BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 3171 kali
Minggu, 30 Juli 2023
VIII DUNG TRINITATIS
Tutup Langgatan :  Na Ratarata
Ev. 1 Musa 18:10-22 (Kejadian18:10-22)
Ep. 2 Korint 13:5-13 (2 Korintus 13:5-13)
Topik:
PANDONGANION DOHOT PANGARAMOTION NI DEBATA
(ALLAH YANG MENYERTASI DAN MELINDUNGI)
Jamita Sikkola Minggu: Mateus 13:31-32
PHD Remaja : 5 Musa 28:1-2
PHD Naposobulung : Parjamita 3:1-14
PHD Ina : 1 Korint 6:18-20
PHD Ama : Lukas 12:13-21
PHD lansia : Psalmen 31:10-19

Ev. 1 Musa 18:10-22 (Kejadian 18:10-22)
18:10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. 18:11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. 18:12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" 18:13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? 18:14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." 18:15 Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"
Doa syafaat Abraham untuk Sodom
18:16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 18:17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? 18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 18:19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya." 18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya." 18:22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.

Penjelasan:
* Kej 18:9-15 - seorang anak laki-laki // (pada waktu yang telah ditetapkan) // Mendengarkan // Telah tua dan lanjut umurnya // Tertawalah Sara // yang mustahil // untuk Tuhan

Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa Sara akan melahirkan seorang anak laki-laki ketika masanya tiba lagi (pada waktu yang telah ditetapkan). Peristiwa yang membahagiakan itu hanya tinggal setahun saja. Allah tidak melupakan janji-Nya tetapi tetap bekerja untuk menggenapinya. Mendengarkan. Kata Ibrani shõma'at menunjuk kepada tindakan mendengarkan pada saat itu. Telah tua dan lanjut umurnya. Dari idiom bahasa Ibrani berarti menjelang masa akhir hidup. Tertawalah Sara. Sara tertawa mengingat ketidakmungkinan dirinya mengandung lagi. Dia menggambarkan dirinya sebagai belõtî, "sudah kadaluwarsa," "usang," "siap untuk terkoyak seperti gaun tua." Dia ingat bahwa Abraham juga sudah lanjut usia dan melampaui usia untuk menjadi ayah. Sabda ilahi meyakinkan Sara dan Abraham bahwa tidak ada yang mustahil (harfiah, ajaib) untuk Tuhan. Sekalipun yang harus dilakukan itu merupakan sesuatu yang tidak biasa, di luar hukum alam, Yehovah mampu mengadakannya kapan saja dan dengan cara apa saja yang Ia kehendaki. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk. 1:37). Dalam kelahiran Ishak, sebagaimana halnya dalam kelahiran Yesus, Allah perlu mengadakan mukjizat.

* Kej 18:16-22 - Sodom ... Gomora

Sodom ... Gomora. Dua kota utama di ujung selatan Laut Mati. Kota-kota yang lain - Adma, Zeboim dan Zoar --- akan dihancurkan bersama dengan Sodom dan Gomora di dalam pembakaran yang akan membersihkan jamban kefasikan itu. (Akhirnya Allah membiarkan Zoar sebagai tempat tinggal baru bagi Lot.) Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa sebuah kunjungan ilahi akan membawa hukuman dan kehancuran yang mengerikan atas penduduk yang penuh dosa tersebut. Kota-kota itu terletak sekitar 18 mil dari rumah Abraham di Hebron. Abraham dapat melihat ujung selatan Laut Mati dari pinggiran kota Hebron.

* Janji itu kemudian diperbarui dan diteguhkan, bahwa Sara akan memiliki seorang anak laki-laki (ay. 10): “Sesungguhnya Aku akan kembali mendapatkan engkau, dan mengunjungi engkau lain kali untuk memenuhi janji, seperti yang sekarang Kulakukan untuk memberikan janji.” Allah akan kembali mendapatkan mereka yang menyambut-Nya dengan baik, yang menjamu-Nya ketika Ia berkunjung: “Aku akan membalas kebaikanmu. Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Janji itu diulangi lagi (ay. 14). Demikianlah, janji-janji tentang Mesias sering diulangi di dalam Perjanjian Lama, untuk menguatkan iman umat Allah. Hati kita lambat untuk percaya, karenanya janji itu perlu diulangi baris demi baris supaya kita bisa percaya. Janji inilah yang dikutip oleh Rasul Paulus (Rm. 9:9), bahwa oleh karena janji inilah Ishak lahir. Perhatikanlah,

