BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 4683 kali
Renungan HKBP 2026
Jamita HKBP Minggu, 24 Mei 2026 - RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH - 1 Korintus 12:3-11

I. ROH KUDUS MEMBERI KARUNIA YANG BERBEDA-BEDA, II. KARUNIA BUKAN UNTUK SOMBONG, TETAPI UNTUK MELAYANI, III. SATU ROH MEMANGGIL KITA UNTUK BERSATU, IV. SETIAP JEMAAT PUNYA KARUNIA

1 Korintus 12:3-11
3Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: ”Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: ”Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
7Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Baca Juga:

Penjelasan:

Shalom, amang inang, uda namboru, ale-ale sude.

Hari ini kita merayakan Pentakosta, hari turunnya Roh Kudus. Kalau Natal mengingatkan kita bahwa Yesus datang ke dunia, maka Pentakosta mengingatkan kita bahwa Roh Kudus bekerja di dalam hidup orang percaya.

Tetapi sering terjadi, di gereja orang mulai membandingkan karunia.

Ada yang merasa:
  • “Aku tidak pandai berkhotbah.”
  • “Aku tidak bisa menyanyi.”
  • “Aku cuma tukang sapu gereja.”
  • “Aku cuma bagian konsumsi.”
  • “Aku cuma bendahara sektor.”

Lalu merasa dirinya tidak penting.

Padahal firman Tuhan hari ini berkata:
“Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.”

Artinya:
Karunia boleh berbeda, tetapi sumbernya sama: Roh Kudus.

I. ROH KUDUS MEMBERI KARUNIA YANG BERBEDA-BEDA

Paulus menjelaskan:
  • ada yang diberi hikmat,
  • ada pengetahuan,
  • ada iman,
  • ada kemampuan menyembuhkan,
  • ada nubuat,
  • ada membedakan roh,
  • ada bahasa roh,
  • ada menafsirkan bahasa roh.

Tidak semua orang mendapat karunia yang sama.

Bayangkan kalau di gereja semua jadi pengkhotbah.

Siapa yang main musik?

Kalau semua jadi pemain musik,
siapa yang menghitung persembahan?

Kalau semua jadi bendahara,
nanti tidak ada yang memasak di dapur saat pesta pembangunan gereja.

Jadi Tuhan sengaja membuat kita berbeda supaya saling melengkapi.

Ilustrasi 

Kadang di pesta adat Batak ada orang merasa paling penting.

Pemain keyboard merasa:
“Kalau tidak ada aku, sunyi pesta ini.”

Tukang masak bilang:
“Coba kalau tidak ada masakanku, kalian makan apa?”

Parhobas berkata:
“Kalau tidak ada aku mengangkat kursi, duduk di mana kalian?”

Semuanya penting.

Begitu juga di gereja.

Jangan merasa rendah karena karunia kita berbeda.

II. KARUNIA BUKAN UNTUK SOMBONG, TETAPI UNTUK MELAYANI

Inilah masalah jemaat Korintus.

Mereka mulai pamer karunia.

Yang bisa bahasa roh merasa paling rohani.
Yang pandai bicara merasa paling hebat.

Padahal karunia bukan tanda kita lebih suci dari orang lain.

Karunia adalah alat pelayanan.

Kadang ada orang:
  • sedikit bisa menyanyi langsung gaya artis,
  • baru sekali memimpin doa suaranya berubah seperti penyiar radio,
  • baru jadi pengurus sektor sudah jalan seperti anggota DPR.

Padahal Tuhan memberi karunia supaya kita melayani, bukan meninggikan diri.

Yesus sendiri berkata:
“Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”

Contoh Kehidupan Jemaat

Ada inang-inang yang tidak pernah berkhotbah.
Tidak pernah tampil di depan.

Tetapi setiap minggu:
  • datang paling pagi,
  • menyapu gereja,
  • membersihkan toilet,
  • memasak untuk kegiatan gereja.

Mungkin namanya tidak terkenal.
Tetapi di mata Tuhan, pelayanannya sangat besar.

Kadang justru orang yang paling banyak bekerja adalah yang paling sedikit bicara.

III. SATU ROH MEMANGGIL KITA UNTUK BERSATU

Paulus berkata:
“Semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan sama.”

Artinya:
Perbedaan bukan alasan untuk terpecah.

Hari ini gereja sering ribut karena merasa:
  • kelompokku paling benar,
  • koorku paling penting,
  • sektorku paling aktif,
  • margaku paling berjasa.

Padahal Roh Kudus tidak mengajarkan persaingan, tetapi persatuan.

Ilustrasi

Orang Batak kalau reuni keluarga kadang lucu.

Sebelum makan:
“Horas! Sai horas ma hita sude!”

Lima menit kemudian:
ribut soal siapa yang duduk paling depan.

Kadang di gereja juga begitu.
Di depan bilang:

“Damai sejahtera Tuhan.”

Tetapi habis ibadah:
tidak saling tegur karena beda pendapat saat rapat pembangunan.

Firman hari ini mengingatkan:
Kita satu tubuh di dalam Kristus.

Kalau tangan berkata:
“Aku tidak perlu kaki,”
maka tubuh tidak bisa berjalan.

Kalau singer berkata:
“Aku lebih penting dari pemusik,”
lagu jadi kacau.

Kalau pendeta tidak ada jemaat,
berkhotbah kepada siapa?

Semua saling membutuhkan.

IV. SETIAP JEMAAT PUNYA KARUNIA

Kadang orang berpikir:
“Aku tidak punya talenta.”

Tidak benar.

Tuhan memberi karunia kepada setiap orang.

Mungkin:
  • ada yang pandai menghibur,
  • ada yang pandai mengajar,
  • ada yang rajin menolong,
  • ada yang setia berdoa,
  • ada yang kuat bekerja,
  • ada yang pandai mengatur keuangan,
  • ada yang mudah mengajak orang datang ke gereja.

Semua itu karunia.

Bahkan tersenyum kepada orang yang sedih pun bisa menjadi pelayanan.

Kadang ada jemaat datang ke gereja dengan hati hancur.
Tetapi karena disambut dengan ramah,
hatinya dikuatkan.

Penutup


Amang inang sude,
hari Pentakosta mengingatkan kita:
Roh Kudus masih bekerja sampai hari ini.

Tuhan tidak meminta kita menjadi orang lain.
Tuhan hanya meminta kita memakai karunia yang sudah diberikan-Nya.

Jangan iri pada karunia orang lain.
Jangan sombong dengan karunia sendiri.

Karena:
  • karunia berbeda-beda,
  • pelayanan berbeda-beda,
  • tetapi Tuhan kita satu.

Aplikasi Hidup

Mulai hari ini:
  • Temukan karunia yang Tuhan beri dalam hidupmu.
  • Pakailah karunia itu untuk melayani.
  • Jangan meremehkan pelayanan kecil.
  • Jangan iri kepada pelayanan orang lain.
  • Jagalah persatuan jemaat.

Penutup 

Mari menjadi gereja yang:
  • saling melengkapi,
  • saling menguatkan,
  • saling melayani,
  • dan dipenuhi Roh Kudus.

Sehingga melalui hidup kita,
nama Tuhan dipermuliakan.

Amin.















NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 31 Mei 2026 - Gabe Sitindangi Ni Debata Sitolusada (Menjadi Saksi Allah Tritunggal) - Matius 28:16-20


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 17 Mei 2026 - TUHAN MEMBERKATI DAN MELINDUNGI ENGKAU - Bilangan 6:22-27

All Renungan HKBP 2026
(45)




NEXT:
Jamita HKBP Minggu, 31 Mei 2026 - Gabe Sitindangi Ni Debata Sitolusada (Menjadi Saksi Allah Tritunggal) - Matius 28:16-20


PREV:
Jamita HKBP Minggu, 17 Mei 2026 - TUHAN MEMBERKATI DAN MELINDUNGI ENGKAU - Bilangan 6:22-27

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de