BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 5876 kali

Download MP3 Music
Second Sunday after the Epiphany
Minggu, 17 Januari 2016
Isaiah 62:1-5
Psalm 36:5-10
1 Corinthians 12:1-11
Yohanes 2:1-11
Konteks
Perkawinan di Kana
2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. 2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki, 2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Penjelasan:
* 2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana189 yang di Galilea, dan ibu Yesus190 ada di situ;
Pada zaman itu, teman-teman mempelai laki-laki mengantar mempelai perempuan ke rumah mempelai laki-laki, dan di sana pesta perkawinan diadakan. Acara itu dapat berlangsung selama tujuh hari. Biaya pesta perkawinan ditanggung mempelai laki-laki.191

* Yoh 2:1--4:45
Pelayanan yang Awal: Tanda, Perbuatan, dan Kata (2:1-4:45)

* Yoh 2:2
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Dalam pasal 21:2 kita membaca bahwa Natanael berasal dari Kana. Mungkin itu sebabnya mereka diundang ke sana, tetapi mungkin mereka diundang karena ibu Yesus terlibat dalam perkawinan itu.
Rupanya kelima murid yang dipanggil dalam pasal 1 dimaksudkan di sini. Kedua belas murid-Nya disebutkan dalam pasal 6:67, tetapi Injil Yohanes tidak membahas panggilan mereka, selain mereka yang dipanggil dalam pasal 1.

* Yoh 2:2
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Dalam pasal 21:2 kita membaca bahwa Natanael berasal dari Kana. Mungkin itu sebabnya mereka diundang ke sana, tetapi mungkin mereka diundang karena ibu Yesus terlibat dalam perkawinan itu.
Rupanya kelima murid yang dipanggil dalam pasal 1 dimaksudkan di sini. Kedua belas murid-Nya disebutkan dalam pasal 6:67, tetapi Injil Yohanes tidak membahas panggilan mereka, selain mereka yang dipanggil dalam pasal 1.

* Yoh 2:3
2:3 Ketika mereka kekurangan192 anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Anggur merupakan suatu kewajiban di pesta perkawinan orang Yahudi. Bagi mereka, anggur melambangkan dan membangkitkan rasa sukacita,193 tetapi kemabukan dianggap tidak layak. Anggur yang dihidangkan bukanlah jus buah anggur,194 melainkan anggur yang mengandung alkohol. Anggur mereka diencerkan dengan ratio antara 1:3 sampai 1:10, sehingga kandungan alkohol anggur itu kurang dari kandungan alkohol Bir Bintang. Anggur yang tidak diencerkan dianggap "minimum keras", yang tidak diminum orang baik.195
Masalah kehabisan anngur ini pasti menimbulkan rasa malu, tetapi mungkin mereka juga dapat dituntut di pengadilan, jika apa yang mereka hidangkan tidak lengkap.196 Mungkin mereka miskin, dan jumlah anggur yang mereka sediakan pas-pasan.
Ada kemungkinan bahwa ibu Yesus terlibat dalam urusan konsumsi di pernikahan itu, sehingga dia mengemukakan hal ini dan juga dia dapat memberi perintah kepada pelayan-pelayan.

Yohanes melaporkan percakapan mereka dengan begitu singkat, sehingga nada atau sikap ibu Yesus tidak begitu tampak bagi para pembaca. Apakah yang dia katakan diucapkan sambil lalu saja, atau dengan mengharapkan mujizat, atau dengan mengharapkan pertolongan biasa? Sikap Maria dalam peristiwa ini dibahas panjang lebar dalam buku tafsiran, dan sulit dipastikan. Dalam pasal 2:11 Yohanes menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah "yang pertama dari tanda-tanda-Nya",197 maka kita mengerti bahwa pada saat itu ibu Yesus belum menyaksikan mujizat-Nya. Dari sudut yang lain, pasti dia masih mengingat nubuatan malaikat dan manusia pada waktu Dia dilahirkan. Selain itu, tampaknya sampai saat itu Yesus sering menolong ibu-Nya, sehingga Maria sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat pinter, dan dapat diandalkan, tetapi bukan dengan mujizat. Pengertian ini sesuai dengan suatu pola yang nyata dalam Injil Yohanes, yaitu bahwa orang-orang yang berbicara kepada Tuhan Yesus berbicara pada tingkat jasmani, sedangkan Dia menjawab pada suatu tingkat rohani. Pola tersebut terlihat dalam 3:3-4; 4:15, 47; 5:6-7; 6:32-33, 41; dan 11:22-24.198

