BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 5452 kali
Minggu, 30 Oktober 2022
Ev. Jesaya 1:16-20
Ep. Rom 6:15-23
Tutup Langgatan : Na Ratarata
Topik : GURUHON NA DENGGAN, PASOHOT NAJAT (BELAJAR BERBUAT BAIK, BERHENTI BERBUAT JAHAT)

Jamita Sikkola Minggu :  Jeremia 26:12-14
PHD Remaja : Heber 10:24-25
PHD Naposobulung : Psalmen 9:1-11
PHD Ina : Epesus 6:10-20
PHD Ama : 2 Korint 3:17-18
PHD Lansia : Psalmen 23:1-6

Ev. Jesaya 1:16-20
1:16 Marburi ma hamu, urasi hamu dirimuna, paholang hamu ma hinaroa ni pambahenanmuna sian jolo ni
matangku, pasohot hamu ma manjahati.
1:17 Guruhon hamu ma mambahen na denggan, lulu i hamu ma uhum, pintori hamu na nirupa, patingkos hamu
ma uhum tu nasopot so marama, ondingi hamu angka na mabalu.
1:18 Dung i sai ro ma hamu, asa mardabudabu hita, ninna Jahowa. Tung sura rara dosamuna songon abit bunga dapdap, bontar do bahenonku songon itak; nang pe rara songon abit hasumba, gabe songon hapas do muse.
1:19 Molo ringgas hamu tumangihon dohot mangihuthon, sai panganonmuna do hinadenggan ni gogo ni tano i.
1:20 Alai molo manjua hamu jala mangalo, sai na panganon ni podang do hamu sogot, ai pamangan ni Jahowa do palumbahon.

1:16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. 1:20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Penjelasan:
* Panggilan untuk Bertobat; Dorongan untuk Bertobat dan Memperbarui Diri (1:16-20)

    Walaupun Allah telah menolak ibadah-ibadah mereka sebagai tidak cukup untuk menebus dosa-dosa mereka sementara mereka berkanjang di dalamnya, namun Ia tidak menolak mereka seperti orang yang berada di dalam keadaan yang tanpa harapan. Sebaliknya di sini Ia menyerukan supaya mereka meninggalkan dosa-dosa mereka, yang menghalangi perkenan-Nya atas kebaktian-kebaktian mereka, dan kemudian semua akan menjadi baik. Janganlah mereka berkata bahwa Allah memilih untuk berbantah-bantah dengan mereka. Sama sekali tidak, Ia menawarkan cara untuk berdamai kembali. Amatilah di sini,

I. Seruan untuk pertobatan dan pembaruan diri: “Jika kamu ingin korban-korbanmu diterima dan doa-doamu dijawab, kamu harus memulai pekerjaanmu pada ujung yang benar: Berbaliklah kepada hukum Taurat-Ku” (begitulah orang Kasdim memulai nasihat ini), “jalanilah kewajiban-kewajiban yang tertulis dalam loh batu yang kedua, kalau tidak jangan berharap ibadah-ibadahmu diterima.” Sebab seperti halnya keadilan dan amal tidak akan pernah dapat menebus orang-orang yang tidak percaya akan adanya Allah dan orang-orang yang duniawi, demikian pula doa-doa dan korban-korban tidak akan pernah dapat menebus kecurangan dan penindasan. Sebab, seperti keadilan terhadap manusia merupakan suatu bagian dari agama yang murni, demikian pula agama atau kepercayaan kepada Allah merupakan suatu bagian dari keadilan terhadap umat manusia.
                1. Mereka harus berhenti berbuat jahat, tidak boleh berbuat salah lagi, tidak boleh lagi menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Inilah arti dari membasuh diri sendiri dan membuat diri mereka bersih (ay. 16). Tidak saja berdukacita atas dosa yang telah mereka lakukan, tetapi juga memutuskan perbuatan-perbuatan itu di masa depan, dan mematikan semua perasaan dan watak buruk yang mencondongkan mereka kepada perbuatan itu. Dosa mencemarkan jiwa. Tugas kita adalah membasuh diri dari dosa dengan cara bertobat dari dosa dan berbalik darinya kepada Allah. Kita tidak saja harus membuang kejahatan dari perbuatan-perbuatan kita yang ada di depan mata dunia, dengan cara menahan diri dari perbuatan-perbuatan dosa yang besar, tetapi juga terhadap perbuatan dosa-dosa yang di depan mata Allah, yaitu akar-akar dan kebiasaan-kebiasaan dosa yang ada di dalam hati kita. Hal-hal ini harus dihancurkan dan dimatikan.
                2. Mereka harus belajar berbuat baik. Hal ini diperlukan untuk melengkapi pertobatan mereka. Perhatikanlah, tidak cukup jika kita hanya berhenti berbuat jahat, tetapi juga harus belajar berbuat baik.

