BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1723 kali
Ev. 1 Tesalonika 2:1-8
Bahasa Batak:
2:1 Ai nang hamu, ale angka dongan, marbinoto do: Ndada na magopo haroronami tu hamu.
2:2 Ai dung jolo huta on hami na marporsuk dohot na marsipal di huta Pilippi (songon na binotomuna), dapotan hiras ni roha do hami mangasahon Debatanami laho mangkatahon tu hamu barita na uli na sian Debata, nang pe godang paraloon.
2:3 Ai ndada na lilu manang mangansi manang marangkal hami laho mamodai hamu.
2:4 Alai songon halak angka naung tau di roha ni Debata do hami, gabe hasahatan ni barita na uli i, songon i do huhatahon hami; ndada songon angka na mambuat roha ni jolma, naeng hami tahe halomoan ni roha ni Debata na manigati rohanami.
2:5 Ai diboto hamu do: Ndang dung hami marhata lemeslemes, ndang dung hami marbisukbisuk mambuat arta; Debata do sitindangi disi.
2:6 Ndang manjalahi sangap hami sian jolma, manang sian hamu, manang sian angka na asing pe, atik pe tarbahen hami do nian marhatongamon, ala apostel ni Kristus hami.
2:7 Alai basar do hami di tongatongamuna songon inaina na pauliuli gellengna.
2:8 Songon i do sian sihol ni rohanami di hamu huhalashon hami do mangalehon tu hamu barita na uli na sian Debata; lobi tahe, dohot ma antong dirinami, ala naung huhaholongi hami hamu.

Bahasa Indonesia:
Pelayanan Paulus di Tesalonika
2:1 Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 2:3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 2:5 Karena kami tidak pernah bermulut manis -- hal itu kamu ketahui -- dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi -- Allah adalah saksi -- 2:6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

Penjelasan:
* Pelayan-pelayan yang Mula-mula (2:1-6)
    Di sini kita mendapati uraian tentang cara Paulus memberitakan Injil, dan renungannya yang menghibur hati tentang awal kedatangannya di antara orang-orang Tesalonika. Hati nuraninya dapat bersaksi tentang ketulusannya, dan karena itu dengan yakin ia dapat berseru kepada orang-orang Tesalonika tentang betapa setianya dia, dan Silas, dan Timotius, penolong-penolongnya dalam pekerjaan Tuhan, telah melaksanakan pekerjaan mereka: Kamu sendiri pun memang tahu, saudara-saudara, ... kedatangan kami di antaramu. Perhatikanlah, sungguh hal yang sangat menghibur hati seorang pelayan Tuhan bahwa hati nuraninya sendiri dan hati nurani orang-orang lain bersaksi untuk dia, bahwa dia memulai pekerjaannya dengan baik, dengan tujuan-tujuan yang baik, dan berdasarkan prinsip-prinsip yang baik, dan bahwa pemberitaannya tidaklah sia-sia. Atau, seperti yang diartikan sebagian orang, tidak dengan terpaksa. Rasul Paulus di sini merasa terhibur karena keberhasilan pelayanannya, bahwa pelayanannya menghasilkan buah atau tidak sia-sia (menurut terjemahan kita). Atau seperti anggapan lain, dengan merenungkan ketulusan pemberitaannya, bahwa pemberitaannya itu tidak sia-sia dan percuma, atau tidak penuh tipu daya dan berbahaya. Pokok pemberitaan Rasul Paulus bukanlah dugaan-dugaan yang sia-sia dan tidak berarti tentang hal-hal menyenangkan yang tidak berguna dan pertanyaan-pertanyaan bodoh, melainkan kebenaran yang kuat dan kokoh, yang sedemikian rupa adanya sehingga dapat menguntungkan pendengar-pendengarnya. Ini adalah teladan yang baik, untuk ditiru oleh semua pelayan Injil. Lebih-lebih lagi, pemberitaan Rasul Paulus sama sekali tidak sia-sia atau penuh tipu daya. Dia dapat mengatakan kepada orang-orang Tesalonika ini apa yang dia beritahukan kepada orang-orang Korintus (2Kor. 4:2): Kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah.