Mungkin juga apa yang dikemukakan oleh Morris199 terlihat dalam permohonan ibu Yesus. Mungkin dia berharap bahwa Yesus adalah Mesias, dan dia mau mendorong Dia untuk menyatakan kemuliaan-Nya, sama seperti saudara-saudara Yesus, dalam Yohanes 7:2-9.

* Yoh 2:3
Ketika mereka kekurangan192 anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Anggur merupakan suatu kewajiban di pesta perkawinan orang Yahudi. Bagi mereka, anggur melambangkan dan membangkitkan rasa sukacita,193 tetapi kemabukan dianggap tidak layak. Anggur yang dihidangkan bukanlah jus buah anggur,194 melainkan anggur yang mengandung alkohol. Anggur mereka diencerkan dengan ratio antara 1:3 sampai 1:10, sehingga kandungan alkohol anggur itu kurang dari kandungan alkohol Bir Bintang. Anggur yang tidak diencerkan dianggap "minimum keras", yang tidak diminum orang baik.195
Masalah kehabisan anngur ini pasti menimbulkan rasa malu, tetapi mungkin mereka juga dapat dituntut di pengadilan, jika apa yang mereka hidangkan tidak lengkap.196 Mungkin mereka miskin, dan jumlah anggur yang mereka sediakan pas-pasan.

Ada kemungkinan bahwa ibu Yesus terlibat dalam urusan konsumsi di pernikahan itu, sehingga dia mengemukakan hal ini dan juga dia dapat memberi perintah kepada pelayan-pelayan.

Yohanes melaporkan percakapan mereka dengan begitu singkat, sehingga nada atau sikap ibu Yesus tidak begitu tampak bagi para pembaca. Apakah yang dia katakan diucapkan sambil lalu saja, atau dengan mengharapkan mujizat, atau dengan mengharapkan pertolongan biasa? Sikap Maria dalam peristiwa ini dibahas panjang lebar dalam buku tafsiran, dan sulit dipastikan. Dalam pasal 2:11 Yohanes menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah "yang pertama dari tanda-tanda-Nya",197 maka kita mengerti bahwa pada saat itu ibu Yesus belum menyaksikan mujizat-Nya. Dari sudut yang lain, pasti dia masih mengingat nubuatan malaikat dan manusia pada waktu Dia dilahirkan. Selain itu, tampaknya sampai saat itu Yesus sering menolong ibu-Nya, sehingga Maria sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat pinter, dan dapat diandalkan, tetapi bukan dengan mujizat. Pengertian ini sesuai dengan suatu pola yang nyata dalam Injil Yohanes, yaitu bahwa orang-orang yang berbicara kepada Tuhan Yesus berbicara pada tingkat jasmani, sedangkan Dia menjawab pada suatu tingkat rohani. Pola tersebut terlihat dalam 3:3-4; 4:15, 47; 5:6-7; 6:32-33, 41; dan 11:22-24.198

Mungkin juga apa yang dikemukakan oleh Morris199 terlihat dalam permohonan ibu Yesus. Mungkin dia berharap bahwa Yesus adalah Mesias, dan dia mau mendorong Dia untuk menyatakan kemuliaan-Nya, sama seperti saudara-saudara Yesus, dalam Yohanes 7:2-9.

