BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2294 kali
Minggu, 23 Juli 2023
VII DUNG TRINITATIS
Ev. Mateus 13:31-35
Ep. Psmen 86:1-11
Topik:
MARHAPORSEAON JALA MAGODANG DIBAGASAN TUHAN I
(BERIMAN DAN BERTUMBUH DI DALAM TUHAN)
Jamita Sikkola Minggu: Habakuk 3:1-2
PHD Remaja : Jeremia 24:6-7
PHD Naposobulung : Rom 8:1-8
PHD Ina : Rut 4:13-16
PHD Ama : Poda 15:15-24
PHD lansia : Psalmen 115:11-15

Ev. Mateus 13:31-35
13:31 Dung i didok ma umpama na asing tu nasida: Tudos do harajaon banua ginjang i tu batu ni siarum, na binuat ni sada halak laho manaburhon tu porlakna.
13:32 I do sada na ummetmet sian nasa ragam ni boni; alai dung tubu, gabe umbalga do i sian nasa ingkau rata, pola hira hau do, jala ro do angka pidong na martongatonga langit marasar tu rantingna.
13:33 Dung i umpama na asing muse dihatahon tu natorop: Tudos do harajaon banua ginjang i tu itak naung niasoman, na binuat ni sahalak inaina, laho pasaorhon tu itak tolu ampang, paima asom saluhutna.
13:34 Saluhutna i dihatahon Jesus marhite sian umpama tu natorop; ndang na mangkatai Ibana tu nasida, anggo so marhite sian umpama,
13:35 asa jumpang hinatahon ni panurirang i na mandok: "Huungkap pe pamanganku mangkatahon umpama, hurungkari pe na buni sian mula ni portibi on."

13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Penjelasan:
* Mat 13:31-32 - orang // ladang // benih // Biji sesawi // lebih besar daripada sayuran yang lain, // burung // bersarang pada cabang-cabangnya

Perumpamaan tentang biji sesawi. Perumpamaan ini ada kesamaannya dengan dua perumpamaan sebelumnya, karena di dalam ketiga perumpamaan ini disebutkan ada satu orang, ladang dan benih. Jika ditafsirkan secara konsisten, maka di dalam setiap perumpamaan itu orang adalah lambang Kristus. ladang adalah dunia, dan benih adalah Firman yang mengisahkan tentang Kristus dam kerajaan-Nya. Biji sesawi. Ukurannya yang kecil telah menjadi pepatah (bdg. Mat. 17:20). Sekalipun demikian, di dalam contoh ini biji tersebut bertumbuh hingga lebih besar daripada sayuran yang lain, dan akhirnya menjadi pohon. Berbagai contoh mengenai pertumbuhan luar biasa di Palestina telah dicatat oleh pelancong, tetapi jarang sekali, jika ada, mencapai seperti yang dilukiskan di sini (bdg. Mrk. 4:32). Bahwa pertumbuhan semacam itu dianggap tidak baik ditunjukkan dengan burung-burung yang bersarang pada cabang-cabangnya. Di dalam rangkaian perumpamaan ini, burung adalah pelaku kejahatan (13:4, 19), sebagaimana sering kali digunakan di dalam Alkitab (Yer. 5:26, 27; Why. 18:2). Sejarah membuktikan kenyataan bahwa dari permulaan yang terkecil, gereja telah bertumbuh secara menakjubkan melalui pemberitaan amanat Kristus. Sekalipun demikian. pertumbuhan luar biasa semacam itu telah menyediakan tempat bertengger bagi musuh-musuh Allah, yang mencari naungan dan buah dari pohon itu demi kepentingan mereka sendiri (bahkan bangsa-bangsa ingin disebut "Kristen"). Para murid diingatkan bahwa apa yang secara lahiriah kelihatannya merupakan kerajaan Kristus walaupun besar pada dasarnya tidak bertentangan dengan ajaran Tuhan bahwa orang-orang percaya sejati merupakan kawanan kecil yang dikelilingi serigala (Luk. 12:32; Mat. 10: 16).

* Mat 13:33-35

Perumpamaan tentang ragi. Sekalipun ada yang menafsirkan perumpamaan ini dan perumpamaan sebelumnya sebagai melukiskan menyebarnya pengaruh Injil, penjelasan semacam itu tidak sesuai dengan penggunaan lambang-lambang ini oleh Yesus di tempat yang lain, dan juga tidak sesuai dengan makna perumpamaan lainnya (mis., perumpamaan tentang lalang di antara gandum) yang menunjukkan bahwa kejahatan masih ada hingga akhir zaman.

* Mat 13:33 - Ragi // Tepung terigu tiga sukat // Seorang wanita // laki-laki

Ragi. Segumpal adonan roti lama yang kadar pengkhamirannya sudah tinggi. Di dalam Perjanjian Lama ragi pada umumnya merupakan lambang kejahatan. Belakangan pemakaian simbol ini oleh Kristus mengacu kepada ajaran jahat orang Farisi, Saduki dan Herodian (Mat. 16:6-12; Mrk. 8:15). Acuan-acuan Paulus (I Kor. 5:6, 7; Gal. 5:9), yang pasti menganggap ragi sebagai jahat, tampak sangat terpengaruh oleh perumpamaan Kristus. Tepung terigu tiga sukat. Rupanya merupakan jumlah tepung terigu yang umum dipergunakan untuk membuat roti (Kej. 18:6). Seorang wanita (berbeda dengan seorang laki-laki di dalam perumpamaan lainnya) adalah musuh Kristus dan menyusupkan ajaran mereka ke dalam kerajaan tersebut zaman ini. Di bagian lain wanita ini disebut sebagai "kefasikan" (Za. 5:7, 8), "Izebel" (Why. 2:20 dst.), dan "pelacur besar" (Why. 17:1 dst.). Dengan melukiskan sifat ragi dalam terigu itu, orang percaya diingatkan agar waspada terhadap ajaran palsu yang dapat menyusupi seluruh bagian dari kerajaan tersebut di dalam aspek peralihan pemerintahannya.