    1. Berkat yang sama yang diperoleh orang lain dari pemeliharaan yang umum, diperoleh orang percaya melalui janji, sehingga menjadikan janji itu sangat indah dan pasti.
    2. Keturunan rohani Abraham berutang pada janji tersebut atas kehidupan, sukacita, pengharapan dan segala sesuatu yang mereka miliki. Mereka dilahirkan oleh firman Allah (1Ptr. 1:23).

Sara beranggapan bahwa berita ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, sehingga hatinya tidak bisa percaya: tertawalah Sara dalam hatinya (ay. 12). Tawa itu bukanlah tawa bahagia karena iman, seperti tawa Abraham (17:17), melainkan tawa karena ragu dan tidak percaya. Perhatikan, tindakan yang sama bisa dilakukan dengan sikap yang sangat berbeda, sehingga hanya bisa dibedakan oleh Allah, yang mengenal hati manusia. Alasan yang tidak bisa diterima Sara adalah usianya: “Aku sudah layu, dan sudah lewat masa suburku, apalagi sejauh ini aku mandul, sedangkan (yang menjadikannya semakin sulit), tuanku sudah tua.” Perhatikan di sini:

    1. Sara menyebut Abraham sebagai tuannya. Itu merupakan satu-satunya kata yang baik di dalam ucapan ini. Dan Roh Kudus memperhatikan kata-katanya itu untuk menghormati dia, dan menganjurkan hal itu untuk diteladani oleh para istri Kristen. Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (1Ptr. 3:6), sebagai tanda rasa hormat dan penundukan diri. Begitulah seharusnya seorang istri menghormati suaminya (Ef. 5:33). Demikian pulalah seharusnya kita siap memperhatikan apa yang dikatakan dengan jelas dan baik, untuk menghormati orang yang mengucapkannya. Meskipun perkataan itu bercampur dengan perkataan yang tidak benar, kita bisa menutupi perkataan yang tidak benar itu dengan kasih.
    2. Kemustahilan manusia kerap kali bertentangan dengan janji ilahi. Hal-hal yang bertentangan dengan akal cenderung menjatuhkan dan membingungkan iman yang lemah, sekalipun itu iman orang percaya yang sungguh-sungguh. Merupakan hal yang sulit untuk berpegangan pada Sebab Pertama, ketika sebab-sebab kedua menampakkan ketidaksetujuan.
    3. Bahkan ketika ada iman yang sejati, masih sering ada pertentangan sengit dengan ketidakpercayaan. Sara dapat berkata, Tuhan, aku percaya (Ibr. 11:11), tetapi juga harus mengatakan, Tuhan, tolong angkat ketidakpercayaanku.


* Malaikat mengecam ungkapan ketidakpercayaan Sara yang tidak pantas (ay. 13-14). Perhatikanlah,

    1. Meskipun ketika itu Sara dengan sangat ramah dan murah hati menjamu para malaikat ini, namun, sewaktu ia melakukan kekeliruan, mereka menegurnya karena hal itu, sebagaimana Kristus menegur Marta di dalam rumahnya sendiri (Luk. 10:40-41). Jika teman-teman kita berbuat baik kepada kita, maka kita tidak boleh bertindak begitu jahat dengan membiarkan mereka berbuat dosa.
    2. Allah memberikan teguran ini kepada Sara melalui Abraham, suaminya. Kepada Abraham Allah berkata, “Mengapakah Sara tertawa?” Mungkin Abraham belum memberi tahu Sara tentang janji yang telah diberikan kepadanya beberapa waktu sebelumnya mengenai hal ini. Seandainya ia telah menyampaikan berita itu kepada Sara berikut penjelasannya, Sara tidak akan begitu terkejut seperti sekarang. Atau, Abraham diberi tahu tentang teguran itu supaya ia menegur Sara. Apabila perlu dilakukan, maka saling menegur merupakan salah satu tugas suami-istri.
    3. Teguran itu sendiri jelas, dan didukung oleh alasan yang baik, “ Mengapakah Sara tertawa?” Perhatikan, adalah baik untuk menanyakan alasan mengapa kita tertawa, supaya tawa kita tidak menjadi tawa yang bodoh (Pkh. 7:6). “Mengapakah aku tertawa?” Sekali lagi, ketidakpercayaan kita merupakan penghinaan besar terhadap Allah di sorga. Dengan adil Ia menganggapnya sebagai kejahatan jika janji-Nya dikatakan tidak masuk akal, seperti dalam Lukas 1:18.
    4. Di sini terdapat sebuah pertanyaan yang cukup untuk menjawab semua penolakan yang berasal dari daging dan darah: Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? (Ibr.: terlalu luar biasa), artinya,
        (1) Adakah sesuatu yang terlalu rahasia sehingga lolos tanpa sepengetahuan-Nya? Tidak ada. Bahkan termasuk tawa Sara, meskipun itu dilakukannya di dalam hatinya. Atau,
        (2) Adakah sesuatu yang terlalu sulit, sehingga melampaui kekuatan-Nya? Tidak ada, sekalipun untuk memberikan anak kepada Sara dalam usianya yang lanjut.

