BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2289 kali
Rom 4:1-5,13-17
Abraham dibenarkan karena iman 4:1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? 4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. 4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." 4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. 4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. 4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu. 4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran. 4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- 4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Bahasa Indonesia:

Abraham dibenarkan karena iman
4:1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? 4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. 4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." 4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. 4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. 4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu. 4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran. 4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- 4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Penjelasan:
* Injil 1:18-15:13

Cranfield,65 setelah menyelidiki seluruh bagian ini, menyatakan bahwa Paulus "membiarkan Injil berbicara sendiri... untuk menentukan bentuk dan isi bagian utama dari suratnya." Perkataan ini tepat. Paulus tidak menyusun bagian ini (1:18-15:13) untuk menangani suatu situasi tertentu di kota Roma, tetapi bagian ini terbentuk sesuai dengan suatu "akal intern" dari Injil Kristus sendiri. Bukan tidak ada pengaruh sama sekali dari situasi di Roma. Mungkin rencana Paulus untuk mengadakan perjalanan ke Spanyol mempengaruhi beberapa perincian dalam surat ini, tetapi secara keseluruhan, bentuk dan isi bagian ini, 1:18-15:13, ditentukan dari logisnya Injil Kristus saja.

Dalam bagian utama ini isi dan akibat kebenaran dari Allah bagi manusia diuraikan.66

* Rm 4:2

Sebab jikalau201 Abraham dibenarkan karena perbuatan, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

Abraham boleh bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Abraham memang luar biasa, tetapi diapun tidak punya dasar untuk bermegah dari segi pembenaran.

Ini tidak sesuai dengan tradisi Yahudi yang berkata, "Maka Engkau ya Tuhan, Allah orang benar, tidak menetapkan pertobatan bagi orang benar, bagi Abraham, dan Ishak, dan Yakub, yang tidak berdosa melawan Engkau; tetapi Engkau menetapkan pertobatan bagi aku yang adalah orang berdosa."202

* Rm 4:2

Sebab jikalau201 Abraham dibenarkan karena perbuatan, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

Abraham boleh bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Abraham memang luar biasa, tetapi diapun tidak punya dasar untuk bermegah dari segi pembenaran.

Ini tidak sesuai dengan tradisi Yahudi yang berkata, "Maka Engkau ya Tuhan, Allah orang benar, tidak menetapkan pertobatan bagi orang benar, bagi Abraham, dan Ishak, dan Yakub, yang tidak berdosa melawan Engkau; tetapi Engkau menetapkan pertobatan bagi aku yang adalah orang berdosa."202

* Rm 4:3

Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan (imannya)203 diperhitungkan204 kepadanya sebagai kebenaran."

Memang Abraham adalah orang taat, dan memang dia benar, tetapi menurut Rasul Paulus205 Kejadian 15:6 menyatakan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, dan bukan karena ketaatan. Dalam Kejadian 15:1-6 perbuatan Abraham tidak dikemukakan. Dia hanya percaya, dan imannya diperhitungkan sebagai kebenaran.

* Rm 4:3

Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan (imannya)203 diperhitungkan204 kepadanya sebagai kebenaran."

Memang Abraham adalah orang taat, dan memang dia benar, tetapi menurut Rasul Paulus205 Kejadian 15:6 menyatakan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, dan bukan karena ketaatan. Dalam Kejadian 15:1-6 perbuatan Abraham tidak dikemukakan. Dia hanya percaya, dan imannya diperhitungkan sebagai kebenaran.

* Rm 4:4

Kalau ada orang yang bekerja,206 upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

Dari pengulangan kata diperhitungkan dapat dimengerti bahwa pasal 4:4-5 merupakan penjelasan Paulus dari Kejadian 15:6. Istilah "memperhitungkan"207 berarti "menambah (uang) ke dalam rekening orang." Paulus berkata bahwa Tuhan Allah menaruh kebenaran dalam "rekening" kita, bukan karena kita berbuat apa-apa, bukan karena kita "bekerja," tetapi karena kita percaya.

Paulus sangat tegas dalam dua ayat ini. Bagi Paulus, mentaati hukum Taurat, atau peraturan agama yang manapun, dapat disamakan dengan orang yang bekerja sehingga mempunyai hak untuk menerima upah. Jelas Kejadian 15:6 tidak mengatakan hal ini mengenai Abraham.

* Rm 4:4

Kalau ada orang yang bekerja,206 upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

Dari pengulangan kata diperhitungkan dapat dimengerti bahwa pasal 4:4-5 merupakan penjelasan Paulus dari Kejadian 15:6. Istilah "memperhitungkan"207 berarti "menambah (uang) ke dalam rekening orang." Paulus berkata bahwa Tuhan Allah menaruh kebenaran dalam "rekening" kita, bukan karena kita berbuat apa-apa, bukan karena kita "bekerja," tetapi karena kita percaya.

