BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 6457 kali
Minggu, 25 Desember 2022
PESTA NATAL I
PESTA PARJOLO PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NITUHAN YESUS
Ev. Johannes 1:1-14
Ep. Jesaya 9:1-6
Tutup Langgatan : Na Bontar
Topik : GABE DAGING MA HATA I (FIRMAN ITU TELAH MENJADI MANUSIA)
Jamita Sikkola Minggu : Lukas 2:8-20
PHD Remaja : Mateus 1:18-25
PHD Naposobulung : Jesaya 40:29-31
PHD Ina : Mateus 1:18-25
PHD Ama : Jesaya 35:1-6
PHD Lansia :  Psalmen 98:1-9

Ev. Johannes 1:1-14
1:1 Di mulana i nunga adong Hata i, jala saor tu Debata do Hata i, jala Debata do Hata i.
1:2 I ma na saor tu Debata di mulana i.
1:3 Saluhutna i marhite sian Hata i do, umbahen na manjadi; jala ndang adong nanggo sada sian naung jadi i, na so marhite sian
1:4 Di bagasan Hata i do hangoluan; laos hangoluan i do Panondang ni hajolmaon.
1:5 Na marsinondang do Panondang i di bagasan na holom, alai ndang dijangkon na holom i.
1:6 Hehe do sada halak sinuru ni Debata, si Johannes do goarna.
1:7 Sitindangi do ibana, umbahen na ro, asa dihatindangkon Panondang i, anggiat gabe porsea saluhutna marhite sian Ibana.
1:8 Ndang apala ibana Panondang i; na mangkatindangkon Panondang i do tahe.
1:9 Alai nunga mandok ro uju i tu portibi on Panondang na sintong i, na manondangi nasa jolma.
1:10 Di portibi on hian do Ibana, jala marhite sian Ibana do manjadi portibi on; hape ndang ditanda portibi on Ibana.
1:11 Na ro do Ibana manopot na di Ibana hian, gabe ndang dijangkon angka na di ibana i Ibana.
1:12 Alai manang piga na manjangkon Ibana, tusi do dilehon huaso, asa gabe anak ni Debata nasida, angka na porsea di Goarna.
1:13 I ma angka na so tubu sian mudar, manang sian sangkap ni daging, manang sian sangkap ni baoa, tung sian Debata do.
1:14 Gabe daging ma Hata i jala maringan di tongatonga ni hita on, jadi huida hami ma hasangaponna, i ma hasangapon ni Anak sasada na sian Ama i, gok asi ni roha dohot hasintongan.

Firman yang telah menjadi manusia
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Penjelasan:
* Yoh 1:14 - Firman, // menjadi manusia // Diam di antara kita // kemuliaan, // (penuh kasih karunia dan kebenaran)
Sebelum iman dapat menghasilkan kelahiran baru, iman memerlukan suatu objek untuk dipakai sebagai landasan, yaitu inkarnasi Firman, Anak Allah. Allah. setelah mengungkapkan diri di dalam penciptaan dan sejarah, di mana aktivitas Logos tampak, tetapi oknum-Nya terselubung, kini mengungkapkan diri melalui sang Putra dalam bentuk manusia, yang bukan sekadar mirip, tetapi benar-benar menjadi manusia (dalam AV: daging). Yohanes memilih kata daging dan bukan manusia untuk mempertegas kebenaran dari inkarnasi (menjadi daging) dan menentang kecenderungan berpikir secara Gnostik. Pandangan keliru tentang Kristus ini menolak untuk mengakui bahwa keilahian yang murni dapat mengambil rupa tubuh fisik, karena hal materi dianggap sebagai sesuatu yang jahat (bdg. I Yoh. 4:2, 3; II Yoh. 7). Diam di antara kita. Bertabernakel. Dalam perpaduan dengan kemuliaan, pengertian tersebut menunjukkan personalisasi dari awan cemerlang yang tinggal di atas tabernakel di padang gurun (Kel. 40:34). Firman yang berinkarnasi ini juga merupakan jawaban terhadap doa Musa (Kel. 33:18). Yohanes tidak menceritakan peristiwa Yesus dimuliakan, sebab dia menyajikan keseluruhan pelayanan Yesus sebagai suatu pemuliaan, dengan catatan bahwa terang yang dimaksudkan Yohanes bersifat moral dan rohani (penuh kasih karunia dan kebenaran) dan bukan sesuatu yang visual (bdg. Yoh. 1:17).