* Dengan bodoh Sara berusaha menutupi kesalahannya (ay. 15). Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” mengira tidak ada yang dapat membantahnya. Sara mengucapkan dusta ini, karena ia takut. Namun sia-sia saja berusaha menyembunyikannya dari mata Tuhan yang sanggup melihat segala sesuatu. Dengan penuh rasa malu, ia diberi tahu, “Tidak, memang engkau tertawa!” Perhatikan,

    1. Agaknya, di dalam diri Sara, ketidakpercayaan itu berganti menjadi percaya. Dengan melihat keadaan seluruhnya, sekarang ia menyadari, bahwa itu adalah janji ilahi yang dinyatakan tentang dirinya. Oleh sebab itu, dia menarik kembali seluruh pemikirannya yang tidak percaya dan ragu-ragu terhadap hal tersebut. Namun demikian,
    2. Dia masih mencoba melakukan dosa untuk menutupi sebuah dosa dengan dusta. Berbuat dosa memang memalukan, tetapi menyangkal dosa itu lebih memalukan lagi, karena dengan demikian kita menambahkan salah kepada salah kita. Karena takut ditegur, sering kali kita jatuh ke dalam perangkap ini. Lihat Yesaya 57:11, Kepada siapa gerangan engkau takut, sehingga engkau berdusta? Namun kita menyesatkan diri sendiri jika kita berpikir untuk mengambil untung dari Allah. Dia sanggup dan akan membawa kebenaran kepada terang, sehingga kita menjadi malu. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, karena akan tiba harinya di mana pelanggarannya itu akan terungkap.


Ep. 2 Korint 13:5-13 (2 Korintus 13:5-13)
13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 13:6 Tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. 13:7 Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji. 13:8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. 13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. 13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Salam
13:11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! 13:12 Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13:13 (#13-#12b) Salam dari semua orang kudus kepada kamu.













NEXT:
Khotbah Minggu, 6 Agustus 2023 - SILEHONLEHON NI DEBATA DO SIPANGANON DOHOT SIINUMON (MAKANAN DAN MINUMAN ADALAH PEMBERIAN ALLAH) - Ev. Mateus 14:13-21 - Ep. Parjamita 3:11-15 - IX DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 23 Juli 2023 - MARHAPORSEAON JALA MAGODANG DIBAGASAN TUHAN I (BERIMAN DAN BERTUMBUH DI DALAM TUHAN) - Ev. Mateus 13:31-35 Ep. Psmen 86:1-11 - VII DUNG TRINITATIS

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Khotbah Minggu, 6 Agustus 2023 - SILEHONLEHON NI DEBATA DO SIPANGANON DOHOT SIINUMON (MAKANAN DAN MINUMAN ADALAH PEMBERIAN ALLAH) - Ev. Mateus 14:13-21 - Ep. Parjamita 3:11-15 - IX DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 23 Juli 2023 - MARHAPORSEAON JALA MAGODANG DIBAGASAN TUHAN I (BERIMAN DAN BERTUMBUH DI DALAM TUHAN) - Ev. Mateus 13:31-35 Ep. Psmen 86:1-11 - VII DUNG TRINITATIS

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de