BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2268 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 19 Juli 2026 - HARI SUKACITA BAGI UMAT TUHAN - Ester 9:11-19

TUHAN MAMPU MEMBALIKKAN KEADAAN, SUKACITA HARUS DIRAYAKAN BERSAMA, SUKACITA SELALU DISERTAI UCAPAN SYUKUR,

Ester 9:11-19
11Pada hari itu juga orang melaporkan kepada raja jumlah orang-orang yang terbunuh di Susan. 12Kata baginda kepada Ratu Ester, “Di Susan saja orang Yahudi telah membunuh 500 orang, termasuk kesepuluh anak Haman. Apalagi di provinsi-provinsi! Entahlah apa yang mereka lakukan di sana! Nah, apa lagi yang kauminta sekarang? Katakan saja, engkau pasti akan mendapatnya!”
13Ester menjawab, “Kalau Baginda berkenan, hendaknya orang Yahudi yang tinggal di Susan ini besok pagi diizinkan mengulangi lagi apa yang telah dilakukannya pada hari ini. Lagipula, hendaknya mayat anak-anak Haman itu digantung pada tiang-tiang gantungan.” 14Lalu raja memberi perintah untuk melaksanakan permintaan Ester; surat perintah untuk kota Susan dikeluarkan dan mayat kesepuluh anak Haman digantung. 15Jadi pada tanggal empat belas bulan Adar, orang-orang Yahudi di Susan berkumpul kembali dan membunuh 300 orang lagi di kota itu. Dan kali ini juga mereka tidak merampok.
16Orang-orang Yahudi yang tinggal di provinsi-provinsi juga telah berkumpul dan membela diri mereka. Mereka mengalahkan musuhnya dan membunuh 75.000 orang yang membenci mereka. Tetapi mereka tidak merampok. 17Peristiwa itu terjadi pada tanggal tiga belas bulan Adar. Hari berikutnya, pada tanggal empat belas, mereka tidak membunuh siapa pun, melainkan merayakan hari itu dengan gembira. 18Tetapi orang Yahudi yang ada di Susan merayakan tanggal lima belas sebagai hari besar, sebab mereka telah membunuh musuh pada tanggal tiga belas dan empat belas, lalu berhenti pada tanggal lima belas. 19Itulah sebabnya orang Yahudi yang tinggal di kota-kota kecil memperingati tanggal empat belas bulan Adar sebagai hari yang gembira, hari untuk berpesta ria sambil saling memberi hadiah berupa makanan.

Baca Juga:

Penjelasan:

Horas...!
Salam sejahtera bagi kita semua.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus menyertai seluruh jemaat-Nya. Amin.


Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,

Kalau kita bertanya kepada setiap orang, "Apa yang paling diinginkan dalam hidup?"

Mungkin jawabannya berbeda-beda.

Ada yang berkata:
"Saya ingin sehat."

Yang lain berkata:
"Saya ingin anak-anak berhasil."

Ada pula yang berkata:
"Saya ingin hidup tenang."

Tetapi hampir semua orang pasti ingin hidup dalam sukacita.

Masalahnya, banyak orang mengejar sukacita di tempat yang salah.

Ada yang mengira kalau gaji naik pasti bahagia.

Begitu naik...
ternyata cicilan ikut naik.

Ada yang berkata,
"Kalau saya pensiun nanti saya akan tenang."

Begitu pensiun...
ternyata cucu datang semua ke rumah.

Uang pensiun habis membeli susu dan mainan.


Artinya apa?

Sukacita dunia selalu tergantung keadaan.

Tetapi sukacita yang Tuhan berikan tidak tergantung keadaan.

Itulah yang terjadi dalam kitab Ester.

Bangsa Yahudi hampir dimusnahkan.
Mereka sudah tinggal menghitung hari.
Tetapi Tuhan bekerja melalui Ester dan Mordekhai.

Yang tadinya hari kematian berubah menjadi hari kemenangan.
Yang tadinya hari berkabung berubah menjadi hari pesta.
Yang tadinya hari ketakutan berubah menjadi hari sukacita.

Karena itu tema kita hari ini adalah:
HARI SUKACITA BAGI UMAT TUHAN


Latar Belakang
Pasal 9 menceritakan bahwa musuh-musuh orang Yahudi telah dikalahkan.

Tetapi yang menarik,
bangsa Yahudi tidak mengambil harta rampasan meskipun mereka boleh mengambilnya.

Mengapa?

Karena tujuan mereka bukan mencari kekayaan.
Mereka hanya ingin mempertahankan hidup yang telah Tuhan selamatkan.

Lalu Mordekhai menetapkan hari itu menjadi Hari Purim.

Hari itu harus diperingati setiap tahun.

Mengapa?
Karena manusia gampang lupa.

Kalau diberkati...
sering lupa Tuhan.

Kalau susah...
baru ingat Tuhan.

Maka Tuhan berkata,
"Jangan lupa mengingat pertolongan-Ku."

Apa Makna Sukacita Itu?

Banyak orang berpikir:
Sukacita = tidak ada masalah.

Padahal Alkitab berkata lain.

Sukacita adalah:
Menyadari bahwa Tuhan tetap memegang kendali meskipun hidup belum sempurna.

Pelajaran Pertama
1. TUHAN MAMPU MEMBALIKKAN KEADAAN
(Ester 9:11-12)
Inilah inti kitab Ester.

Semula Haman ingin memusnahkan orang Yahudi.
Akhirnya Haman sendiri yang binasa.

Semula orang Yahudi menangis.
Akhirnya mereka berpesta.

Semula mereka takut.
Akhirnya mereka menang.

Inilah Tuhan kita.
Tuhan ahli membalikkan keadaan.

