BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 8412 kali

Download MP3 Music
Minggu, 25 September 2016
Proper 21 (26)
Jeremiah 32:1-3a, 6-15 and Psalm 91:1-6, 14-16
Amos 6:1a, 4-7 and Psalm 146
1 Timotius 6:6-19
Lukas 16:19-31


1 Timotius 6:6-19
6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Pesan penutup
6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: 6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, 6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.


Penjelasan:
*  Sikap yang Benar dari Guru-guru Sejati (6:6-10).
Keuntungan besar. Kata-kata ini rupanya memiliki pengertian yang sama, "cara memperoleh keuntungan," "sarana untuk mendapatkan nafkah," yang menjadikan ayat ini lebih mudah dipahami. Paulus bermaksud mengatakan, "Iman Kristen dengan kecukupan untuk kehidupan ini merupakan cara luar biasa untuk memperoleh keuntungan." Paulus sudah mengatakan (dalam 4:8, yang mengatakan hal yang sama dan merupakan sebuah tafsiran yang baik) bahwa kesalehan menguntungkan dalam segala hal, dengan memberikan janji itu bukan hanya untuk kehidupan ini, tetapi juga untuk kehidupan yang akan datang. Penekanan eskatologis inilah yang terus ditekankan oleh Paulus dalam sisa surat ini. Dalam ayat 7, 8 sang rasul menunjukkan kebodohan manusia yang menaruh harapan dan keinginannya pada dunia yang bersifat sementara ini. Orang seharusnya puas dengan makanan dan pakaian. Pada ayat 9, 10 ia mengembangkan pemikiran tentang kebodohan orang yang memusatkan perhatian pada pengumpulan kekayaan selaku tujuan hidup. Terjemahan Hendriksen (op.cit) tampaknya lebih disukai: Sebab akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman. Cinta uang sama dengan penyembahan berhala. (Kol. 3:5; Ef. 5:5; I Yoh. 2:15) dan menuntun orang menjauh dari pengharapan sejati orang Kristen.

* Berbagai Motif Manusia Allah (6:11-15a).
Paulus melanjutkan dengan menguraikan hal-hal yang harus diharapkan oleh orang Kristen. Intinya adalah kehidupan yang akan datang dan kedatangan kembali Kristus.

* 1Tim 6:11 - Kejarlah // Keadilan // Ibadah // Kesetiaan // kasih // Kesabaran // kelembutan
Kejarlah. Mengejar terus. Semangat dan kesungguhan dianjurkan baik dalam meninggalkan hal-hal yang menjauhkan kita dari iman maupun dalam mengejar hal-hal yang berkenaan dengan iman. Paulus memiliki sejumlah besar daftar kebajikan ini yang tidak ada yang sama dan tidak satupun lengkap dengan kemungkinan adanya hal-hal "yang terpenting dalam hukum Taurat." Keadilan dapat dianggap sebagai semua sifat dari buah Roh. Ibadah (kesalehan) berarti "iman yang menghasilkan kesalehan," "agama yang sejati." Di dalam Paulus ungkapan ini hanya dijumpai di dalam Surat-surat Penggembalaan saja (lihat tafsiran 3:16). Kesetiaan (bahasa Inggris: faithfulness). Bisa juga berarti percaya. Perwujudan sempurna dari kasih berarti mengalami kasih Allah kepada kita dan juga kasih kita kepada-Nya dan kepada sesama kita. Kesabaran berarti "ketabahan" dan kelembutan rupanya mengacu balik kepada ajaran dan teladan Tuhan kita (Mat. 5:5; 11:29).

* 1Tim 6:12 - Bertandinglah // Pertandingan iman yang benar // rebutlah // bertandinglah // Dipanggil // Ikrarkan
Bertandinglah. Bandingkan pemakaian kata kerja yang sama dengan awalan yang memperkuat dalam Yudas. Surat-surat yang kemudian dari Paulus dan surat-surat lainnya mempunyai salah satu tujuan yaitu memberi tahu dan mempersiapkan orang-orang Kristen untuk menghadapi masa perlawanan dan penganiayaan yang akan datang tidak lama kemudian. Pertandingan iman yang benar meliputi tindakan berpegang teguh pada iman dan menyebarkannya kepada orang lain. Di dalam konteks ini hal itu terkait erat dengan soal rebutlah hidup yang kekal. Kata yang diterjemahkan dengan bertandinglah dipakai juga oleh Tuhan kita di Lukas 13:24 sebagai "berjuanglah" dalam suatu konteks yang paralel. Dipanggil. Panggilan merupakan karya kemurahan Roh Kudus dalam menuntun kita kepada iman kepada Kristus. Ikrarkan. Kata yang sama juga diterjemahkan sebagai "mengaku" di Roma 10:9. Hal ini merupakan doktrin dasar dalam ajaran Tuhan kita (Mat. 10:32).

