BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 7155 kali

Download MP3 Music
Minggu, 2 Oktober 2016
Proper 22 (27)
Twentieth Sunday after Pentecost
Lamentations 1:1-6
Lamentations 3:19-26 or Psalm 137     
Habakkuk 1:1-4; 2:1-4
Psalm 37:1-9    
2 Timotius 1:1-14     
Lukas 17:5-10

2 Timotius 1:1-14  
Salam
1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, 1:2 kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Ucapan syukur dan nasihat untuk bertekun
1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. 1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.


Penjelasan:
* 2Tim 1:1 - janji tentang hidup dalam Kristus Yesus
Beberapa hal khusus yang dikemukakan dengan sangat tegas dan ringkas adalah: (1) kerasulan Paulus yang dari Kristus Yesus; (2) bahwa ini adalah karena kehendak Allah; (3) bahwa kedudukannya sebagai rasul adalah sesuai dengan janji Allah untuk memberikan hidup dalam Kristus Yesus. Di dalam I Timotius 1:1 kita menjumpai ungkapan, "Kristus Yesus dasar pengharapan kita." Di sini dikatakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus. Di dalam Titus semua ide ini diungkapkan secara lebih terinci (1:2). Bukti dan pengakuan adikodrati atas kerasulan Paulus sesuai dengan fakta tentang janji dalam Alkitab.

* 2Tim 1:2 - Rahmat // anak yang kekasih
Allah Bapa dan Kristus Yesus Tuhan kita merupakan sumber tunggal dari kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera. Rahmat ditambahkan hanya dalam Surat-surat Penggembalaan, rupanya untuk membangkitkan semangat anak yang kekasih Paulus yaitu Timotius dan "anak yang sah menurut iman kita bersama" (lihat Tit. 1:4 dan tafsiran atas I Tim. 1:1, 2).

* Mengucap Syukur Atas Iman Timotius (1:3-5).
Hanya di dalam kitab Galatia dan Titus saja Paulus tidak mencantumkan ucapan syukur atau pujian formal.

* 2Tim 1:3 - Allah yang kulayani ... seperti yang dilakukan nenek moyangku // Dengan hati nurani yang murni // Aku mengucap syukur kepada Allah
Allah yang kulayani ... seperti yang dilakukan nenek moyangku. Setidak-tidaknya Paulus mengenal dua angkatan pendahulunya yang amat setia kepada iman, sesuai dengan penyebutan dua angkatan pendahulu di dalam keluarga Timotius (ay. 5). Ini merupakan dasar untuk membangkitkan semangat bahwa kita bukan mengikuti dongeng; iman ini sudah tahan uji dan telah menghasilkan buah. Dengan hati nurani yang murni. Lihat tafsiran atas I Timotius 5:19; 3:9; 4:2. Kata Yunani yang dipakai merupakan padanan dari kata Latin con-scientia atau pengetahuan yang dimiliki bersama. Yang dimaksudkan ialah kesadaran diri kita akan seluruh hubungan dalam hidup, khususnya hubungan etika. Kita memiliki pengertian tentang benar dan salah; dan manakala kita merupakan kebenaran serta tuntutan dari pengertian-pengertian tersebut atas diri kita, dan kita tidak mau menaatinya. Maka jiwa kita berperang dengan diri sendiri dan dengan Allah sebagaimana dilukiskan dalam Roma 7. Memiliki nurani yang murni tidak berarti bahwa kita tidak pernah berdosa atau tidak melakukan tindakan berdosa. Justru itu berarti bahwa arah dan tujuan pokok dari hidup ialah menaati dan menyenangkan Allah, sehingga semua tindakan berdosa akan terbiasa disadari sebagai dosa dan dipertanggungjawabkan kepada Allah (I Yoh. 1:9). Aku mengucap syukur kepada Allah. Yang membuat Paulus bersyukur adalah iman yang tulen dari Timotius, ibunya dan neneknya. Anak-anak kalimat yang disisipkan memberikan hal-hal lain yang membuat Paulus bersyukur. Frasa terakhir dari ayat 4 berada di antara ide, tentang kenangan Paulus akan air mata Timotius dan kenangannya akan iman yang tulen. Air mata yang dimaksudkan ialah air mata kasih dan kesetiaan kepada Paulus dan kepada Tuhan sehingga merupakan alasan untuk bersukacita dan membuat sang rasul bersyukur secara mendalam kepada Allah atas iman yang sungguh-sungguh yang dinyatakan dengan air mata itu.

