BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
|
Renungan HKBP 2026 2 Petrus 1:3-10Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10 1. ALLAH TELAH MEMBERIKAN SEGALA SESUATU YANG KITA PERLUKAN, 2. DIPANGGIL ALLAH BUKAN BERARTI HIDUP TANPA MASALAH, 3. PANGGILAN ALLAH HARUS MENGHASILKAN PERUBAHAN HIDUP, 4. PENGUASAAN DIRI SANGAT PENTING 3Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Baca Juga: Horas, Amang, Inang, dan seluruh jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus! Puji Tuhan, kita masih diberikan kesempatan berkumpul di rumah Tuhan pada hari Minggu ini. Ada satu hal yang menarik dalam kehidupan manusia: kita semua senang kalau dipilih. Kalau di kantor ada orang yang dipercaya menjadi pimpinan, tentu senang kalau nama kita yang dipanggil. Kalau ada pertandingan sepak bola dan kita dipilih menjadi pemain utama, pasti bangga. Bahkan kalau ada undian hadiah di pesta keluarga, kita berharap nama kita yang disebut. Yaitu: Allah memilih dan memanggil kita untuk menjadi milik-Nya. Ini bukan karena kita paling hebat. Bukan karena kita paling kaya. Bukan karena kita paling suci. Tetapi karena kasih karunia Allah. Kita dipanggil dan dipilih Allah. Tetapi pertanyaannya: Kalau kita sudah dipanggil dan dipilih Allah, bagaimana seharusnya kita hidup? Inilah yang mau kita renungkan. Dalam ayat 3 dikatakan bahwa kuasa ilahi Allah telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. “Segala sesuatu.” Tuhan memberikan pertolongan. Tuhan memberikan kekuatan. Tuhan memberikan hikmat. Tuhan memberikan kesempatan. Tuhan memberikan firman-Nya. Tuhan memberikan Roh Kudus. Tuhan memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus. “Bagaimana saya bisa menjalani hidup ini?” “Bagaimana saya menghadapi masalah keluarga?” “Bagaimana saya menghadapi pekerjaan?” “Bagaimana saya menghadapi penyakit?” “Bagaimana saya menghadapi ekonomi?” “Bagaimana menghadapi anak-anak yang susah diatur?” Kita yang sudah mengatur, mereka yang tidak mau mengikuti! Itulah kehidupan keluarga. Allah tidak pernah memanggil kita tanpa memberikan perlengkapan. Kalau Tuhan memberikan tugas, Tuhan juga memberikan kekuatan. Kalau Tuhan memberikan panggilan, Tuhan memberikan pertolongan. 2. DIPANGGIL ALLAH BUKAN BERARTI HIDUP TANPA MASALAH Ini penting. “Kalau saya sudah menjadi orang percaya, hidup saya pasti lancar.” Belum tentu! Tetap bisa sakit. Tetap bisa kehilangan pekerjaan. Tetap bisa menghadapi konflik keluarga. Tetap bisa mengalami kegagalan. Orang yang percaya kepada Tuhan tidak menghadapi masalah seorang diri. Ada Tuhan bersama kita. Kalau kita naik mobil bersama orang yang tahu jalan, kita tidak perlu panik setiap kali melihat persimpangan. Tinggal percaya kepada sopir. Masalahnya... Kadang kita mau duduk di kursi penumpang tetapi setirnya masih kita pegang! “Tuhan, pimpin hidup saya.” “Tuhan, minggir sedikit. Saya yang mengemudi.” Ini sering terjadi dalam hidup kita. “Tuhan, kehendak-Mulah yang jadi.” “Tuhan, kehendak-Mu boleh, asal sama dengan kehendakku.” Inilah yang harus kita perbaiki. Kalau kita benar-benar percaya bahwa kita dipanggil dan dipilih Allah, maka kita harus belajar menyerahkan hidup kepada-Nya. Ayat 5-7 memberikan sebuah rangkaian yang sangat indah. Kita diminta menambahkan kepada iman: - kebajikan, - pengetahuan, - penguasaan diri, - ketekunan, - kesalehan, - kasih akan saudara-saudara, - dan kasih kepada semua orang. Ini menarik. “Karena kamu sudah percaya, selesai.” Tidak! Iman bukan hanya ada di mulut, tetapi harus terlihat dalam kehidupan. “Saya orang Kristen.” Tetapi setiap hari marah-marah. Sedikit-sedikit menghina orang. Sedikit-sedikit menyebarkan gosip. Sedikit-sedikit berkata: “Biar Tuhan yang membalas!” Wah... Jangan-jangan Tuhan berkata: “Nak, kamu ini terlalu cepat membantu pekerjaan Tuhan dalam membalas orang.” Hehehe... Kita ingin Tuhan mengampuni kita. Tetapi kita sulit mengampuni orang lain. Kita meminta Tuhan sabar kepada kita. Tetapi kita tidak sabar kepada pasangan. Kita meminta Tuhan memahami kelemahan kita. Tetapi kita sulit memahami kelemahan orang lain. Padahal firman Tuhan berkata: Iman harus menghasilkan perubahan. 