang telah begitu lama dijanjikan kepada umat-Nya, dan begitu lama diharapkan oleh umat-Nya, tidak lama lagi akan dilahirkan. Kuasa dari Yang Mahatinggi telah menampakkan diri. Maria menambahkan, "dan nama-Nya adalah kudus." Begitu juga yang dinyanyikan oleh Hana, Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, yang kemudian dijelaskannya dalam kata-kata berikutnya, "sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau" (1Sam. 2:2). Allah adalah satu keberadaan pada diri-Nya sendiri, dan Ia menampakkan keberadaan-Nya, khususnya dalam karya penebusan kita. Ia yang adalah mahakuasa, Ia yang nama-Nya bahkan adalah kudus, telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku. Hal-hal yang mulia dapat diharapkan dari Dia yang adalah baik mahakuasa maupun kudus, yang sanggup melakukan segala sesuatu, dan melakukannya dengan baik untuk tujuan yang terbaik.

(2) Karena keadaan orang lain. 
Perawan Maria, sebagai ibu Sang Mesias, ditentukan untuk menjadi semacam tokoh publik. Ia memiliki watak publik, dan karena itu ia diperlengkapi dengan semangat yang lain, semangat yang lebih bersifat publik dibandingkan dengan yang sebelumnya dimiliki. Oleh sebab itu ia berpandangan keluar, memandang di sekitar dirinya sendiri, memandang hal-hal di depan dirinya, serta memperhatikan berbagai cara Allah menangani anak-anak manusia (ay. 50 dst.), seperti Hana (1Sam. 2:3 dst.). Karena itu, pandangannya tertuju kepada kedatangan Sang Penebus dan Allah yang menampakkan diri-Nya sendiri dalam karya keselamatan itu.

            - Merupakan sebuah kebenaran yang pasti bahwa Allah menyimpan rahmat yang berkelimpahan dan menyediakannya bagi semua yang memiliki rasa hormat yang mendalam bagi keagungan-Nya, serta menghormati kedaulatan dan kekuasaan-Nya. Namun, belum pernah rahmat-Nya datang kepada kita seperti ketika Ia mengutus Anak-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan kita (ay. 50): Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia, dan akan selalu seperti itu. Dengan mata rahmat Ia selalu memandang mereka yang mencari Dia dengan mata takut dan hormat seorang anak. Namun, Ia telah mewujudkan rahmat yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengutus Anak-Nya untuk membawa sebuah kebenaran kekal, untuk mengerjakan karya keselamatan kekal bagi mereka yang takut akan Dia. Rahmat ini berlangsung turun-temurun, karena ada pemberitaan Injil yang disampaikan turun-temurun sampai selama-lamanya. Mereka yang takut akan Allah, sebagai Pencipta dan Hakim mereka, didorong untuk mengharapkan rahmat-Nya, melalui Pengantara dan Pembela mereka. Di dalam Sang Pengantara dan Pembela kita itu rahmat diberikan kepada mereka yang takut akan Allah, rahmat pengampunan, rahmat kesembuhan, rahmat untuk diterima oleh-Nya, rahmat untuk dimuliakan, turun-temurun selama dunia ini ada. Di dalam Kristus Ia menyediakan rahmat bagi banyak orang.

            - Kita selalu bisa menyaksikan bahwa Allah dalam pemeliharaan-Nya mendatangkan penghinaan kepada orang yang tinggi hati dan meninggikan orang yang rendah hati. Hal ini telah terjadi secara luar biasa di dalam keseluruhan karya penebusan umat manusia. Demikianlah dengan menyatakan rahmat-Nya kepada Maria, Allah juga menunjukkan diri-Nya sebagai Yang Mahakuasa (ay. 48-49). Dengan rahmat-Nya bagi mereka yang takut akan Dia, Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya.

