BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2435 kali
Minggu, 8 Oktober 2023
DIHALOMOHON JAHOWA DO UHUM DOHOT HATIGORAN (TUHAN MENGHENDAKI KEADILAN DAN KEBENARAN)
Ev. Yesaya 5:1-7
Ep. Lukas 11:37-42
XVIII DUNG TRINITAS

Ev. Yesaya 5:1-7
Nyanyian tentang kebun anggur
5:1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. 5:2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. 5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. 5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? 5:5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; 5:6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. 5:7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Penjelasan:
* Israel Diumpamakan sebagai Kebun Anggur (5:1-7)
Lihatlah betapa beragamnya cara yang dipakai Allah Mahabesar untuk menggugah orang-orang berdosa supaya bertobat dengan menginsafkan mereka dari dosa, dan menunjukkan kepada mereka kesengsaraan dan bahaya yang mengancam mereka karena dosa. Untuk maksud inilah adakalanya Ia berbicara dalam kata-kata yang jelas, dan adakalanya dalam perumpamaan, kadang-kadang dalam kalimat-kalimat biasa, dan kadang-kadang dalam sajak, seperti di sini. “Kita telah berusaha beperkara (1:18). Sekarang marilah kita tuangkan perkaramu ke dalam puisi, yang ditulis bagi kehormatan kekasih-Ku.” Allah Bapa menyampaikannya bagi kehormatan Kristus, Anak-Nya yang dikasihi, yang telah diangkat-Nya sebagai Tuan atas kebun anggur. Sang nabi menyanyikannya bagi kehormatan Kristus juga, sebab Kristus adalah kekasihnya. Nabi-nabi Perjanjian Lama adalah sahabat-sahabat Mempelai laki-laki. Kristus adalah Anak yang dikasihi Allah dan Juruselamat kita yang terkasih. Apa pun yang diperkatakan atau dinyanyikan oleh jemaat haruslah diniatkan sebagai pujian bagi-Nya, bahkan apa yang tampaknya (seperti di sini) akan mempermalukan kita. Perumpamaan ini dituangkan ke dalam nyanyian supaya dapat lebih menggerakkan dan menyentuh hati, dapat lebih mudah dipelajari dan diingat dengan tepat, dan diteruskan secara lebih baik kepada anak cucu. Dan ini merupakan uraian dari nyanyian Musa (Ul. 32), yang menunjukkan bahwa apa yang dinubuatkannya pada waktu itu digenapi sekarang. Jerome berkata, Kristus sang Kekasih pada hakikatnya menyanyikan nyanyian duka ini ketika Ia melihat Yerusalem dan menangisinya (Luk. 19:41), dan merujuk pada Yerusalem dalam perumpamaan tentang kebun anggur (Mat. 21:33, dst.). Hanya saja dalam Kitab Yesaya ini kesalahannya terletak pada pokok anggur, sementara dalam Injil Matius kesalahannya terletak pada tukang kebun. 

Di sini kita mendapati,
I. Perkara-perkara besar yang telah diperbuat Allah bagi jemaat dan bangsa Yahudi. Ketika semua bangsa lain di dunia berdiri di tanah biasa, tidak ditanami dengan pewahyuan ilahi, bangsa Yahudi justru dijadikan kebun anggur-Nya, mereka adalah umat kesayangan-Nya. Ia mengakui mereka sebagai milik-Nya sendiri, memisahkan mereka bagi diri-Nya. Tanah yang di dalamnya mereka ditanam itu luar biasa. Tanah itu adalah lereng bukit yang subur, ladang minyak berbentuk tanduk, demikian dalam tafsiran yang agak luas. Di situ ada kelimpahan, sampai tumpah ruah. Dan di situ ada penganan yang lezat. Di situ mereka makan lemak daging dan minum yang manis-manis, dan dengan demikian diperlengkapi dengan kelimpahan hal-hal baik untuk menghormati Allah dengan korban-korban dan persembahan sukarela. Keadaan kita yang menguntungkan akan dijadikan sebagai bahan perhitungan pada suatu hari. 

