BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 8074 kali

Download MP3 Music
Rabu, 22 Juli 2015
Matius 13:31-32
* BIJI SESAWI. Nas : Mat 13:31 Lihat cat. --> Luk 13:19. [atau ref. Luk 13:19]

* Teks Matius 13:44 adalah teks Yunani yang stabil menurut UBS4 = NA 27 karena tidak memperlihatkan adanya masalah tekstual yang memerlukan penelitian naskah.

Terjemahan Literal
31 Dia menceritakan sebuah perumpamaan lain kepada mereka dengan berkata, "Kerajaan Surga adalah seperti sebuah biji sesawi yang seseorang mengambilnya dan menaburkannya di ladangnya; 32 yang paling kecil dari semua biji, tetapi ketika biji itu ditumbuhkan, dia adalah tanaman sayuran terbesar dan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang dan membuat sarang di cabang-cabangnya."

Terjemahan Dinamis
31 Yesus menceritakan sebuah perumpamaan lain kepada murid-murid-Nya. Yesus berkata, "Hal Kerajaan Surga diumpamakan cerita berikut. Ada seorang petani mengambil dan menabur sebuah biji sesawi di ladangnya. 32 Biji itu adalah paling kecil dari semua biji. Namun, ketika biji itu sudah tumbuh, dia bisa menjadi sebuah tanaman sayuran terbesar dari semua tanaman sayuran yang ada. Bahkan, dia menjadi sebuah pohon sehingga banyak burung di udara datang dan membuat sarang di cabang-cabang pohon tersebut."

Struktur Perumpamaan
Perumpamaan di atas dibagi menjadi dua bagian besar yaitu:
A. Pengajaran Perumpamaan:
- Pembukaan perumpamaan: Kerajaan Surga sama seperti narasi perumpamaan.
B. Narasi Perumpamaan:
- Cerita yang dibangun dari peristiwa-peristiwa berikut ini:
1. Ada seorang petani mengambil sebuah biji sesawi yang paling kecil dari semua biji.
2. Petani itu menaburkan biji tersebut di ladangnya.
3. Biji itu bertumbuh menjadi tanaman sayuran terbesar di antara tanaman sayuran yang lain.
4. Tanaman itu menjadi sebuah pohon.
5. Banyak burung-burung di udara datang dan membuat sarang di cabang-cabang pohon tersebut.

Survei Pustaka
Sejarah penafsiran perumpamaan ini umumnya dibagi atas 2 tafsiran utama. Pertama, beberapa penafsir seperti Jeremias, Hagner, Blomberg, Gundry, dan Davies-Allison menafsirkan perumpamaan ini sebagai perumpamaan kontras. Hal ini disebabkan fokus perumpamaan diarahkan pada perubahan yang terjadi pada benih sesawi. Suatu kontras benih terkecil menjadi tanaman pohon tempat burung-burung bersarang. Penafsiran alegoris masih terus dijumpai. Gundry mengikui Jeremias, menafsirkan burung-burung pada bangsa-bangsa di dunia bahkan penabur biji sesawi dipahami sebagai Yesus. Hagner menolak penafsiran burung-burung menunjuk pada orang-orang bukan Yahudi karena burung-burung disebutkan untuk memperlihatkan kekuatan tanaman sesawi tersebut. Kedua, Barus menghindari pembacara alegoris dan melihat perumpamaan penabur biji sesawi bukan sebagai perumpamaan kontras karena fokus perumpamaan diarahkan pada karakter sebagai dramatis personae. Di dalam perumpamaan penabur biji sesawi terdapat satu karakter yakni penabur biji sesawi (ayat 31). Dengan demikian pokok ajaran yang termuat dalam perumpamaan dibawa oleh penabur biji sesawi. Pokok ajaran tersebut adalah penaburan benih yang kecil. Penabur menabur benih yang dianggap paling kecil (ayat 32). Tetapi ternyata benih kecil tersebut bertumbuh menjadi besar. Pokok ajaran perumpamaan adalah penaburan benih terkecil. Benih terkecil yang ditabur pasti bertumbuh. Pertumbuhan benih jelas di luar jangkauan penabur. Benih bertumbuh secara luar biasa dari biji kecil hingga tanaman besar dan kuat. Penabur tidak perlu kuatir meski benih yang ditaburnya sangat kecil. Benih sesawi yang kecil dalam proses pertumbuhan sesawi. Penabur tahu bahwa pertumbuhan benih tidak dapat dikendalikannya. Tetapi penabur sadar dan berharap bahwa benih yang ditabur sekecil apapun akan bertumbuh. Penabur tidak melihat kenyataan biji sesawi sekarang namun melihat masa depan biji sesawi yang ditaburnya. Penabur membawa tema pengharapan. Penabur menabur biji sesawi karena yakin bahwa pada diri biji sesawi memuat kuasa untuk bertumbuh menjadi besar dan kuat. Demikian juga halnya dengan Kerajaan Allah. Pada diri Kerajaan Allah tersimpan kuasa dalam dirinya sendiri untuk menjadi besar meski awalnya kecil dan tidak berarti. Tanpa perlu campur tangan manusia, Kerajaan Allah akan bertumbuh besar. Inilah rencana Allah sejak dunia dijadikan (13:35). Perumpamaan ini bukan perumpamaan kontras tetapi perumpamaan pengharapan akan pertumbuhan. Perumpamaan sedang menyingkapkan pengharapan Kerajaan Allah menjadi besar. Permulaan yang kecil namun akhir yang besar dan kuat tidak menyatakan kontras melainkan adanya pengharapan. Gagasan kontras melemahkan konsep kekinian dan keakanan Kerajaan Allah. Sementara gagasan pengharapan menjaga ketegangan keduanya (already- not yet).

