BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 4937 kali
1 Korintus 1:10-18
Bahasa Batak:
1:10 Alai huapoi ma hamu, ale angka dongan, mangasahon Goar ni Tuhanta Jesus Kristus, asa sahata hamu saluhutna, unang ma adong parbolatan di hamu; hot ma hamu binahen ni sada ni roha dohot sada ni pingkiran!
1:11 Ai tarbortik do tu ahu marhite sian pangisi ni bagas ni si Kloe taringot tu hamu angka dongan, paboa na masa di hamu parsalisian.
1:12 Alai on do hudok: Adong do di hamu na mandok: Sisean ni si Paulus do ahu; na deba: Sisean ni si Apollos do ahu; na deba: Sisean ni si Kepas do ahu; na deba: Sisean ni Kristus do anggo ahu.
1:13 Na binagi do Kristus i? Naung tarsilang do si Paulus ulaning humongkop hamu? Naung tubagasan goar ni si Paulus do hamu tardidi?
1:14 Mauliate hudok, ala so adong hupandidihon di hamu, dungkon ni si Krispus dohot si Gayus.
1:15 Unang adong na mandok, tubagasan goarhu sandiri hamu tardidi!
1:16 Alai dohot do tahe pangisi ni bagas ni si Stepanus hupandidihon; dungkon ni i, ndang adong hupandidihon, intap ni na huboto.
1:17 Ai ndang disuru Kristus i ahu mandidihon, mamaritahon barita na uli do; jala i pe, ndada marhata habisuhon, unang diorui silang ni Kristus i.
1:18 Ai haotoon do hata na taringot tu silang i di roha ni angka na laho mago; alai hagogoon ni Debata do i di hita na dapotan haluaon.

Bahasa Indonesia:
Perpecahan dalam jemaat
1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 1:11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 1:14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 1:15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 1:16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 1:17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. Hikmat Allah dan hikmat manusia 1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Penjelasan:
* Roh Perpecahan Ditegur (1 Korintus 1:10-13)
Di sini Rasul Paulus memulai pokok pembahasannya.
I. Paulus mendesak mereka untuk bersatu dan saling mengasihi dengan kasih persaudaraan, serta menegur perpecahan mereka. Ia telah menerima laporan dari beberapa orang yang bermaksud baik, bahwa ada perbedaan pendapat yang tidak menyenangkan di antara mereka. Tidak ada maksud jahat dari orang-orang itu terhadap jemaat, juga tidak kepada para pelayan jemaat yang mendorong mereka untuk melaporkan perpecahan yang terjadi. Yang mendorong adalah keprihatinan mereka yang baik dan bijaksana untuk meredakan perselisihan ini melalui perantaraan Paulus. Ia menulis kepada mereka dengan cara yang sangat memohon kesediaan mereka: “Aku menasihatkan kamu saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, jika kamu menaruh rasa hormat kepada Nama yang terkasih dan layak itu, yang oleh-Nya kamu dipanggil, supaya kamu sepakat. Supaya semua seia sekata, hindari pemisahan dan perpecahan” (sesuai dengan teks asli), “yaitu, semua kerenggangan kasih dari satu sama lain. Sedapat mungkin, hendaknya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Di dalam perkara-perkara agama yang bersifat utama, hendaknya kamu semua sependapat, tetapi, kalau tidak ada kesatuan perasaan, hendaknya ada kesatuan kasih sayang. Pertimbangan untuk sehati sepikir di dalam perkara-perkara yang besar seharusnya memadamkan semua perseteruan dan pemisahan mengenai perkara-perkara kecil.”

II. Rasul Paulus menunjukkan sumber perbantahan ini. Pada dasarnya yang menjadi penyebab adalah kesombongan mereka, dan hal inilah yang membuat mereka terpecah belah. Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran (Ams. 13:10). Mereka berbantah-bantah mengenai pelayan-pelayan rohani mereka. Baik Paulus maupun Apolos, keduanya adalah para pelayan Yesus Kristus yang setia, dan menjadi penolong iman dan sukacita mereka. Tetapi mereka yang cenderung berbantah-bantah, pecah menjadi kelompok-kelompok, dan menempatkan para pelayan rohani mereka menjadi kepala beberapa kelompok. Beberapa orang mengunggulkan Paulus, mungkin sebagai seorang guru yang paling luhur dan rohaniah. Yang lain mengagungkan Apolos, mungkin sebagai pembicara yang fasih. Beberapa mengagungkan Kefas atau Petrus, mungkin karena wibawa dari usianya yang lebih tua, atau karena ia adalah rasul bagi orang-orang yang bersunat. Beberapa orang tidak berpihak kepada kelompok mana pun, tetapi hanya menyebut diri mereka sebagai golongan Kristus. Begitu besar kemungkinan hal-hal yang terbaik di dalam dunia ini menjadi rusak, sampai-sampai Injil dan semua ketetapannya, yang ada dalam keselarasan sempurna dengan diri mereka dan satu sama lain, justru berubah menjadi penggerak perbedaan, perbantahan, dan pertikaian. Hal seperti ini tidak menjadi celaan bagi agama kita, tetapi menjadi bukti yang sangat menyedihkan akan kerusakan dan kebobrokan sifat manusia. Perhatikanlah, betapa jauhnya kesombongan membuat orang-orang Kristen menjadi saling bermusuhan! Bahkan begitu jauh sampai menyebabkan Kristus dan rasul-rasul-Nya sendiri bertengkar, dan menjadikan mereka sebagai lawan dan pesaing.

III. Rasul Paulus berbantah dengan mereka mengenai perselisihan dan pertengkaran mereka: “Adakah Kristus terbagi-bagi? Tidak, hanya ada satu Kristus, dan itulah sebabnya orang-orang Kristen harus sehati. Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Adakah ia menjadi persembahan korban dan pendamaianmu? Pernahkah aku mengaku-ngaku menjadi juruselamatmu? Atau, adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Adakah kamu membaktikan diri kepada pelayananku, atau bekerja menjadi murid-muridku, melalui upacara agama yang kudus itu? Adakah aku menuntut hak itu di dalam kamu, atau kepercayaan dari kamu, yang menjadi hak yang layak bagi Allah dan Penebusmu?” Tidak, seberapa pun bergunanya para pelayan bagi kita, mereka tidak menggantikan Kristus. Mereka tidak boleh merampas kekuasaan Kristus, juga tidak boleh memaksa orang lain seakan berkuasa atas mereka karena mendapat kuasa dari Kristus. Dialah saja yang menjadi Penyelamat kita dan korban persembahan, Dialah Tuhan dan Pembimbing kita. Dan, berbahagialah jemaat-jemaat jika tidak ada perbedaan soal nama di antara mereka, sama seperti Kristus yang tidak terbagi-bagi.


* (14-16)
Di sini Rasul Paulus memberi penjelasan mengenai pelayanannya di antara mereka. Ia mengucap syukur kepada Allah bahwa ia hanya membaptis sedikit orang di antara mereka. Di antaranya adalah Krispus, yang pernah menjadi pemimpin rumah ibadat orang Yahudi di Korintus (Kis. 18:8), Gayus, dan juga keluarga Stefanus. Ia berkata bahwa kecuali mereka, ia tidak ingat lagi entahlah ada lagi orang yang pernah dibaptisnya. Tetapi bagaimana hal seperti ini pantas untuk diucapkan syukur? Bukankah sudah menjadi bagian dari tugas kerasulan untuk membaptis segala bangsa? Jadi bagaimana bisa Paulus mengucap syukur kepada Allah atas pengabaian tugasnya sendiri? Hal ini tidak boleh dipahami seolah-olah ia mengucap syukur sebab ia tidak membaptis sama sekali, tetapi ia mengucap syukur karena tidak melakukannya di dalam keadaan seperti ini, agar tidak terjadi salah pengertian yang sangat buruk atas hal ini, yaitu bahwa ia telah membaptis orang dalam namanya sendiri, membina murid-murid bagi dirinya sendiri, atau mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin kelompok agama ini. Ia menyerahkan tugas pembaptisan ini kepada pelayan-pelayan Tuhan lainnya, sementara ia sendiri menetapkan diri bagi pekerjaan yang lebih berguna serta menggunakan waktunya dengan memberitakan Injil. Ia berpendapat bahwa pekerjaan ini lebih merupakan pekerjaannya, sebab pekerjaan ini adalah pekerjaan yang lebih penting dari kedua pekerjaan itu. Ia memiliki sejumlah pembantu yang dapat membaptis, ketika tidak ada orang yang dapat melaksanakan bagian lain dari jabatannya sebaik dirinya sendiri. Dalam hal ini ia berkata, Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil, yakni, tidak terlalu banyak untuk membaptis dibandingkan untuk memberitakan firman. Perhatikanlah, para pelayan Tuhan harus berpikir bahwa mereka diutus dan dipisahkan terutama untuk melakukan pelayanan pemberitaan Injil itu, yang akan paling mempermuliakan Kristus serta mengutamakan keselamatan jiwa-jiwa. Pekerjaan itulah yang paling cocok bagi mereka, walaupun bagian-bagian lain dari tugas mereka tidak boleh diabaikan. Pekerjaan utama yang dilakukan oleh Rasul Paulus di antara mereka adalah memberitakan Injil (ay. 17), salib (ay. 18), dan Kristus yang disalibkan (ay. 23). Para pelayan Tuhan merupakan prajurit-prajurit Kristus yang bertugas untuk menegakkan dan mengibarkan panji-panji salib. Ia tidak memberitakan khayalan kesukaannya sendiri, tetapi Injil, yaitu kabar baik tentang damai sejahtera dan pendamaian dengan Allah, melalui perantaraan Sang Penebus yang disalibkan. Inilah ringkasan dan intisari dari Injil. Kristus yang disalibkan merupakan dasar dari semua sukacita kita. Oleh kematian-Nya kita hidup. Inilah yang diberitakan oleh Paulus, dan ini jugalah yang harus diberitakan oleh para pelayan Tuhan, dan itulah yang menjadi dasar bagi kehidupan semua orang kudus.