Dia tidak memiliki tujuan jahat atau duniawi dalam pemberitaannya. Diingatkannya mereka bahwa dia memberitakan Injil,

I. Dengan keberanian dan ketetapan hati. Kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu (ay. 2). Rasul Paulus diilhami dengan keberanian yang kudus, dan tidak menjadi tawar hati dengan segala penderitaan yang dia jumpai, atau perlawanan yang menentang dia. Dia telah mengalami perlakuan buruk di Filipi, dan ini benar-benar diketahui oleh orang-orang Tesalonika ini. Di sana dia dan Silas diperlakukan dengan hina, dengan dipasung. Namun begitu mereka dibebaskan, mereka segera pergi ke Tesalonika, dan memberitakan Injil dengan sama beraninya seperti biasa. Perhatikanlah, penderitaan demi sebuah perkara yang baik seharusnya mempertajam dan bukan menumpulkan kekuatan tekad yang kudus. Injil Kristus, ketika pertama kali muncul di dunia, berhadapan dengan banyak perlawanan. Dan orang-orang yang memberitakannya telah memberitakannya dalam perjuangan yang berat, dengan kesengsaraan yang hebat. Ini merupakan perjuangan para rasul dalam pemberitaan mereka, atau perjuangan mereka menghadapi perlawanan. Inilah penghiburan Paulus, bahwa dia tidak menjadi takut dalam pekerjaannya, maupun dihalau darinya.


II. Dengan sangat sederhana dan dengan ketulusan yang saleh: Nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya (ay. 3). Ini, sudah pasti, adalah hal yang paling menghibur bagi Rasul Paulus, yaitu kesadaran akan ketulusannya sendiri. Dan ini merupakan salah satu alasan keberhasilannya. Injil yang dia beritakan dan nasihatkan supaya mereka percayai dan taati adalah Injil yang murni dan tidak diubah. Tujuannya bukan untuk mendirikan sebuah golongan, untuk menarik orang-orang untuk ikut dalam suatu kelompok, melainkan untuk menggalakkan ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita. Injil yang dia beritakan tidak mengandung tipu daya, melainkan benar dan murni, tidak mengandung kesalahan, dan bukan sebuah dongeng yang direncanakan dengan licik. Injil itu juga tidak berasal dari ketidakmurnian. Injil-Nya murni dan kudus, layak bagi Penulis-nya yang kudus, dan menolak segala jenis kenajisan. Semua firman Allah adalah murni. Tidak boleh ada campuran yang cemar padanya. Dan, sebagaimana hal-hal yang dinasihatkan oleh Rasul Paulus itu benar dan murni, cara bicaranya pun tanpa tipu muslihat. Dia tidak berpura-pura mengatakan sesuatu padahal memiliki maksud yang lain. Dia percaya, dan sebab itu dia berkata-kata. Dia tidak mempunyai tujuan-tujuan dan pandangan-pandangan yang jahat dan duniawi, tetapi berlaku benar sesuai apa yang seharusnya. Rasul Paulus tidak hanya menyatakan ketulusannya, melainkan juga menyertakan alasan-alasan dan bukti-buktinya. Alasan-alasannya tercakup di dalam ayat 4.

            1. Mereka adalah pelayan-pelayan, dan Injil dipercayakan kepada mereka, dan yang dituntut dari seorang pelayan adalah dia harus setia. Injil yang Paulus beritakan bukanlah miliknya sendiri, melainkan Injil Allah. Perhatikanlah, pelayan-pelayan Tuhan dianugerahi dengan perkenanan yang besar, diberikan kehormatan, dan dilimpahi dengan kepercayaan. Mereka tidak boleh berani merusakkan firman Allah. Mereka harus dengan rajin mempergunakan apa yang dipercayakan kepada mereka sedemikian rupa, seperti yang telah Allah izinkan dan perintahkan, dengan menyadari bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban, ketika mereka harus berhenti menjadi pelayan.

            2. Tujuan mereka adalah untuk menyenangkan hati Allah dan bukan manusia. Allah adalah Allah kebenaran, dan Dia menuntut kebenaran di dalam batin. Dan, jika tidak ada ketulusan, segala hal yang kita lakukan tidak akan dapat menyenangkan hati Allah. Injil Kristus tidak untuk disesuaikan dengan khayalan-khayalan dan hawa nafsu manusia, untuk memuaskan selera dan kegemaran mereka, melainkan justru sebaliknya, bertujuan untuk mematikan kesenangan-kesenangan yang cemar, dan membebaskan mereka dari kuasa khayalan, supaya mereka bisa dikuasai oleh kuasa iman. Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus (Gal. 1:10).

