BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1361 kali
BE. 209:1-2 NA SONANG AU
Na sonang au, dung na mar Tuhan au, tu Tuhan Jesus i
Ai ndang adong, dung naposoNa au, siholsohononki
Ibana nama huihuthon, portibi on ma hutundalhon
Na sonang au, na sonang au.
Na sonang au, bolong do sasude, na mangarsahi au
Las rohangki, nuaeng nang sogot pe, Diapul Jesus au.
Ndang huholsohon be ngolungku, sude do guru di Amangku
Na sonang au, na sonang au.

Galatia 4:7
4:7 Dibahen i, ndang be hatoban ho; tung anak do! Alai molo anak, laos panean do ho marhite sian Debata!

4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

4:7 Therefore you are no longer a slave but a son, and if a son, then an heir of God through Christ.

Penjelasan:
* AHLI WARIS KERAJAAN ALLAH
Sahabat Ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus ! Pernahkah kita merenungkan status yang kita miliki sejak percaya dan menerima Yesus Kristus dalam diri kita secara pribadi? Sudahkah kita mengucap syukur atas status dan kehidupan dalam Kristus ? Jika belum, mari ucapkan syukur sekarang . Jadi ketika kita percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, ada perubahan besar terjadi dalam kehidupan kita. Salah satunya adalah kita menjadi Anak-anak Allah. Status kita berubah, kita menjadi pewaris. Hal ini dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam Galatia 4:4-7: “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kita bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah”. Secara Alkitabiah, pengangkatan anak adalah tindakan Allah di mana seseorang yang telah diperbaharui Roh Kudus diubah dan dibenarkan, kemudian dipindahkan ke dalam persekutuan orang yang ditebus dalam keluarga Allah. Sebagai anak Allah banyak sekali berkat tak terbatas yang menjadi bagian kita tidak hanya di waktu sekarang, tetapi juga untuk waktu yang akan datang ketika Kristus kembali, di mana kita akan memerintah bersamaNya sebagai ahli waris Kerajaan Allah. Amin.

DOA :
“Ya Tuhan, jadikanlah kami senantiasa menjadi ahli waris-Mu atas pengangkatan-Mu kepada kami sebagai anak-anak yang Engkau kasihi. Amin”


* Ahli Waris dan Anak

Begini: Selama seorang ahli waris masih belum dewasa, Tidak ada perbedaan sedikitpun antara dia dengan seorang budak, walaupun dia tuan atas semuanya, melainkan dia tetap di bawah wali-wali keluarga dan kepala-kepala pelayan, sampai saat yang ditentukan oleh bapanya. Begitu juga dengan kita, Ketika kita masih belum dewasa Kita berada di bawah perbudakan pada prinsip-prinsip dasar dari dunia ini, Tetapi setelah genap waktunya, Allah mengutus AnakNya, lahir dari seorang perempuan, lahir di bawah Hukum Taurat, supaya Dia boleh menebus mereka yang ada di bawah Hukum Taurat, supaya kita boleh diadopsi sebagai anak-anak laki-laki. Dan karena kalian adalah anak-anak laki-laki, Allah sudah mengutus Roh Anak laki-laki-Nya ke dalam hati kita, Yang berseru: “Ya Bapa, ya Ayah” Sehingga kau bukan lagi budak, melainkan seorang anak laki-laki, dan kalau seorang anak laki-laki, maka engkau juga seorang ahli waris melalui Allah.

ay. 1 Begini: - Frase lego de (saya berkata sekarang) biasanya menandai bahwa penulis mengembangkan sesuatu yang mulai dia bicarakan, jadi boleh diterjemahkan: Begini,Nah, “Yang dimaksud ialah” (TB), “Tetapi perlu saya tegaskan” di BIS agak berlebihan.175 Jadi Paulus sudah mulai bicara sedikit mengenai status kita sebagai anak-anak Allah dan ahli-ahli waris, di sini dia mengembangkan pikiran tersebut dan juga kembali membicarakan peran Roh Kudus yang dia bukakan di 3:1-5.176

Selama seorang ahli waris masih belum dewasa - Ahli waris (kleronomos) menggambarkan anak orang kaya, yang menunggu masa kedewasaannya, di mana dia boleh hidup tanpa pengawasan dan penghimpitan di bawah orang lain. Ada banyak teori mengenai maksud kata nepios (anak/belum dewasa/akil balig/di bawah umur). Kata ini boleh berarti balita, anak, anak yang belum puber, orang yang belum siap menerima hak dan kewajiban sebagai orang dewasa menurut hukum.177 Barangkali definisi yang terakhir yang paling tepat.