Amatilah lebih jauh apa yang diperbuat Allah untuk kebun anggur ini.
1. Ia memagarinya, membawanya ke dalam perlindungan-Nya secara khusus, mengawasinya sendiri siang malam, supaya jangan orang mengganggunya (27:2-3). Kalau bukan mereka sendiri yang merubuhkan pagar itu, tidak akan ada yang bisa memasukinya (Mzm. 125:2; 121:4).
2. Ia membuang batu-batunya, supaya tidak ada apa pun dari luar yang dapat merusaknya, dan juga supaya tidak ada apa pun dari dalam yang dapat menghambat kesuburannya. Ia menyodorkan anugerah-Nya untuk membuang hati yang membatu.
3. Ia menanamnya dengan pokok anggur pilihan, mendirikan agama yang murni di antara mereka, memberi mereka hukum yang unggul, menegakkan ketetapan-ketetapan yang sangat sesuai untuk menjaga hubungan mereka dengan Allah (Yer. 2:21).
4. Ia membangun sebuah menara jaga di tengah-tengahnya, entah untuk melindungi diri dari kekerasan atau untuk ditinggali tukang-tukang kebun. Atau lebih tepatnya menara itu untuk pemilik kebun anggur supaya bisa duduk, untuk melihat-lihat kebun anggur (Kid. 7:12), sebuah rumah musim panas. Bait suci adalah menara jaga ini, yang di sekitarnya para imam tinggal, dan yang di dalamnya Allah berjanji untuk menjumpai umat-Nya, dan memberi mereka tanda-tanda hadirat-Nya di antara mereka dan perkenanan-Nya kepada mereka.
5. Ia menggali lobang tempat memeras anggur di sana, mendirikan mezbah-Nya, yang ke atasnya korban-korban, sebagai buah-buah dari kebun anggur, harus dibawa.


II. Runtuhnya harapan-harapan yang sewajarnya Dia harapkan dari mereka: 
Dinanti-Nya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, dan Ia mempunyai banyak alasan untuk mengharapkan itu. Perhatikanlah, Allah mengharapkan hasil buah kebun anggur dari orang-orang yang menikmati hak-hak istimewa kebun anggur, bukan hanya daun-daunnya saja, seperti dalam Markus 11:12. Terus terang saja, meskipun kebun anggur tampak begitu menghijau, itu tidak cukup. Harus ada yang lebih dari sekadar pucuk dan kembang. Tujuan-tujuan yang baik dan awal mula yang bagus adalah hal-hal yang baik, tetapi itu tidak cukup. Harus ada buah, yaitu hati yang baik dan hidup yang baik, buah dari kebun anggur, pemikiran dan perasaan, perkataan dan perbuatan yang sejalan dengan Roh, yang merupakan getah kebun anggur (Gal. 5:22-23), yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan ilahi, yang merupakan hiasan kebun anggur, dan yang berkenan pada Allah, Tuan dari kebun anggur, dan buah pada musimnya. Buah seperti ini diharapkan Allah dari kita, buah anggur, buah dari pokok anggur, yang dengannya mereka menghormati Allah dan manusia (Hak. 9:13). Dan harapan-harapan-Nya tidak tinggi ataupun sulit, tetapi benar dan sangat wajar. Namun lihatlah bagaimana harapan-harapan-Nya dikecewakan: Tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Bukan hanya tidak ada buah sama sekali, tetapi juga buah yang buruk, lebih buruk daripada tidak ada buah sama sekali, anggur-anggur Sodom (Ul. 32:32).

1. Buah anggur yang asam adalah buah dari sifat yang bobrok, buah sesuai batang yang buruk, bukan sesuai tunas yang dicangkokkan, buah dari akar yang pahit (Ibr. 12:15). Di mana anugerah tidak bekerja, di situ kebobrokan akan bekerja.

