BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1458 kali

Asa torop ma sian angka siseanna na umbegesa mandok: Hata na kasar do i; ise pabegebege i?

PESTA PARNINGOTAN ARI HANANAEK NI TUHAN YESUS
Tutup Langgatan : Na Bontar
Ev. Johannes 6:60-63
Ep. Heber 12:1-6
Topik: MANGHAPORSEAI JESUS NA MANAEK TU SURGO (MENGIMANI YESUS YANG NAIK KE SORGA)

Ev. Johannes 6:60-63   | Yohanes 6:60-63   | John 6:60-63
6:60 Asa torop ma sian angka siseanna na umbegesa mandok: Hata na kasar do i; ise pabegebege i?
6:61 Alai diboto Jesus ma di bagasan rohana, naung marmungutmungut angka siseanna siala hata i, jadi didok ma tu nasida: Tung ala ni i do hamu targasip?
6:62 Beha nama, anggo idaonmuna Anak ni jolma i manaek tu ingananna hian?
6:63 Tondi i do na pangoluhon; ndang marguna anggo daging i. Angka hata naung huhatahon tu hamu, Tondi do i dohot hangoluan.
----------

Murid-murid yang mengundurkan diri di Galilea
6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" 6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
----------

6:60 Therefore many of His disciples, when they heard [this], said, "This is a hard saying; who can understand it?"
6:61 When Jesus knew in Himself that His disciples complained about this, He said to them, "Does this offend you?
6:62 "[What] then if you should see the Son of Man ascend where He was before?
6:63 "It is the Spirit who gives life; the flesh profits nothing. The words that I speak to you are spirit, and [they] are life.

Penjelasan:
* Yoh 6:60-63 - murid-murid // keras // daging // perkataan-perkataan

Bagian ini secara khusus membahas tanggapan dari murid-murid terhadap perkataan Yesus. Mereka harus dibedakan dengan "orang-orang Yahudi" dalam konteks sebelumnya dan Dua Belas murid dalam ayat-ayat selanjutnya. Para murid itu merupakan pengikut, tetapi setelah mendengar ajaran Yesus, merasa bahwa mereka tidak bisa terus mengikuti Dia. perkataan keras yang mereka maksudkan adalah keharusan untuk memakan daging Kristus dan meminum darah-Nya. Kenaikan-Nya ke surga, yang bagi orang percaya merupakan penegasan atas semua klaim-Nya, hanya akan memperbesar kejengkelan orang-orang yang tidak dapat menerima kemanusiaan-Nya yang dipersembahkan untuk mereka melalui kematian di kayu salib (ay. 62). Bahkan daging Kristus, yang dinyatakan sebagai mutlak diperlukan, tidak akan menghasilkan apa-apa terkecuali Roh telah memberi hidup. Meskipun demikian, perkataan-perkataan Kristus sendiri juga memiliki sifat roh, maksudnya, dapat memberi hidup. Perkataan-perkataan itu dapat menyelamatkan, bukan terlepas dari karya salib yang bersejarah, tetapi sebagai menunjuk kepada karya tersebut dan menafsirkannya. Perlawanan terhadap Perkataan-perkataan-Nya oleh para calon murid-Nya itu menunjukkan bahwa iman mereka dangkal. Yesus menangkap bahwa bukan saja ada iman yang palsu, tetapi juga ada kemungkinan pengkhianatan oleh salah seorang pengikut-Nya.


* Percakapan Kristus dengan Murid-murid-Nya; Pengaruh Percakapan Kristus; Watak Yudas (6:60-63)

I. Bagi sebagian orang hal itu menjadi bau kematian yang mematikan. Bukan hanya bagi orang-orang Yahudi, yang mengaku sebagai musuh bagi Dia dan ajaran-Nya, tetapi juga bagi banyak dari antara murid-murid-Nya, bahkan sepertinya sebagian besar murid-murid, yang merupakan pendengar setia-Nya dan mengikuti Dia secara terbuka. Semuanya merupakan sebuah kelompok campuran yang besar, seperti orang-orang di antara bangsa Israel, yang mulai merasa tidak puas. Sekarang, di sini kita membaca,

