BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2649 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 31 Mei 2026 - Gabe Sitindangi Ni Debata Sitolusada (Menjadi Saksi Allah Tritunggal) - Matius 28:16-20

1. Menjadi Saksi Dimulai dari Perjumpaan dengan Tuhan, 2. Menjadi Saksi Allah Tritunggal di Tengah Dunia, 3. HKBP Dipanggil Menjadi Terang dan Garam Dunia, 4. Menjadi Saksi Lewat Pendidikan dan Pelayanan,5. Kaum Bapak Juga Dipanggil Menjadi Saksi, 6. Janji Penyertaan Tuhan

Matius 28:16-20
Perintah untuk memberitakan Injil
28:16-20
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18Yesus mendekati mereka dan berkata: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Penjelasan:

Shalom, amang inang, uda, namboru, tulang, ito, dan seluruh jemaat Tuhan yang dikasihi Yesus Kristus.

Hari ini kita mendengar firman Tuhan dari Matius 28:16-20. Ini adalah pesan terakhir Tuhan Yesus sebelum naik ke surga. Biasanya kalau seseorang mau pergi jauh, kata-kata terakhirnya sangat penting.

Kalau orang Batak mau berangkat naik pesawat, kadang pesan terakhirnya:
“Jangan lupa matikan rice cooker!”

Atau:
“Di pasu-pasu Tuhan ma hamu, tapi cicilan jangan lupa dibayar!”

Tetapi pesan terakhir Yesus bukan soal uang, bukan soal harta, bukan soal jabatan. Yesus berkata:
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…”

Artinya: hidup orang percaya bukan hanya datang ke gereja, tetapi menjadi saksi Tuhan di mana pun berada.

1. Menjadi Saksi Dimulai dari Perjumpaan dengan Tuhan

Firman Tuhan berkata:
“Kesebelas murid itu berangkat ke Galilea…”

Murid-murid datang menemui Yesus. Sebelum mereka diutus, mereka terlebih dahulu bertemu dengan Tuhan.

Inilah prinsip penting:
Kita tidak bisa menjadi saksi Kristus kalau kita sendiri jarang dekat dengan Kristus.

Kadang ada orang:
  • Alkitab jarang dibuka,
  • doa cuma kalau listrik mati,
  • ke gereja kalau kebetulan hujan tidak turun,
  • tetapi mau jadi saksi Tuhan.
Saksi yang benar lahir dari hubungan yang benar dengan Tuhan.

Karena itu, HKBP selama 165 tahun tetap berdiri sebab jemaat terus beribadah, berdoa, dan mendengar firman Tuhan.

Kita bersyukur mendengar berita:
HKBP sedang mematangkan persiapan HUT ke-165 di GBK. Itu bukan sekadar acara besar. Itu tanda bahwa Tuhan masih memelihara gereja-Nya sampai hari ini.

Gereja bisa besar bukan karena gedungnya megah, tetapi karena Tuhan hadir di tengah umat-Nya.

2. Menjadi Saksi Allah Tritunggal di Tengah Dunia


Yesus berkata:
“Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Di sini kita melihat Allah Tritunggal:
  • Bapa mengasihi,
  • Anak menyelamatkan,
  • Roh Kudus menguatkan.
Sebagai orang HKBP, kita bukan hanya percaya kepada Allah Tritunggal di kepala, tetapi harus menunjukkannya dalam hidup sehari-hari.

a. Menjadi saksi kasih Bapa

Kasih Bapa terlihat saat kita peduli kepada sesama.

Contohnya:
Ketika ada keluarga susah, jemaat datang membantu.
Ketika ada yang sakit, kita mendoakan.
Ketika ada yang berduka, kita menguatkan.

Kadang orang Batak paling cepat datang kalau:
  • pesta,
  • atau makan gratis.
Tetapi Tuhan mau kita juga cepat datang saat ada orang membutuhkan pertolongan.

b. Menjadi saksi keselamatan Anak

Kesaksian terbesar adalah hidup yang berubah.

Orang tidak hanya mendengar khotbah kita, tetapi melihat kehidupan kita.

Karena itu, kesaksian harus nyata:
  • jujur,
  • setia,
  • rendah hati,
  • takut akan Tuhan.
c. Menjadi saksi kuasa Roh Kudus

Roh Kudus memberi kekuatan untuk tetap setia.

Kadang hidup tidak mudah:
  • ekonomi susah,
  • pekerjaan berat,
  • kesehatan terganggu,
  • anak-anak punya pergumulan.
Tetapi Roh Kudus menolong kita tetap berdiri.