Pertama, 
dalam pemeliharaan-Nya, sudah merupakan cara yang lazim bila Ia mematahkan pengharapan orang, dan melakukan sesuatu yang berlawanan dari yang telah mereka janjikan kepada diri sendiri. Orang yang sombong berharap bisa melakukan segalanya dengan menggunakan cara dan kehendak mereka sendiri, namun Ia mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, mematahkan ukuran-ukuran mereka, menghancurkan proyek-proyek mereka, dan merendahkan mereka serendah-rendahnya melalui nasihat dan pendapat mereka sendiri yang mereka anggap akan membawa kemajuan dan kemapanan bagi mereka. Orang-orang yang berkuasa ingin mengamankan takhta mereka dengan kekuatan sendiri, namun Ia menurunkan mereka, dan menjungkirbalikkan takhta mereka. Sebaliknya, mereka yang rendah dan yang berada dalam keputusasaan untuk meningkatkan diri mereka sendiri, dan tidak ada yang dipikirkan selain tetap berada di dalam keadaan rendah, akan ditinggikan secara ajaib. Seperti halnya kehormatan, kekayaan juga demikian adanya. Bagi mereka yang begitu miskin sehingga tidak memiliki makanan untuk diri sendiri dan keluarga mereka, Pemeliharaan Ilahi yang mengherankan melimpahkan segala yang baik. Sebaliknya, mereka yang kaya dan selalu berpikir bahwa hari esok pasti akan sama seperti hari ini, bahwa gunung perlindungan mereka akan tetap kokoh berdiri dan tidak akan pernah beranjak, dengan cara yang aneh tiba-tiba jatuh miskin, dan disuruh pergi dengan tangan hampa. Hal ini juga yang diungkapkan Hana di dalam nyanyiannya sehubungan dengan masalahnya dan musuhnya (1Sam. 2:4-7). Masalahnya melukiskan hal ini dengan jelas (bdk. Mzm. 107:33-41; 113:7-9, dan Pkh. 9:11). Allah sangat suka mengecewakan harapan mereka yang menjanjikan perbuatan-perbuatan besar bagi diri sendiri di dunia ini, dan Ia mengabulkan harapan mereka yang hanya menjanjikan sedikit kepada diri mereka. Sebagai Allah yang benar, Ia merendahkan mereka yang meninggikan diri, dan memukul mereka yang merasa diri aman-aman saja. Allah yang baik, merupakan kesukaan-Nya untuk meninggikan mereka yang rendah hatiya, serta menghibur mereka yang takut akan Dia.

Kedua, 
hal ini tampak jelas dalam cara-cara anugerah Injil bekerja.

. Dalam mencurahkan kehormatan-kehormatan rohani. Ketika orang-orang Farisi yang sombong ditolak, dan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa masuk ke dalam Kerajan Sorga di hadapan mereka; ketika orang-orang Yahudi yang sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran tidak memperoleh kebenaran itu, sementara bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran (Rm. 9:30-31); ketika Allah tidak memilih orang yang bijak menurut ukuran manusia, orang yang berpengaruh, atau orang yang terpandang untuk mengabarkan Injil dan menanam benih Kekristenan di dunia ini, tetapi justru memilih apa yang bodoh dan lemah bagi dunia, serta apa yang dipandang hina (1Kor. 1:26-27); saat itulah Ia mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, dan menurunkan orang-orang yang berkuasa, dan meninggikan orang-orang yang rendah. Yang congkak dicerai-beraikan dan yang rendah ditinggikan ketika tirani imam-imam kepala dan tua-tua diruntuhkan, setelah sekian lama memerintah atas umat warisan Allah dan mau berharap untuk memerintah terus. Yang congkak dicerai-beraikan dan yang rendah ditinggikan ketika murid-murid Kristus, kawanan nelayan miskin yang dipandang rendah diperlengkapi dengan kuasa dan didudukkan di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Yang congkak dicerai-beraikan dan yang rendah ditinggikan ketika kekuasaan keempat kerajaan dihancurkan, dan Kerajaan Mesias, yang adalah batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia, dibuat Allah memenuhi bumi.

. Dalam mencurahkan kekayaan rohani (ay. 53).
                        (1) Mereka yang melihat kebutuhan mereka akan Kristus dan sangat merindukan kebenaran dan kehidupan di dalam Dia, akan dilimpahi segala yang baik, bahkan yang terbaik, yang diberikan dengan cuma-cuma kepada mereka, dan mereka akan dikenyangkan dengan berkat yang diberikan-Nya. Mereka yang letih lesu dan berbeban berat akan mendapat kelegaan bersama Kristus. Mereka yang haus diundang untuk datang kepada-Nya dan minum. Hanya orang-orang yang demikianlah yang mengetahui bagaimana menghargai anugerah-Nya. Bagi orang yang lapar segala yang pahit terasa manis, manna adalah makanan malaikat; dan bagi yang haus air biasa akan terasa seperti madu dari bukit batu.

                        (2) Mereka yang kaya, mereka yang tidak merasa lapar, yang sama seperti jemaat di Laodikia mengira tidak memerlukan apa-apa, dipenuhi oleh diri dan kebenaran mereka sendiri, dan mengira bahwa mereka tidak kekurangan apa-apa di dalam diri mereka sendiri. Orang-orang seperti inilah yang diusir-Nya dari pintu-Nya, mereka tidak diizinkan masuk oleh-Nya. Ia menyuruh mereka pergi dengan tangan hampa. Mereka datang penuh dengan diri sendiri dan disuruh pergi dengan tangan hampa tanpa Kristus. Ia menyuruh mereka pergi kepada dewa-dewa yang mereka sembah, kepada kebenaran dan kekuatan mereka sendiri yang mereka percayai.

            - Sejak dahulu Sang Mesias diharapkan dengan cara yang khusus menjadi kekuatan dan kemuliaan bagi umat-Nya Israel, dan memang demikianlah Ia adanya (ay. 54): Ia menolong Israel, hamba-Nya, antelabeto. Ia telah menarik mereka dengan tangan-Nya, dan menolong mereka bangkit dari kejatuhan mereka saat mereka tidak bisa menolong diri sendiri. Mereka terpuruk di bawah beban kovenan lama yang berdasarkan ketaatan pada Taurat dan dibangkitkan kembali melalui berkat-berkat kovenan anugerah yang telah diperbarui. Pengutusan Sang Mesias, tumpuan pertolongan bagi orang-orang berdosa yang malang, adalah kebaikan terbesar yang bisa dilakukan, bantuan terbesar yang bisa diberikan kepada umat-Nya Israel, dan yang semakin menunjukkan hal ini adalah:

Pertama, 
ini merupakan peringatan akan rahmat-Nya sifat-Nya yang penuh rahmat, rahmat yang disediakan-Nya bagi hamba-Nya Israel. Sementara berkat ini ditangguhkan, umat-Nya yang menanti-nantikan berkat itu sering bertanya-tanya, "Apakah Allah telah lupa bermurah hati?" Namun, sekarang Ia menyatakan bahwa Ia tidak lupa, Ia tetap mengingat rahmat-Nya. Ia ingat akan rahmat-Nya yang terdahulu, dan mengulanginya dalam bentuk berkat-berkat rohani, yang dahulu diberikan-Nya dalam bentuk berkat-berkat jasmani. Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala. Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut, keluar dari Mesir? (Yes. 63:11). Ia akan melakukan yang seperti itu lagi, yaitu apa yang dilambangkan dengan peristiwa di Mesir itu.

Kedua, 
bahwa ini adalah penggenapan janji-Nya. Sebuah rahmat yang tidak hanya dirancang begitu saja, namun juga diumumkan (ay. 55), seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita. Keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular itu, Allah akan tinggal di dalam kemah-kemah Sem, dan khususnya kepada Abraham, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat, berkat yang terbaik, berkat yang kekal. Berkat ini akan turun kepada keturunannya yang kekal, yaitu keturunan rohaninya, karena keturunan jasmaninya tidak lama lagi akan terputus. Perhatikanlah, apa yang difirmankan Allah akan dilaksanakan-Nya. Apa yang difirmankan-Nya kepada nenek moyang mereka akan digenapi-Nya di dalam keturunan mereka, dengan berkat-berkat yang kekal.










PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 10 Desember 2023 - MANOMUNOMU RAJA PARTIGOR JALA SIPARMONANG - Ev. Zakharia 9:9-10


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Renungan HKBP 2023
(136)



PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 10 Desember 2023 - MANOMUNOMU RAJA PARTIGOR JALA SIPARMONANG - Ev. Zakharia 9:9-10

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de