BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 9077 kali

Download MP3 Music
Jumat, 23 Oktober 2015
Mazmur 33:11
Konteks
33:11 tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.


*  Rencana Tuhan tetap selama-lamanya
10-12. Pujian terhadap Rencana Allah. Rencana Tuhan tetap selama-lamanya. Berlawanan dengan rencana sia-sia bangsa-bangsa, Allah telah menetapkan dan membimbing bangsa pilihan-Nya.

* Mazmur ini adalah mazmur pujian. Ada kemungkinan bahwa Daudlah pengarangnya, namun itu tidak disebutkan di sini, karena Allah ingin agar kita memandang jauh melampaui para penulis Kitab Suci, menuju pada Roh penuh berkat itu, yang menggerakkan dan membimbing mereka. Sang pemazmur, dalam mazmur ini,

    I. Mengajak orang-orang benar untuk memuji Allah (ay. 1-3).
    II. Memperlengkapi kita dengan pokok-pokok pujian. Kita harus memuji Allah,
        1. Atas keadilan, kebaikan, dan kebenaran-Nya, yang tampak dalam firman-Nya dan dalam segala pekerjaan-Nya (ay. 4-5).
        2. Atas kuasa-Nya yang tampak dalam karya penciptaan (ay. 6-9).
        3. Atas kedaulatan pemeliharaan-Nya dalam memerintah dunia (ay. 10-11) dan lagi (ay. 13-17).
        4. Atas anugerah khusus yang disediakan-Nya bagi umat pilihan-Nya sendiri, yang mendorong mereka untuk percaya kepada-Nya (ay. 12), dan lagi (ay. 18-22).
    Kita tidak perlu bingung lagi dalam memikirkan pokok-pokok apa yang layak kita renungkan saat menyanyikan mazmur ini, karena di dalamnya sudah terungkap dengan begitu wajar segala perasaan saleh dari sebuah jiwa yang mengabdi kepada Allah.
    Sebuah Ajakan untuk Memuji Allah (33:1-11)
    Ada empat hal yang diungkapkan sang pemazmur dalam ayat-ayat ini:
        I. Keinginan besar yang dimilikinya agar Allah dipuji. Ia tidak berpikir bahwa ia sendiri sudah melakukannya dengan begitu baik, namun ia ingin agar orang lain juga dapat ikut memuji Allah. Semakin banyak orang, semakin baik pujian yang dinaikkan dalam kebersamaan ini: lebih terasa seperti di sorga.
            1. Sukacita yang kudus merupakan inti dan jiwa dari puji-pujian, dan inilah yang ditekankan di sini kepada semua orang baik (ay. 1): Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Dengan perkataan itulah mazmur sebelumnya ditutup, dan dengan perkataan itu pula mazmur ini dimulai. Sebab semua tindak ibadah kita harus dimulai dan juga diakhiri dengan kepuasan hati yang kudus dan kemenangan di dalam Allah sebagai Yang Terbaik dari segala yang ada dan Yang Terbaik dari semua sahabat.
            2. Puji-pujian syukur merupakan nafas dan bahasa dari sukacita yang kudus, dan hal ini pulalah yang diminta dari kita di sini (ay. 2): "Bersyukurlah kepada TUHAN, berkata-katalah yang baik tentang Dia, dan berikanlah kepada Dia kemuliaan nama-Nya."
            3. Nyanyian-nyanyian rohani merupakan ungkapan yang tepat untuk menaikkan pujian syukur. Nyanyian-nyanyian seperti itulah yang dimintakan dari kita di sini (ay. 3): "Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru, nyanyian terbaik yang engkau miliki, bukan nyanyian yang sudah lama dan usang karena sering dinyanyikan, melainkan nyanyian yang, karena baru, sangat mungkin menyentuh perasaan. Nyanyian baru bagi kemurahan yang baru dan pada setiap kesempatan yang baru, bagi segala belas kasihan yang selalu baru setiap pagi." Pada waktu itu musik digunakan, sesuai dengan ketentuan Daud, untuk mengiringi nyanyian-nyanyian di Bait Allah, supaya bisa dinyanyikan dengan lebih baik. Dan itu juga diminta di sini (ay. 2): Bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus. Di sini ada,
