BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 141724 kali

Download MP3 Music
Khotbah HKBP Minggu, 21 Juni 2015
MINGGU III SESUDAH TRINITATIS
Proper 7 (12)
1 Samuel 17:(1a, 4-11, 19-23), 32-49 dan
Maz 9:9-20 or 1 Samuel 17:57-18:5, 18:10-16
dan Maz 133 Job 38:1-11 dan
Maz 107:1-3, 23-32
2 Kor 6:1-13 Markus 4:35-41


2 Kor 6:1-13
Penjelasan:
* JANGAN MEMBUAT MENJADI SIA-SIA KASIH KARUNIA ALLAH. Nas : 2Kor 6:1
Pastilah Paulus mempercayai bahwa seorang percaya dapat menerima kasih karunia Allah dan mengalami keselamatan (ayat 2Kor 6:2), tetapi sesudah itu, karena kecerobohan rohani atau dosa yang disengaja, dia meninggalkan iman dan kehidupan di dalam Injil lalu terhilang lagi. Semua orang harus didorong untuk diperdamaikan dengan Allah dan menerima kasih karunia-Nya (2Kor 5:20). Mereka yang menerima kasih karunia Allah harus didorong untuk tidak membuat kasih karunia itu menjadi sia-sia (bd. ayat 2Kor 6:14-18).

* DALAM PENDERITAAN ... KESUKARAN. Nas : 2Kor 6:4
Lihat cat. --> 2Kor 11:23[atau ref. 2Kor 11:23]
mengenai penderitaan Paulus.

* ORANG MISKIN. Nas : 2Kor 6:10
Memang tidak bertentangan dengan Injil, jikalau seorang Kristen yang benar-benar membaktikan diri akan miskin dalam hal keuangan. Paulus menyatakan bahwa dia hanya memiliki sedikit dari harta dunia ini, namun sebagai hamba Allah dia telah memperkaya banyak orang secara rohani (bd. 2Kor 8:9; Kis 3:1 dst.; Ef 3:8).


Markus 4:35-41
Penjelasan:
Kristus dan Murid-murid-Nya di Tengah Angin Ribut (4:35-41)

    Mujizat yang dilakukan Kristus untuk menolong murid-murid-Nya dengan meredakan angin ribut, juga tercatat dalam Injil Matius (Mat. 8:23 dst.), tetapi di sini hal itu dikisahkan dengan lebih lengkap. Perhatikanlah:

        . Peristiwa itu terjadi pada hari yang sama ketika Ia memberitakan Firman dari atas sebuah perahu, waktu hari sudah petang (ay. 35). Setelah bekerja seharian memberitakan Firman dan mengajar, bukannya beristirahat, Ia malah tetap membuka diri-Nya bagi murid-murid-Nya, karena Ia mau mengajarkan kita agar jangan selalu memikirkan istirahat melulu sampai kita masuk ke sorga. Akhir kerja keras mungkin saja bisa merupakan awal suatu goncangan. Namun perhatikanlah, perahu yang dipakai Kristus sebagai mimbar ada di bawah perlindungan-Nya, dan meskipun dalam bahaya, tetapi tidak dapat tenggelam. Apa yang digunakan untuk Kristus akan dipelihara-Nya secara istimewa.
        . Ia sendiri yang mengajak menyeberang danau pada malam hari itu, karena Ia tidak mau kehilangan waktu, Marilah kita bertolak ke seberang, sebab kita akan tahu, di pasal berikut, bahwa ada yang harus dikerjakan-Nya di seberang sana. Kristus berjalan keliling sambil berbuat baik, dan tidak ada kesulitan yang bisa menghalangi-Nya. Oleh karena itu, kita harus melayani Dia dan generasi kita dengan tekun sesuai kehendak-Nya.
        . Mereka tidak berangkat sebelum menyuruh orang banyak itu pergi, artinya, sebelum memberikan setiap orang apa yang mendorong mereka datang, serta menjawab semua pertanyaan mereka. Tidak seorang pun disuruh-Nya pulang dengan mengeluh bahwa kedatangan mereka sia-sia. Dengan kata lain, mereka disuruh pergi dengan berkat yang khidmat, karena Kristus datang ke dalam dunia ini bukan hanya untuk mengabarkan firman saja, tetapi juga untuk memerintahkan, dan memberikan berkat.
        . Mereka membawa Dia berangkat seadanya [KJV: took Him as He was], artinya, Ia masih memakai pakaian yang sama yang digunakan-Nya ketika memberitakan firman tadi, tanpa mengenakan baju luar untuk membungkus diri, yang seharusnya Ia kenakan agar tetap merasa hangat ketika melintasi danau di waktu malam, apalagi setelah berkhotbah. Di sini kita tidak boleh menyimpulkan bahwa kita tidak perlu memerhatikan kesehatan kita, tetapi supaya kita belajar untuk tidak terlampau memanjakan dan memperhatikan secara berlebihan tubuh jasmani kita.
        . Taufan itu begitu dahsyat, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air (ay. 37). Bukan karena perahu itu bocor, tetapi sebagian mungkin disebabkan oleh hujan, karena kata yang digunakan di sini menunjukkan arti badai angin yang disertai hujan. Ditambah lagi dengan ukurannya yang kecil, ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Perhatikanlah, bukan merupakan hal yang baru lagi bahwa perahu itu selalu berada dalam keadaan tergesa-gesa dan terancam bahaya, karena seperti itulah keadaan perahu yang mengangkut Kristus dan murid-murid-Nya, Kristus dan Nama-Nya serta Injil-Nya.
        . Ada perahu-perahu lain juga yang menyertai Dia (ay. 36). Tidak diragukan lagi, perahu-perahu itu juga menghadapi tekanan dan bahaya yang sama. Mungkin perahu-perahu kecil yang lain ini mengangkut mereka yang sangat ingin pergi bersama Kristus untuk mendapat manfaat dari pengajaran dan mujizat-Nya di seberang lain. Orang banyak itu pergi pulang ketika Ia bertolak ke danau, tetapi ada beberapa di antara mereka yang berusaha tetap bersama Dia menyeberang danau. Mereka yang mengikuti Anak Domba itu dengan benar, yang mengikut Dia ke mana pun Ia pergi, dan mereka yang mengharapkan kebahagiaan di dalam Kristus, harus bersedia mencari kesempatan bersama Dia, dan menanggung risiko yang sama seperti yang Ia jalani. Bersama Kristus orang bisa berlayar dengan berani dan gembira meskipun mungkin ada kemungkinan badai akan datang.
        . Kristus sedang tidur di tengah angin ribut ini. Di sini kita membaca bahwa Yesus sedang tidur di buritan, tempat juru mudi berada, Ia berbaring dekat kemudi untuk menunjukkan bahwa, seperti diungkapkan George Herbert:

Ketika angin dan gelombang menyergap lunas kapalku,
Ia melindungi, Ia memegang roda kemudi,
Meskipun kapal tampak hampir terbalik.
Badai adalah kemenangan karya-Nya;
Meskipun Ia memejamkan mata, namun bukan hati-Nya.

        Di situ Ia tidur di atas sebuah tilam. Sebuah tilam yang menjadi kelengkapan di atas perahu nelayan pada umumnya. Ia tidur untuk menguji iman murid-murid-Nya dan mendorong mereka menaikkan doa. Dari ujian itu tampaklah bahwa iman mereka lemah, sedangkan doa mereka kuat. Perhatikanlah, kadang-kadang ketika gereja sedang dilanda angin ribut, Kristus tampak seolah-olah sedang tidur, tidak peduli dengan kesulitan umat-Nya, tidak mengindahkan doa-doa mereka, dan tidak hadir sebagai penolong mereka. Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri (Yes 45:15). Tetapi, apabila Ia berlambat-lambat, Ia tidak akan bertangguh (Hab. 2:3); jadi ketika Ia tidur, sebenarnya Ia tidak tidur; sesungguhnya tidak akan terlelap dan tertidur Penjaga Israel (Mzm. 121:3-4); Ia tidur, tetapi hati-Nya bangun, bagaikan seorang suami terhadap istrinya (Kid. 5:2).