Paulus sangat tegas dalam dua ayat ini. Bagi Paulus, mentaati hukum Taurat, atau peraturan agama yang manapun, dapat disamakan dengan orang yang bekerja sehingga mempunyai hak untuk menerima upah. Jelas Kejadian 15:6 tidak mengatakan hal ini mengenai Abraham.

* Rm 4:5

Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Lain dari mereka yang bekerja, orang yang lain tidak bekerja. Tetapi mereka percaya. Bagi Paulus ada garis pemisah antara dua hal ini, perbuatan dan iman. Siapakah Dia yang dipercayai? Dia adalah yang membenarkan orang durhaka. Bukan Dia membenarkan orang yang sungguh giat, dan sungguh saleh, sehingga hampir layak dibenarkan. Tidak. Dia membenarkan orang durhaka. Pernyataan mengenai yang Maha Kudus ini adalah suatu pernyataan yang luar biasa. Bukankah Dia yang pernah berfirman, "...Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. Suap janganlah kauterima...." (Keluaran 23:7-8).208 Seperti apa yang sudah dikatakan dalam pasal 3:26, oleh karena pengorbanan Kristus Yesus maka Ia tetap "benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus." Tanpa kompromi Dia dapat membenarkan orang durhaka.

Nygren209 menegaskan garis pemisah yang dibuat oleh Paulus antara pembenaran karena perbuatan dan pembenaran karena iman. Tidak ada campuran dalam pikiran Paulus. "Mungkin" orang dibenarkan karena ketaatan, atau karena iman, tetapi keduanya tidak dapat dianggap benar. Kalau orang dibenarkan karena ketaatan, karena amal, maka dia dapat bermegah, tetapi kalau orang dibenarkan karena iman, maka semua, yaitu kemegahan, amal, upah "ditutup di luar" (Roma 3:27) dan tidak masuk hitungan. Bagi Paulus, bukan perbuatan manusia yang dipertimbangkan, tetapi perbuatan Tuhan Yesus Kristus, yang "menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud."

Ayat ini dapat menolong kita untuk mengerti sesuatu yang mendasar mengenai penginjilan. Apakah untuk diinjili orang harus meninggalkan dosa mereka? Apakah mereka harus rela meninggalkan dosa mereka? Firman ini berkata, kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya. Itu baik kalau orang yang diinjili rela meninggalkan dosa mereka. Pertobatan itu selalu baik, baik dari orang yang belum percaya maupun dari orang yang sudah percaya, tetapi menurut firman ini dia yang diinjili tidak diminta untuk meninggalkan dosa, hanya dia harus disebut orang durhaka. Manusia menuntut, "Iman yang menyelamatkan pasti bekerja,"210 tetapi Firman Tuhan berkata, kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Dua pernyataan ini, dua pengertian mengenai Injil, saling bertentangan. Mari kita ikut menerima pernyataan Paulus, bahwa orang durhaka dibenarkan karena percaya, dan iman itu lain dari perbuatan.


*  Rm 4:13 - bukan karena hukum Taurat // ia // akan memiliki dunia // karena kebenaran berdasarkan iman

Paulus menegaskan bahwa janji disampaikan kepada Abraham dan keturunannya bukan karena hukum Taurat. Janji apakah yang dimaksudkan oleh rasul Paulus? Yang dimaksudkan adalah janji bahwa ia (Abraham) akan memiliki dunia. Ungkapan yang tepat seperti ini tidak dijumpai di dalam Perjanjian Lama, tetapi pastilah di sini Paulus berbicara tentang Abraham yang dijanjikan akan memiliki keturunan yang banyak (Kej. 15:5, 6; 22:15-18). Jumlah besar dari keturunan Abraham ini - seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi Taut (Kej. 22:17) - dipahami oleh orang Yahudi sebagai mengacu hanya kepada keturunan lahiriah Abraham saja. Tetapi di dalam Roma 4:11 Paulus mengatakan bahwa Abraham adalah bapa dari semua orang percaya bukan Yahudi - "semua orang percaya yang tidak bersunat." Karena itu Abraham akan memiliki seluruh dunia sebab dia adalah bapa dari semua orang percaya. Janji ini adalah karena kebenaran berdasarkan iman. Tentu saja bukan iman yang benar-benar mencurahkan kebenaran. Allah mencurahkannya berdasarkan iman.