* 1Tim 6:13 - Kuserukan kepadamu // Ikrar yang benar // oleh Paulus
 Kuserukan kepadamu. Penugasan resmi yang dimulai dengan ayat ini merupakan satu kalimat yang melintasi doksologi dalam ayat 15 dan 16. Penugasan ini melukiskan Allah sebagai Oknum yang memberi hidup kepada segala sesuatu (bdg. Rm. 4:17 untuk penekanan yang sama terhadap kuasa dan maksud tertinggi Allah dalam keselamatan). Paulus baru saja berbicara mengenai kehidupan kekal di dalam kalimat sebelumnya; di sini ditekankan bahwa Allah itulah yang menganugerahkan hidup kekal melalui panggilan yang mendatangkan keselamatan. Kristus dilukiskan sebagai Oknum yang telah memberikan kesaksian yang baik di hadapan Pilatus. Sama seperti Timotius telah dipanggil ke dalam kehidupan dan telah memberikan kesaksian yang baik, demikian pula Paulus pertama-tama mengacu kepada Sang Pemberi seluruh kehidupan dan baru kemudian Oknum yang memberikan kesaksian yang baik di hadapan Pilatus. Ikrar yang benar adalah mengakui Yesus sebagai Tuhan (Rm. 10:9); itulah yang dinyatakan Tuhan di hadapan Pilatus dan pihak lainnya. Allah dan Kristus merupakan saksi dari penugasan Timotius oleh Paulus.

* 1Tim 6:14 - Turutilah perintah ini. Perintah // Hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya // Saat yang akan ditentukan
Turutilah perintah ini. Perintah di sini tampaknya dipergunakan sebagai kata yang luas artinya untuk Injil, sebagaimana Kristus memakainya dalam Yohanes 12:50. (lihat juga I Yoh. 3:23, II Yoh. 6). Menjaga agar perintah itu tidak bercacat dan tidak bercela berarti mengajarkan dan menjalani hidup yang tidak bercela. Hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Inilah titik puncak dari penekanan eskatologis Paulus di atas (ay. 6; bdg. juga II Tim. 4:1. dan tafsirannya). Sang rasul memakainya sebagai puncak dari penugasan resminya kepada Timotius dan sebagai peralihan kepada kidung pujian agung bagi Allah Tritunggal. Saat yang akan ditentukan. Ungkapan ini dapat disamakan dengan "waktu yang telah ditentukan" di 2:6 dan Titus 1:3; tepat pada waktunya, setelah kegenapan waktunya menurut Allah.

* Doksologi (6:15b, 16).
Allah Tritunggal itulah yang akan menyatakan saat pemunculan Kristus (bdg. I Kor. 15:28). Allah di sini dilukiskan dengan sekumpulan gelar dan sifat penuh keagungan dan kekuasaan yang patut diperhatikan bahkan di dalam tulisan Paulus, dan, sesungguhnya di dalam keseluruhan Alkitab. Pengertiannya sejajar dengan 1:17, tetapi diungkapkan dengan lebih lengkap. Pikiran Paulus mengenai Allah bergerak dari aneka manifestasi-Nya kepada manusia selaku Penguasa dan Raja terus kepada hak prerogatif tertinggi-Nya atas kekekalan, kembali kepada keberadaan-Nya yang misterius dan tak terselidiki, lalu menuju kepada pernyataan hormat dan kekuasaan abadi-Nya.

* Penggunaan Harta Milik Secara Benar (6:17-19).
Dunia ini. Cakrawala eskatologis Paulus mencakup masa yang akan datang. langit dan bumi baru. Tinggi hati. Angkuh. Ungkapan ini di dalam bahasa Yunani merupakan kata kerja tunggal yang memadukan dua unsur sebagaimana dijumpai di Roma 11:20 dan 12:16. Berharap. Mengandalkan. Dinikmati. Allah telah menyerahkan seluruh ciptaan-Nya untuk menjadi berkat dan dinikmati, suatu kenyataan yang hanya akan terwujud manakala harta milik diletakkan di tempat yang seharusnya. Menyusul kemudian dua pasang pernyataan (18) yang menunjukkan bagaimana memanfaatkan kekayaan. Berbuat baik dan kaya dalam kebajikan merupakan dua hal yang paralel: suka memberi dan membagi juga merupakan dua hal yang paralel. Dengan menganggap dan memanfaatkan kekayaan seperti itu orang meletakkan landasan yang kokoh dan memperoleh kehidupan yang akan datang. Mengumpulkan suatu harta ... dasar yang baik ... di waktu yang akan datang merupakan tafsiran atas Matius 6:19-21. Hidup yang sebenarnya. Kata sebenarnya dipakai empat kali dalam I Timotius di antara enam kali pemakaiannya oleh Paulus, dan merupakan penegasan tentang kebenaran serta keberadaan yang nyata.