* Yoh 2:4
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku,200 ibu?201 Saat-Ku202 belum tiba."
Dalam ayat ini Tuhan Yesus meremehkan hubungan jasmani, seperti apa yang Dia lakukan dalam Matius 19:29; Markus 3:33-35; Lukas 2:49; 11:27-28; dan Yohanes 7:1-10, karena kaitan kekeluargaan tidak boleh mempengaruhi pola pelayanan-Nya.203 Dengan segala kesopanan yang layak, Tuhan Yesus menegur Maria, ibu-Nya.
Teguran tersebut didasarkan pada suatu alasan yang sulit dipahami, yaitu Saat-Ku belum tiba. Alasan ini pasti tidak jelas bagi setiap pembaca yang belum membaca seluruh Injil Yohanes. Para pembaca yang sudah berkali-kali membaca Injil Yohanes mengerti bahwa ungkapan ini merujuk pada saat Dia akan dimuliakan di kayu salib, tetapi bagi orang yang belum membaca Injil Yohanes ungkapan ini hanya membangkitkan rasa ingin tahu, sehingga dia akan membaca terus, dan mencari penjelasan.204

Meskipun demikian, tetapi kita masih perlu memikirkan artinya jawaban atau alasan tersebut bagi Maria. Carson205 memberi tiga penjelasan yang tepat. Pertama, Tuhan Yesus sungguh rindu supaya Maria, dan kita, mengutamakan Kerajaan Allah, yang dapat diumpamakan sebagai Pesta Perkawinan (Matius 22:1-14; 25:1-13; dan Wahyu 19:7 dan 9), sehingga Dia langsung berbicara seolah-olah mengenai saat kemuliaan-Nya, yaitu Pesta Perkawinan Anak Domba. Pada zaman tersebut, anggur akan berkelimpahan, seperti apa yang dinubuatkan dalam Yeremia 31:12; Hosea 14:7; dan Amos 9:13-14), tetapi saat itu belum tiba.

Kedua, dalam peristiwa yang akan terjadi mereka akan melirik kemuliaan Tuhan Yesus, suatu kemuliaan yang akan dinyatakan dalam penyaliban, sehingga dikatakan dalam ayat 11 bahwa "Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya." Tetapi Tuhan Yesus harus menyatakan kemuliaan-Nya pada perintah Allah Bapa, bukan pada permohonan ibu-Nya. Ibu-Nya minta Dia melangkah, tetapi Dia menolak, lalu melakukan apa yang diminta! Pola ini juga terdapat dalam pasal 7:1-10.

Ketiga, dalam pasal 3:27-30 Tuhan Yesus disebut sebagai Mempelai Laki-laki. Mungkin sebagai Mempelai Laki-laki yang Akan Datang Dia menyediakan anggur bagi mempelai yang namanya tidak disebutkan.

Pada permulaan pelayanan di Kanaan, Tuhan Yesus memandang pada penyelesaiannya.206

* Yoh 2:4
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku,200 ibu?201 Saat-Ku202 belum tiba."
Dalam ayat ini Tuhan Yesus meremehkan hubungan jasmani, seperti apa yang Dia lakukan dalam Matius 19:29; Markus 3:33-35; Lukas 2:49; 11:27-28; dan Yohanes 7:1-10, karena kaitan kekeluargaan tidak boleh mempengaruhi pola pelayanan-Nya.203 Dengan segala kesopanan yang layak, Tuhan Yesus menegur Maria, ibu-Nya.
Teguran tersebut didasarkan pada suatu alasan yang sulit dipahami, yaitu Saat-Ku belum tiba. Alasan ini pasti tidak jelas bagi setiap pembaca yang belum membaca seluruh Injil Yohanes. Para pembaca yang sudah berkali-kali membaca Injil Yohanes mengerti bahwa ungkapan ini merujuk pada saat Dia akan dimuliakan di kayu salib, tetapi bagi orang yang belum membaca Injil Yohanes ungkapan ini hanya membangkitkan rasa ingin tahu, sehingga dia akan membaca terus, dan mencari penjelasan.204

Meskipun demikian, tetapi kita masih perlu memikirkan artinya jawaban atau alasan tersebut bagi Maria. Carson205 memberi tiga penjelasan yang tepat. Pertama, Tuhan Yesus sungguh rindu supaya Maria, dan kita, mengutamakan Kerajaan Allah, yang dapat diumpamakan sebagai Pesta Perkawinan (Matius 22:1-14; 25:1-13; dan Wahyu 19:7 dan 9), sehingga Dia langsung berbicara seolah-olah mengenai saat kemuliaan-Nya, yaitu Pesta Perkawinan Anak Domba. Pada zaman tersebut, anggur akan berkelimpahan, seperti apa yang dinubuatkan dalam Yeremia 31:12; Hosea 14:7; dan Amos 9:13-14), tetapi saat itu belum tiba.