Analisis Perumpamaan
Tujuan menganalisis narasi perumpamaan adalah mendapatkan tema atau pokok cerita perumpamaan. Premis/tesis dalam studi perumpamaan ini adalah gabungan antara tokoh (karakter) dan peristiwa (prolog (mulai cerita) - konflik (puncak/perumitan cerita) - epilog (akhir cerita)) menghasilkan tema atau pokok cerita. Analisis narasi ini akan dibagi dalam tiga tahap yaitu analisis peristiwa, tokoh dan peristiwa dan tokoh.
Analisis peristiwa
Di dalam narasi perumpamaan, peristiwa berlangsung dari awal sampai akhir. Peristiwa awal adalah penaburan biji sesawi yang paling kecil. Selanjutnya, peristiwa awal bergerak ke perumitan atau puncak cerita yaitu biji sesawi tumbuh menjadi tanaman sayuran dan bahkan menjadi pohon. Dan peristiwa akhir adalah banyak burung di udara datang dan membuat sarangnya di pohon tersebut. Peristiwa awal sampai akhir adalah peristiwa penaburan, pertumbuhan, dan hasil atau dampak.
Analisis tokoh
Di dalam narasi perumpamaan hanya ada satu tokoh yaitu seorang petani sesawi. Yang dilakukan petani itu adalah mengambil biji sesawi yang paling kecil dan menaburkannya di ladang. Petani merupakan tokoh sentral di dalam peristiwa awal cerita. Selanjutnya, di dalam peristiwa pertumbuhan dan hasil atau dampak, petani tidak melakukan peranan apapun. Biji sesawi yang paling kecil memiliki potensi di dalam dirinya untuk bertumbuh menjadi tanaman sayur yang besar atau bahkan menjadi pohon. Ini adalah gambaran pertumbuhan berdasarkan potensi yang dimiliki. Tidak adanya peranan petani di dalam peristiwa pertumbuhan menunjukkan petani tahu bahwa biji itu memiliki kemampuan bertumbuh berdasarkan potensi yang dimiliki. Petani hanya cukup berusaha menabur biji itu di ladang dengan benar. Biji sesawi yang ditabur pasti bertumbuh menjadi tanaman sayuran yang besar karena adanya potensi di dalam biji itu sendiri. Karakter petani di dalam narasi perumpamaan adalah penaburan. Tanpa penaburan, maka tidak ada pertumbuhan dan hasil. Penaburan menjadi karakter utama di dalam narasi perumpamaan.
Analisis peristiwa dan tokoh
Dalam analisis ini kita akan mendapatkan tema narasi perumpamaan. Tema dibangun dari peristiwa dan karakter. Peristiwa di dalam narasi di atas adalah peristiwa penaburan, pertumbuhan, dan hasil atau dampak. Karakter yang menonjol adalah karakter petani yang menabur. Jadi, tema narasi perumpamaan ini adalah penaburan yang pasti memberikan hasil atau dampak. Kata "penaburan" menjadi karakter utama, "yang pasti memberikan" menunjukkan peristiwa pertumbuhan yang pasti oleh karena potensi biji sesawi itu, dan "hasil atau dampak" menunjukkan peristiwa akhir cerita.

