BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 4935 kali
Sabtu, 31 Desember 2022
PARPUNGUAN BODARI UJUNG TAON
Ev. Rom 11:33-36
Ep. 1 Rajaraja 8:54-61
Tutup Langgatan : Na Bontar
Topik : DI IBANA MA HASANGAPON RO DI SALELENGLELENGNA (BAGI DIALAH KEMULIAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA)
PELEAN TU DANA PENSIUN HKBP

Ev. Rom 11:33-36
11:33 Bagasna i, antong, hamoraon, hapistaran dohot parbinotoan ni Debata! Na so hasigatan do angka uhumna jala na so habogasan do angka dalanna!
11:34 Ai ise dung umboto roha ni Tuhan i? Ise manuturi Ibana?
11:35 Ise mangalehon parjolo tu Ibana, asa dibalos tusi?
11:36 Ai sian Ibana do saluhutna ro, marhitehite Ibana jala marhapatean tu Ibana do sasudena i! Di Ibana ma hasangapon salelenglelengna! Amen.  

11:33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Penjelasan:
* Kedaulatan Ilahi (Roma 11:33-36)
Rasul Paulus, setelah dengan amat panjang lebar, dalam sebagian besar pasal ini, berusaha menyelaraskan penolakan terhadap orang-orang Yahudi dan kebaikan ilahi, di sini menutupnya dengan mengungkapkan pengakuan dan rasa kagumnya terhadap hikmat dan kedaulatan ilahi dalam semuanya ini. Di sini Rasul Paulus dengan penuh perasaan dan penghormatan mengagumi,

I. Rahasia kebijaksanaan ilahi: O, alangkah dalamnya! Alangkah dalamnya rancangan ilahi bertindak terhadap bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa bukan Yahudi ini. Atau, secara umum, terhadap seluruh rahasia Injil, yang tidak bisa kita pahami sepenuhnya. Kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah, banyaknya contoh hikmat dan pengetahuan-Nya dalam merancang dan menjalankan pekerjaan penebusan kita oleh Kristus, kedalaman yang ingin diketahui malaikat-malaikat (1Ptr. 1:12). Akan jauh lebih membingungkan akal manusia jika harus menjelaskan cara, alasan, rancangan, dan jangkauan pekerjaan penebusan itu. Paulus mengenal baik rahasia-rahasia kerajaan Allah sejauh yang dikenal seorang manusia. Namun, ia mengakui bahwa ia kehilangan arah dalam merenungkannya, dan, karena putus asa menemukan dasarnya, ia dengan rendah hati duduk di tepian, dan mengagumi kedalamannya. Orang yang paling banyak tahu di dalam keadaan dunia yang tidak sempurna ini tidak bisa tidak pasti sangat sadar akan kelemahan dan kedangkalan mereka sendiri, dan bahwa setelah semua penyelidikan mereka, dan segala hal yang mereka capai dalam penyelidikan itu, selagi mereka berada di sini mereka tidak sanggup menata kata karena ada kegelapan yang menyelimuti.

Puji-pujian menjadi seperti keheningan bagi-Mu (Mzm. 65:1). Dalamnya kekayaan. Segala macam kekayaan manusia adalah dangkal, kita dapat segera melihat dasarnya. Tetapi kekayaan Allah itu dalam (Mzm. 36:7): Hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Tetapi bukan hanya kedalaman yang ada dalam rancangan-rancangan ilahi, melainkan juga kekayaan, yang menunjukkan kelimpahan dari segala hal yang bernilai dan berharga. Begitu lengkapnya kebesaran rancangan-rancangan ilahi. Semua rancangan ilahi itu tidak hanya mempunyai keda laman dan ketinggian, tetapi juga lebar dan panjang (Ef. 3:18), dan semua itu melampaui segala pengetahuan (Ef. 3:19). Kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Allah melihat segalanya dengan satu pandangan yang jernih, pasti, dan tidak bisa keliru. Segala sesuatu yang ada sekarang, dulu, atau yang akan datang, semuanya telanjang dan terbuka di hadapan-Nya. Itulah pengetahuan-Nya. Ia memerintah dan mengatur segala sesuatu, memimpin dan mengarahkannya bagi kemuliaan-Nya sendiri, dan memenuhi segala maksud dan rancangan-Nya sendiri dalam semuanya itu. Inilah hikmat-Nya. Dan luasnya baik pengetahuan maupun hikmat-Nya ini merupakan suatu kedalaman yang melampaui pemahaman kita, dan kita akan segera kehilangan arah dalam merenungkannya. Pengetahuan seperti itu terlalu ajaib bagiku (Mzm. 139:6).