Tidak ada perbedaan sedikitpun antara dia dengan seorang budak, Walaupun dia tuan atas semuanya - Lukisan ini menarik karena menggambarkan seseorang yang dilihat dari luar, sama saja dengan seorang budak (doulos), tetapi sebenarnya mempunyai status tinggi. Semua yang ada pada orang tuanya adalah milik dia, tetapi dia belum mempunyai hak untuk mengurusnya.178

ay. 2 Melainkan -” Kata alla menunjukkan kontras yang jelas antara statusnya dan kenyataannya.

Dia tetap di bawah wali-wali keluarga dan kepala-kepala pelayan -” Kata epitropos menggambarkan orang yang diberi hak mewakili orang tua dari seorang anak. Boleh diterjemahkan pengawas, tetapi lebih baik dibedakan dengan paidagogos di 3:24-25. Kata oikonomos menggambarkan seorang budak yang diberi kuasa atas rumah tangga di keluarga kaya. Kedua kata ini bersifat jamak. Gambaran ini mengembangkan pikiran tadi, menunjukkan bahwa seorang ahli waris masih harus rela diurus oleh budak-budak di rumah orang tuanya. Wali keluarga memberi pengawasan kepada anak ini, sedangkan kepala pelayan mengurus apa yang keluarganya miliki.179

Sampai saat yang ditentukan oleh bapanya -” Hukum Roma menentukan bahwa seorang anak dianggap dewasa saat dia genap 14 tahun, tetapi atas keputusan orang tua, waktu ini boleh diperpanjang. Ada satu naskah wasiat yang menentukan usia 20 tahun, baru anak dari keluarga bersangkutan dianggap tidak lagi di bawah wewenang epitropos.180

ay. 3 Begitu juga dengan kita -Paulus mulai menerapkan ilustrasinya. Kata kita (hemeis) sangat penting diperhatikan di sini, karena apa yang dikatakannya tidak memandang bulu pada orang Yahudi dan juga orang non-Yahudi. Kata ini dipakai tiga kali di ay. 3 ini, dalam bentuk tegas - Sering kali arti kita terdapat dari imbuhan kata saja, tetapi kalau orang ingin menitikberatkannya, kata ganti orang bisa dipakai, seperti hemeis.

Ketika kita masih belum dewasa - Ketidakdewasaan di sini adalah figuratif, yaitu kekanak-kanakan rohani. Tidak ada kaitan dengan jalan hidup orang yang sudah percaya, seperti pemakaian biasa bagi ungkapan itu sekarang. Maksud ilustrasi Paulus ini adalah orang yang belum mengenal Kristus, yang masih terikat pada sistem penyembahan dan hukum yang belum sempurna/matang.

Kita berada di bawah perbudakan pada prinsip-prinsip dasar dari dunia ini -Klausa ini sangat sulit diputuskan artinya. Kata stoikheion berarti bahan/unsur dasar dan boleh menyangkut bahan, pengertian atau prinsip dasar. Kalau diikat pada kata kosmos (dunia) kata stoikeion boleh menyangkut dasar-dasar kelakuan orang, atau kadang-kadang menyangkut dewa-dewi yang terkait dengan tanah, air, api dll.181 Sampai ayat ini, kalau Paulus menggunakan kata hypo (di bawah), itu biasanya menyangkut Hukum Taurat, jadi kalau kita mau konsisten dengan kenyataan itu, kita harus menafsirkan bahwa Paulus bermaksud berkata bahwa orang yang di bawah Hukum Taurat masih mengikuti agama yang ‘dasar’, yaitu masih ‘harus begini, jangan begitu’. Lihat juga Kol 2:20-23. Penafsiran itu memang sesuai dengan pengajaran Paulus sampai saat ini. Masalahnya, Paulus menggunakan kata yang sama di ay. 8-9, yang mungkin mengaitkannya dengan frase “kalian menjadi hamba dari kuasa-kuasa yang dianggapsebagai ilah tetapi sebenarnya bukan Allah sama sekali” (BMK). Satu hal yang menolong kita untuk memutuskan apakah dia bermaksud bahwa mereka di bawah prinsip-prinsip atau ilah-ilah adalah pada kata ganti orang yang dipakai. Di ayat ini, kata ganti orang kita dipakai, sedangkan di bawah, imbuhan pada kata-kata memberi arti kalian. Apakah Paulus bermaksud bahwa orang yang di bawah Hukum Taurat, yaitu orang Yahudi, sebenarnya di bawah kuasa ilah-ilah? Memang dia jelas mengatakan bahwa Perjanjian Baru lebih baik daripada Perjanjian Lama, tetapi Paulus juga percaya bahwa Hukum Taurat diilhamkan Allah, berguna dan bersifat baik. Lihat Rom 7:12, 8, 2 Tim 3:16-17. Jadi lebih baik kita simpulkan (tidak tanpa pergumulan) bahwa maksud Paulus adalah, semua manusia yang belum percaya Yesus, ada di bawah prinsip-prinsip dasar agama yang menyangkut ketaatan. Dasar orang Yahudi untuk ketaatan tersebut adalah Hukum Taurat, yang tanpa Kristus dan tanpa sistem persembahan, hanya mengikat orang. Sedangkan dasar orang non-Yahudi untuk ketaatan itu adalah ilah-ilah yang dimaksudkan di ay. 8. Imbuhan pada frasa emetha dedoulomenoi (dulunya di bawah perbudakan) menunjukkan keadaan yang tidak lagi laku.182

ay. 4 Tetapi setelah genap waktunya - Klausa ini mengingatkan kita bahwa keputusan Allah untuk mengutus Kristus, bukanlah keputusan tergesa-gesa, ataupun lambat. Dia mengutus AnakNya pas pada waktu yang ditentukan. Menarik kalau kita ingat bahwa janji pertama mengenai Kristus diucapkan di Kejadian 3:15,183 ribuan tahun sebelum dia lahir di Betlehem, lalu dikembangkan berulang kali melalui seluruh Perjanjian Lama, sampai tiba saatnya. Dalam hal ini kita melihat kesetiaan Allah dan menjadi lebih yakin lagi bahwa nubuatan-nubuatanNya yang belum digenapi, pasti akan di genapi setelah genap waktunya. Lihat juga perencanaan Allah di Efe 1:3-14 dan sarananya di Kis 2:23.

Allah mengutus AnakNya - Kata exapostello berarti mengutus. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa kalau Kristus diutus, Dia tentu ada sebelumnya. Ada banyak bagian Firman Tuhan yang menyatakan fakta ini, terutama Yoh 1:1-18, 8:58, 17:5, 1 Kor 8:6, 10:4, Kol 1:15-17, Rom 8:3, Fili 2:5-9, dll. Jadi klausa ini menegaskan keilahian Kristus. Kedua klausa yang berikut menegaskan bahwa Dia manusia.

Lahir dari seorang perempuan- Klause ini membawa arti yang sederhana - Kristus menjadi manusia sejati. Lihat penggunaan klausa ini di Ayub 14:1 dan Mat 11:11.184 Kata gyne(Perempuan/Ibu) bersifat umum saja dan tidak dipakai mengenai perawan (parthenos) (Walaupun hal itu diberitakan dengan sangat jelas di ayat lain - Luk 1:34-35). Maksud Paulus di sini hanya untuk menegaskan bahwa Yesus adalah manusia, sama seperti Yohanes katakan: “Firman itu menjadi manusia (Sarx = Daging)”. (Yoh 1:14)

Lahir di bawah Hukum Taurat - Klause ini mengembangkan yang tadi, yaitu Dia juga lahir sebagai orang Yahudi dan sebagai orang Yahudi Dia patuh kepada Hukum Taurat. Tetapi tidak seperti orang Yahudi lain, yaitu Dia tidak pernah melanggarnya atau melalaikannya. Lihat 2 Kor 5:21, Ib 4:15, dll.