Hari ini mungkin:
usaha sedang lesu
kesehatan menurun
anak belum berubah
ekonomi sulit

Tetapi jangan lupa.

Kalau Tuhan bekerja...
semuanya bisa berubah.

Mazmur berkata,
"Tangisan boleh bertahan semalam, tetapi sukacita datang pada pagi hari."

Ilustrasi 

Seorang bapak berkata,
"Pendeta, saya sudah doa bertahun-tahun."

Pendeta bertanya,
"Apa hasilnya?"

Bapak menjawab,
"Dulu saya minta Tuhan mengubah istri saya."

Pendeta bertanya,
"Lalu?"

Bapak tersenyum,
"Ternyata Tuhan lebih dulu mengubah saya."


Sering kali Tuhan memang tidak langsung mengubah keadaan.
Tetapi Tuhan mengubah hati kita.

Dan itu lebih besar.

Pelajaran Kedua
SUKACITA HARUS DIRAYAKAN BERSAMA
(Ester 9:17-18)

Orang Yahudi berpesta.
Mereka makan bersama.
Berbagi makanan.
Mengirim hadiah.
Menguatkan sesama.

Mengapa?

Karena sukacita yang sejati selalu dibagikan.

Kalau kita benar-benar diberkati Tuhan,
orang lain ikut merasakan berkat itu.


Beberapa hari ini kita mendengar kabar sukacita bagi HKBP.

HKBP Distrik 33 Kalimantan Barat resmi diresmikan.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa HKBP diharapkan menjadi mitra penting pemerintah dalam memperkuat persatuan, membangun karakter, serta menjaga harmoni dalam keberagaman.

Ini sangat sejalan dengan pesan kitab Ester.

Setelah memperoleh kemenangan, orang Yahudi tidak hidup untuk diri sendiri.

Mereka membangun kebersamaan, saling menguatkan, dan menjaga persatuan.

Demikian juga HKBP dipanggil bukan hanya membangun gedung gereja, tetapi membangun manusia, memperkuat kasih, melayani masyarakat, dan menjadi terang di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Sukacita yang Tuhan berikan tidak boleh berhenti di dalam gereja, tetapi harus mengalir menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

Pelajaran Ketiga
SUKACITA SELALU DISERTAI UCAPAN SYUKUR

Mengapa Hari Purim diperingati setiap tahun?
Karena manusia mudah lupa.

Kalau sudah sembuh...
lupa bersaksi.

Kalau sudah dapat pekerjaan...
lupa ibadah.

Kalau sudah kaya...
sibuk menghitung uang.

Padahal yang memberi berkat adalah Tuhan.

Karena itu orang Yahudi terus mengingat pertolongan Tuhan.

Ilustrasi 

Seorang anak kecil berdoa,

"Tuhan...
terima kasih untuk makanan ini."

Ibunya bertanya,
"Kok doanya pendek sekali?"

Anaknya menjawab,
"Supaya nasinya tidak keburu dingin."



Kadang kita juga begitu.

Doanya cepat.
Makannya lama.

Padahal Tuhan lebih dulu memberi.

Apa Artinya Bagi Kita?

Dalam keluarga
Rayakan setiap pertolongan Tuhan.
Jangan hanya berkumpul kalau ada kedukaan.
Belajarlah bersyukur bersama.

Dalam pelayanan
Jangan melayani dengan wajah murung.
Orang Kristen seharusnya dikenal sebagai pembawa sukacita.

Dalam masyarakat
Jadilah pembawa damai.
Bangun persatuan.
Hormati keberagaman.
Kasihi sesama.

Seperti harapan bagi HKBP Distrik 33 Kalimantan Barat, marilah seluruh warga HKBP di mana pun berada menjadi gereja yang memperkuat karakter, menjaga persatuan, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.

Penutup


Saudara-saudara,

Kitab Ester mengajarkan satu hal besar.
Tidak ada malam yang terlalu gelap bagi Tuhan.
Hari berkabung bisa berubah menjadi hari sukacita.
Hari kekalahan bisa berubah menjadi kemenangan.
Hari air mata bisa berubah menjadi nyanyian.

Karena itu jangan menyerah.

Kalau hari ini masih ada pergumulan...
ingatlah...

Allah yang menolong Ester masih hidup.
Allah yang menjaga bangsa Israel masih bekerja.
Allah yang memimpin gereja-Nya juga memimpin hidup kita.

Mari pulang hari ini dengan keyakinan:
"Sukacita sejati bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya."

Ilustrasi Penutup

Ada seorang nenek HKBP yang selalu tersenyum di gereja.

Seseorang bertanya,
"Nek, apa rahasianya selalu bahagia?"

Nenek itu menjawab,
"Karena saya sudah tua, saya lupa banyak masalah... tapi saya tidak pernah lupa kebaikan Tuhan."



Kiranya kita semua memiliki hati seperti itu.
Bukan sibuk menghitung masalah,
tetapi terus menghitung berkat Tuhan.

Horas!

Amin. Botima.













NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 26 Juli 2026 - Ulaon ni Debata do angka na pinillitNa (Karya Tuhan bagi orang-orang pilihan-Nya) - Roma 8:26-30


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 12 Juli 2026 - MARSIURUPAN MA HAMU (Tolong-Menolonglah Kamu) - 3 Yohanes 1:5-8

All Renungan HKBP 2026
(45)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 26 Juli 2026 - Ulaon ni Debata do angka na pinillitNa (Karya Tuhan bagi orang-orang pilihan-Nya) - Roma 8:26-30


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 12 Juli 2026 - MARSIURUPAN MA HAMU (Tolong-Menolonglah Kamu) - 3 Yohanes 1:5-8

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de