Bandingkan dengan Mazmur 139:17-18. Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya! Maksudnya, rancangan-rancangan dan tujuan-tujuan-Nya. Dan jalan-jalan-Nya, maksudnya, pelaksanaan dari rancangan-rancangan dan tujuan-tujuan-Nya itu. Kita tidak tahu apa yang dirancangkan-Nya. Ketika roda diputar, dan Pemeliharaan Ilahi mulai berjalan, kita tidak tahu apa yang ingin dituju-Nya. Jalan-jalan-Nya sungguh tak terselami. Ini tidak hanya menjungkirbalikkan segala kesimpulan kita yang pasti tentang rancangan-rancangan ilahi, tetapi juga menahan segala rasa penasaran kita. Hal-hal yang tersembunyi bukan untuk kita (Ul. 29:29). Melalui laut jalan Allah (Mzm. 77:20). Bandingkan dengan Ayub 23:8-9; Mazmur 97:2. Apa yang Dia perbuat, kita tidak mengetahuinya sekarang (Yoh. 13:7). Kita tidak bisa menjelaskan cara-cara yang dipakai Allah, tidak juga dengan menyelidiki kita bisa menemukan-Nya. Lihat Ayub 5:9; 9:10. Tetapi terpujilah Allah, penghakiman-penghakiman mulut-Nya, dan jalan kewajiban kita, adalah jelas dan mudah, seperti jalan raya. Tetapi penghakiman-penghakiman tangan-Nya, dan jalan-jalan pemeliharaan-Nya, adalah gelap dan rahasia, dan karena itu tidak boleh kita korek-korek, tetapi dengan diam harus kita puja dan kita terima.

Rasul Paulus mengatakan ini terutama dengan merujuk pada kejadian yang aneh itu, yaitu dicampakkannya bangsa Yahudi dan disambutnya bangsa-bangsa bukan Yahudi, dengan tujuan untuk membawa bangsa Yahudi masuk kembali pada waktu yang tepat. Ini cara yang aneh, memilih sebagian dan menolak yang lain, dan kedua-duanya tidak sesuai perkiraan manusia. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Cara ini tidak dapat dijelaskan, dan tentangnya kita harus berkata, O, alangkah dalamnya -” Tak terselami, anexichniastoi -” tidak bisa ditelusuri. Allah tidak meninggalkan jejak langkah di belakang-Nya, tidak juga membuat bersinar jalan di hadapan-Nya. Tetapi jalan pemeliharaan-Nya selalu baru setiap pagi. Ia tidak menelusuri jalan yang sama dengan begitu sering sampai meninggalkan jejak. Betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! (Ayb. 26:14).