Sungutan mereka terhadap pengajaran yang mereka dengar (ay. 60): Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?
            (1) Mereka sendiri tidak menyukainya: "Pengajaran apa ini? Makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya!" Jika dipahami secara kiasan, kita tidak dapat memahaminya, dan jika dipahami secara harfiah, tidak masuk akal. Apa-apaan ini! Masakan kita harus menjadi pemakan manusia? Tidak dapatkah kita menjadi saleh, haruskah kita menjadi biadab? Seperti kata Averroes (1126-1198, filsuf dan theolog Islam dari Andalusia -- pen.), Si Christiani adorant quod comedunt, sit anima mea cum philosophis -- Jika orang Kristen memuja apa yang mereka makan, lebih baik saya mengikuti para ahli filsafat saja. Namun masalahnya, ketika mereka merasa bahwa perkataan ini keras, dan kalau saja dengan penuh kerendahan hati memohon kepada Kristus untuk menjelaskan perumpamaan itu kepada mereka, Ia pasti akan membuka rahasia perumpamaan itu, serta pengertian mereka juga, karena Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Namun, mereka tidak mau meminta Kristus menjelaskan perkataan-Nya itu kepada mereka, karena mereka memang tidak mau melepaskan tuntutan mereka untuk menolak perkataan-Nya itu -- bahwa perkataan-Nya itu keras.
            (2) Mereka menganggap tidak mungkin ada orang yang akan menyukai ajaran itu: "Siapakah yang sanggup mendengarkannya? Pasti tidak ada seorang pun." Demikianlah, para penghujat agama memang selalu yakin semua orang yang berpikiran waras akan setuju dengan mereka. Mereka menyimpulkan dengan penuh kepastian bahwa tidak akan ada orang yang berakal sehat yang akan mengakui ajaran Kristus, bahkan orang yang rohani pun tidak akan tunduk pada hukum-hukum-Nya. Sebab mereka sendiri tidak tahan diajar seperti itu, mereka mengira orang lain juga tidak akan tahan: Siapakah yang sanggup mendengarkannya? Tapi, syukur kepada Allah, ribuan orang telah mendengarkan perkataan-perkataan Kristus ini, dan bukan saja semua perkataan itu mudah, tetapi juga terasa nikmat bagi mereka, seperti rasa makanan yang diperlukan bagi tubuh mereka.

        . Kristus mencela sungut-sungut mereka.
            (1) Ia cukup mengenal dengan baik sungut-sungut mereka (ay. 61). Mereka berbantahan diam-diam atau saling berbisik sembunyi-sembunyi.