                (1) Aturan yang baik bagi kewajiban bernyanyi ini: "Bernyanyilah baik-baik, dan dengan sorak-sorai. Biarlah kepala dan hatimu bersatu bersamanya. Biarlah nyanyian itu dilagukan dengan akal budi dan kepala yang jernih, dengan penuh perasaan dan hati yang penuh kehangatan."
                (2) Alasan yang baik bagi kewajiban bernyanyi ini: Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur (kjv: sebab memuji-muji itu indah bagi orang-orang jujur -pen.). Memuji itu sangat menyenangkan Allah (pakaian puji-pujian banyak menambah keindahan yang dikaruniakan Allah kepada umat-Nya), dan merupakan perhiasan yang sangat indah bagi pengakuan iman kita. Sepantasnyalah bagi orang-orang jujur untuk memberi kehormatan kepada-Nya, karena Ia telah mengaruniakan mereka dengan begitu banyak kehormatan. Orang-orang jujur memuji Allah dengan cara yang indah, sebab mereka memuji-Nya dengan hati mereka, yakni dengan segenap kemuliaan yang ada pada mereka. Sedangkan pujian orang-orang munafik itu janggal dan tidak indah, seperti amsal di mulut orang bebal (Ams. 26:7).
        II. Pikiran-pikiran luhur yang dimilikinya tentang Allah dan tentang kesempurnaan-Nya yang tiada terhingga (ay. 4-5). Allah menyatakan diri-Nya kepada kita,
            1. Dalam firman-Nya, yang di sini dipahami sebagai seluruh pewahyuan ilahi, segala sesuatu yang telah dikatakan Allah kepada anak-anak manusia berulang kali dan dalam pelbagai cara, dan semuanya itu benar adanya, tidak ada kekeliruan apa pun di dalamnya. Perintah-perintah-Nya benar-benar sesuai dengan kaidah-kaidah keadilan dan pengetahuan kekal akan kebaikan dan kejahatan. Semua janji-Nya bijak dan baik, dan pasti terpenuhi. Tidak ada kejahatan dalam ancaman-ancaman-Nya, malah sebaliknya, semuanya dirancang demi kebaikan kita, untuk mencegah kita dari kejahatan. Firman Allah itu benar, dan oleh sebab itu segala penyimpangan kita darinya adalah perbuatan salah. Jadi, kita berada di pihak yang benar bila kita sependapat dengan firman-Nya.
            2. Dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya, dan semua itu dilakukan di dalam kebenaran, semuanya sesuai dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan-Nya, yang disebut sebagai Kitab Kebenaran (Dan. 10:21). Salinan-salinan dalam semua pekerjaan Allah benar-benar sesuai dengan rencana aslinya yang agung, dengan rencana yang tersusun dalam Akal Budi yang Kekal, dan tidak berbeda setitik pun. Allah menampakkan dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya,
                (1) Bahwa Dia adalah Allah yang berkeadilan teguh: Ia senang kepada keadilan dan hukum. Hanya ada keadilan semata dalam hukuman yang dijatuhkan-Nya, dan hukum dalam pelaksanaannya. Dia tidak pernah dan juga tidak dapat berbuat salah terhadap makhluk-makhluk ciptaan-Nya, melainkan selalu siap untuk mengadakan pembalasan bagi orang-orang yang ditindas, dan melakukannya dengan senang hati. Ia senang dengan orang-orang yang adil. Dia sendiri adalah Tuhan yang adil, dan karena itu mencintai keadilan.