HKBP Yogyakarta Online,

Renungan Minggu XVIII Trinitatis, 25 September 2016
Jangan Serakah! Jadilah Kaya dalam Kebajikan!
(1 Timotius 6:6-19)
Saudara-saudari yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Kehidupan kita umat beragama masa kini dikelilingi dan digoda oleh “roh-roh zaman”: materialisme, konsumerisme, hedonisme, dan roh sejenisnya, yang dapat menjerumuskan siapa saja agar tidak lagi menyembah TUHAN. Bila tempo doeloe, orang tergoda menyembah aneka batu atau pohon besar sebagai berhala, maka kini umat digoda oleh apa yang disebut dengan keserakahan (hamongkuson; greedy). Alkitab mengingatkan bahwa keserakahan adalah sama dengan penyembahan berhala (Kol. 3:5). Mahatma Gandhi pernah berkata: ‘bumi menyediakan cukup untuk kebutuhan setiap orang, namun tidak cukup untuk keserakahan setiap orang (the earth has enough for everyone"s need, but not enough for everyone"s greed). Keserakahan tidak akan pernah berkata cukup dan tak akan pernah kenyang. Keserakahan ibarat: (a) dunia orang mati; (b) rahim yang mandul; (c) bumi yang tidak pernah puas dengan air; dan (d) api yang dapat melahap apa saja dan tidak mau berkata cukup, begitu kata Alkitab (Amsal 30:15-16).
Saudara-saudari, sudah sejak berdirinya Gereja Awal, khususnya di lingkungan warga jemaat Efesus - di mana Timotius sebagai pimpinan jemaatnya - warga gereja dan masyarakat digoda oleh ajaran palsu yang bersemangat cari uang (materialisme). Terkait hal ini, dalam proses kehidupan beragama di Indonesia, kita (pernah) merasa malu bahwa dalam penyelenggaraan kehidupan keagamaam justru di situ banyak terjadi korupsi dan penyelewengan uang. Rasul Paulus mengingatkan Timotius muda agar melawan roh tersebut. Alkitab menegaskan bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang (urat ni nasa hajahaton do roha na holongan di hepeng). Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka (1 Tim 6:10). Dan kepada orang-orang kaya, Alkitab mengingatkan supaya jangan tinggi hati dan hendaklah mau berbagi supaya ada keseimbangan (1 Tim. 6:17-18; 2 Kor. 8:15).
Kepada Timotius dan juga kepada kita orang-orang percaya masa kini - yang oleh Alkitab disebut sebagai manusia Allah (halak ni Debata) - diminta untuk menjauhi semangat cinta uang dan kejar untung dalam kehidupan berjemaat. Tetapi sebaliknya, warga jemaat diminta untuk mengejar keutamaan yang membangun jemaat, yakni: keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan (1 Tim. 6:11; 1 Kor. 13:4-7). Tugas Timotius muda adalah menjadi saksi setia Kristus dan Injil. Tugas mulia ini memiliki ganjaran (upah) spesial yaitu kehidupan abadi (2 Tim. 2:11).
Dalam kaitan ini, Sabda TUHAN mengajak kita supaya: (1) Beribadah dengan rasa cukup. Artinya: (a) melepas diri dari perbudakan akan harta-benda duniawi; (b) menemukan kekayaan di dalam kasih dan persekutuan dengan sesama; dan (c) menyadari bahwa milik kita yang paling berharga adalah bersahabat dengan Sabda TUHAN di dalam Yesus Kristus. (2) Janganlah kita cinta uang dan menjadi hamba uang, tetapi mau belajar untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kita. Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (1 Tim 6:6-8; Ibrani 13:5). Hal ini menuntut kita suatu spiritualitas keugaharian (kesederhanaan); (3) Menjadi kaya dalam kebajikan: adil, setia, berbelas-kasih, sabar, dengan meneladani Kristus Yesus (1 Tim. 6:11; 1 Kor. 13:4-7). Give, but give until it hurts, begitu kata Bunda Theresa. Karena itu mari memeriksa dan membongkar motivasi kita untuk beribadah bukan supaya memperkaya diri sendiri, melainkan karena sudah kaya di dalam iman kepada TUHAN yang sudah lebih dulu menjumpai, mencintai, dan menyelamatkan kita. Dan itulah ibadah (hadaulaton, godliness) yakni merayakan dan menanggapi karya Kristus yang telah memberi kita anugerah (pengampunan), keselamatan, dan pengharapan akan hidup abadi yang melampaui harta-benda dunia fana. Salam. AAZS;



Label:   1 Timotius 6:6-19 











NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 2 Oktober 2016 - Twentieth Sunday after Pentecost - 2 Timotius 1:1-14


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 18 September 2016 - Lukas 16:1-13


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Minggu, 2 Oktober 2016 - Twentieth Sunday after Pentecost - 2 Timotius 1:1-14


PREV:
Khotbah HKBP Minggu, 18 September 2016 - Lukas 16:1-13

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de