Konsep Teologis
Berdasarkan struktur perumpamaan di atas, bagian pengajaran perumpamaan hanya terdiri atas pembukaan perumpamaan. Tema pengajaran perumpamaan adalah tema narasi perumpamaan. Tema pengajaran perumpamaan merupakan tema perumpamaan. Tema narasi perumpamaan adalah penaburan yang pasti memberikan hasil atau dampak. Tema ini sekaligus menjadi tema perumpamaan. Kerajaan Surga sama seperti penaburan yang pasti mendatangkan hasil atau dampak. Tuhan Yesus hendak mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa tanpa penaburan maka tidak ada proses pertumbuhan dan hasil. Kerajaan Surga yang kecil jikalau ditabur maka pasti akan menjadi besar dan memberikan dampak. Kerajaan Surga identik dengan biji sesawi yang paling kecil namun menyimpan potensi untuk menjadi besar. Kerajaan Surga dimulai dari jumlah yang paling kecil. Penaburan Kerajaan Surga yang kecil pasti akan bertumbuh dan menjadi besar. Penaburan di dalam Matius identik dengan pewartaan tentang Kerajaan Surga. Kata σπείρω paling banyak muncul (8 kali) di dalam perumpamaan tentang seorang penabur (Matius 13:3-23) selain di perumpamaan selanjutnya (2 kali di Matius 13:24-30). Kata ini memberikan makna wacana yakni usaha pewartaan tentang Kerajaan Surga kepada orang lain sehingga mereka mendengar warta tersebut. Perumpamaan ini menekankan pada aspek pewartaan yang baik sehingga potensi Kerajaan Surga dapat bertumbuh menjadi besar. Matius mengingatkan jemaatnya untuk tidak ragu mewartakan Kerajaan Surga yang masih kecil karena di balik itu ada kepastian Kerajaan Surga akan tersebar di mana-mana. Ini adalah kabar yang baik dan sekaligus memotivasi para murid Yesus dan pembaca dari jemaat asuhan Matius. Kepastian Kerajaan Surga menjadi besar dari permulaan yang sangat kecil diharapkan mendorong atau memacu mereka untuk mewartakan Kerajaan Surga. Hal yang kecil di sini bukan berarti tidak ada pertumbuhan dan hasil atau dampak, melainkan memberikan suatu kepastian akan pertumbuhan yang besar dan memberikan dampak. Kuncinya adalah pewartaan Kerajaan Surga.

Ringkasan
Perumpamaan ini mengajarkan tentang penaburan Kerajaan Surga yang pasti memberikan dampak atau hasil. Kepastian pertumbuhan memberikan dorongan kepada para murid Yesus dan jemaat asuhan Matius untuk terus mewartakan Kerajaan Surga. Perumpamaan ini memberikan suatu motivasi tersendiri kepada mereka sebagai bagian dari Kerajaan Surga yang masih kecil. Kerajaan Surga akan terus bertumbuh ketika dimulai dari penaburan yang kecil ini. Penaburan merupakan kunci atau penentu di dalam perkembangan Kerajaan Surga yang masih kecil sehingga Yesus memberikan suatu kepastian akan pertumbuhan Kerajaan Surga.

Aplikasi
Perumpamaan ini jelas mengajarkan kepada jemaat masa kini untuk terus tiada henti mewartakan Kerajaan Surga. Pada masa kini, Kerajaan Surga sedang bertumbuh karena pewartaan. Jemaat masa kini boleh dengan yakin menyatakan bahwa Kerajaan Surga sudah bertumbuh besar. Namun, peranan jemaat sebagai warga Kerajaan Surga bukanlah pada bagian pertumbuhan atau hasil, namun pada bagian penaburan. Jemaat diingatkan pada peranannya sebagai penabur, bukan pada hasilnya yang besar. Jemaat didorong untuk menabur karena ada hasil besar yang menanti.











