BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 8153 kali

Download MP3 Music
Minggu, 21 Agustus 2016
Proper 16 (21)
Jeremiah 1:4-10 and Psalm 71:1-6
Isaiah 58:9b-14 and Psalm 103:1-8
Hebrews 12:18-29

Lukas 13:10-17
Menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 13:11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 13:12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." 13:13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 13:14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." 13:15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 13:16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" 13:17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Penjelasan:
* Perempuan yang Sakit Disembuhkan

    Di sini terdapat:
    I. Mujizat kesembuhan yang dialami seorang perempuan yang sudah lama dirasuk roh sehingga ia sakit. Yesus Tuhan kita menghabiskan hari-hari Sabat-Nya di rumah ibadat (ay. 10). Kita pun harus berusaha membangun kesadaran untuk berbuat demikian, ketika ada kesempatan, dan jangan berpikir bahwa kita dapat menghabiskan hari Sabat dengan sama baiknya di rumah dengan membaca buku yang bagus; sebab pertemuan ibadat adalah ketetapan ilahi, dan kita harus memberi kesaksian mengenainya, walaupun hanya kepada dua atau tiga orang. Ketika Ia berada di rumah ibadat pada hari Sabat, Ia sedang mengajar di sana -- en didaskon. Perkataan ini menunjukkan suatu tindakan yang dilakukan terus-menerus. Ia masih mengajarkan pengetahuan kepada orang banyak. Ketika Kristus sedang mengajar, Ia melakukan sesuatu yang memang sudah menjadi bawaan-Nya. Nah, untuk menguatkan ajaran yang disampaikan-Nya, dan untuk menyuguhkannya sebagai suatu ajaran yang benar dan patut diterima sepenuhnya, Ia mengadakan suatu mujizat, mujizat yang timbul dari belas kasihan.
        . Orang yang menjadi sasaran belas kasihan itu adalah seorang perempuan di rumah ibadat yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit (ay. 11). Ia mempunyai suatu penyakit yang atas seizin Allah ditimpakan kepadanya oleh roh jahat. Penyakit itu sedemikian rupa sampai membuat punggungnya bungkuk karena sawan yang parah, dan ia tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Karena sudah sedemikian lama, penyakit itu pun tidak dapat disembuhkan lagi. Dia tidak dapat berdiri tegak, yang merupakan posisi tubuh yang membuat manusia lebih mulia dari binatang. Lihatlah, ia sedang menderita penyakit yang membuat tubuhnya menjadi sangat rusak dan menjadikannya tampak hina. Dan bukan itu saja, penyakit ini membuatnya merasa sangat sakit ketika bergerak. Sekalipun demikian, ia toh tetap saja pergi ke rumah ibadat pada hari Sabat. Perhatikanlah, bahkan penyakit-penyakit tubuh, asalkan memang tidak terlalu parah, tidaklah boleh menghalang-halangi kita untuk menghadiri ibadah bersama pada hari Sabat, sebab Allah dapat menolong kita jauh melebihi apa yang dapat kita harapkan.
        . Dengan menawarkan kesembuhan kepada orang yang tidak memintanya, ini menunjukkan belas kasihan dan anugerah Kristus yang mau bertindak bahkan sebelum kita sendiri meminta dari Dia: Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia (ay. 12). Tidak tampak bahwa perempuan itu menyampaikan suatu permohonan apa pun kepadanya, atau mengharapkan suatu hal apa pun dari-Nya. Namun demikian sebelum dia memanggil, Kristus sudah menjawab. Perempuan itu datang kepada-Nya untuk diajar, dan untuk mendapatkan suatu hal yang baik bagi jiwanya, dan Kristus memberikan kelegaan kepadanya atas penyakit tubuhnya ini. Perhatikanlah, orang yang pertama-tama dan terutama memperhatikan jiwanya adalah orang yang dengan benar memedulikan kepentingan-kepentingan tubuhnya yang sesungguhnya, sebab semuanya itu akan ditambahkan kepadanya. Kristus dalam Injil-Nya memanggil dan mengundang orang-orang yang sedang menderita penyakit rohani untuk datang kepada-Nya agar disembuhkan, dan jika Ia yang memanggil kita, maka pastilah Ia akan menolong kita pada saat kita datang kepada-Nya.