Selanjutnya dikatakan di sini (ay. 34), sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Adakah makhluk ciptaan yang dijadikan sebagai dewan penasihat-Nya, atau, seperti Kristus, berada dalam pangkuan Bapa? Adakah orang yang kepadanya Allah memberitahukan rancangan-rancangan-Nya, atau yang sanggup, setelah melihat pemeliharaan-pemeliharaan-Nya, mengetahui jalan yang diambil-Nya? Ada jarak dan jurang yang terbentang begitu lebar antara Allah dan manusia, antara Pencipta dan makhluk ciptaan, sehingga untuk selama-lamanya tidak akan terpikir bahwa Pencipta dan makhluk ciptaan bisa mesra dan akrab seperti itu. Rasul Paulus mengajukan tantangan yang sama (1Kor. 2:16): Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Namun di situ juga ia menambahkan, tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Ini menunjukkan bahwa melalui Kristus, orang yang sungguh-sungguh percaya, yang memiliki Roh-Nya, mengetahui pikiran Allah sejauh itu penting bagi kebahagiaan mereka. Dia yang mengetahui pikiran Tuhan telah menyatakan-Nya (Yoh. 1:18). Dan dengan begitu, walaupun kita tidak memiliki pikiran Tuhan, namun jika kita memiliki pikiran Kristus, itu sudah cukup. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia (Mzm. 25:14). Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan? Lihat Yohanes 15:15. -” Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Ia tidak membutuhkan penasihat, sebab Ia bijak tak terhingga. Tidak pula suatu makhluk mampu menjadi penasihat-Nya. Ini seperti menyalakan lilin bagi matahari. Pernyataan ini tampak merujuk pada nas Kitab Suci itu (Yes. 40:13-14), siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat, atau mengajar Dia pengetahuan? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat? dst. Ini merupakan inti dari tantangan Allah terhadap Ayub mengenai karya ciptaan (Ayb. 38), dan dapat diterapkan pada semua cara pemeliharaan-Nya. Omong kosong jika manusia bisa mengatur Allah, atau mengajar Dia bagaimana mengatur dunia.

II. Kedaulatan rancangan-rancangan ilahi. Dalam semuanya ini, Allah betindak sebagai pelaku yang bebas, melakukan apa yang dikehendaki-Nya, karena Ia menghendaki-Nya, dan tidak perlu menjelaskan apa saja yang diperbuat-Nya (Ayb. 23:13; 33:13). Namun demikian, pada Dia tidak ada ketidakbenaran. Untuk menjernihkan masalah ini,

            1. Paulus menantang siapa saja untuk membuktikan bahwa Allah berutang kepadanya (ay. 35): Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya? Siapa dari semua makhluk yang bisa membuktikan bahwa Allah berutang kepadanya? Apa pun yang kita lakukan untuk Dia, atau kita persembahkan untuk Dia, pasti disertai dengan pengakuan ini, yang membuat kita tidak akan pernah bisa menuntut seperti itu (1Taw. 29:14): Dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Segala kewajiban yang bisa kita lakukan bukanlah balas budi, tetapi mengembalikan apa yang sudah diberi. Jika ada orang yang bisa membuktikan bahwa Allah berutang kepadanya, Rasul Paulus di sini menuntut bayarannya, dan menyatakan, dalam nama Allah, bahwa bayaran itu siap diberikan: Ia harus menggantikannya. Sudah pasti bahwa Allah tidak akan membiarkan siapa saja rugi karena-Nya. Tetapi pada kenyataannya tidak pernah ada orang yang berani menuntut seperti ini, atau berusaha membuktikannya.

            2. Paulus mengembalikan semuanya pada kedaulatan Allah (ay. 36): Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia, maksudnya, Allah adalah segala-galanya di dalam segala sesuatu. Segala sesuatu di sorga dan di bumi (terutama hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kita, hal-hal yang menyangkut damai sejahtera kita) adalah dari Dia melalui penciptaan, oleh Dia melalui kuasa yang memelihara, sehingga semuanya itu untuk Dia di dalam arah dan hasil akhirnya. Dari Allah sebagai sumber mata air dari semuanya, oleh Kristus, manusia-Allah, sebagai salurannya, dan kepada Allah sebagai tujuan akhirnya. Ketiga hal ini, secara umum, mencakup semua hubungan sebab akibat antara Allah dan makhluk ciptaan-Nya: dari Dia sebagai penyebab pertama yang menghasilkan segala sesuatu, melalui Dia sebab penyebab utama yang mengarahkan segala sesuatu, dan kepada Dia sebagai penyebab terakhir dan penghabisan. Sebab Tuhan telah menciptakan segala sesuatu untuk diri-Nya (Why. 4:11).