* Pemberian Allah (1:6, 7).
Alur pemikiran di dalam ayat 5 ketika mengacu kepada iman. dan acuan pada roh dalam ayat 7 menunjukkan bahwa karunia dalam ayat 6 ialah Roh Kudus, atau aspek tertentu dari karya-Nya. Ini dapat dijelaskan mengapa Paulus menyebutkan tentang penganugerahan karunia ini melalui penumpangan tangan. Manifestasi tertentu dari Roh Kudus disalurkan melalui penumpangan oleh para rasul (Kis. 8:17). Mengobarkan. Pakailah karunia itu, terlibatlah dalam kegiatan pelayanan yang sesuai. Ketakutan. Roma 8:15 merupakan penafsiran dari pemikiran ini (bdg. Ibr. 2:15; I Ptr. 3:14; dan I Yoh. 4:18). Ketertiban. Kata ini dan kata-kata lain yang terkait dengannya sering dipakai di dalam Surat-surat Penggembalaan (I Tim. 2:9, 15; 3:2; Tit. 2:2; 4-6, 12).

* Tantangan Untuk Tabah Dalam Penganiayaan Ketika Dalam Pelayanan (1:8-12).
Di dalam naskah Yunani ayat-ayat ini merupakan satu alur pemikiran dan satu kalimat. Empat buah perintah di dalam tantangan ini dan tantangan selanjutnya mengandung pokok utama dari peringatan Paulus kepada Timotius: Janganlah malu (ay. 8); Ikutlah serta (ay. 8): Peganglah teguh (ay. 13); Peliharalah harta (ay. 14). Paparan Injil di dalam ayat 9-12 memberikan landasan bagi nasihat ini. Bersaksi tentang Tuhan kita maksudnya ialah Injil yang dipercayakan-Nya kepada Gereja-Nya. Penderitaan yang harus dialami ketika memberitakan Injil harus ditanggung di dalam kekuatan Allah. 9. Menyelamatkan dan memanggil adalah kegiatan serupa dari Roh Kudus. Dikaruniakan kepada kita. Di sini, seperti biasanya. penyebutan soal predestinasi oleh Paulus dimaksudkan untuk memperkuat dan menghibur. Maksud-maksud kekal Allah tidak akan gagal. 10. Dinyatakan. Sebagaimana telah direncanakan secara abadi oleh-Nya, kasih karunia-Nya (karunia kehidupan) menjadi milik kita dan saat ini tampak dalam karya penyelamatan oleh Kristus. Kata yang sama, yang secara tersirat berarti "dinyatakan sepenuhnya," dipakai di Roma 3:21 dan 16:26. 11. Untuk Injil itulah mengacu kepada Injil yang darinya Paulus dijadikan rasul. 12. Sebab. Karena penugasan Tuhan. Semuanya ini. Pemenjaraan dan pembelengguan. Kita dapat menghadapi setiap keadaan yang tidak adil dan bermusuhan dengan tanpa malu selama kita sadar bahwa di dalam semuanya itu Tuhan tetap memelihara harta kita: yakni, Injil yang dipercayakan oleh-Nya kepada kita. Yakin. Nas ini nyaris sama dengan paparan Paulus mengenai pengalaman Abraham dalam Roma 4:21.

* Tantangan Untuk Memegang Teguh Bentuk Perkataan yang Sehat (1:13, 14).
Perlunya menuangkan garis besar yang pokok dari doktrin dalam bentuk yang konkrit dan mudah diingat (bdg. Rm. 6:17) diulang kembali oleh Paulus dalam bentuk perintah: Peganglah ... ajaran yang sehat, atau garis besar doktrin. Pengakuan iman merupakan ciri khas Gereja sejak masa paling dini dan tidak lana kemudian dirumuskan menjadi Pengakuan Iman Rasuli. Iman dan kasih kepada Kristus dan Roh-Nya memastikan bahwa kita tetap memelihara iman. 14. Harta yang indah. Kata yang sama dipakai di ayat 12 dan Imamat 6:2, 4 dalam LXX. Roh akan memelihara harta itu. Hubungan erat di antara karya Kristus dengan karya Roh tampak di sini seperti halnya di dalam tulisan Paulus yang lain (Rm. 8:9-11; II Kor. 3:17, 18).