                (2) Bahwa Dia adalah Allah dengan kemurahan yang tiada habisnya: bumi penuh dengan kasih setia TUHAN, yaitu penuh dengan bukti-bukti dan contoh-contoh kasih setia-Nya. Pengaruh-pengaruh baik yang diterima bumi dari atas, dan buah-buah yang karena pengaruh itu mampu dihasilkannya, persediaan yang dibuat bagi manusia maupun binatang, dan berkat-berkat umum yang dengannya segala bangsa di bumi diberkati, dengan jelas menyatakan bahwa bumi penuh dengan kasih setia-Nya. Setiap bagian bumi tanpa kecuali, termasuk bagian yang paling gelap, paling dingin, paling panas, dan padang gurun yang paling kering sekalipun. Sungguh sayang bahwa bumi ini, yang sedemikian penuh dengan kasih setia-Nya itu, malah begitu kosong dengan puji-pujian untuk-Nya. Dari antara banyak orang yang hidup dari kemurahan-Nya, hanya sedikit sekali yang hidup bagi kemuliaan-Nya!
        III. Keyakinan yang dimilikinya akan kekuatan Allah yang Mahakuasa, kekuatan yang terbukti dalam penciptaan dunia ini. Kita "percaya akan Allah," dan karena itu kita memuji-Nya sebagai "Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi," demikianlah kita di sini diajar untuk memuji-Nya.
            Perhatikanlah:
            1. Bagaimana Allah menciptakan dunia dan mengadakan segala sesuatu.
                (1) Dengan betapa mudahnya: Segala sesuatu diciptakan oleh firman TUHAN dan oleh nafas dari mulut-Nya. Kristus adalah Sang Firman, Roh adalah nafas-Nya. Demikianlah, Allah Bapa menciptakan dunia, sebagaimana Dia mengaturnya dan menebusnya, dengan Anak-Nya dan Roh-Nya. Dia berfirman, dan Dia memberi perintah (ay. 9), dan itu saja cukup. Tidak ada yang diperlukan lagi. Bagi manusia, berkata-kata dan berbuat adalah dua hal yang berbeda, namun tidak demikian bagi Allah. Sebagaimana dunia diciptakan dengan Firman dan Roh Allah, demikian pula halnya dengan manusia, dunia yang kecil itu. Allah berfirman, "Baiklah Kita menjadikan manusia," lalu Dia mengembuskan nafas hidup ke dalam manusia itu. Dengan Firman dan Roh jemaat didirikan, dunia yang baru itu, dan anugerah bekerja di dalam jiwa, manusia yang baru itu, ciptaan yang baru itu. Jadi apa lagi yang tidak mampu dilakukan oleh kuasa itu, yang hanya dengan sepatah kata saja sebuah dunia diciptakan!
                (2) Betapa berhasilnya penciptaan itu: Maka semuanya ada. Apa yang dilakukan Allah dilakukan-Nya dengan berhasil. Ia menjadikannya, maka semuanya ada. Segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya (Pkh. 3:14). Berdasarkan perintah untuk tetap ada itulah, maka segala sesuatu ada sampai sekarang menurut hukum-hukum-Nya ( 119:91).
            2. Apa yang diciptakan-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu, namun ada perhatian khusus yang diberikan di sini,
                (1) Tentang langit dan segala tentaranya (ay. 6). Langit yang terlihat, beserta matahari, bulan, dan bintang, yakni segala tentaranya.