NEXT:
Khotbah Kamis, 23 Juli 2015 Mika 7:8


PREV:
Khotbah Selasa, 21 Juli 2015 1 Samuel 26:23


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP
(32)
1 Korintus 12:6 (1)
1 Korintus 4:5 (1)
1 Petrus 1:3 (1)
1 Petrus 5:10 (1)
1 Raja-raja 8:29 (1)
1 Samuel 14:6 (1)
1 Samuel 16:7b (1)
1 Samuel 2:1-10 (1)
1 Tesalonika 4:17-18 (1)
1 Tesalonika 5:17 (1)
1 Tesalonika 5:18 (1)
1 Timotius 4:12 (1)
1 Timotius 4:16 (1)
1 Yohanes 1:3 (1)
2 Kor 12:2-10 (1)
2 Kor 4:13-5:1 (1)
2 Kor 5:6-10 (1)
2 Raja-Raja 5:17 (1)
2 Samuel 15:26 (1)
2 Tawarikh 18:4 (1)
2 Tes 3:16 (1)
2 Timotius 4:17 (1)
Amsal 16:33 (1)
Amsal 20:9 (1)
Amsal 4:7 (1)
Bilangan 14:19 (1)
Efesus 2:14 (1)
Efesus 4:1-16 (1)
Efesus 5:19 (1)
Efesus 6:13 (1)
Epesus 3:14-21 (1)
Filipi 1:6 (1)
Filipi 2:27 (1)
Filipi 4:19 (1)
Filipi 4:5 (1)
Galatia 4:14 (1)
Galatia 5:13 (1)
Ibrani 12:15 (1)
Ibrani 13:7 (1)
Kejadian 12:4 (1)
Kejadian 16:13 (1)
Kejadian 24:7 (1)
Kis 10:44-48 (1)
Kis 1:1-11 (1)
Kis 2:1-21 (1)
Kisah Para Rasul 10:28 (1)
Kisah Para Rasul 17:27 (1)
Kisah Para Rasul 4:5-12 (1)
Kisah Para Rasul 6:1-15 (1)
Kisah Para Rasul 8:26-40 (1)
Kisah Para Rasul 9:3-4 (1)
Kisah Rasul 11:23 (1)
Kolose 1:12 (1)
Kolose 3:17 (1)
Kor 8:7-15 (1)
Lukas 15:20b (1)
Lukas 18:7 (1)
Lukas 19:2-3 (1)
Lukas 1:30 (1)
Lukas 1:39-45 (1)
Lukas 1:51-52 (1)
Lukas 1:68 (1)
Lukas 21:25-36 (1)
Lukas 3:1-6 (1)
Lukas 3:7-18 (1)
Mark 10:2-16 (1)
Mark 12:28-34 (1)
Mark 6:14-29 (1)
Markus 10:17-31 (1)
Markus 10:35-45 (1)
Markus 10:46-52 (1)
Markus 13:1-8 (1)
Markus 4:38 (1)
Markus 5:36 (1)
Markus 6:30-34, 53-56 (1)
Markus 9:38-50 (1)
Matius 10:30-31 (1)
Matius 14:19-20 (1)
Matius 25:31-32 (1)
Matius 25:35-36 (1)
Matius 5:11 (1)
Matius 5:16 (1)
Matius 5:45 (1)
Matius 5:9 (2)
Matius 6:13 (1)
Mazmur 100:2 (1)
Mazmur 102:25 (1)
Mazmur 118:25 (1)
Mazmur 119:2 (1)
Mazmur 121:5-6 (1)
Mazmur 135:14 (1)
Mazmur 139:5 (1)
Mazmur 147:3 (1)
Mazmur 148:7,12 (1)
Mazmur 14:3 (1)
Mazmur 17:7 (1)
Mazmur 25:12 (1)
Mazmur 25:5 (1)
Mazmur 33:11 (1)
Mazmur 34:8 (1)
Mazmur 89:16-27 (1)
Mazmur 97:10 (1)
Ratapan 3:25 (2)
Roma 10:14 (1)
Roma 11:33 (1)
Roma 12:2 (1)
Roma 5:20 (1)
Roma 5:3-4 (1)
Roma 7:24-25 (1)
Roma 8:8 (1)
Ulangan 11:7 (1)
Ulangan 18:10,12 (1)
Ulangan 28:1a,6 (1)
Ulangan 6:1-2 (1)
Ulangan 6:6-7 (1)
Wahyu 11:15 (1)
Wahyu 16:7 (1)
Wahyu 21:6 (1)
Wahyu 3:8 (1)
Yakobus 1:19 (1)
Yakobus 5:13 (1)
Yakobus 5:8 (1)
Yehezkiel 11:19 (1)
Yehezkiel 34:2 (1)
Yehezkiel 37:14 (1)
Yehezkiel 37:26 (1)
Yeremia 10:6 (1)
Yeremia 29:13-14 (1)
Yeremia 2:27 (1)
Yeremia 31:8 (1)
Yeremia 32:19 (1)
Yeremia 9:23-24 (1)
Yesaya 2:11 (1)
Yesaya 40:29 (1)
Yesaya 45:15 (1)
Yesaya 52:10 (1)
Yesaya 53:11 (1)
Yesaya 53:5 (1)
Yesaya 54:8 (1)
Yesaya 66:2 (1)
Yesaya 9:1-6 (1)
Yoel 2:13 (1)
Yohanes 14:6 (1)
Yohanes 15:14 (1)
Yohanes 18:33-37 (1)
Yohanes 1:1-14 (1)
Yohanes 3:13-17 (1)
Yohanes 3:14 (1)
Yohanes 6:25, 41-51 (1)
Yohanes 6:37 (1)
Yohanes 6:51-58 (1)
Yohanes 6:56-69 (2)
Yohanes 8:12-19 (1)
Yosua 24:24 (1)
Yosus 24:14 (1)
Yunus 2:8 (1)




NEXT:
Khotbah Kamis, 23 Juli 2015 Mika 7:8


PREV:
Khotbah Selasa, 21 Juli 2015 1 Samuel 26:23

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de