Lukas 17:5-10

17:5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 17:6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Tuan dan hamba
17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! 17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."


Penjelasan:
*  Luk 17:5 - Tambahkanlah iman kamu
Tambahkanlah iman kamu. Para rasul tidak dapat mempercayai bahwa orang yang mempunyai kebiasaan untuk menyesatkan orang dapat diampuni.

* Luk 17:6 - Iman sebesar biji sesawi saja // Pohon ara ini
Iman sebesar biji sesawi saja. Biji sesawi merupakan biji terkecil yang dikenal oleh para petani di Palestina (bdk. 13:19). Kristus menekankan vitalitas iman dan bukan jumlahnya. Pohon ara ini. Sebagian besar sarjana mengidentifikasi pohon ini sebagai pohon besaran hitam, sekalipun istilah yang sama (Yunani: sycaminos) di dalam LXX dan dalam naskah lainnya disebut sebagai pohon ara. Pohon besaran dipelihara di Palestina untuk buahnya, dapat dijumpai hampir di semua tempat. Menanam pohon ini di dalam laut tampaknya fantastis; tetapi Yesus berusaha untuk menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa iman tidak mengenal mustahil.

* Luk 17:7 - Setelah
Setelah. Terjemahan yang tepat dari naskah Yunani ialah "segera sesudah".

* Luk 17:9 - Berterima kasih kepada hamba itu
Berterima kasih kepada hamba itu. Pekerjaan seorang budak dianggap sebagai hal yang sudah selayaknya; hanya pekerjaan yang dilakukan di luar tugas sajalah yang layak memperoleh pujian khusus.

* Bahwa iman kita semua perlu dikuatkan, sebab seiring dengan bertumbuhnya anugerah tersebut, maka bertumbuh pula anugerah-anugerah lainnya. Semakin teguh kita memercayai ajaran Kristus, dan semakin kukuh kita bergantung kepada anugerah Kristus, maka segala hal akan menjadi lebih baik bagi kita. Kini, perhatikanlah di sini,

    1. Permintaan murid-murid kepada Kristus, supaya iman mereka ditambahkan (ay. 5). Rasul-rasul itu sendiri, demikianlah mereka disebut di sini, tetap mengakui kelemahan dan kekurangan iman mereka, sekalipun mereka itu para pelayan utama dalam kerajaan Kristus. Mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan anugerah Kristus untuk meningkatkan iman mereka. Kata mereka kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami, dan sempurnakanlah apa yang kurang di dalamnya." Biarlah panggilan iman semakin nyata, hasrat iman semakin kuat, ketergantungan iman semakin teguh dan berakar, pengabdian iman semakin menyeluruh dan bulat, dan kesukaan iman semakin menyenangkan. Perhatikanlah, pertumbuhan iman merupakan hal yang seharusnya kita sungguh-sungguh inginkan, dan kita harus memanjatkan keinginan kita itu kepada Allah melalui doa. Beberapa orang berpikir bahwa para rasul memohonkan hal ini karena Ia sangat menekankan kewajiban mereka untuk mengampuni kesalahan orang lain: "Tuhan, tambahkanlah iman kami, karena jika tidak begitu, kami tidak akan pernah sanggup menjalankan kewajiban yang sesulit ini." Iman akan belas kasihan Allah untuk mengampuni akan memampukan kita untuk mengatasi segala kesulitan terbesar yang menghalangi kita dalam mengampuni saudara-saudara kita. Menurut sebagian orang lagi, permintaan tersebut diajukan pada kesempatan lain, yaitu saat para rasul mengalami kebuntuan dalam mengerjakan suatu mujizat sehingga mereka ditegur oleh Kristus karena iman mereka yang lemah itu (Mat. 17:16, dst.). Mereka harus meminta Dia yang menegur mereka itu memberikan anugerah kepada mereka dalam memperbaiki kekurangan mereka itu. Karena itulah mereka berseru kepada-Nya, "Tuhan, tambahkanlah iman kami."
    2. Jaminan yang diberikan Kristus mengenai keampuhan iman yang teguh (ay. 6): "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, sama kecilnya seperti biji sesawi, sebab imanmu masih lebih kecil daripada biji sesawi yang terkecil; atau seruncing biji sesawi, begitu tajam dan mampu membangkitkan anugerah-anugerah lainnya, sebagaimana sesawi membangkitkan semangat binatang-binatang," sehingga dijadikan perumpamaan, "kamu bisa mengerjakan perbuatan-perbuatan ajaib yang lebih hebat daripada yang kamu lakukan sekarang; tidak ada yang terlampau sukar bagimu untuk melakukan hal-hal yang layak bagi kemuliaan Allah dan bagi peneguhan ajaran yang kamu beritakan, sekalipun itu berupa memerintahkan sebuah pohon untuk terbantun dari tanah dan tertanam di dalam lautan." (Mat. 17:20). Seperti halnya bagi Allah tidak ada yang mustahil, demikianlah tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