            (2) Ia cukup tahu cara menjawab mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Apakah menjadi batu sandungan bagimu?" Lihatlah bagaimana orang menyerang diri mereka dengan kesalahan yang sengaja mereka perbuat sendiri. Mereka merasa tersinggung ketika tidak ada yang menyinggung, dan bahkan membuat diri sendiri tersinggung ketika tidak ada yang dapat membuat mereka tersinggung. Perhatikanlah, memang sudah sepantasnya kita bertanya-tanya mengapa begitu banyak orang merasa jengkel terhadap pengajaran Kristus hanya karena alasan yang begitu kecil. Kristus bertanya juga di sini dengan nada heran: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?" Sekarang, untuk menjawab orang-orang yang menuduh pengajaran-Nya berbelit-belit dan tidak jelas itu (Si non vis intelligi, debes negligi -- Jika kamu tidak mau dimengerti, kamu pantas diabaikan),
                [1] Ia memberikan petunjuk kepada mereka perihal kenaikan-Nya ke sorga, karena kenaikan itu akan memberi bukti tidak terbantahkan tentang kebenaran ajaran-Nya (ay. 62): Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Apa yang terjadi nanti?
                    Pertama, "Jika Aku harus mengatakan kepadamu tentang hal itu, pasti itu akan lebih menjengkelkan hatimu, dan kamu akan berpikir bahwa Aku terlalu mengada-ada. Jika hal ini saja merupakan perkataan yang terlampau keras sehingga kamu tidak sanggup mendengarkannya, bagaimana kamu akan memahaminya jika Aku memberitahukan kepadamu tentang kenaikan-Ku ke sorga, dari mana Aku telah turun?" (3:12). Orang-orang yang tersandung oleh kesulitan-kesulitan yang lebih kecil harus berpikir bagaimana mereka dapat mengatasi kesulitan yang lebih besar.
                    Kedua, "Ketika kamu melihat Anak Manusia naik ke sorga, hal ini akan lebih menjengkelkan hatimu lagi, karena saat itu tubuh-Ku tidak dapat dimakan lagi olehmu menurut pengertian duniawimu yang sekarang," demikian kata Dr. Whitby (seorang theolog Inggris -- pen.). Atau,
                    Ketiga, "Ketika kamu melihat hal itu atau mendengarnya dari orang-orang yang menyaksikan hal itu, kamu nanti pasti akan diyakinkan. Mungkin kamu menganggap Aku berlebihan ketika Aku berkata, Aku telah turun dari sorga, karena soal inilah yang kamu pertengkarkan (ay. 42). Namun, apa lagi yang bisa kamu pikirkan ketika melihat Aku kembali ke sorga?" Jika ia naik, berarti pasti juga bahwa Ia telah turun (Ef. 4:9-10). Kristus sering menunjuk diri-Nya demikian dengan bukti-bukti yang berurutan (seperti dalam 1:50-51; 3:14; Mat. 12:40; 26:64). Marilah kita menunggu sejenak, sampai rahasia Allah diungkapkan, kemudian kita akan melihat bahwa tidak ada alasan untuk menentang perkataan Kristus yang mana pun.
                [2] Ia memberikan mereka sebuah kunci jawaban yang umum sifatnya atas perkataan-Nya ini dan atas semua percakapan-Nya yang diungkapkan melalui perumpamaan itu, untuk mengajar mereka supaya memahami semuanya itu secara rohani dan tidak mengikuti cara jasmani dan duniawi: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna (ay. 63). Sama seperti dalam tubuh jasmani, nyawa atau rohlah yang menggerakkan dan menghidupkan tubuh itu, dan tanpa nyawa atau roh itu, makanan yang paling banyak kandungan gizinya pun sama sekali tidak akan berguna (apa gunanya makanan bagi tubuh, jika makanan itu tidak dapat dimanfaatkan dan digerakkan oleh nyawa), demikian juga halnya dengan jiwa.
                    Pertama, menjalankan segala ketetapan ibadah begitu saja tanpa isi, akan sama sekali tidak berguna jika Roh Allah tidak bekerja di dalam semua ketetapan ibadah itu dan menghidupkan jiwa melalui semua ketetapan ibadah itu. Jika Roh bekerja di dalam Firman dan ketetapan ibadah, ini akan menjadi seperti makanan bagi manusia yang hidup, jika tidak, maka Firman dan ketetapan ibadah itu hanya menjadi seperti makanan bagi orang mati. Bahkan tubuh Kristus, yang menjadi korban bagi dosa itu, akan sama sekali tidak ada apa-apanya bagi kita kecuali Roh yang mulia itu menghidupkan roh kita melalui tubuh Kristus itu dan memberdayakan pengaruh kuasa kematian-Nya itu terhadap diri kita, sampai kita dibuat menjadi satu dengan kematian tubuh-Nya itu melalui anugerah-Nya.
                    Kedua, jika dipahami secara harfiah, ajaran tentang makan daging Kristus dan minum darah-Nya akan sama sekali tidak memberi manfaat apa-apa, malah akan membawa kita pada kekeliruan dan prasangka. Sebaliknya, dengan memahami atau mengartikannya secara rohani, itu akan menggerakkan jiwa, membuatnya menjadi hidup dan bergairah, karena demikianlah yang dikatakan Kristus: Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Memakan daging Kristus! Ini perkataan yang keras, namun yang dapat saya lakukan adalah mempercayai bahwa Kristus mati bagi saya, supaya dengan begitu saya bisa mendatangkan kekuatan dan penghiburan dari ajaran itu ketika saya berusaha mendekati Allah, ketika saya berusaha melawan dosa dan mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang. Inilah roh dan hidup dari perkataan itu, dan jika kita dapat memahaminya secara demikian, maka perkataan itu menjadi perkataan yang sungguh istimewa. Alasan mengapa manusia tidak menyukai perkataan Kristus adalah karena mereka menyalahartikan perkataan itu. Pengertian harfiah terhadap sebuah perumpamaan tidak ada gunanya bagi kita. Kita tidak akan menjadi lebih bijaksana karena itu. Makna rohani dari perumpamaan itulah yang mengandung pelajaran bagi kita.
                    Ketiga, daging sama sekali tidak berguna -- orang-orang yang hidup di dalam daging (begitulah sebagian orang memahaminya), yang berada di bawah kuasa pikiran daging, tidak akan memperoleh sesuatu yang berguna dari perkataan-perkataan Kristus. Namun, Roh menghidupkan -- orang-orang yang memiliki Roh, mereka yang rohani, akan dihidupkan dan digairahkan oleh perkataan-perkataan-Nya, karena perkataan-perkataan itu diterima ad modum recipientis -- sejalan dengan keadaan pikiran si penerima. Orang duniawi merasa menemukan kesalahan dalam perkataan-perkataan Kristus, padahal kesalahan itu ada di dalam diri mereka sendiri. Hanya pada pikiran-pikiran yang penuh hawa nafsu sajalah, hal-hal yang rohani itu tidak dapat dipahami dan tidak memiliki kehidupan (1Kor. 2:14-15). Sebaliknya, pikiran yang rohani menghargai dan menikmati hal-hal yang rohani.