* Mat 13:34-35 - (kepada orang banyak)

Di dalam kesempatan ini Kristus berbicara di depan umum (kepada orang banyak) hanya dengan bahasa lambang, tanpa penafsiran. Dia menerangkan lambang ini hanya kepada murid-murid-Nya (13:10 dst.; 13:3 dst.). Matius menganggap hal ini sebagai mengingatkan kepada Mazmur 78:2, dan ia melihat di dalam Yesus penggenapan yang paling sempurna dari fungsi seorang nabi.



Ep. Psalmen 86:1-11
86:1 Sai paeleng ma pinggolmu, ale Jahowa, alusi ahu, ai na dangol jala na pogos do ahu.
86:2 Sai ramoti ma rohangku, ai hasian do ahu; sai urupi ma naposom, na marhaposan tu Ho, ale Debatangku.
86:3 Asi ma roham di ahu, ale Tuhan, ai sai tu Ho do ahu joujou manipat ari.
86:4 Sai palas ma roha ni naposomon, ai Ho do, ale Tuhan, dihalungunhon rohangku.
86:5 Ai anggo Ho, ale Tuhan, pardengganbasa jala marpamuati roham, jala godang situtu do asi ni roham di sude angka na manjou Ho.
86:6 Sai tangi ma, ale Jahowa, tangiangkon jala parateatehon soara ni anggukkon.
86:7 Di ari hagogotanki Ho do hujou, ai sai alusanmu do ahu.
86:8 Ndang adong tudoshon Ho di tongatonga ni angka Debata, ale Tuhan, jala ndang adong tudoshon angka pambahenanmi.
86:9 Ro do sogot sude parbegu, angka na tinongosmi marsomba tu jolom, ale Tuhan, jala pasangaphon goarmu.
86:10 Ai timbul do Ho jala mambahen angka halongangan, sasada Ho do Debata.
86:11 Sai ajarhon ma tu ahu, ale Jahowa, dalanmu, asa marpangalaho ahu di bagasan hasintonganmi; sai pasada ma rohangku mangkabiari goarmu.

Doa minta pertolongan
86:1 Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. 86:2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. 86:3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. 86:4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. 86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. 86:6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku. 86:7 Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku. 86:8 Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat. 86:9 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. 86:10 Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. 86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.

Penjelasan:
* Mzm 86:1-5 - Sendengkanlah telinga-Mu ... jawablah aku // mendengar, // memeliharanya, // menyelamatkannya, // bersukacita,

Doa yang umum untuk Memohon Pertolongan. Sendengkanlah telinga-Mu ... jawablah aku. Dengan kata-kata Yang umum pemazmur menyatakan keperluannya. Tiap-tiap permintaan disertai dengan alasan mengapa Allah harus mengabulkannya. Dia berseru kepada Allah agar mau mendengar, sebab dia dalam keadaan miskin; mau memeliharanya, sebab dia adalah orang saleh; mau menyelamatkannya, sebab dia selalu percaya kepada-Nya; mau membuatnya bersukacita, sebab dia beribadah dengan tulus. Imannya didasarkan pada kenyataan bahwa Allah adalah "pengampun," yang memperlihatkan kasih setia dan pengampunan.

* Mzm 86:6-10 - Pasanglah telinga ... sebab Engkau menjawab aku

Harapan yang Pasti akan Adanya Jawaban. Pasanglah telinga ... sebab Engkau menjawab aku. Keagungan dan kuasa Allah memungkinkan adanya kepastian ini. Kendatipun bangsa-bangsa lain mempunyai allah-allah mereka sendiri, tidak satupun dari allah-allah itu dapat melakukan perbuatan-perbuatan perkasa seperti Tuhan. Keagungan-Nya pada akhirnya akan membuat bangsa-bangsa ini menyembah Dia yang adalah Allah sejati.

* Mzm 86:11-17 - Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu ... bulatkanlah hatiku

Doa memohon Bimbingan dan Perlindungan. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu ... bulatkanlah hatiku. Yang bisa membuat pemazmur hidup dalam kebenaran ialah ajaran Allah. Dia merindukan kesatuan tujuan agar dia dapat secara layak memuji dan memuliakan nama Tuhan. Dengan kerendahan hati seorang hamba atau seorang anak pelayan, dia meminta perlindungan penuh belas kasihan Allah serta memohon suatu tanda kemurahan Allah terhadap dirinya.












NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 30 Juli 2023 - PANDONGANION DOHOT PANGARAMOTION NI DEBATA (ALLAH YANG MENYERTASI DAN MELINDUNGI) - Ev. 1 Musa 18:10-22 Ep. 2 Korint 13:5-13 - VIII DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 16 Juli 2023 - PANGARAMOTION NI DEBATA TU BANGSO NA PINILLITNA - Ev. Psalmen 65:1-9 - VI DUNG TRINITATIS

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 30 Juli 2023 - PANDONGANION DOHOT PANGARAMOTION NI DEBATA (ALLAH YANG MENYERTASI DAN MELINDUNGI) - Ev. 1 Musa 18:10-22 Ep. 2 Korint 13:5-13 - VIII DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 16 Juli 2023 - PANGARAMOTION NI DEBATA TU BANGSO NA PINILLITNA - Ev. Psalmen 65:1-9 - VI DUNG TRINITATIS

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de