Jika semuanya dari Dia dan melalui Dia, maka sungguh beralasan bahwa semuanya harus untuk Dia dan bagi Dia. Ini perputaran yang tak terelakkan. Jika sungai menerima air dari laut, maka sungai mengembalikan air itu ke laut lagi (Pkh. 1:7). Melakukan semuanya demi kemuliaan Allah berarti memandang baik apa yang sudah tak terelakkan, sebab semuanya pada akhirnya untuk Dia, entah kita menghendakinya atau tidak. Dan dengan demikian, Paulus menutup dengan berkat penutup yang singkat: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Peranan Allah di segenap alam semesta sebagai Penyebab pertama, Penguasa yang berdaulat, dan Tujuan akhir, haruslah menjadi pokok kekaguman kita. Dengan cara itulah semua ciptaan-Nya memuji Dia dalam keberadaan mereka.

Tetapi orang-orang kudus-Nya memuji Dia dalam perbuatan mereka. Orang-orang kudus menyerahkan kepada-Nya puji-pujian yang bahannya disediakan oleh semua makhluk (Mzm. 145:10). Paulus sudah berbicara panjang lebar tentang rancangan-rancangan Allah untuk manusia, menyaring segala sesuatunya dengan amat sangat cermat. Akan tetapi, setelah semuanya itu, ia menutup dengan memberikan pengakuan terhadap kedaulatan ilahi, sebagai sesuatu yang kepadanya semua ini pada akhirnya harus dikembalikan, dan yang hanya di dalamnya pikiran bisa diam dengan aman dan tenteram.

Kalau ini bukan pembahasan cara skolastik, maka ini bisa dinamakan pembahasan cara kristiani. Apa pun dasar alasannya, biarlah kemuliaan Allah menjadi kesimpulannya. Khususnya ketika kita berbicara tentang rancangan dan perbuatan Allah, alangkah baiknya jika kita menjadikan dasar alasan kita sebagai rasa kagum yang penuh hormat dan kesungguhan hati terhadap Dia. Orang-orang kudus yang dimuliakan, yang melihat paling jauh ke dalam rahasia-rahasia ini, tidak pernah berbantah, tetapi senantiasa memuji-muji Dia sampai pada kekekalan.


Ep. 1 Rajaraja 8:54-61
8:54 Jadi dung sun ditangiangkon raja Salomo tu Jahowa saluhut tangiang dohot pangidoan ondeng, hehe ma ibana sian adopan ni langgatan ni Jahowa dohot sian na marsinggang i dohot sian na pinaherbangna i tanganna dompak banua ginjang.
8:55 Laos jongjong ma rajai, huhut mamasumasu sandok luhutan Israel, pola dipagogo soarana mandok songon on:
8:56 Pinuji ma Jahowa, naung mangalehon hasonangan tu bangsona Israel, hombar tu sandok naung pinarbagana i! Ndang adong tartinggal nanggo sada hata sian saluhut hatana na denggan i, naung pinaboana hian marhite sian si Musa naposona i.
8:57 Sai didongani Jahowa, Debatanta i ma hita, songon naung nidongananna angka ompunta na jolo; sai unang ma ditadingkon Ibana hita manang mambolongkon hita.
8:58 Sai ditaiti ma rohanta tu Ibana, asa marparange hita di saluhut dalanna huhut mangaradoti angka tonana dohot patikna dohot uhumna, angka naung tinonahonna tu angka ompunta i.
8:59 Jala saluhut hata pangidoan on, angka naung husombahon di adopan ni Jahowa, sai ngomngom ma i di jolo ni Jahowa, Debatanta i borngin dohot arian, asa pasintongonna uhum tu naposona dohot tu bangsona Israel, singkop ariari!
8:60 Asa tung saluhut bangso ni tano on mananda, paboa Jahowa do Debata, jala dungkon ni Ibana ndang adong.
8:61 Jala ingkon sun daulat rohamuna tu Jahowa, Debatanta i, asa marparange di bagasan angka patikna jala mangaradoti angka tonana suman songon sadarion.