IV. Bahwa, apa pun yang kita lakukan di dalam pelayanan kita bagi Kristus, kita haruslah tetap bersikap rendah hati dan tidak beranggapan bahwa kita layak menerima kebaikan dari-Nya, atau menuntutnya sebagai piutang kita. Bahkan para rasul itu sendiri yang telah banyak bekerja bagi Kristus dibandingkan orang-orang lain pun tidak boleh beranggapan bahwa Dia berutang budi kepada mereka.

    1. Kita semua adalah para pelayan Allah (terutama para rasul dan hamba-hamba Tuhan), dan sebagai pelayan, kita wajib melaksanakan segala sesuatu semampu kita demi kehormatan-Nya. Segenap kekuatan dan waktu kita harus dipakai bagi Dia, sebab kita bukan milik kita sendiri, dan tidak boleh berlaku semaunya, melainkan harus melayani Guru kita.
    2. Sebagai pelayan-pelayan Allah, kita wajib mempergunakan waktu kita untuk menjalankan kewajiban kita, dan banyak sekali pekerjaan yang telah ditetapkan untuk kita tuntaskan. Kita harus menjadikan akhir dari sebuah pelayanan sebagai permulaan dari pelayanan berikutnya. Seorang pelayan yang telah membajak atau menggembalakan ternak di ladang masih tetap punya pekerjaan untuk dilakukan ketika dia sudah pulang ke rumah pada malam hari; Ia harus melayani di meja (ay. 7-8). Ketika kita sudah dipakai untuk mengerjakan kewajiban berperilaku saleh, hal itu tidaklah berarti bahwa kita boleh melalaikan ibadah saat teduh kita. Setelah kita bekerja bagi Allah, kita tetap harus melayani Allah, terus melayaninya sepanjang waktu.
    3. Tugas utama kita adalah memastikan terlaksananya kewajiban kita dahulu, dan menyerahkan sisanya ke tangan Guru kita, untuk memberikan penghiburan bagi kita di saat dan dengan cara yang Dia anggap paling baik. Tidak satu pun pelayan boleh berharap mendengar majikannya berkata, "Mari segera makan!" Ada saatnya untuk mendengar perkataan seperti itu apabila kita telah melaksanakan pekerjaan kita hari itu. Biarlah kita selesaikan pekerjaan kita dengan baik terlebih dahulu, dan upahnya akan menyusul nanti pada waktu yang tepat.
    4. Kristus layak dilayani terlebih dahulu daripada kita: Sediakanlah makananku, dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Orang-orang Kristen yang penuh keragu-raguan berdalih bahwa mereka tidak bisa memberi Kristus segala kemuliaan kasih-Nya seperti yang seharusnya mereka lakukan, sebab mereka belum merasakan kenikmatan dari kasih-Nya itu. Ini jelas suatu sikap yang keliru. Pertama-tama, biarlah Kristus yang mendapatkan kemuliaan, biarlah kita melayani-Nya dengan puji-pujian, maka setelah itu kita akan makan dan minum di dalam kenikmatan kasih-Nya, dan di sanalah terdapat jamuan besar.