ay. 5 Supaya Dia boleh menebus mereka yang ada dibawah Hukum Taurat -” Klausa ini bisa membingungkan kalau kita terlalu memaksa supaya di bawah Hukum Taurat harus persis sama dengan penggunaan di ayat tadi. Kalau begitu hanya orang Yahudi yang ditebus di ayat ini. Sebenarnya maksud Paulus jelas di seluruh Gal 3 dan 4, di mana semua orang ada di bawah Hukum Taurat dan juga ditebus dari kutuknya karena Kristus. Lihat Gal 3:13, 22, 23-29, dll., dan juga jelas di Rom 2:12-16. Kata exagorazo (menebus) berarti beli ke luar/Beli kembali, yaitu untuk membebaskan melalui pembayaran. Lihat juga Gal 3:13.

Supaya kita boleh diadopsi sebagai anak-anak laki-laki - Kata hina (supaya) ada dua kali di ayat ini, sama seperti di 3:14. Di ay. 5 ini klausa yang pertama menjadi sarana untuk klause yang kedua -Kita menjadi anak-anak Allah karena Kristus menebus kita.185 Kata huiothesia adalah kata buatan yang berarti mengadopsi sebagai anak laki-laki. Kalau Paulus bicara mengenai status kita sebagai anak-anak Allah, dia sering menggunakan kata huios yang berarti anak laki-laki, (3:26, 4:6-7, dll.) bukan untuk mengesampingkan kaum hawa (3:28), melainkan untuk menggambarkan hak semua orang percaya, yang menjadi ahli-ahli waris di dalam Kristus. Tidak masalah kalau diterjemahkan anak-anak saja, tetapi penting kita mengerti muatan dari kata ini. Yang sangat indah kalau kita melihat ay. 4 dan 5 ini adalah “Kristus, Sang Anak, menjadi manusia supaya manusia boleh menjadi anak-anak.”186 Sistem pengadopsian yang digambarkan tentu dari budaya Roma, karena tidak ada yang mirip di budaya Yahudi. Dalam budaya Roma ada beberapa kaisar yang mengadopsi anak yang tidak ada hubungan keluarga, secara khusus supaya mereka menjadi kaisar saat ayah tiri meninggal. Kaisar Agustus, yang berkuasa ketika Kristus lahir, diangkat sebagai anak dari Kaisar Julius, sehingga menggantinya ketika Kaisar Julius dibunuh.187 Status yang diberikan seperti ini sangat mirip dengan bahasa Paulus di sini. Kalau dalam budaya Yahudi, yang berkaitan dengan pengajaran Paulus ini adalah bahasa ‘menjadi anak Allah’. Kita lihat kenyataan ini di Keluaran 4:22, Yer 31:20, 14, dll.

ay. 6 Dan karena kalian adalah anak-anak laki-laki - Klause ini tentu mengembangkan pikiran tadi. Kata adalah bersifat terus menerus,188 menyatakan keadaan sebagai anak-anak Allah.

Allah sudah mengutus Roh AnakNya ke dalam hati kita - Perhatikan Tritunggal dalam klause ini. Kata exapostello (mengutus) adalah sama dengan mengutus di ay. 4. Roh AnakNya tentu menyangkut Roh Kudus, sebagaimana Paulus menyebutnya di surat lain juga. (Rom 8:9, Fili 1:19) Hal ini sesuai dengan nubuatan Kristus di Yoh 14:16-17 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran...” Yang lain di situ adalah kata allos, yang berarti lain, tetapi sejenis. Jadi Roh Kudus mewakili dengan sempurna oknum yang kedua dari Tritunggal, sama seperti Kristus mewakili Sang Bapa dengan sempurna (Yoh 14:8-11) dan tentu hal ini yang dimaksudkanNya di Mat 28:20b “Aku menyertai kamu…” Ke dalam hatimengingatkan pada nubuatan di Yeh 36:26-27 dan juga Yer 31:31-34, di mana dinubuatkan bahwa pelayanan Roh Kudus dikaitkan dengan hati yang baru.189 Kata kardia berarti jantung, tetapi secara figuratif menggambarkan pusat kepribadian/emosi orang, sama seperti kata hati dalam bahasa Indonesia.