        . Kesembuhan yang segera terjadi dengan berhasil itu menunjukkan kuat kuasa-Nya. Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan berkata, "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh. Meskipun engkau sudah lama menderita karena pernyakitmu itu, engkau kini bebas darinya." Karena itu, bagi yang mempunyai penyakit yang sudah mendarah daging dan sudah bertahun-tahun menderita karenanya, janganlah berputus asa. Allah sanggup membebaskan mereka pada akhirnya, meskipun mereka harus bersedia menunggu-nunggu saat-Nya. Sekalipun yang mencengkeram perempuan itu adalah roh yang membuat ia sakit, suatu roh jahat, Kristus mempunyai kuasa yang melebihi kuasa Iblis itu, Ia lebih kuat darinya. Meskipun ia tidak dapat berdiri lagi dengan tegak, Kristus dapat menegakkannya dan memampukan dia untuk menegakkan dirinya sendiri. Ia yang dulunya bungkuk kini ditegakkan, dan dengan demikian genaplah apa yang dikatakan Kitab Suci (Mzm. 146:8): TUHAN menegakkan orang yang tertunduk. Penyembuhan ini melambangkan pekerjaan anugerah Kristus dalam jiwa-jiwa manusia:
            (1) Dalam pertobatan para pendosa. Hati yang tidak kudus berada di bawah kuasa roh sakit-penyakit seperti ini. Hati menjadi rusak, semua fungsi dan kemampuannya tidak berfungsi dengan baik. Hati ditundukkan mengikuti perkara-perkara di bawah. O curvę in terram animę! Hati sama sekali tidak dapat tegak dengan kekuatan sendiri menghadap Allah dan sorga. Bengkoknya jiwa dalam kodratnya yang rusak itu telah membuat jiwa itu mengarah jauh dari Allah. Jiwa-jiwa yang bungkuk seperti itu tidak akan mencari Kristus. Namun demikian, Ia memanggil mereka kepada-Nya, meletakkan tangan kuasa dan anugerah-Nya atas mereka, mengucapkan kata-kata kesembuhan kepada mereka, dan dengan begitu Ia membebaskan mereka dari penyakit, menegakkan jiwa mereka, membuatnya tertib kembali, membawanya naik mengatasi perkara-perkara duniawi, dan mengarahkan segala perasaan dan tujuannya ke sorga. Meskipun manusia tidak dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan Allah (Pkh. 7:13), anugerah Allah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan dosa.
            (2) Dalam penghiburan orang-orang benar. Banyak anak Allah sudah lama berada di bawah kuasa roh sakit penyakit, roh perbudakan. Melalui dukacita dan ketakutan yang merajalela, jiwa mereka tertekan dan gelisah dalam diri mereka, mereka kebingungan, mereka terbungkuk-bungkuk, sangat tertunduk, dan sepanjang hari mereka berjalan dengan dukacita (Mzm. 38:7). Namun Kristus, melalui Roh-Nya yang menjadikan kita anak-anak Allah, membebaskan mereka dari sakit penyakit ini pada waktu yang tepat, dan menegakkan mereka kembali.
        . Dampak dari kesembuhan ini pada jiwa sekaligus tubuh perempuan yang sakit pada waktu itu. Ia langsung memuliakan Allah, memuji Dia yang layak menerima segala pujian atas kesembuhannya ini. Ketika jiwa-jiwa yang bungkuk ditegakkan, mereka akan menunjukkannya dengan memuliakan Allah.
    II. Pelanggaran yang dituduhkan kepala rumah ibadat kepada Yesus atas peristiwa penyembuhan ini, seolah-olah Yesus Tuhan kita telah melakukan suatu kejahataan yang sangat keji dengan menyembuhkan perempuan malang ini. Dia gusar karenanya, sebab hal itu terjadi pada hari Sabat (ay. 14). Orang mungkin berpikir bahwa mujizat itu pasti akan meyakinkan hatinya, sekalipun terjadi pada hari Sabat. Namun seberapa pun terang dan kuatnya cahaya bersinar, roh kefanatikan dan permusuhan akan tetap menutup mata orang dari Kristus dan Injil-Nya. Belum pernah rumah ibadat yang dipimpinnya ini diberi kehormatan sedemikian rupa seperti yang diberikan Kristus sekarang, namun demikian ia merasa gusar karenanya. Ia memang tidak berbuat kurang ajar sampai bertengkar dengan Kristus, namun ia berkata kepada orang banyak, sambil menyinggung Kristus, "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Lihatlah bagaimana ia meremehkan mujizat-mujizat yang diadakan Kristus, seolah-olah semua mujizat itu hanyalah hal-hal yang biasa terjadi dan tidak lebih dari apa yang biasa dilakukan dukun atau tukang obat setiap hari: "Datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan." Dalam pandangan matanya, penyembuhan-penyembuhan yang diadakan Kristus telah menjadi suatu hal yang biasa dan murahan. Lihat juga bagaimana dia menafsirkan hukum Taurat melebihi apa yang sebenarnya dimaksudkan, atau menambah-nambahkan kehendaknya sendiri ke dalamnya, dengan memandang bahwa penyembuhan atau disembuhkan dengan jamahan tangan, atau dengan kata-kata yang diucapkan, merupakan suatu pekerjaan yang dilarang pada hari Sabat. Kesembuhan ini jelas merupakan pekerjaan Allah. Selain itu, ketika Allah mengikat kita untuk tidak bekerja pada hari Sabat, apakah Dia juga mengikat diri-Nya sendiri? Kata Ibrani yang sama (khesed) mencakup arti saleh maupun berbelas kasihan, yang menunjukkan bahwa pekerjaan belas kasihan dan kasih atau amal itu keduanya berkenan kepada Allah (1Tim. 5:4), dan karena itu sangat pantas untuk dilakukan pada hari Sabat.