    5. Ketika harus melayani Kristus, para pelayan-Nya harus mengikat pinggang, membebaskan diri mereka dari segala sesuatu yang menghalang-halangi, dan mempersiapkan pikiran mereka untuk melanjutkan dan menuntaskan pekerjaan mereka. Mereka harus menyiapkan akal budi mereka. Ketika kita telah mempersiapkan segala sesuatu bagi Kristus, telah menyiapkan makanan-Nya, kita lalu harus mengikat pinggang kita untuk melayani-Nya. Inilah yang diharapkan dari para hamba, dan Kristus juga mungkin menginginkan hal yang sama dari kita, walaupun Ia tidak memaksakan hal tersebut. Dia adalah orang yang melayani di antara para murid-murid-Nya, dan tidak seperti kebanyakan tuan, Dia tidak datang untuk memegahkan diri, tidak pula datang untuk dilayani, melainkan untuk melayani; lihatlah bagaimana Ia membasuh kaki murid-murid-Nya.
    6. Hamba-hamba Kristus tidak lantas layak menerima ucapan terima kasih-Nya atas pelayanan yang mereka kerjakan bagi Dia: "Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu? Apakah ia pikir bahwa dengan begitu dia berutang kepada hambanya itu? Tentu saja tidak." Tidak satu pun pekerjaan baik kita layak menerima balasan apa pun dari tangan Allah. Kita tentu saja mengharapkan kebaikan Allah, tetapi bukan karena kita telah menjadikan-Nya berutang budi kepada kita, melainkan karena Dia telah menjadikan diri-Nya sendiri berutang kepada kehormatan-Nya sendiri melalui janji-janji-Nya, dan inilah yang bisa kita mohonkan kepada-Nya, dan tidak untuk dituntut dari-Nya sebagai quantum meruit -- upah atau balasan.
    7. Apa pun yang kita lakukan bagi Kristus, walaupun mungkin lebih banyak dari yang dilakukan orang lain, semua itu tetap sudah menjadi kewajiban yang harus kita kerjakan. Meski kita harus melaksanakan segala sesuatu yang ditugaskan Allah kepada kita, (walaupun begitu ternyata ada banyak yang tidak kita kerjakan), tetap saja semua yang kita kerjakan itu tidaklah melebihi apa yang diwajibkan kepada kita. Semua pekerjaan itu merupakan kewajiban kita berdasarkan hukum Allah yang pertama dan yang terutama, yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa kita, termasuk melakukan yang terbaik yang dapat kita kerjakan.
    8. Hamba-hamba Kristus yang terbaik pun, sekalipun melakukan pelayanan terbaik, tetap saja harus mengakui dengan rendah hati bahwa mereka hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna. Meskipun mereka tidaklah sama dengan hamba-hamba tidak berguna yang mengubur talentanya dan yang akan dilemparkan ke dalam kegelapan yang terkelam, tetap saja bagi Kristus, mereka itu hamba-hamba yang tidak berguna, walaupun mereka mendatangkan keuntungan kepada-Nya dengan pelayanan mereka itu. Kebajikan kita tiada sampai kepada Allah, jikalaupun engkau benar, apakah yang kau berikan kepada Dia? (Mzm. 16:2; Ayb. 22:2; 35:7). Allah tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dengan pelayanan kita, dan karena itulah Dia tidak berutang budi kepada kita. Dia tidak membutuhkan kita, dan pelayanan kita tidak akan bisa menambah kesempurnaan-Nya. Karena itulah kita layak menyebut diri kita sebagai hamba-hamba yang tidak berguna, dan menyebut pelayanan-Nya sebagai pelayanan yang berguna, sebab Allah berbahagia tanpa kita, tetapi kita akan celaka tanpa Dia.

HKBP Yogyakarta Online,
Renungan Minggu XIX Trinitatis, 2 Oktober 2016
Camkanlah: Orang Benar Akan Hidup Oleh Iman!
(Habakuk 1:1-4; 2:1-4)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Siapakah Habakuk? Habakuk adalah seorang nabi populer pada masa Perjanjian Lama perihal iman atau beriman. Ia populer dengan merumuskan suatu pengakuan iman (konfesi) klasik yang menegaskan bahwa orang benar akan hidup oleh percayanya (Hab. 2:4b). Kemudian ia mencoba dan menggumuli konfesi tersebut dalam perjalanan sejarah sosial yang kelam dan hatinya pun tenteram. Bahkan dalam kesaksian dan praksis hidupnya ia memastikan bahwa dalam situasi segawat apa pun - ia (akan) mampu bersorak-sorai dan beria-ria di dalam TUHAN karena memang Allah yang adalah Jurus"lamat sebagai sumber kekuatan dan suka-cita ...” (Hab. 3:17-19). Dengan mencermati kitabnya, maka alamat pesan pengajaran nabi Habakuk kelihatannya tidak ditujukan kepada warga yang memberontak yang telah murtad, tetapi cenderung dialamatkan kepada orang percaya - khususnya kaum tersisa yang saleh di Yehuda. Sasarannya, antara lain untuk memahami tentang bagaimana cara TUHAN mendidik dan menyelamatkan umat dalam proses sejarah keselamatan umat-Nya yang ada kaitannya dengan sejarah bangsa-bangsa (bnd. Hab. 1:5-13). Satu poin utama dari pengajaran nabi Habakuk yakni hendak memastikan bahwa: “... orang benar akan hidup oleh percayanya dan bukan oleh pengertian atau perbuatannya (Hab. 2:4b).
Saudara-saudari, nabi Habakuk telah mengabadikan amanat dan ajaran yang diterimanya dari Allah bahwa orang benar akan hidup oleh percayanya (Hab. 2:4). Berabad-abad kemudian sampailah amanat itu kepada Rasul Paulus dan menorehkannya kembali dalam Kitab Suci serta menegaskan bahwa orang benar akan hidup oleh iman karena Injil Kristus sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya (Roma 1:16-17; 3:21-24). Kepada orang percaya, Rasul Paulus pun meneruskan amanat itu. Di kemudian hari, dalam perjalanan dan pengalaman rohaninya, seorang Bapa Gereja klasik bernama Agustinus dari Hippo (354-430) kembali menggumuli serta mempertahankan amanat itu dengan mengatakan bahwa orang beriman diselamatkan hanya karena iman dan anugerah dalam Kristus. Selanjutnya, ia pun meneruskan amanat itu.
Dalam perjalanan sejarah gereja, Martin Luther (1483-1546) menggali-ulang kebenaran amanat itu sampai ia merumuskan ajarannya yang kesohor dan kemudian menjadi ajaran khas Lutheranisme yang juga dianut oleh Gereja HKBP. Intinya adalah: (a) Sola Fides atau pembenaran oleh iman saja (tidak oleh pekerjaan baik); (b) Sola Gratia atau pembenaran oleh rahmat Allah saja; (c) Sola Scriptura atau hanya Alkitab (bukan tradisi manusiawi) yang merupakan norma iman yang mempunyai wibawa; dan (d) Solo Christo atau hanya oleh dan karena Kristus saja kita diampuni dan diselamatkan. Ayat emas Alkitab bagi Martin Luther yang diibaratkan laksana pintu emas yang membuka gerbang masuk ke sorga adalah Kitab Roma pasal 1:16-17 yang antara lain mengungkap bahwa orang benar akan hidup oleh iman karena percaya kepada Injil sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan (bnd. Roma 3:21-24; Gal. 3:11; Ibr. 10:38).
Saudara-saudari, kini kitalah yang menerima dan meneruskan amanat itu. Kita masing-masing membutuhkannya dalam melewati pengalaman dan pergumulan pahit-manis dan suka-duka dalam proses kehidupan kerohanian kita bersama umat beragama. Hanya iman yang hidup di dalam Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang mampu membawa kita kepada keselamatan akhirat, dan bukan oleh perbuatan baik manusia fana. Perbuatan baik adalah hal-hal yang menyertai diri orang beriman yang doselamatkan (Ef. 2:8-10). Marilah agar kita tidak jatuh kepada moralisme dan antroposentrisme yang mengandalkan manusia fana yang terbatas, tetapi hanya mengandalkan iman, rahmat, dan Sabda TUHAN untuk kebaikan dan keselamatan kita. Salam. AAZS

Label:   2 Timotius 1:1-14 











NEXT:
Minggu, 9 Oktober 2016 - Twenty-First Sunday after Pentecost - 2 Timotius 2:8-15


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 25 September 2016 - 1 Timotius 6:6-19


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Minggu, 9 Oktober 2016 - Twenty-First Sunday after Pentecost - 2 Timotius 2:8-15


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 25 September 2016 - 1 Timotius 6:6-19

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de