4. PENGUASAAN DIRI SANGAT PENTING Ini sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang. Zaman sekarang orang mudah sekali marah. “Eh! Kau!” langsung komentar. Kadang belum selesai membaca berita, sudah memberikan pendapat. Lebih parah lagi: judulnya saja yang dibaca, tetapi komentarnya tiga paragraf! Hehehe... Itulah sebabnya orang Kristen membutuhkan penguasaan diri. Tidak semua yang kita dengar harus kita sebarkan. Tidak semua yang membuat kita marah harus langsung kita balas. Ada waktunya kita berdoa. “Tuhan, tolong saya supaya tidak membalas dengan kejahatan.” Itulah tanda pertumbuhan iman. 5. DIPILIH ALLAH BUKAN UNTUK SOMBONG, TETAPI UNTUK MELAYANI Kalau kita mendengar kata “dipilih”, jangan sampai kita menjadi sombong. “Saya dipilih Tuhan berarti saya lebih hebat daripada orang lain.” Bukan! Kita dipilih untuk menjadi berkat. Kita dipilih untuk menunjukkan kasih Kristus. Kita dipilih supaya kehidupan kita menjadi kesaksian. Semakin banyak kita belajar firman Tuhan, semakin kita sadar: “Ternyata saya masih banyak kekurangan.” Sebaliknya, semakin rendah hati. 6. KELUARGA ADALAH TEMPAT PERTAMA UNTUK MENUNJUKKAN IMAN Kadang-kadang kita sangat baik di gereja. “Horasss!” Senyum. Salam. Ramah. Tetapi begitu sampai di rumah... “Kenapa rumah berantakan?” “Kenapa belum masak?” Hehehe... Tetapi ujian iman yang sebenarnya sering terjadi di rumah. Bagaimana kita berbicara kepada anak? Bagaimana kita memperlakukan orang tua? Bagaimana kita memperlakukan saudara? Itulah tempat iman diuji. Tetapi mengasihi orang yang tinggal serumah dengan kita setiap hari... itu baru perjuangan! Karena mereka tahu semua kelemahan kita. Tetapi justru di situlah kasih Kristus harus nyata. 7. JANGAN LUPA PANGGILAN ALLAH “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh.” Perhatikan: “Panggilan dan pilihanmu makin teguh.” Artinya kita tidak boleh hidup sembarangan. Kita harus terus bertumbuh. Jangan sampai kita hanya menjadi Kristen secara identitas. Di gereja Kristen. Kita dipanggil untuk menunjukkan bahwa Kristus hidup dalam diri kita. Kalau orang melihat kita, mereka seharusnya bisa berkata: “Orang ini berbeda. Ada kasih Tuhan dalam hidupnya.” Bukan karena kita sempurna. Tetapi karena kita terus mau berubah. 8. JANGAN BERHENTI BERTUMBUH Iman seperti tanaman. Begitu juga kehidupan rohani. Firman Tuhan. Doa. Persekutuan. Pelayanan. Kasih kepada sesama. Dan tentu saja melalui pengalaman hidup. Kadang Tuhan memakai masalah untuk mengajar kita percaya. Kadang Tuhan memakai orang lain untuk mengajar kita mengampuni. Kadang Tuhan memakai kegagalan untuk mengajar kita rendah hati. “Mengapa Tuhan memberikan masalah ini kepada saya?” “Tuhan, apa yang sedang Engkau ajarkan kepada saya melalui masalah ini?” Pertanyaan itu bisa mengubah cara kita melihat kehidupan. 9. DIPANGGIL DAN DIPILIH BERARTI HIDUP KITA BERHARGA Ada orang yang merasa dirinya tidak berharga. Merasa sudah tua. Merasa tidak punya pendidikan tinggi. Merasa tidak punya uang banyak. Merasa tidak punya jabatan. Engkau dipanggil. Engkau dipilih. Artinya hidupmu berharga di hadapan Tuhan. “Saya tidak berguna.” Mungkin manusia tidak melihat kemampuan kita. Tetapi Tuhan melihat hati. Mungkin manusia tidak memberikan penghargaan kepada kita. Tetapi Tuhan melihat kesetiaan kita. Tetapi Tuhan melihat. Seorang ayah yang bekerja keras demi keluarga mungkin tidak pernah dipuji. Tetapi Tuhan melihat. Tetapi Tuhan melihat. Tetapi Tuhan melihat. Tidak ada pelayanan yang sia-sia di hadapan Tuhan. 