            3. Mereka bertindak dengan kesadaran akan kemahatahuan Allah, dengan mengetahui bahwa mereka ada di dalam pandangan Dia yang menguji hati. Kita sungguh akan terdorong untuk berlaku tulus, bila kita sadar bahwa Allah bukan hanya melihat segala sesuatu yang kita lakukan, tetapi juga mengetahui pikiran-pikiran kita dari jauh, dan menyelidiki hati. Dia sangat mengetahui seluruh tujuan dan maksud-maksud kita, seperti halnya dengan tindakan-tindakan kita. Dan dari Allah yang menguji hati kita inilah kita pasti menerima upah kita. Bukti-bukti ketulusan Rasul Paulus adalah sebagai berikut:
- Dia menghindari sanjungan: Kami tidak pernah bermulut manis - hal itu kamu ketahui (ay. 5). Dia dan teman-teman sekerjanya memberitakan Kristus dan Dia yang disalibkan, dan tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi diri mereka sendiri dengan membuat orang-orang menyukai mereka, menyanjung-nyanjung, dan memuja-muja mereka. Tidak, dia sama sekali tidak melakukannya. Dan dia juga tidak menyanjung orang-orang dalam dosa mereka, dan tidak memberi tahu mereka, jika mereka mau menjadi kelompoknya, mereka boleh hidup seperti yang mereka inginkan. Dia tidak menjilat mereka dengan harapan-harapan yang muluk-muluk, dan tidak menuruti kehendak mereka dalam perbuatan atau cara jahat apa pun, dengan menjanjikan mereka tetap hidup, dan dengan demikian melapisi dengan kapur.

- Dia menghindari ketamakan. Dia tidak menjadikan pelayanannya sebagai selubung, atau penutup, untuk maksud loba yang tersembunyi - Allah adalah saksi (ay. 5). Tujuannya bukanlah untuk memperkaya dirinya sendiri dengan memberitakan Injil. Sama sekali tidak, bahkan dia tidak membuat persetujuan dengan mereka untuk mendapatkan makanan. Dia tidak seperti rasul-rasul palsu, yang, karena serakahnya berusaha mencari untung dengan ceritera-ceritera isapan jempol dari orang banyak (2Ptr. 2:3).

- Dia menghindari hasrat berlebihan dan kesombongan: Juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain (ay. 6). Mereka tidak mengharapkan uang ataupun penghormatan dari orang, juga tidak mengharapkan diperkaya ataupun dimanjakan, dan dipuja-puja, dan dipanggil Rabi oleh mereka. Hal ini dinasihatkan oleh Rasul Paulus kepada orang-orang Galatia (Gal. 5:26), supaya janganlah kita gila hormat. Hasratnya adalah untuk memperoleh hormat yang datang dari Allah yang Esa (Yoh. 5:44). Dia memberi tahu jemaat bahwa mereka bisa saja menggunakan wewenang lebih besar sebagai rasul-rasul, dan mengharapkan penghargaan lebih besar, dan menuntut tunjangan hidup, yang mungkin bagi sebagian orang merupakan beban yang terlalu besar untuk mereka pikul.

Ep. Ulangan 34:7-12
34:7 Marumur saratus duapulu taon si Musa di hamamatena, ndang pola homur anggo matana jala ndada surut gogona.
34:8 Dung i ditatangisi halak Israel ma si Musa di adaran Moab tolupulu ari lelengna; marujung ma dibahen nasida angka ari partatangison dohot pangandungon ala si Musa.
34:9 Dung i gok Tondi hapistaran ma roha ni si Josua, anak ni si Nun, ai nunga diampehon si Musa hian tanganna tu ibana, jala ditangihon halak Israel do ibana, jala diulahon hombar tu na tinonahon ni Jahowa hian tu si Musa.
34:10 Dung i ndang adong be hehe di tongatonga ni Israel sada panurirang songon si Musa na mananda Jahowa adop bohi be.
34:11 Taringot tu saluhut tanda dohot halongangan, na sinuru ni Jahowa ibana, bahenonna angka i di tano Misir, tu si Firaun, tu sude naposona dohot tu sandok tanona.
34:12 Dohot taringot tu sandok tangan na gogoi dohot taringot tu sandok hasonggoton bolon na binahen ni si Musa di adopan ni sandok Israel.  

Bahasa Indonesia:
34:7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. 34:8 Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. 34:9 Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. 34:10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, 34:11 dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, 34:12 dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.  






















NEXT:
Renungan HKBP KAMIS, 02 NOVEMBER 2023 - TETAPLAH BERDOA - BACAAN PAGI (2 KORINTUS 8:16-24) - BACAAN MALAM (2 KORINTUS 13:1-10)


PREV:
Hatorangan ni Turpuk HKBP Minggu, 22 Oktober 2023 - JAHOWA DO MUAL NI HALUAON (TUHAN SUMBER KESELAMATAN) - Ev. Yesaya 45:1-7 - Ep. Lukas 10:21-24 - XX DUNG TRINITATIS

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP KAMIS, 02 NOVEMBER 2023 - TETAPLAH BERDOA - BACAAN PAGI (2 KORINTUS 8:16-24) - BACAAN MALAM (2 KORINTUS 13:1-10)


PREV:
Hatorangan ni Turpuk HKBP Minggu, 22 Oktober 2023 - JAHOWA DO MUAL NI HALUAON (TUHAN SUMBER KESELAMATAN) - Ev. Yesaya 45:1-7 - Ep. Lukas 10:21-24 - XX DUNG TRINITATIS

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de