* Keberhasilan Injil; Ciri-ciri Injil (17-18)
Di sini kita membaca perihal:
I. Cara Rasul Paulus memberitakan Injil dan salib Kristus: Bukan dengan hikmat perkataan (ay. 17), dan kata-kata hikmat yang meyakinkan (2:4), bukan dengan kefasihan berbicara yang berbunga-bunga atau dengan kecermatan bahasa filsafat, yang dengan itu orang-orang Yunani membanggakan diri mereka, dan yang tampaknya menjadi kebanggan khas dari beberapa pemimpin kelompok di dalam jemaat yang sangat memusuhi rasul ini. Ia tidak memberitakan Injil dengan cara ini, supaya salib Kristus jangan sampai menjadi sia-sia, supaya jangan sampai keberhasilan Injil dianggap berasal dari kehebatan seni bicara dan tidak datang dari kebenaran, tidak dari pengajaran yang jelas mengenai Yesus yang disalibkan, tetapi dari kefasihan berbicara yang hebat dari orang-orang yang menyebarkannya, sehingga dengan demikian kehormatan salib menjadi berkurang atau pudar. Paulus telah mendidik dirinya sendiri di bawah pimpinan Gamaliel dalam pengajaran bangsa Yahudi, namun di dalam pemberitaan salib Kristus ia mengesampingkan semua pengajarannya itu. Ia memberitakan Yesus yang disalibkan dengan bahasa yang jelas, memberitahukan kepada banyak orang bahwa Yesus yang disalibkan di Yerusalem adalah Anak Allah dan Juruselamat manusia, dan bahwa semua orang yang ingin diselamatkan harus bertobat dari dosa-dosa mereka, dan percaya kepada-Nya, serta tunduk kepada pemerintahan dan hukum-hukum-Nya. Kebenaran ini tidak membutuhkan hiasan buatan, ia terbit dengan keagungan terbesarnya dalam terangnya sendiri dan menang di dalam dunia ini oleh kekuasaan ilahinya dan pekerjaan Roh, tanpa bantuan manusia apa pun. Pemberitaan yang jelas mengenai Yesus yang disalibkan lebih kuat dari pada semua kefasihan berbicara dan filsafat dunia kafir ini.

II. Pengaruh pemberitaan Injil ini berbeda-beda: Bagi mereka yang akan binasa, pemberitaan tentang salib adalah suatu kebodohan, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah (ay. 18).











NEXT:
Renungan HKBP Sabtu, 28 Januari 2023 - Amsal 15:25


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 15 Januari 2023 - JESUS KRISTUS PANONDANG TU SALUHUT BANGSO - Yesaya 49:1-7

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Sabtu, 28 Januari 2023 - Amsal 15:25


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 15 Januari 2023 - JESUS KRISTUS PANONDANG TU SALUHUT BANGSO - Yesaya 49:1-7

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de