10. KITA DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT Tetapi supaya melalui kehidupan kita, orang lain juga merasakan kasih Allah. jadilah pasangan yang menjadi berkat. jadilah orang tua yang membawa anak semakin dekat kepada Tuhan. jadilah anak yang menghormati orang tua. jadilah pekerja yang jujur. jadilah pemimpin yang melayani. jadilah jemaat yang membawa damai. jangan hanya mencari jabatan. Carilah kesempatan untuk melayani. ILUSTRASI: “DIPILIH TAPI TIDAK MAU” Seorang anak dipilih menjadi ketua kelas. Dia pulang ke rumah dengan bangga. “Mama! Saya dipilih menjadi ketua kelas!” Mamanya berkata: “Wah, bagus! Berarti teman-teman percaya sama kamu.” Anaknya menjawab: “Iya, Ma.” Besoknya dia datang ke sekolah. “Tolong rapikan kelas.” Dia menjawab: “Bukan saya, Bu. Saya ketua kelas.” Guru berkata: “Justru karena kamu ketua kelas.” “Wah, saya kira dipilih itu untuk dihormati, bukan untuk bekerja!” Hehehe... Kita senang mendengar: “Kamu dipilih Tuhan.” “Layani.” Kita berkata: “Wah, Tuhan, jangan saya.” Tuhan berkata: “Kasihi.” “Yang itu susah, Tuhan.” Tuhan berkata: “Maafkan.” “Yang itu tidak bisa, Tuhan. Dia sudah keterlaluan!” Padahal kita sendiri sudah berkali-kali diampuni Tuhan. Dipilih bukan hanya untuk mendapat kehormatan, tetapi untuk menjalankan tanggung jawab. PENUTUP Amang dan Inang yang dikasihi Tuhan, Kita dipanggil. Kita dipilih. Tetapi panggilan dan pilihan itu harus terlihat dalam kehidupan kita. iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan, dan terutama kasih kepada semua orang. “Saya sudah dipilih Tuhan.” “Karena saya sudah dipilih Tuhan, saya mau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.” Kalau kita dipanggil menjadi orang tua, mari menjadi orang tua yang baik. Kalau kita dipanggil menjadi suami atau istri, mari menjadi pasangan yang setia. Kalau kita dipanggil menjadi anak, mari menghormati orang tua. Kalau kita dipanggil menjadi pekerja, mari bekerja dengan jujur. Kalau kita dipanggil menjadi pelayan Tuhan, mari melayani dengan rendah hati. “Tuhan, mengapa saya?” Tetapi katakan: “Tuhan, saya percaya Engkau tidak meninggalkan saya. Tunjukkan kepada saya apa yang harus saya pelajari dan lakukan.” Sebab kita bukan orang yang berjalan tanpa tujuan. DIPANGGIL ALLAH. DIPILIH ALLAH. DITEGUHKAN ALLAH. DIPAKAI ALLAH MENJADI BERKAT. DOA PENUTUP KHOTBAH Kami bersyukur karena melalui firman-Mu hari ini kami diingatkan bahwa kami adalah orang-orang yang Engkau panggil dan Engkau pilih. Tuhan, kami mengakui bahwa sering kali iman kami masih lemah. Kami mudah marah, mudah kecewa, sulit mengampuni, dan kadang lebih suka mengikuti keinginan sendiri daripada kehendak-Mu. Ampunilah kami. Ajarlah kami untuk bertumbuh dalam iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih persaudaraan dan kasih kepada semua orang. Tuhan, berkatilah keluarga kami. Berkatilah suami dan istri. Berkatilah anak-anak kami. Berkatilah orang tua kami. Berkatilah pekerjaan dan usaha kami. Berikan kesehatan kepada yang sakit, kekuatan kepada yang lemah, penghiburan kepada yang berduka, dan pengharapan kepada setiap orang yang sedang menghadapi pergumulan. Tuhan, jadikan kami bukan hanya orang yang menerima berkat, tetapi juga orang yang menjadi berkat. Karena kami sadar bahwa kami dipanggil dan dipilih bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk melayani dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 PREV: Jamita HKBP Minggu, 11 Oktober 2026 - Dihalomohon Debata do holong ni roha (Allah menghendaki cinta kasih) - Hosea 6:1-6 All Renungan HKBP 2026
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 PREV: Jamita HKBP Minggu, 11 Oktober 2026 - Dihalomohon Debata do holong ni roha (Allah menghendaki cinta kasih) - Hosea 6:1-6 Minggu, 25 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 25 Oktober 2026 - Mangalului Pangondianan di Goar ni Jahowa (Mencari Perlindungan pada Nama TUHAN) - Zefanya 3:9-15 Minggu, 18 Oktober 2026 Jamita HKBP Minggu, 18 Oktober 2026 - DEBATA DO MANJOU JALA MAMILLIT HAMU (DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH) - 2 Petrus 1:3-10
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |