BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2131 kali
Markus 11:1-11
Yesus dielu-elukan di Yerusalem
11:1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 11:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. 11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini." 11:4 Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya. 11:5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?" 11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. 11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. 11:8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. 11:9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, 11:10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!" 11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.

Penjelasan:
* Kristus Memasuki Yerusalem (11:1-11)

Di sini diceritakan tentang Kristus yang masuk ke Yerusalem secara terang-terangan, empat atau lima hari sebelum kematian-Nya. Ia masuk ke Yerusalem dengan cara yang luar biasa:

Untuk memperlihatkan bahwa Ia tidak takut dengan kekuasaan dan kedengkian musuh-musuh-Nya di Yerusalem. Ia tidak memasuki kota itu dengan diam-diam dan dalam penyamaran, seperti orang yang tidak berani menampakkan wajah-Nya. Tidak, mereka tidak perlu mengirim mata-mata untuk mencari Dia, karena kedatangan-Nya bisa dilihat. Ini dapat menggugah semangat murid-murid-Nya yang merasa takut dan gelisah karena memikirkan kekuatan dan kemarahan musuh-musuh mereka. Biarlah mereka melihat betapa beraninya Guru mereka menentang semuanya itu.

Untuk memperlihatkan bahwa Ia tidak gelisah atau dicemaskan dengan pikiran-pikiran mengenai penderitaan-Nya yang kian mendekat. Ia datang bukan hanya dengan terang-terangan, tetapi juga dengan penuh kegembiraan dan sambutan meriah yang penuh sukacita. Walaupun sekarang Ia tengah menyongsong penderitaan-Nya, seperti orang yang baru menyandangkan pedang, Ia sudah lebih dulu merayakan kemenangan-Nya seolah-olah penderitaan itu sudah dikalahkan-Nya, karena Ia yakin penuh bahwa Ia pasti akan menang.
    I. Bagian luar kemenangan ini terlihat sangat rendah; Ia naik ke atas punggung seekor keledai, binatang hina dan jelek rupa. Lebih-lebih lagi, keledainya belum pernah ditunggangi orang, yang karena itu, pasti kasar punggungnya karena bulunya belum pernah dipangkas, dan tidak hanya demikian, keledai seperti ini tentunya masih liar dan sulit dikendalikan, sehingga bisa mengacaukan dan merusak kekhidmatan perayaan tersebut. Keledai ini juga adalah keledai pinjaman. Pada saat Kristus pergi ke laut, Ia menggunakan sebuah perahu pinjaman, makan perjamuan Paskah di dalam sebuah ruangan pinjaman, dikuburkan dalam sebuah makam pinjaman, dan di sini menunggangi seekor keledai pinjaman. Janganlah orang Kristen menghina mereka yang berutang dan meminjam karena keperluan, karena Guru kita juga tidak menghina orang-orang demikian. Alas yang dipakai-Nya untuk punggung keledai itu sangat sederhana, orang-orang menaruh pakaian mereka di atas punggung keledai, dan begitulah Ia duduk di atasnya (ay. 7). Orang-orang yang mengikuti peristiwa itu hanyalah orang-orang yang sederhana. Apa yang dapat mereka tunjukkan hanyalah menghamparkan pakaian mereka di jalan (ay. 8), seperti yang biasa mereka lakukan dalam setiap perayaan tabernakel. Semuanya ini menandakan kerendahan hati-Nya. Kalau kita benar-benar perhatikan, Kristus akan selalu dikenang karena kesederhanaan-Nya. Hal ini mengajarkan kepada kita supaya kita tidak memikirkan hal-hal yang tinggi, tetapi untuk menempatkan diri dalam kedudukan yang rendah. Betapa jelek kalau orang Kristen menginginkan hal-hal yang tinggi padahal Kristus sungguh-sungguh jauh dari kehidupan seperti itu.

    II. Bagian dalam dari kemenangan ini sangat luar biasa; bukan hanya karena peristiwa tersebut merupakan penggenapan Kitab Suci (yang tidak dicatat di sini seperti dalam Injil Matius), tetapi juga karena ada pancaran sinar kemuliaan Kristus yang bercahaya di tengah-tengah kesederhanaan ini.

Kristus memperlihatkan bahwa Ia mengetahui hal-hal yang akan datang, dan bahwa Ia berkuasa atas kehendak manusia, ketika Ia menyuruh murid-murid-Nya mendapatkan seekor keledai (ay. 1-3). Dengan ini kita dapat melihat bahwa Kristus sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Nya yang gagal.

Ia menunjukkan kuasa-Nya atas makhluk ciptaan-Nya dengan mengendarai seekor keledai yang belum pernah ditunggangi. Penundukan ciptaan yang lebih rendah di bawah kuasa manusia dinyatakan melalui pekerjaan Kristus (Mzm. 8:6-7; bdk. Ibr. 2:8), karena oleh Dialah dan dengan pengantaraan-Nyalah kita semua memperoleh anugerah Allah untuk berkuasa atas ciptaan-Nya itu di dunia bawah ini (Kej. 1:28). Dan mungkin, dengan menunggangi seekor keledai, Kristus ingin memberikan suatu bayangan tentang kekuasaan-Nya atas roh manusia, yang dilahirkan seperti seekor keledai liar (Ayb. 11:12).

Keledai itu diambil dari sebuah tempat yang merupakan pertemuan dari dua jalan (ay. 4), seolah-olah Kristus ingin memperlihatkan bahwa Ia datang untuk memberikan petunjuk kepada mereka yang memiliki dua jalan di hadapannya untuk berada di jalan yang benar, dan bahwa mereka berada dalam bahaya jika memilih yang salah.

Kristus disambut dengan seruan-seruan hosana yang penuh sukacita dari orang-orang, sebagai ucapan selamat datang bagi Dia dan pengharapan mereka akan kemakmuran bagi kerajaan-Nya (ay. 9). Tuhanlah yang meletakkan dalam hati orang-orang tersebut keinginan untuk berteriak Hosana. Mereka tidak didorong dan diatur oleh manusia seperti yang terjadi dengan orang-orang yang sesudah peristiwa ini berteriak-teriak Salibkan, salibkan. Kristus dengan senang hati menerima penghormatan yang diberikan kepada-Nya oleh iman dan pujian orang banyak itu, dan Allah-lah yang menggerakkan orang-orang untuk memberikan penghormatan kepada-Nya di luar kehendak mereka sendiri.

            (1) Mereka menyambut Dia secara pribadi (ay. 9), Diberkatilah Dia yang datang, ho erchomenos, Dia yang harus datang, yang sudah sering kali dijanjikan, dan telah lama diharapkan; Dia yang datang dalam nama Tuhan, sebagai utusan Allah ke dalam dunia; Diberkatilah Dia, biarlah Dia menerima puji-pujian tertinggi dari kita; Dia adalah Penebus yang terberkati, yang membawa berkat kepada kita, dan terberkatilah Dia yang telah mengutus-Nya. Biarlah Dia diberkati dalam nama Tuhan, dan kiranya segala bangsa dan zaman menyebut-Nya Yang Terberkati, biarlah mereka berpikir dan berbicara dengan penuh puji-pujian dan penghormatan tentang-Nya.

            (2) Mereka mengharapkan agar maksud kehendak-Nya berhasil baik (ay. 10). Mereka percaya bahwa, sekalipun orangnya sederhana saja, Dia memiliki sebuah kerajaan, yang akan segera diwujudkan di dunia ini, yaitu kerajaan Daud, bapa mereka (yang adalah bapa dari negeri asal-Nya), kerajaan yang dijanjikan kepadanya dan keturunannya untuk selamanya; kerajaan yang datang dalam nama Tuhan, yang ditopang oleh kuasa atau otoritas ilahi. Diberkatilah kerajaan ini, semoga kerajaan ini kukuh berdiri, kuat terpancang, datang dengan penuh kuasa, dan biarlah semua pemerintahan, penguasa, dan kekuasaan, dikalahkannya. Semoga kerajaan ini terus mengalahkan, dan menaklukkan. Hosana bagi kerajaan ini, jayalah ia, dan segala kebahagiaan mengikutinya! Arti yang tepat dari hosana adalah seperti yang kita temukan dalam Wahyu 7:10, yaitu Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba. Semoga berhasillah iman kepercayaan kita, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang diwahyukan dari atas, Hosana di tempat mahatinggi. Segala pujian bagi Allah kita, yang bertakhta di sorga yang tertinggi yang mengatasi segalanya, Dialah Allah yang terpuji selamanya. Atau, biarlah Ia dipuji oleh malaikat-malaikat-Nya, yang ada di tingkat sorga tertinggi, biarlah hosana kita menggema di antara mereka.

            Kristus, yang diterima dan disambut dengan begitu meriah, memasuki kota dan langsung pergi ke Bait Allah. Di sana tidak ada perjamuan anggur untuk menjamu-Nya, bahkan sedikit makanan pun tidak. Walaupun begitu, Ia segera mulai bekerja, karena itulah yang menjadi makanan dan minuman-Nya. Ia masuk ke Bait Allah, sehingga firman Tuhan digenapi, "Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke Bait-Nya dengan tiba-tiba, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia akan mengejutkanmu pada hari kedatangan-Nya, karena Ia akan menjadi seperti api tukang pemurni logam, dan seperti sabun tukang penatu" (Mal. 3:1-3). Ia masuk ke Bait Allah dan meninjau keadaannya saat itu (ay. 11). Ia melihat-lihat segala sesuatu di sekelilingnya, tetapi tidak mengatakan apa pun. Ia melihat banyak ketidakteraturan di sana, tetapi tetap diam (Mzm. 50:21). Walaupun Ia bermaksud untuk menekan orang-orang itu, Ia tidak mau melakukannya dengan tiba-tiba, supaya jangan sampai orang mengira Ia sedang tergesa-gesa. Ia membiarkan semuanya ini seperti apa adanya untuk malam ini, supaya Ia dapat menyiapkan diri untuk keesokan paginya, dan juga supaya Ia dapat mengkhususkan hari itu bagi-Nya. Kita boleh merasa yakin bahwa Allah melihat semua kejahatan yang ada di dalam dunia, tetapi Ia tidak langsung menanganinya ataupun menghancurkannya saat itu juga. Setelah memperhatikan semua yang terjadi dalam Bait Allah, Kristus beristirahat di rumah seorang teman-Nya di Betania, karena di sana Ia bisa bebas dari keramaian kota dan segala kasak-kusuk dan kecurigaan memimpin suatu kelompok yang memecah belah.












NEXT:
Renungan HKBP Senin, 03 April 2023 - BIJI MATANYA - BACAAN PAGI (MARKUS 14:66-72) - BACAAN MALAM (1 TIMOTIUS 4:1-6)


PREV:
Renungan HKBP SABTU, 01 APRIL 2023 KAMI SEKALIAN ADALAH UMATMU - BACAAN PAGI (MARKUS 14:53-65) - BACAAN MALAM (1 KORINTUS 8:4-6)

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Senin, 03 April 2023 - BIJI MATANYA - BACAAN PAGI (MARKUS 14:66-72) - BACAAN MALAM (1 TIMOTIUS 4:1-6)


PREV:
Renungan HKBP SABTU, 01 APRIL 2023 KAMI SEKALIAN ADALAH UMATMU - BACAAN PAGI (MARKUS 14:53-65) - BACAAN MALAM (1 KORINTUS 8:4-6)

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de