    III. Pembenaran Kristus terhadap diri-Nya sendiri atas apa yang telah diperbuat-Nya (ay. 15): Tetapi Tuhan menjawab dia, seperti jawaban-jawaban-Nya kepada orang lain yang juga mengecam-Nya dengan cara yang serupa, "Hai orang-orang munafik." Kristus, yang mengetahui hati manusia, bisa menyebut orang munafik, tetapi lancanglah kita kalau sampai melakukannya. Kita harus menghakimi dengan kasih dan demi tujuan baik, dan hanya bisa menghakimi menurut apa yang tampak dari luarnya saja. Kristus tahu bahwa kepala rumah ibadat itu benar-benar memusuhi Dia dan Injil-Nya, bahwa ia hanya menutup-nutupinya dengan berpura-pura menghormati hari Sabat, dan bahwa ketika ia meminta orang banyak untuk datang pada salah satu dari enam hari itu untuk disembuhkan, ia sebenarnya tidak ingin mereka disembuhkan pada hari apa pun juga. Kristus bisa saja mengatakan hal ini kepadanya, namun Ia lebih memilih untuk menjelaskan permasalahan ini kepadanya; dan,
        . Ia memintanya untuk melihat kebiasaan orang Yahudi, yang tidak pernah dilarang, dalam memberi minum hewan ternak mereka pada hari Sabat. Hewan ternak yang dikurung di dalam kandang biasanya dilepas dari kandangnya pada hari Sabat, dan dibawa ke tempat minuman. Sungguh keterlaluan jika mereka tidak melakukannya, sebab orang yang berbelas kasihan memperhatikan hidup hewannya, hewan miliknya yang melayaninya. Membiarkan hewan beristirahat dan berpuasa pada hari Sabat, seperti yang diperintahkan hukum, akan lebih buruk daripada menyuruh mereka bekerja, seperti hewan-hewan orang Niniwe pada hari mereka berpuasa, yang tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air (Yun. 3:7).
        . Ia menerapkan contoh ini pada permasalahan yang sedang terjadi (ay. 16): "Haruskah lembu dan keledai diberi belas kasihan pada hari Sabat, dan diberi begitu banyak waktu dan tenaga untuk diurus setiap hari Sabat, untuk dilepaskan dari kandang, dibawa ke tempat minuman yang mungkin jauh, dan kemudian dibawa kembali lagi ke kandang, sedangkan perempuan ini, tidak bolehkah ia, hanya dengan jamahan tangan dan ucapan kata-kata, dilepaskan dari penderitaannya yang jauh lebih dahsyat daripada yang dirasakan hewan ternak yang dikurung di dalam kandang seharian tanpa diberi minum? Sebab, coba pertimbangkan,"
            (1) "Dia ini seorang keturunan Abraham, bapa leluhur yang membuat kamu semua bangga karena kamu mempunyai hubungan kekerabatan dengannya. Dia ini saudarimu, jadi apakah dia tidak boleh menerima kebaikan yang kamu sendiri berikan kepada seekor lembu atau keledai, dengan sedikit tidak mengindahkan keketatan hukum pada hari Sabat itu, yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk ketat sedemikian rupa? Dia adalah seorang keturunan Abraham, dan karena itu berhak menerima berkat-berkat Mesias, menerima roti yang disediakan bagi anak-anak."
            (2) "Dia ini diikat oleh Iblis. Iblislah yang mendatangkan penderitaan itu kepadanya, dan karena itu menghancurkan kuasa Iblis dan mengobrak-abrik rancangannya bukan hanya merupakan suatu tindakan kasih kepada perempuan yang malang ini, melainkan juga suatu tindakan yang saleh kepada Allah."
            (3) "Dia sudah berada dalam kondisi yang mengenaskan ini selama, bayangkan, delapan belas tahun! Maka dari itu, karena sekarang ada kesempatan untuk membebaskannya, hal ini tidak boleh ditunda sehari lagi seperti yang kamu minta, sebab kamu semua pun pasti sependapat bahwa cukuplah sudah penderitaan delapan belas tahun itu."
    IV. Dampak berbeda yang ditimbulkan perkataan ini pada diri orang-orang yang mendengar-Nya. Sudah cukup jelas Kristus menjelaskan bahwa bukan hanya boleh, tetapi juga sangat pantas dan patut untuk menyembuhkan perempuan yang malang ini pada hari Sabat dan di tempat ibadat di depan umum seperti ini, supaya mereka semua bisa menjadi saksi atas mujizat itu.