        . Murid-murid-Nya menguatkan diri dengan kehadiran-Nya bersama mereka. Mereka memutuskan itulah cara terbaik untuk meningkatkan, mendekati, dan menggunakan dayung doa, bukannya segala macam dayung lainnya. Keyakinan mereka bertumpu atas hal ini, bahwa Guru mereka ada bersama mereka. Dan sebuah perahu yang ada Kristus di dalamnya, meskipun diombang-ambingkan gelombang, tidak akan tenggelam; semak duri yang ada Allah di dalamnya, meskipun menyala, tidak akan dimakan api. Pernah sang Kaisar Romawi memberikan semangat kepada nakhoda kapal yang membawanya berlayar dengan ungkapan ini, Cęsarem vehis, et fortunam Cęsaris -- Ada Caesar dan keberuntungannya bersamamu di kapal ini. Demikianlah, murid-murid membangunkan Kristus. Kalau bukan karena kebutuhan yang mendesak, mereka tidak akan mengguncang-guncang atau membangunkan Guru mereka sebelum diingini-Nya (Kid. 2:7). Tetapi mereka tahu Ia akan memaafkan mereka atas kesalahan ini. Sekalipun Kristus tampak seolah-olah sedang tidur di tengah angin ribut, Ia akan terbangun oleh doa umat-Nya. Bila kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, mata kita harus tertuju kepada-Nya (2Taw. 20:12). Dengan demikian, kita mungkin kehabisan akal budi kita, tetapi tidak mungkin kita kehabisan iman kita, bila kita memiliki seorang Juruselamat yang bisa kita datangi seperti ini. Ucapan mereka kepada Kristus diungkapkan dengan sangat tegas di sini, "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Jelas bagi saya ungkapan ini terdengar agak kasar, lebih menyerupai teguran mereka terhadap-Nya karena tidur daripada permohonan mereka agar Dia bangun. Saya tidak melihat alasan untuk sikap ini selain bahwa karena mereka ini sudah dibuat oleh-Nya menjadi sangat akrab dengan Dia, menjadi bebas bergaul, dan ditambah lagi dengan kepanikan mereka dalam keadaan itu, akhirnya mereka tidak sadar mengenai apa yang mereka katakan. Mereka menyalahkan Kristus dengan menuduh bahwa Ia tidak peduli akan umat-Nya yang sedang mengalami kesusahan. Tetapi tidak demikianlah halnya, karena Ia tidak ingin seorang pun binasa, lebih-lebih seorang dari anak-anak-Nya (Mat. 18:14).
        . Kata-kata perintah yang dipakai Kristus untuk menghardik angin ribut itu. Kata-kata ini ada dalam Injil Markus tetapi tidak ada dalam Injil Matius (ay. 39). Ia berkata, Diam, tenanglah -- Siōpa, pephimōso -- teduhlah, diamlah. Biarlah angin berhenti menderu, dan ombak tidak lagi mengamuk. Demikianlah Ia meredakan deru lautan, deru gelombangnya. Ada penekanan khusus pada bunyi deru laut dan gelombang (Mzm. 65:8, dan 93:3-4). Deru itu sangat mengancam dan mengerikan, jadi biarlah kita tidak mendengarnya lagi. Ini adalah
            (1) Sebuah perkataan perintah kepada kita bahwa bila hati kita yang jahat sama seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tenang (Yes. 57:20), bila nafsu kita bergelora dan tak terkendalikan, marilah kita ingat hukum Kristus dan berseru, "Diam, tenanglah." Jangan biarkan pikiranmu kacau, jangan bicara tidak karuan, tetapi tetaplah tenang.