Yang berseru: “Ya Bapa, ya Ayah” - Menarik kalau kita membandingkan ayat ini dengan Rom 8:15 di mana melalui Roh kita berseru. Sebenarnya kenyataan ini tidak bertolak belakang. Seruan Roh Kudus di dalam diri kita menjadi seruan kita, di mana Dia meyakinkan kita bahwa kita benar-benar dijadikan anak Allah. Kata Bapa, yang secara literal diterjemahkan Abba, diambil langsung dari bahasa Aram, yang dipakai oleh orang Yahudi pada waktu itu. Yang harus ditanyakan di sini adalah, mengapa sampai istilah bahasa Aram dipakai di antara orang-orang non-Yahudi dari Galatia ini? Menurut penelitian kata Abba ini dipakai Kristus apabila Dia bicara dengan Sang Bapa. Lihat Mar 14:36 yang langsung menggunakan kata tersebut dan juga di Mat 6:9 dan 26:39 di mana itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani.190 Kata Abba biasanya dipakai sebagai nama kesayangan dari seorang anak kepada bapanya. Kalau begitu, kita boleh menyimpulkan bahwa maksud Paulus adalah untuk menegaskan bahwa sama seperti Kristus berserukepada BapaNya, kita yang percaya boleh juga, dengan keyakinan yang sama bahwa Allah adalah Bapa kita.

ay. 7 Sehingga kau bukan lagi budak, melainkan seorang anak laki-laki, dan kalau seorang anak laki-laki, maka engkau juga seorang ahli waris- Ayat ini adalah kesimpulan dari pengajaran yang dimulai di 3:6, jadi kata jadi (TB) dengan akurat menerjemahkan kata hoste, yang biasanya berarti sehingga/supaya. Perhatikan kata ganti kau/engkau. Paulus sengaja menggunakan kata ganti tunggal supaya bicara secara pribadi-pribadi di Galatia dan menegaskan kebenaran ini. Mereka masing-masing bukan orang percaya kelas dua. Mereka sudah dijadikan anak-anak Allah yang kekasih.191

Melalui Allah - Frase dia Theou ini melahirkan cukup banyak debat antara ahli-ahli Alkitab sejak abad pertama.192 Walaupun kita sudah melihat Kristus sebagai sarana (3:13-14), Iman sebagai sarana (3:14, 26), Roh Kudus sebagai sarana (4:6), tetapi kita juga harus melihat hati dan tindakan dari Allah Bapa di belakang semuanya ini: Allah yang membenarkan (3:8), Allah yang memberi janjiNya kepada Abraham, yang juga dimaksudkan untuk kita (3:6, 14, 18), Allah yang mengutus AnakNya (4:4), Allah yang mengutus juga RohNya (4:6) dan Allah yang ingin merangkul orang berdosa sebagai anak-anakNya. (4:6) Terpujilah Dia! Lihat juga Efe 1:3-14 dan kali ini perhatikan perencanaan Allah.

    Apakah saudara sudah merasakan perubahan dari masa perbudakan di mana ‘jangan ini, jangan itu’ pada status sebagai anak Allah? Apakah ada sukacita?
    Apa kesan saudara melihat karya Kristus, di mana Dia menjadi manusia sejati, hidup di bawah Hukum Taurat, bahkan mati untuk saudara?
    Apa kesan saudara melihat rencana Allah di belakang semuanya itu?
    Apakah saudara hidup dalam keyakinan bahwa Allah sudah menjadi Bapamu?
    Apakah sukacita saudara cukup sering diucapkan kepadaNya?

BACAAN PAGI (1 PETRUS 2:18-25)
BACAAN MALAM (MARKUS 1:40-42)












NEXT:
Renungan HKBP Rabu, 26 April 2023 - YESUS SAHABATKU - Yohanes 15:15


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 23 April 2023 - MANGULAHI TUBU DI BAGASAN HATA NI DEBATA (DILAHIRKAN KEMBALI OLEH FIRMAN ALLAH) - Ev. 1 Petrus 1:17-23 - MISERECORDIAS DOMINI

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Rabu, 26 April 2023 - YESUS SAHABATKU - Yohanes 15:15


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 23 April 2023 - MANGULAHI TUBU DI BAGASAN HATA NI DEBATA (DILAHIRKAN KEMBALI OLEH FIRMAN ALLAH) - Ev. 1 Petrus 1:17-23 - MISERECORDIAS DOMINI

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de