2. Buah anggur yang asam adalah perbuatan agama yang bersifat lahiriah dan munafik, yang tampak seperti anggur, tetapi rasanya asam atau pahit, dan sama sekali tidak berkenan pada Allah, tetapi justru menyulut murka-Nya, seperti perbuatan-perbuatan yang disebutkan dalam pasal 1:11. Anugerah palsu adalah buah anggur yang asam.


III. Seruan kepada diri mereka sendiri apakah atas seluruh perkara itu Allah bukannya harus dibenarkan dan mereka harus dihukum (ay. 3-4). 
Dan sekarang perkaranya dinyatakan dengan jelas: Hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Ini menyiratkan bahwa Allah dipersalahkan karena perbuatan mereka. Ada perseteruan antara mereka dan Dia. Tetapi keadilan begitu jelas ada di pihak-Nya sehingga Ia berani menyerahkan putusan perselisihan itu kepada hati nurani mereka sendiri. “Biarlah setiap penduduk Yerusalem, setiap orang Yehuda, yang dapat menalar dan berpikir tentang kesetaraan dan keadilan, mengungkapkan pikirannya dalam hal ini tanpa memihak.” 

Inilah tantangan kepada siapa saja untuk menunjukkan,
1. Contoh apa saja yang yang menyatakan bahwa Allah lalai berbuat sesuatu kepada mereka: Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Ia berbicara tentang sarana-sarana lahiriah untuk menghasilkan buah, seperti yang dapat diharapkan dari tukang kebun anggur, yang darinya tidak dituntut bahwa ia harus mengubah sifat pokok anggur. Apa lagi yang seharusnya sudah diperbuat? Demikian ayat itu dapat dibaca. Mereka memiliki segala sesuatu yang diperlukan sebagai petunjuk dan bimbingan dalam menjalankan tugas mereka, untuk menggugah mereka supaya mau melakukannya, dan untuk mengingatkan mereka akan tugas itu. Tiada satu pun dorongan yang tidak diberikan untuk meyakinkan mereka supaya mereka mau melakukannya, tetapi semua alasan dipakai yang sesuai untuk menimbulkan harapan atau ketakutan. Dan mereka mempunyai segala kesempatan yang mereka inginkan untuk mengerjakan tugas mereka, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat, dan perayaan-perayaan besar. Mereka memiliki Kitab Suci, firman-firman yang hidup, pelayanan tetap para imam dan orang-orang Lewi, selain apa yang luar biasa dalam diri para nabi. Tidak ada bangsa yang memiliki ketetapan dan peraturan yang demikian benar seperti itu.

2. Juga tidak ada alasan yang dapat diberikan untuk memaafkan perbuatan mereka yang hidup bertentangan dengan Allah seperti itu. “Oleh karena itu, apa yang menjadi alasan sehingga kebun itu sampai menghasilkan buah anggur yang asam, ketika Aku mencari buah anggur yang baik?” Perhatikanlah, kefasikan orang-orang yang mengaku beragama, dan yang menikmati sarana anugerah, adalah hal yang paling tidak masuk akal dan tidak dapat dijelaskan di dunia, dan seluruh kesalahannya harus ditimpakan kepada orang-orang berdosa itu sendiri. “Jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya, dan engkau tidak akan bisa mengucapkan sepatah kata pun untuk membela dirimu sendiri pada hari penghakiman agung.” Allah akan membuktikan bahwa cara-Nya adil, dan cara-cara para pendosa tidak adil.


IV. Hukuman terhadap mereka dibacakan, dan hukuman yang benar dijatuhkan atas mereka karena perilaku mereka yang buruk terhadap Allah (ay. 5-6): “Maka sekarang, karena tidak ada yang dapat ditawarkan untuk memaafkan kejahatan itu atau menghentikan penghakiman itu, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu. Aku tidak mau lagi dipusingkan dan disusahkan olehnya. Karena kebun itu tidak bermanfaat sama sekali, maka ia tidak akan bermanfaat sama sekali. Singkatnya, kebun itu akan berhenti menjadi kebun anggur, dan diubah menjadi padang gurun. Jemaat Yahudi akan dicabut, piagam perjanjian mereka akan diambil, dan mereka akan menjadi lo-ami -” bukan umat-Ku.”