                (2) Tentang air, dan segala kekayaannya (ay. 7). Bumi pertama-tama tertutup oleh air, dan, karena lebih berat, tentu saja akan merosot dan tenggelam di bawahnya. Namun, untuk menunjukkan dari sejak semula bahwa Allah alam semesta ini tidak terikat dengan cara-cara alam yang biasa dan pekerjaan-pekerjaan kuasa-Nya yang biasa, maka dengan sepatah kata Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, supaya tanah yang kering bisa tampak. Namun demikian, Ia tidak membiarkan air laut itu tetap dalam bendungan, tetapi menaruh samudera raya ke dalam wadah. Bukan hanya di tanah datar di mana lautan terbaring seperti di tempat tidur, dan yang di dalamnya lautan itu terkunci oleh pasir di pantai seperti di dalam wadah, melainkan juga dalam goa-goa besar di dalam tanah, di mana lautan tersembunyi dari mata semua yang hidup, namun dijaga seperti di dalam wadah untuk hari yang besar itu, ketika terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat. Dan ia masih ditaruh di sana di wadah itu, dan kegunaannya hanya diketahui oleh Sang Tuan rumah yang agung.
            3. Apa gunanya semua ini diberitahukan (ay. 8): Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, dan gentar terhadap Dia. Biarlah semua anak manusia menyembah Dia dan memberikan kemuliaan kepada-Nya (90:5-6). Injil yang kekal menjadikan hal ini sebagai alasan mengapa kita harus menyembah Allah, yaitu karena Dia telah menjadikan langit, bumi, dan laut (Why. 14:6-7). Marilah kita semua takut akan Dia, yaitu, merasa ngeri terhadap murka dan ketidakberkenanan-Nya, dan takut untuk menjadikan Dia musuh dan berdiri menentang Dia. Janganlah sekali-kali kita membuat Dia marah, sebab Dia yang mempunyai kuasa seperti itu tidak diragukan lagi pasti memiliki segala kuasa di tangan-Nya. Sungguh berbahaya jika kita berperang melawan Dia yang memiliki segenap pasukan langit sebagai tentara-tentara-Nya, dan dalamnya lautan sebagai gudang senjata-Nya. Oleh sebab itu, bijaklah kita bila ingin mencari tahu syarat-syarat perdamaian saja (Yer. 5:22).
        IV. Kepuasan yang dimiliki Daud akan kedaulatan dan kekuasaan Allah (ay. 10-11). Ia mengungguli semua rancangan manusia, dan membuat semua rancangan mereka itu, berlawanan dengan maksud mereka, untuk melayani rancangan-rancangan-Nya. Mari dan lihatlah dengan mata iman bagaimana Allah di atas takhta,
            1. Mengacaukan rancangan-rancangan para musuh-Nya: TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa, sehingga apa yang mereka bayang-bayangkan dalam melawan Dia dan kerajaan-Nya terbukti sebagai perkara yang sia-sia ( 2:1). Rancangan Ahitofel diubah menjadi suatu perbuatan yang bodoh. Persekongkolan Haman dipatahkan. Meskipun rancangan itu disusun sedemikian dalam, dan harapan-harapannya membumbung begitu tinggi, namun, jika Allah berkata bahwa hal itu tidak akan sampai dan tidak akan terjadi, maka semuanya sia-sia belaka.
            2. Menggenapi ketetapan-ketetapan-Nya sendiri: rencana TUHAN tetap selama-lamanya. Rencana-Nya tidak bisa diubah dengan sendirinya, sebab Ia tidak pernah berubah, dan siapa dapat menghalangi Dia? Pelaksanaannya bisa saja ditentang, namun sama sekali tidak dapat dihalangi oleh kuasa apa pun yang diciptakan. Sepanjang perputaran waktu, Allah tidak pernah mengubah ukuran-ukuran-Nya, sebaliknya, dalam setiap peristiwa, bahkan peristiwa yang bagi kita paling mengejutkan, rancangan yang kekal dari Allah digenapi, dan apa pun tidak ada yang dapat mencegah penggenapannya pada waktunya. Wah, betapa senangnya hati kita saat menyanyikan puji-pujian ini kepada Allah! Betapa pemikiran akan hal ini membuat kita tenang sepanjang waktu, bahwa Allah memerintah dunia, bahwa Dia melakukannya dengan hikmat yang tidak terbatas sebelum kita lahir, dan akan tetap melakukannya ketika kita sudah terdiam di dalam debu!