* Keilahian Kristus (1:1-5)
Augustinus berkata (dalam de Civitate Dei [Kota Allah], lib. 10, cap.29) bahwa temannya, Simplisius, pernah bercerita kepadanya bahwa ia pernah mendengar seorang filsuf Platonis menyatakan bahwa ayat-ayat pertama dari Injil Yohanes ini pantas dituliskan dalam huruf emas. Francis Junius, seorang cendekiawan, dalam kesaksiannya tentang perjalanan hidupnya sendiri, bercerita bagaimana dia pada masa mudanya diracuni dengan berbagai gagasan yang dibuat dengan seenaknya mengenai agama, namun dengan anugerah Allah dia secara menakjubkan dibawa kembali ke jalan yang benar setelah secara kebetulan membaca ayat-ayat ini dalam Alkitab yang dengan sengaja ditaruh ayahnya di sebuah tempat yang akan dilaluinya. Ia berkata bahwa di dalam kitab itu ia melihat suatu keilahian yang begitu jelas dinyatakan, serta kuasa dan keagungan yang begitu besar dalam gaya penulisannya, sehingga tubuhnya gemetar dan ia terkesima karena begitu takjubnya, sampai-sampai sepanjang hari ia hampir tidak tahu lagi di mana ia berada atau apa yang sedang dikerjakannya. Dari saat itulah ia memulai kehidupan barunya yang religius. Marilah kita selidiki apa gerangan yang terdapat di dalam baris-baris yang begitu penuh daya kekuatan itu. Penulis Injil ini di sini memaparkan kebenaran agung yang hendak dibuktikannya, bahwa Yesus Kristus adalah Allah, satu dengan Bapa.

    Perhatikanlah:

    I. Tentang siapa ia berbicara -- Firman -- ho logos. Ini merupakan ungkapan khas yang hanya ditemukan dalam tulisan-tulisan Yohanes (1Yoh. 1:1; 5:7; Why. 19:13). Namun sebagian orang juga berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Firman dalam Kisah Para Rasul 20:32, Ibrani 4:12, dan Lukas 1:2 adalah Kristus. Targum (yaitu terjemahan disertai tafsiran atas suatu bagian Perjanjian Lama dalam bahasa Aram -- pen.) sangat sering menyebut Mesias dengan Memra -- Firman Yehova, dan ketika mereka berbicara tentang banyak hal dalam Perjanjian Lama, mereka selalu menyamakan apa yang diperbuat Tuhan dengan apa yang diperbuat oleh Firman Tuhan. Bahkan orang-orang Yahudi dari kalangan rakyat jelata diajar bahwa Firman Allah itu sama dengan Allah. Penulis Injil ini, dalam bagian penutup perkataannya (ay. 18), dengan jelas memberitahukan kepada kita mengapa ia menyebut Kristus Firman -- karena Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. Firman mempunyai pengertian ganda: logos endiathetos -- firman yang dipikirkan dan logos prophorikos -- firman yang diucapkan. Logos ho esō dan ho exō, ratio dan oratio -- pikiran dan ucapan.

    II. Apa yang dikatakan sang penulis Injil ini tentang Kristus sudah cukup membuktikan secara mutlak dan tanpa bisa dibantah lagi bahwa Dia adalah Allah.

    Penulis Injil ini menegaskan:

        . Keberadaan-Nya pada awal mulanya: Pada mulanya adalah Firman. Hal ini berbicara tentang keberadaan-Nya bukan hanya sebelum Ia menjelma menjadi manusia melainkan juga sebelum segala waktu. Pada permulaan waktu, ketika semua makhluk diciptakan dan dijadikan, Firman kekal ini sudah ada. Dunia ada dari awal mula, tetapi Firman ada di dalam awal mula. Kekekalan biasanya diungkapkan dengan keberadaan sebelum dunia dijadikan. Kekekalan Allah juga digambarkan demikian (Mzm. 90:2), sebelum gunung-gunung dilahirkan; begitu pula dalam Amsal 8:23. Firman sudah ada sebelum awal mula dunia. Ia pada awal mulanya tidak pernah mulai ada, dan karena itu Ia selalu ada, achronos -- tanpa permulaan waktu, begitulah menurut Nonnus.
        . Keberadaan-Nya yang bersama-sama dengan Bapa: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Janganlah ada orang yang berkata bahwa ketika kita mengundang mereka kepada Kristus, kita menjauhkan mereka dari Allah, sebab Kristus bersama-sama dengan Allah dan Ia adalah Allah. Hal ini diulangi lagi dalam ayat 2: Ia, yang kita percayai dan beritakan, pada mulanya bersama-sama dengan Allah, yaitu bahwa, Ia bersama-sama dengan Allah sejak dari kekekalan. Pada mulanya dunia berasal dari Allah, sebab dunia diciptakan oleh-Nya; Tetapi Firman berada bersama-sama dengan Allah, senantiasa bersama-Nya.