1. “Mereka tidak akan lagi dibedakan sebagai umat kesayangan, tetapi menjadi bangsa biasa saja: Aku akan menebang pagar durinya, maka ia akan segera dimakan habis dan menjadi gundul seperti tanah lainnya.” Mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa lain, dan karena itu sudah sewajarnya mereka diserakkan ke antara bangsa-bangsa.

2. “Mereka tidak akan lagi dilindungi sebagai umat Allah, tetapi dibiarkan begitu saja. Allah tidak hanya akan membiarkan tembok itu rusak, tetapi juga akan meruntuhkannya, akan menyingkirkan semua pertahanan mereka, dan kemudian mereka akan menjadi mangsa yang empuk bagi musuh-musuh mereka, yang telah lama menantikan kesempatan untuk berbuat jahat kepada mereka, dan sekarang akan menjatuhkan mereka dan menginjak-injak mereka.”

3. “Mereka tidak akan lagi berwajah kebun anggur, dan berbentuk jemaat dan negeri persemakmuran, tetapi akan diratakan dan diruntuhkan.” Hal ini digenapi ketika oleh karena mereka Yerusalem dibajak seperti ladang (Mi. 3:12).

4. “Tidak akan ada lagi jerih payah yang dikeluarkan bagi mereka oleh para hakim atau hamba Tuhan, yaitu tukang kebun dan penjaga kebun anggur mereka. Kebun itu tidak akan dipotong rantingnya atau disiangi, tetapi seluruhnya akan tumbuh liar, dan tidak akan ada yang tumbuh kecuali puteri malu dan rumput, hasil dari dosa dan kutukan” (Kej. 3:18). Ketika kesalahan dan kebobrokan, perbuatan tercela dan asusila, dibiarkan tanpa kendali, dan tidak ada kesaksian yang dinyatakan melawan mereka, tidak ada teguran atau kekangan yang diberikan kepada mereka, maka kebun anggur itu tidak dirantingi, tidak diurus, atau tidak dibersihkan. Maka ia akan segera menjadi seperti kebun anggur orang yang tidak berhikmat, seluruhnya ditumbuhi dengan rumput duri.

5. “Apa yang melengkapi kutukannya adalah bahwa embun dari langit akan ditahan. Ia yang memegang kunci awan-awan akan memerintahkan awan-awan supaya tidak menurunkan hujan ke atasnya, dan itu saja sudah cukup untuk menjadikannya padang gurun.” Perhatikanlah, Allah di jalan penghakiman yang benar menahan anugerah-Nya dari orang-orang yang sudah lama menerimanya dengan sia-sia. Ringkasnya adalah bahwa mereka yang tidak mau menghasilkan buah yang baik, tidak akan menghasilkan buah sama sekali. Kutuk ketandusan adalah hukuman bagi dosa ketandusan, seperti dalam Markus 11:14. Hal ini digenapi sebagian dalam penghancuran Yerusalem oleh orang-orang Kasdim, dan digenapi secara penuh dalam penolakan terakhir terhadap bangsa Yahudi, dan sering kali digenapi dalam perginya Roh Allah dari orang-orang yang telah lama menolak-Nya dan berupaya melawan Dia, dan disingkirkannya Injil-Nya dari tempat-tempat yang sudah lama menjadi cela bagi Injil-Nya, sementara sebelumnya Injil menjadi kehormatan bagi tempat-tempat itu. Allah tidak akan rugi jika kebun anggur-Nya diruntuhkan. Sebab Ia dapat, jika berkehendak, mengubah padang gurun menjadi padang yang berbuah. Dan apabila Ia membongkar kebun anggur seperti itu, Ia hanya berbuat seperti yang diperbuat-Nya di taman Eden, yang, setelah manusia kehilangan tempatnya di situ karena dosa, segera diratakan dengan tanah biasa.