            (2) Sebuah perkataan yang menghibur hati, bahwa meskipun badai kesulitan begitu keras, begitu kuat, Yesus Kristus mampu meredakannya dengan sepatah kata saja. Bila keadaan di luar penuh perjuangan, di dalam penuh ketakutan, dan roh diliputi kekacauan, Kristus mampu menciptakan puji-pujian damai. Bila Ia berkata, "Diam, tenanglah," maka keadaan akan menjadi teduh sekali. Perkataan ini diucapkan sebagai hak khusus Allah untuk memerintah laut (Yer. 31:35). Melalui semuanya ini Kristus membuktikan diri-Nya sebagai Allah. Ia, yang menciptakan lautan, mampu membuat lautan menjadi teduh.
        0. Teguran Kristus atas ketakutan mereka diceritakan lebih mendalam daripada yang tertulis dalam Injil Matius. Dalam Matius dikatakan, "Mengapa kamu takut?" Di Markus sini tertulis, "Mengapa kamu begitu takut?" Meskipun ada saja penyebab untuk merasa takut, tetapi janganlah menjadi begitu ketakutan seperti ini. Di Matius tertulis, "Kamu yang kurang percaya." Di sini, "Mengapa kamu tidak percaya?" Bukan karena murid-murid itu tidak beriman. Tidak, mereka percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, namun pada saat ini ketakutan mereka begitu kuat sehingga mereka tampak seakan tidak beriman sama sekali. Iman mereka benar-benar tidak bekerja ketika mereka punya kesempatan untuk membuktikannya, jadi seolah-seolah mereka tidak beriman. "Bagaimana mungkin dalam masalah ini kalian tidak memiliki iman sehingga berpikir bahwa Aku tidak bisa datang untuk melepaskan kalian pada waktunya?" Mereka yang meragukan iman mereka, yang terlena dengan pikiran bahwa Kristus tidak akan peduli meskipun umat-Nya binasa, akan dianggap jahat oleh Kristus.
        Terakhir, kesan yang ditinggalkan mujizat ini dalam diri murid-murid diungkapkan secara berbeda di sini. Di dalam Injil Matius dikatakan, heranlah orang-orang itu; di sini dikatakan, mereka menjadi sangat takut. Mereka luar biasa sangat takut, begitu maksud teks aslinya. Sekarang sifat ketakutan mereka diluruskan oleh iman mereka. Ketakutan mereka akan angin dan gelombang itu diperlukan untuk menunjukkan bagaimana seharusnya mereka bersikap kepada Kristus. Sekarang setelah mereka melihat pertunjukan kuasa-Nya atas angin dan gelombang, mereka menjadi kurang takut terhadap angin dan gelombang tetapi bertambah takut terhadap Dia. Mereka takut jangan-jangan mereka telah menyakiti Kristus oleh ketidakpercayaan mereka, sehingga sekarang mereka belajar untuk menghormati-Nya. Mereka merasa takut akan kuasa dan amarah Sang Pencipta di dalam angin ribut, dan ketakutan mereka itu mengandung penderitaan sekaligus kekaguman di dalamnya. Tetapi sekarang, mereka takut akan kuasa dan anugerah Sang Penebus dalam keheningan. Mereka takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya, dan ketakutan mereka itu mengandung kesenangan hati dan kepuasan di dalamnya. Oleh karena itu, mereka memberikan kemuliaan kepada Kristus, seperti yang dilakukan para pelaut setelah membuang Yunus ke laut, ketika laut berhenti mengamuk, mereka menjadi sangat takut kepada Tuhan lalu mempersembahkan korban sembelihan kepada Tuhan (Yun. 1:16). Korban ini mereka persembahkan untuk memuliakan Kristus, dengan berkata, "Siapa gerangan orang ini? Pasti lebih dari manusia biasa, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya."












NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 28 Juni 2015 MINGGU IV SESUDAH TRINITATIS Kor 8:7-15


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 14 Juni 2015 MINGGU II SESUDAH TRINITATIS Proper 6 (11) - 2 Kor 5:6-10, (11-13), 14-17 Mark 4:26-34


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP
(32)
1 Korintus 12:6 (1)
1 Korintus 4:5 (1)
1 Petrus 1:3 (1)
1 Petrus 5:10 (1)
1 Raja-raja 8:29 (1)
1 Samuel 14:6 (1)
1 Samuel 16:7b (1)
1 Samuel 2:1-10 (1)
1 Tesalonika 4:17-18 (1)
1 Tesalonika 5:17 (1)
1 Tesalonika 5:18 (1)
1 Timotius 4:12 (1)
1 Timotius 4:16 (1)
1 Yohanes 1:3 (1)
2 Kor 12:2-10 (1)
2 Kor 4:13-5:1 (1)
2 Kor 5:6-10 (1)
2 Raja-Raja 5:17 (1)
2 Samuel 15:26 (1)
2 Tawarikh 18:4 (1)
2 Tes 3:16 (1)
2 Timotius 4:17 (1)
Amsal 16:33 (1)
Amsal 20:9 (1)
Amsal 4:7 (1)
Bilangan 14:19 (1)
Efesus 2:14 (1)
Efesus 4:1-16 (1)
Efesus 5:19 (1)
Efesus 6:13 (1)
Epesus 3:14-21 (1)
Filipi 1:6 (1)
Filipi 2:27 (1)
Filipi 4:19 (1)
Filipi 4:5 (1)
Galatia 4:14 (1)
Galatia 5:13 (1)
Ibrani 12:15 (1)
Ibrani 13:7 (1)
Kejadian 12:4 (1)
Kejadian 16:13 (1)
Kejadian 24:7 (1)
Kis 10:44-48 (1)
Kis 1:1-11 (1)
Kis 2:1-21 (1)
Kisah Para Rasul 10:28 (1)
Kisah Para Rasul 17:27 (1)
Kisah Para Rasul 4:5-12 (1)
Kisah Para Rasul 6:1-15 (1)
Kisah Para Rasul 8:26-40 (1)
Kisah Para Rasul 9:3-4 (1)
Kisah Rasul 11:23 (1)
Kolose 1:12 (1)
Kolose 3:17 (1)
Kor 8:7-15 (1)
Lukas 15:20b (1)
Lukas 18:7 (1)
Lukas 19:2-3 (1)
Lukas 1:30 (1)
Lukas 1:39-45 (1)
Lukas 1:51-52 (1)
Lukas 1:68 (1)
Lukas 21:25-36 (1)
Lukas 3:1-6 (1)
Lukas 3:7-18 (1)
Mark 10:2-16 (1)
Mark 12:28-34 (1)
Mark 6:14-29 (1)
Markus 10:17-31 (1)
Markus 10:35-45 (1)
Markus 10:46-52 (1)
Markus 13:1-8 (1)
Markus 4:38 (1)
Markus 5:36 (1)
Markus 6:30-34, 53-56 (1)
Markus 9:38-50 (1)
Matius 10:30-31 (1)
Matius 14:19-20 (1)
Matius 25:31-32 (1)
Matius 25:35-36 (1)
Matius 5:11 (1)
Matius 5:16 (1)
Matius 5:45 (1)
Matius 5:9 (2)
Matius 6:13 (1)
Mazmur 100:2 (1)
Mazmur 102:25 (1)
Mazmur 118:25 (1)
Mazmur 119:2 (1)
Mazmur 121:5-6 (1)
Mazmur 135:14 (1)
Mazmur 139:5 (1)
Mazmur 147:3 (1)
Mazmur 148:7,12 (1)
Mazmur 14:3 (1)
Mazmur 17:7 (1)
Mazmur 25:12 (1)
Mazmur 25:5 (1)
Mazmur 33:11 (1)
Mazmur 34:8 (1)
Mazmur 89:16-27 (1)
Mazmur 97:10 (1)
Ratapan 3:25 (2)
Roma 10:14 (1)
Roma 11:33 (1)
Roma 12:2 (1)
Roma 5:20 (1)
Roma 5:3-4 (1)
Roma 7:24-25 (1)
Roma 8:8 (1)
Ulangan 11:7 (1)
Ulangan 18:10,12 (1)
Ulangan 28:1a,6 (1)
Ulangan 6:1-2 (1)
Ulangan 6:6-7 (1)
Wahyu 11:15 (1)
Wahyu 16:7 (1)
Wahyu 21:6 (1)
Wahyu 3:8 (1)
Yakobus 1:19 (1)
Yakobus 5:13 (1)
Yakobus 5:8 (1)
Yehezkiel 11:19 (1)
Yehezkiel 34:2 (1)
Yehezkiel 37:14 (1)
Yehezkiel 37:26 (1)
Yeremia 10:6 (1)
Yeremia 29:13-14 (1)
Yeremia 2:27 (1)
Yeremia 31:8 (1)
Yeremia 32:19 (1)
Yeremia 9:23-24 (1)
Yesaya 2:11 (1)
Yesaya 40:29 (1)
Yesaya 45:15 (1)
Yesaya 52:10 (1)
Yesaya 53:11 (1)
Yesaya 53:5 (1)
Yesaya 54:8 (1)
Yesaya 66:2 (1)
Yesaya 9:1-6 (1)
Yoel 2:13 (1)
Yohanes 14:6 (1)
Yohanes 15:14 (1)
Yohanes 18:33-37 (1)
Yohanes 1:1-14 (1)
Yohanes 3:13-17 (1)
Yohanes 3:14 (1)
Yohanes 6:25, 41-51 (1)
Yohanes 6:37 (1)
Yohanes 6:51-58 (1)
Yohanes 6:56-69 (2)
Yohanes 8:12-19 (1)
Yosua 24:24 (1)
Yosus 24:14 (1)
Yunus 2:8 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 28 Juni 2015 MINGGU IV SESUDAH TRINITATIS Kor 8:7-15


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 14 Juni 2015 MINGGU II SESUDAH TRINITATIS Proper 6 (11) - 2 Kor 5:6-10, (11-13), 14-17 Mark 4:26-34

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de