    Sekarang perhatikanlah:

        . Bagaimana musuh-musuh-Nya yang berniat jahat menjadi kebingungan dibuatnya: waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu (ay. 17). Mereka dibungkamkan dan dikejutkan oleh perkataan-Nya, dan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun untuk membela diri. Perasaan malu yang mereka rasakan itu tidaklah mendatangkan pertobatan, melainkan sebaliknya, kegeraman. Perhatikanlah, cepat atau lambat semua orang yang memusuhi Kristus beserta segala ajaran dan mujizat-Nya akan dipermalukan.
        . Bagaimana peristiwa ini meneguhkan iman teman-teman-Nya: semua orang banyak, yang lebih sehat dalam memandang segala sesuatu, dan lebih adil dalam menilai dibandingkan para pemimpin, bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya. Rasa malu musuh-musuh-Nya adalah sukacita para pengikut-Nya. Kemajuan kepentingan-Nya membuat pihak yang satu kesal dan pihak yang lain bersorak-sorai. Perkara-perkara yang dilakukan Kristus adalah perkara yang mulia. Semuanya mulia, dan walaupun kemuliaannya itu sekarang tertutup oleh awan, kelak akan tampak dengan jelas, dan kita harus bersukacita di dalamnya. Segala sesuatu yang membawa kehormatan bagi Kristus membawa penghiburan bagi orang-orang Kristen.


Label:   Lukas 13:10-17 











NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 28 Agustus 2016 - Lukas 14:1, 7-14


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 14 Agustus 2016 - Ibrani 11:29--12:2


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 28 Agustus 2016 - Lukas 14:1, 7-14


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 14 Agustus 2016 - Ibrani 11:29--12:2

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de