*  Rm 4:14 - Sia-sialah iman dan batallah janji itu

Bagaimana apabila kita beranggapan bahwa orang-orang yang tunduk kepada hukum Taurat itulah ahli waris Abraham? Sia-sialah iman dan batallah janji itu. Apabila orang diperhadapkan pada pilihan iman atau hukum Taurat, dan orang memilih hukum Taurat (legalisme) sebagai dasar untuk mewarisi dunia dan untuk berkenan kepada Allah maka itu berarti meninggalkan iman dan janji yang diberikan berdasarkan iman itu.

*  Rm 4:15 - Karena hukum Taurat membangkitkan murka // Di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran // pelanggaran

Karena hukum Taurat membangkitkan murka. Ini terjadi karena hukum Taurat berisi standar perilaku yang ditetapkan Allah. Orang yang mengabaikan standar ini dan bertindak sesukanya sendiri langsung berada di bawah murka Allah. Di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran. Orang tidak mungkin memperoleh tilang karena mengendarai kendaraannya terlalu cepat di jalan raya apabila negara tidak memiliki peraturan yang membatasi kecepatan. Kata pelanggaran (parabasis) mengacu kepada suatu tindakan melewati batas, suatu pelanggaran dari peraturan yang sudah jelas. Peranan dari hukum Taurat, dengan demikian, adalah menjelaskan apa yang dituntut Allah dari manusia.

*  Rm 4:16 - Karena itulah kebenaran berdasarkan iman // kasih karunia, // bagi semua keturunan // keturunan // Abraham adalah bapa kita semua

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman. Sumber dari janji tersebut adalah iman sehingga jelas bahwa isi janji itu adalah kasih karunia, bukan upah yang diperoleh karena berjasa. Selanjutnya. janji itu dipastikan berlaku bagi semua keturunan. Paulus menjelaskan bahwa keturunan itu tidak dapat disamakan dengan orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat. Keturunan itu justru mengacu kepada orang-orang yang percaya kepada Allah seperti Abraham - yaitu orang-orang yang ikut mempraktikkan iman Abraham. Jika memang demikian definisi dari kata keturunan maka memang benar bahwa Abraham adalah bapa kita semua.

*  Allah, Penguasa Maut, Objek Iman Bagi Abraham dan Bagi Orang Kristen (4:17-25).

Di dalam bagian ini pembaca melihat Allah yang kepadanya Abraham percaya. Pembaca juga melihat berbagai halangan dan kesulitan yang harus diatasi oleh Abraham karena keyakinannya yang kokoh. Abraham dan orang Kristen memiliki keyakinan yang sama: Allah menganugerahkan hidup kepada orang mati.

*  Rm 4:17 - engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa // di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya // yang menghidupkan orang mati // menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada

Setahun sebelum Ishak dilahirkan, Allah muncul kembali kepada Abraham, menekankan sekali lagi perjanjian-Nya dengan Abraham bahwa Abraham akan menjadi bapak bagi banyak bangsa serta mengubah namanya dari Abram menjadi Abraham (Kej. 17:1-5). Paulus mengutip frasa, engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa. Paulus melukiskan Abraham waktu itu sebagai berdiri di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya. Ada dua hal penting yang dikatakan tentang Allah yang dipercayai oleh Abraham: (1) Dia adalah Allah yang menghidupkan orang mati. Abraham mengalami kuasa ini di dalam kelahiran Ishak (bdg. Rm. 4:19). Paulus mengingat Sang Bapa terutama sebagai Oknum yang membangkitkan Kristus (bdg. ay. 24). (2) Dia menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Inilah kuasa Tuhan untuk mencipta. Tidak ada manusia fana yang dapat memahami kuasa mencipta dari Allah. Menjadikan berbagai objek baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa dan memelihara keberadaan semuanya itu merupakan kegiatan Allah. Sifat dari objek-objek itu dapat dipelajari - pikiran, materi, dan energinya - tetapi tentang mengapa dan bagaimana terciptanya objek-objek itu dapat diketahui dengan tepat hanya sejauh yang dinyatakan oleh Allah.











NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 12 Maret 2023 - Manomba Debata Sian Nasa Roha - Psalmen 95:1-11


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 26 Februari 2023 - DEBATA DO SILEHON BASABASA DINGOLUNTA - 2 MUSA 33:15-23

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 12 Maret 2023 - Manomba Debata Sian Nasa Roha - Psalmen 95:1-11


PREV:
Renungan HKBP Minggu, 26 Februari 2023 - DEBATA DO SILEHON BASABASA DINGOLUNTA - 2 MUSA 33:15-23

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de