Ep. Heber 12:1-6  | Ibrani 12:1-6   | Hebrews 12:1-6

12:1 Dibahen i nang hita pe, ala na sai torop ni sitindangi humaliang hita, tapeakkon ma nasa na pasorathon ro di dosa na girgir mangkaliangi, jala marbenget ni roha ma hita marlojong tu bagasan paraloan, na sonson di jolonta!
12:2 Tabereng ma induk ni haporseaon i jala na paujungkonsa, i ma Jesus, na manaonhon parsilangon i, singkat ni las ni roha, tohapna i hian, so dietong i hailaon, gabe hundul di siamun ni habangsa ni Debata!
12:3 Paingotingot hamu ma Ibana, na pataontaonhon paraloan sisongon i dompak Ibana sian angka sipardosa asa unang marnaloja hamu, unang mandate tondimuna!
12:4 Ndang adong dope pola tiris mudarmuna, laho mangalo di parungkilon maralohon dosa i.
12:5 Nunga lupa hamu di pangapulon na hinatahonna tu hamu, ala anak hamu, ai ninna do: "Ale anaha, unang tois roham di pangajarion ni Tuhan i, jala unang ho mandele, jumpa dipinsang ho!"
12:6 Ai diajar Tuhan i do na hinaholongan ni rohana, jala dilinsingi do ganup anak na jinangkonna.

----------------
Nasihat supaya bertekun dalam iman 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. 12:4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. 12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."

----------------
12:1 Therefore we also, since we are surrounded by so great a cloud of witnesses, let us lay aside every weight, and the sin which so easily ensnares [us], and let us run with endurance the race that is set before us,
12:2 looking unto Jesus, the author and finisher of [our] faith, who for the joy that was set before Him endured the cross, despising the shame, and has sat down at the right hand of the throne of God.
12:3 For consider Him who endured such hostility from sinners against Himself, lest you become weary and discouraged in your souls.
12:4 You have not yet resisted to bloodshed, striving against sin.
12:5 And you have forgotten the exhortation which speaks to you as to sons: "My son, do not despise the chastening of the LORD, Nor be discouraged when you are rebuked by Him;
12:6 For whom the LORD loves He chastens, And scourges every son whom He receives."













NEXT:
Renungan HKBP Jumat, 19 Mei 2023 - TUHAN YANG MEMBAWA KITA KE SORGA - Yohanes 14:3


PREV:
Renungan HKBP Senin, 15 Mei 2023 - AKU KUAT DAN MAMPU DI DALAM KRISTUS - Filipi 4:13

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Jumat, 19 Mei 2023 - TUHAN YANG MEMBAWA KITA KE SORGA - Yohanes 14:3


PREV:
Renungan HKBP Senin, 15 Mei 2023 - AKU KUAT DAN MAMPU DI DALAM KRISTUS - Filipi 4:13

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de