Firman itu bersama-sama dengan Allah:
           (1) Dalam hal hakikat dan substansi (sifat yang hakiki), sebab Firman itu adalah Allah. Ia merupakan suatu pribadi atau substansi tersendiri, sebab Ia bersama-sama dengan Allah. Namun demikian, dalam hal subtansi atau sifat hakiki, Ia sama dengan Allah, sebab Ia adalah Allah (Ibr. 1:3).
            (2) Dalam hal kepuasan dan kebahagiaan. Ada kemuliaan dan kebahagiaan yang dimiliki Kristus bersama-sama dengan Allah sebelum dunia ada (17:5). Sang Anak menikmati kebahagiaan-Nya dengan sempurna di pangkuan Bapa-Nya, dan Ia menjadi kesukaan Bapa-Nya, Anak kesayangan-Nya (Ams. 8:30).
            (3) Dalam hal kebijaksanaan dan rancangan. Rahasia penebusan manusia yang dilaksanakan oleh Firman yang menjelma ini tersembunyi di dalam Allah sebelum segala sesuatu diciptakan (Ef. 3:9). Ia yang membawa kita kepada Allah (1Ptr. 3:18), Ia sendiri sudah bersama-sama dengan Allah sejak dari kekekalan. Dengan demikian, perkara agung mengenai pendamaian manusia dengan Allah ini dilaksanakan atas mufakat antara Bapa dan Anak sejak dari kekekalan, dan di dalamnya mereka memahami satu sama lain dengan sempurna (Za. 6:13; Mat. 11:27). Ia ada serta-Nya sebagai Anak kesayangan untuk melaksanakan tugas ini (Ams. 8:30). Ia bersama-sama dengan Allah, dan oleh karena itu Ia dikatakan lahir dari Bapa.



Ep. Jesaya 9:1-6
9:1 Bangso na mardalani di bagasan haholomon marnida sada panondang na bolon. Binsar do sada panondang di angka na mangingani tano linggoman ni hamatean.
9:2 Nunga dipatorop ho bangso i. Nunga dipadiri ho di ibana halalas ni roha na bolon: Marlas ni roha nasida di jolo ni bohim, songon las ni roha di gotilon, songon parolopolopon di na marbagi tabantaban.
9:3 Ai nunga diponggolhon ho auga na ampe tu ibana, dohot batahi ni abarana dohot linsinglinsing ni na mangadu ibana, songon uju di ari Midian.
9:4 Ai masoksok do sogot nasa sinjata ni parsinjata di hatuturtar ni tongtangan, ro di ulos na marsapu mudar, gabe sipanganon ni api.
9:5 Ai nunga tubu di hita sada posoposo dilehon tu hita sada Anak, pampe tu abarana do sogot harajaon, jala bahenonna goarna: Sipartahi Halongangan, siulubalang ni Debata, Ama saleleng ni lelengna, Raja ni hadameon.
9:6 Bahen hagaganda ni harajaon dohot hadameon na so marujung di habangsa ni si Daud dohot di harajaonna i, pahothon dohot patoguhon marhitehite patik dohot hatigoran, olat nion ro di salelenglelengna. Hamuruhon ni Jahowa Zebaot patupahon songon i.

Kelahiran Raja Damai
9:1 (#8-#23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. 9:2 (#9-#1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 9:3 (#9-#2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 9:4 (#9-#3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 9:5 (#9-#4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 9:6 (#9-#5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 9:7 (#9-#6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.













NEXT:
Renungan HKBP Senin, 26 Desember 2022 - Ev. Titus 2:11-15 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 (Penjelasan) - PESTA NATAL II PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NI TUHAN YESUS


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 24 Desember 2022 - Ev. Mika 5:1-4 (Penjelasan) - Ep. Ulaon ni Apostel 13:21-25 Penjelasan) - PARPUNGUAN BODARI

All Renungan HKBP 2022
(231)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 26 Desember 2022 - Ev. Titus 2:11-15 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 (Penjelasan) - PESTA NATAL II PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NI TUHAN YESUS


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 24 Desember 2022 - Ev. Mika 5:1-4 (Penjelasan) - Ep. Ulaon ni Apostel 13:21-25 Penjelasan) - PARPUNGUAN BODARI

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de