Seperti pohon besar yang akarnya kuat, demikianlah orang percaya yang hidup dalam Roh Kudus.

3. HKBP Dipanggil Menjadi Terang dan Garam Dunia

Kita bersukacita mendengar:
Pesta Jubileum ke-75 Tahun HKBP Kebayoran Baru berlangsung penuh sukacita dengan semangat menjadi terang dan garam dunia.

Ini sangat sesuai dengan firman Tuhan hari ini.

Gereja bukan museum orang suci.
Gereja adalah tempat orang berdosa dipulihkan lalu diutus menjadi saksi Kristus.

Terang itu harus terlihat.
Garam itu harus terasa.

Kalau garam tidak asin, untuk apa?
Kalau lampu tidak menyala, buat apa dipasang?

Begitu juga gereja:
Kalau hanya ramai di dalam gedung tetapi tidak membawa pengaruh di luar, maka panggilan Tuhan belum dijalankan sepenuhnya.

4. Menjadi Saksi Lewat Pendidikan dan Pelayanan

Kita juga bersyukur mendengar berita:
11 siswa SMK HKBP Sidikalang lulus SNBT ke Perguruan Tinggi Negeri.

Ini luar biasa.

Artinya HKBP bukan hanya membangun iman, tetapi juga membangun masa depan generasi muda.

Pendidikan adalah bagian dari kesaksian gereja.

Anak-anak HKBP harus menjadi:
  • terang di kampus,
  • terang di kantor,
  • terang di masyarakat.
Bukan hanya pintar,
tetapi juga takut akan Tuhan.

Karena sekarang banyak orang:
  • IQ tinggi,
  • tetapi emosinya meledak-ledak.
Gelar banyak,
tetapi hati kosong.

Tuhan tidak hanya mencari orang pandai.
Tuhan mencari orang yang mau dipakai-Nya.

5. Kaum Bapak Juga Dipanggil Menjadi Saksi


Kita juga mendengar:
Pesta Parheheon Ama HKBP Nommensen Ressort P. Brayan berlangsung meriah.

Kaum bapak punya peranan penting dalam gereja dan keluarga.

Kadang bapak-bapak paling semangat kalau:
  • nonton bola,
  • bahas politik,
  • atau komentar harga cabai.
Tetapi Tuhan juga memanggil kaum bapak menjadi imam dalam keluarga.

Anak-anak belajar iman pertama kali dari orang tuanya.

Kalau bapaknya rajin berdoa,
anak akan belajar berdoa.

Kalau bapaknya rajin marah,
anak juga cepat belajar marah.

Karena itu, kaum bapak dipanggil menjadi saksi Kristus di rumah.

6. Janji Penyertaan Tuhan


Firman Tuhan ditutup dengan janji indah:
“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ini kekuatan terbesar kita.

Kadang kita merasa:
  • lemah,
  • gagal,
  • tidak sanggup.
Tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

Seperti sinyal WiFi:
kadang manusia hilang sinyal,
tetapi Tuhan tidak pernah “disconnect”.

Kasih Tuhan tetap menyertai.

Itulah sebabnya HKBP bisa bertahan sampai 165 tahun.
Bukan karena manusia hebat,
tetapi karena Tuhan setia.

Penutup

Hari ini Tuhan memanggil kita:
“Menjadi Saksi Allah Tritunggal.”

Menjadi saksi:
  • di rumah,
  • di gereja,
  • di sekolah,
  • di kantor,
  • di media sosial,
  • di tengah masyarakat.
Dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar.
Dunia membutuhkan orang percaya yang hidupnya memuliakan Tuhan.

Mari kita menjadi:
  • saksi kasih Bapa,
  • saksi keselamatan Anak,
  • saksi kuasa Roh Kudus.
Dan biarlah melalui HKBP,
nama Tuhan semakin dipermuliakan di Indonesia dan sampai ke ujung bumi.

Amin.



“Sai unang holan jadi anggota huria, tapi jadilah saksi Kristus.
Unang holan marende di gareja, tapi biarlah hidupta jadi ende pujian bagi Tuhan.”

Tuhan memberkati.
Amin.














NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 7 Juni 2026 - Dunia Dan Segala Isinya Adalah Milik Tuhan - Mazmur 50:7-15


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 24 Mei 2026 - RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH - 1 Korintus 12:3-11

All Renungan HKBP 2026
(45)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 7 Juni 2026 - Dunia Dan Segala Isinya Adalah Milik Tuhan - Mazmur 50:7-15


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 24 Mei 2026 - RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH - 1 Korintus 12:3-11

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de