V. Penjelasan dari perumpamaan ini, atau kunci untuk memahaminya (ay. 7), di mana kita diberi tahu,
1. Apa yang dimaksud dengan kebun anggur (yang dimaksud adalah kaum Israel, bangsa itu sebagai satu tubuh, yang tergabung dalam satu jemaat dan persemakmuran), dan apa yang dimaksud dengan pokok anggur, tanaman yang menyenangkan, tanaman kegemaran Allah, yang kepadanya Ia berkenan dan bersuka dalam berbuat baik. Mereka adalah orang Yehuda. Mereka ini telah diperlakukan-Nya dengan penuh kemurahan hati, dan dari mereka Ia mengharapkan balasan-balasan yang sesuai.

2. Apa yang dimaksud dengan buah anggur yang diharapkan, dan buah anggur asam yang dihasilkan: Dinanti-Nya keadilan dan kebenaran, bahwa bangsa itu akan jujur dalam segala urusan mereka dan para hakim akan menegakkan keadilan dengan ketat. Hal ini sewajarnya diharapkan dari bangsa yang diberi hukum dan pedoman keadilan yang sedemikian unggul (Ul. 4:8). Tetapi kenyataannya sebaliknya. Bukannya keadilan, yang ada malah kekejaman para penindas, dan bukannya kebenaran, yang ada malah jeritan orang-orang yang tertindas. Segala sesuatunya dikerjakan dengan kegaduhan dan kebisingan, dan bukan dengan keadilan dan dengan menimbang baik buruk perkaranya. 

Sungguh menyedihkan sebuah bangsa, apabila kefasikan telah merebut tempat penghakiman (Pkh. 3:16). Sungguh menyedihkan bagi jiwa, apabila di dalamnya yang ada bukannya anggur kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, kasih, dan pandangan hina terhadap dunia, hal-hal yang dicari-cari Allah, yang ada malah buah anggur asam kesombongan, amarah, ketidakpuasan, kebencian, dan penghinaan terhadap Allah. Bukannya buah anggur doa dan puji-pujian, yang ada malah buah anggur asam kutuk dan sumpah serapah, yang merupakan kejahatan besar terhadap Allah. Sebagian penulis kuno menerapkan ini pada orang-orang Yahudi di zaman Kristus, yang di antara mereka Allah mencari kebenaran (yaitu, bahwa mereka harus menerima dan merangkul Kristus), tetapi malah mendengar teriakan, teriakan itu, salibkanlah Dia, salibkanlah Dia.


Ep. Lukas 11:37-42

Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat
11:37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. 11:38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. 11:39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. 11:40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? 11:41 Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu. 11:42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.











NEXT:
Hatorangan ni Turpuk HKBP Minggu, 15 Oktober 2023 - LAN DO NA JINOU ALAIOTIK DO NA TARPILLIT (BANYAK YAG TERPANGGIL TETAPISEDIKIT YANG TERPILIH) - Ev. Matius 22:1-14 - Ep. Keluaran 32:1-14 - XIX DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP KAMIS , 05 OKTOBER 2023 HANYA TUHAN PERLINDUNGAN KITA - BACAAN PAGI (YEREMIA 43:1-13) - BACAAN MALAM (2 TIMOTIUS 2:14-26)

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Hatorangan ni Turpuk HKBP Minggu, 15 Oktober 2023 - LAN DO NA JINOU ALAIOTIK DO NA TARPILLIT (BANYAK YAG TERPANGGIL TETAPISEDIKIT YANG TERPILIH) - Ev. Matius 22:1-14 - Ep. Keluaran 32:1-14 - XIX DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP KAMIS , 05 OKTOBER 2023 HANYA TUHAN PERLINDUNGAN KITA - BACAAN PAGI (YEREMIA 43:1-13) - BACAAN MALAM (2 TIMOTIUS 2:14-26)

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de