Berkat dan pujian
8:54 Ketika Salomo selesai memanjatkan segala doa dan permohonan itu kepada TUHAN, bangkitlah ia dari depan mezbah TUHAN setelah berlutut dengan menadahkan tangannya ke langit. 8:55 Maka berdirilah ia dan memberkati segenap jemaah Israel dengan suara nyaring, katanya: 8:56 "Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. 8:57 Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita, 8:58 tetapi hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita. 8:59 Hendaklah perkataan yang telah kupohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari, 8:60 supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, 8:61 dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."


Penjelasan:
* Minta dan carilah berkat kelas satu.
Pada umumnya kita berpendapat bahwa berkat adalah pemberian yang hanya berkaitan dengan apa yang dapat kita nikmati, yang kita kerjakan, atau yang membuat kita aman. Bentuknya bisa material atau non material. Sesunguhnya berkat adalah suatu pemberian Allah yang berhu-bungan dengan identitas kita sebagai umat Allah di dunia.

Konsep berkat yang demikian sangat kental mewarnai doa berkat Salomo untuk rakyatnya. Setelah menaikkan pujian kepada Allah atas kesetiaan dan kasih karunia-Nya kepada umat-Nya, Salomo menyampaikan berkat Allah agar Ia mencondongkan hati bangsa Israel hanya kepada-Nya, sehingga umat-Nya tetap hidup menurut perjanjian yang telah dibuat antara Allah dengan nenek moyang bangsa Israel dan kasih karunia Allah tetap menyertai mereka (ayat 57-58). Berkat inilah yang memampukan umat Allah untuk memanifestasikan siapa dirinya di hadapan Allah dan dunia, yaitu umat kesayangan Allah dan yang kudus. Berkat ini pula yang memampukan umat-Nya untuk hidup taat kepada-Nya, sehingga ketaatan ini memimpin dan membawa umat Allah hidup di dalam aliran kasih karunia Allah yang tiada henti (ayat 56).

Berkat selanjutnya yang diminta Salomo bagi rakyatnya adalah agar Allah memberikan keadilan menurut kehendak-Nya setiap hari, supaya segala bangsa tahu, bahwa TUHANlah Allah dan tidak ada yang lain (ayat 60). Berkat ini akan memampukan bangsa Israel untuk mewujudnyatakan panggilannya sebagai kerajaan imam, yaitu sebagai perantara antara Allah dan bangsa-bangsa lain. Melalui bangsa Israel bangsa-bangsa lain akan mendapatkan berkat yaitu mengenal Allah yang benar.

Berkat yang demikian melebihi segala materi yang diharapkan oleh orang percaya, karena berkat ini sanggup memberikan dampak positif bagi seluruh keberadaan manusia, baik identitas maupun tujuan hidupnya di dunia. Berkat ini juga mempunyai dampak positif dan kekal bagi masyarakat di sekitar orang percaya berada. Dan tentu saja berkat memiliki nilai kekal bagi orang percaya yang bersangkutan.











PREV:
Renungan HKBP Senin, 26 Desember 2022 - Ev. Titus 2:11-15 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 (Penjelasan) - PESTA NATAL II PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NI TUHAN YESUS

All Renungan HKBP 2022
(231)



PREV:
Renungan HKBP Senin, 26 Desember 2022 - Ev. Titus 2:11-15 (Penjelasan) - Ep. Jesaya 9:1-6 (Penjelasan) - PESTA NATAL II PESTA PADUAHON PARNINGOTAN ARI HATUTUBU NI TUHAN YESUS

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de