II. Sebuah pertunjukan di pengadilan yang sehat, mengenai keadilan tindakan Allah terhadap mereka: “Marilah, baiklah kita beperkara (ay. 18). Selagi tanganmu penuh dengan darah, Aku tidak akan mau berurusan apa pun denganmu, meskipun kamu membawa sangat banyak korban persembahan. Tetapi, jika kamu membasuh dan membersihkan dirimu, kamu akan diterima dengan senang hati untuk mendekat kepada-Ku. Maka datanglah sekarang, dan marilah kita bicarakan perkara itu.” Perhatikanlah, orang-orang, dan hanya mereka itu saja, yang telah memutuskan persekutuannya dengan dosa, yang akan diterima dengan senang hati ke dalam perjanjian dan persekutuan dengan Allah. Ia berfirman, Marilah, Dia yang sebelumnya melarang mereka memasuki hadirat-Nya. Lihatlah 8. Atau lebih tepatnya demikian: Ada orang-orang di antara mereka yang merasa tersinggung oleh pengabaian-pengabaian Allah atas korban-korban mereka yang sangat banyak, seperti dinyatakan dalam ayat 58:3, mengapa kami berpuasa (kata mereka) dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mereka menggambarkan Allah sebagai Tuan yang kejam, yang mustahil merasa senang. “Marilah,” kata Allah, “mari kita membahas perkara itu secara jujur, dan Aku tidak ragu-ragu untuk menggambarkan bahwa tindakan-Ku itu tepat, tetapi tindakanmu itulah yang tidak tepat” (Yeh. 18:25). Perhatikanlah, di pihaknya, agama memiliki alasan, di sanalah ada alasan yang paling diperlukan di dunia ini mengapa kita harus melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Allah sorgawi berkenan merendahkan diri beperkara mengenai hal-hal yang melawan diri-Nya dan mencari kesalahan atas tindakan-tindakan-Nya, supaya ternyata Dia adil dalam putusan-Nya (Mzm. 51:6). Perkara itu hanya perlu dinyatakan (seperti yang dinyatakan dengan adil di sini) dan ia akan mengungkapkan dirinya sendiri. Di sini Allah menunjukkan persyaratan apa yang perlu mereka lakukan (seperti yang Dia lakukan dalam Yeh. 18:21-24; 33:18-19) dan kemudian menyerahkan kepada mereka untuk menilai apakah persyaratan ini adil dan masuk akal.
 

Ep. Rom 6:15-23
6:15 Antong, beha nama? Mardosa ma hita, ala ginomgoman ni asi ni roha i, ndada ginomgoman ni patik i hita? Dao ma anggo i!
6:16 Ndang diboto hamu on: Ia tusi dipasahat hamu dirimu gabe hatoban pangoloi, hatoban ni i do hamu angka na mangoloi: Manang hatoban ni dosa tu hamatean, manang pangoloi tu hatigoran.
6:17 Alai mauliate ma di Debata, ala salpu tingki pangadopanmuna di dosa i; gabe pangoloi hamu nuaeng sian nasa rohamuna di ruhut ni poda, naung sahat tu hamu.
6:18 Ai dung malua hamu sian dosa i, gabe tunduk do hamu mangoloi hatigoran i.
6:19 Ruhut ni jolma ma huumpamahon ala ni hagaleon ni dagingmuna: Ai songon naung pinasahatmuna angka ruasmuna gabe pangoloi di hahodaron dohot di na so uhum, mangulahon na so uhum i; songon i ma pasahat hamu nuaeng angka ruasmuna tu hatigoran, laho pabadiahonsa.
6:20 Tutu nian, uju hatoban ni dosa hamu, malua do hamu sian hatigoran.
6:21 Antong, dia do parbuemuna disi? Angka na hinailahonmuna anggo nuaeng, ai hamatean do hapateanna.
6:22 Alai nuaeng, dung malua hamu sian dosa i, dung gabe pangoloi di Debata hamu, adong do parbuemuna tu habadiaon; jala hangoluan na salelenglelengna do hapateanna.
6:23 Ai upa tinuhor ni dosa do hamatean; alai basabasa ni Debata do hangoluan salelenglelengna marhitehite Kristus Jesus Tuhanta i.

6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 












NEXT:
Renungan HKBP Senin, 31 Oktober 2022 - Pangungkapon 7:16 - Ulaon ni Apostel 5:1-11 - Galatia 6:11-18


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 29 Oktober 2022 - 2 Kronika 18:13 - 2 Korint 8:1-9 - Galatia 6:1-10

All Renungan HKBP 2022
(231)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 31 Oktober 2022 - Pangungkapon 7:16 - Ulaon ni Apostel 5:1-11 - Galatia 6:11-18


PREV:
Renungan HKBP Sabtu, 29 Oktober 2022 - 2 Kronika 18:13 - 2 Korint 8:1-9 - Galatia 6:1-10

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de