Label:   Mazmur 33:11 











NEXT:
Khotbah HKBP Sabtu, 24 Oktober 2015 Yohanes 15:14


PREV:
Khotbah HKBP Kamis, 22 Oktober 2015 Wahyu 14:6


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP
(32)
1 Korintus 12:6 (1)
1 Korintus 4:5 (1)
1 Petrus 1:3 (1)
1 Petrus 5:10 (1)
1 Raja-raja 8:29 (1)
1 Samuel 14:6 (1)
1 Samuel 16:7b (1)
1 Samuel 2:1-10 (1)
1 Tesalonika 4:17-18 (1)
1 Tesalonika 5:17 (1)
1 Tesalonika 5:18 (1)
1 Timotius 4:12 (1)
1 Timotius 4:16 (1)
1 Yohanes 1:3 (1)
2 Kor 12:2-10 (1)
2 Kor 4:13-5:1 (1)
2 Kor 5:6-10 (1)
2 Raja-Raja 5:17 (1)
2 Samuel 15:26 (1)
2 Tawarikh 18:4 (1)
2 Tes 3:16 (1)
2 Timotius 4:17 (1)
Amsal 16:33 (1)
Amsal 20:9 (1)
Amsal 4:7 (1)
Bilangan 14:19 (1)
Efesus 2:14 (1)
Efesus 4:1-16 (1)
Efesus 5:19 (1)
Efesus 6:13 (1)
Epesus 3:14-21 (1)
Filipi 1:6 (1)
Filipi 2:27 (1)
Filipi 4:19 (1)
Filipi 4:5 (1)
Galatia 4:14 (1)
Galatia 5:13 (1)
Ibrani 12:15 (1)
Ibrani 13:7 (1)
Kejadian 12:4 (1)
Kejadian 16:13 (1)
Kejadian 24:7 (1)
Kis 10:44-48 (1)
Kis 1:1-11 (1)
Kis 2:1-21 (1)
Kisah Para Rasul 10:28 (1)
Kisah Para Rasul 17:27 (1)
Kisah Para Rasul 4:5-12 (1)
Kisah Para Rasul 6:1-15 (1)
Kisah Para Rasul 8:26-40 (1)
Kisah Para Rasul 9:3-4 (1)
Kisah Rasul 11:23 (1)
Kolose 1:12 (1)
Kolose 3:17 (1)
Kor 8:7-15 (1)
Lukas 15:20b (1)
Lukas 18:7 (1)
Lukas 19:2-3 (1)
Lukas 1:30 (1)
Lukas 1:39-45 (1)
Lukas 1:51-52 (1)
Lukas 1:68 (1)
Lukas 21:25-36 (1)
Lukas 3:1-6 (1)
Lukas 3:7-18 (1)
Mark 10:2-16 (1)
Mark 12:28-34 (1)
Mark 6:14-29 (1)
Markus 10:17-31 (1)
Markus 10:35-45 (1)
Markus 10:46-52 (1)
Markus 13:1-8 (1)
Markus 4:38 (1)
Markus 5:36 (1)
Markus 6:30-34, 53-56 (1)
Markus 9:38-50 (1)
Matius 10:30-31 (1)
Matius 14:19-20 (1)
Matius 25:31-32 (1)
Matius 25:35-36 (1)
Matius 5:11 (1)
Matius 5:16 (1)
Matius 5:45 (1)
Matius 5:9 (2)
Matius 6:13 (1)
Mazmur 100:2 (1)
Mazmur 102:25 (1)
Mazmur 118:25 (1)
Mazmur 119:2 (1)
Mazmur 121:5-6 (1)
Mazmur 135:14 (1)
Mazmur 139:5 (1)
Mazmur 147:3 (1)
Mazmur 148:7,12 (1)
Mazmur 14:3 (1)
Mazmur 17:7 (1)
Mazmur 25:12 (1)
Mazmur 25:5 (1)
Mazmur 33:11 (1)
Mazmur 34:8 (1)
Mazmur 89:16-27 (1)
Mazmur 97:10 (1)
Ratapan 3:25 (2)
Roma 10:14 (1)
Roma 11:33 (1)
Roma 12:2 (1)
Roma 5:20 (1)
Roma 5:3-4 (1)
Roma 7:24-25 (1)
Roma 8:8 (1)
Ulangan 11:7 (1)
Ulangan 18:10,12 (1)
Ulangan 28:1a,6 (1)
Ulangan 6:1-2 (1)
Ulangan 6:6-7 (1)
Wahyu 11:15 (1)
Wahyu 16:7 (1)
Wahyu 21:6 (1)
Wahyu 3:8 (1)
Yakobus 1:19 (1)
Yakobus 5:13 (1)
Yakobus 5:8 (1)
Yehezkiel 11:19 (1)
Yehezkiel 34:2 (1)
Yehezkiel 37:14 (1)
Yehezkiel 37:26 (1)
Yeremia 10:6 (1)
Yeremia 29:13-14 (1)
Yeremia 2:27 (1)
Yeremia 31:8 (1)
Yeremia 32:19 (1)
Yeremia 9:23-24 (1)
Yesaya 2:11 (1)
Yesaya 40:29 (1)
Yesaya 45:15 (1)
Yesaya 52:10 (1)
Yesaya 53:11 (1)
Yesaya 53:5 (1)
Yesaya 54:8 (1)
Yesaya 66:2 (1)
Yesaya 9:1-6 (1)
Yoel 2:13 (1)
Yohanes 14:6 (1)
Yohanes 15:14 (1)
Yohanes 18:33-37 (1)
Yohanes 1:1-14 (1)
Yohanes 3:13-17 (1)
Yohanes 3:14 (1)
Yohanes 6:25, 41-51 (1)
Yohanes 6:37 (1)
Yohanes 6:51-58 (1)
Yohanes 6:56-69 (2)
Yohanes 8:12-19 (1)
Yosua 24:24 (1)
Yosus 24:14 (1)
Yunus 2:8 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Sabtu, 24 Oktober 2015 Yohanes 15:14


PREV:
Khotbah HKBP Kamis, 22 Oktober 2015 Wahyu 14:6

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de