Kedua, dalam peristiwa yang akan terjadi mereka akan melirik kemuliaan Tuhan Yesus, suatu kemuliaan yang akan dinyatakan dalam penyaliban, sehingga dikatakan dalam ayat 11 bahwa "Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya." Tetapi Tuhan Yesus harus menyatakan kemuliaan-Nya pada perintah Allah Bapa, bukan pada permohonan ibu-Nya. Ibu-Nya minta Dia melangkah, tetapi Dia menolak, lalu melakukan apa yang diminta! Pola ini juga terdapat dalam pasal 7:1-10.

Ketiga, dalam pasal 3:27-30 Tuhan Yesus disebut sebagai Mempelai Laki-laki. Mungkin sebagai Mempelai Laki-laki yang Akan Datang Dia menyediakan anggur bagi mempelai yang namanya tidak disebutkan.

Pada permulaan pelayanan di Kanaan, Tuhan Yesus memandang pada penyelesaiannya.206

* Yoh 2:5
Ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"207
Ibu Yesus ditegur, tampaknya karena dia, sebagai ibu-Nya sendiri, mengharapkan pertolongan dari Yesus. Dasar harapan tersebut kelir, sehingga dia ditegur dalam ayat 4. Dalam ayat ini dia menerima teguran yang lemah lembut itu, tetapi dia masih mengharapkan pertolongan dari Yesus. Dengan kata lain, dalam ayat 3 ibu Yesus datang sebagai ibunya dan dia ditegur, sedangkan dalam ayat 5 dia datang sebagai orang percaya, dan permohonannya diterima.208
Dalam Matius 15:21-28 dan Yohanes 4:47-50 terlihat suatu pola yang sama. Tuhan Yesus diminta melakukan sesuatu, Dia menolak, orang yang minta tetap minta, dan Tuhan Yesus mengabulkan permintaan. Di sini juga, kita melihat bahwa Dia sungguh menghargai ketabahan dalam doa.209 Mungkin jika seandainya iman dari ibu Yesus kurang kuat, dia akan berpikir, "Ya, sudah, aku ditolak, aku harus mengurus masalah ini sendiri, tanpa Yesus." Tetapi karena imanya kuat, dia bertabah dalam permohonan, dan dia rela meninggalkan masalah ini dalam tangan Tuhan Yesus. Tidak dicatat dalam nas ini, tetapi dapat diduga bahwa setelah dia mengatakan hal ini kepada pelayan-pelayan pesta perkawinan, dia keluar dari ruangan itu.

Perkataan dari ibu Yesus yang tercantum dalam Firman Tuhan sedikit, tetapi apa yang dicatat dalam nas ini sungguh jelas mengarahkan kita kepada kuasa dan kemuliaan Tuhan Yesus sendiri.

* Yoh 2:5
Ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"207
Ibu Yesus ditegur, tampaknya karena dia, sebagai ibu-Nya sendiri, mengharapkan pertolongan dari Yesus. Dasar harapan tersebut kelir, sehingga dia ditegur dalam ayat 4. Dalam ayat ini dia menerima teguran yang lemah lembut itu, tetapi dia masih mengharapkan pertolongan dari Yesus. Dengan kata lain, dalam ayat 3 ibu Yesus datang sebagai ibunya dan dia ditegur, sedangkan dalam ayat 5 dia datang sebagai orang percaya, dan permohonannya diterima.208

Dalam Matius 15:21-28 dan Yohanes 4:47-50 terlihat suatu pola yang sama. Tuhan Yesus diminta melakukan sesuatu, Dia menolak, orang yang minta tetap minta, dan Tuhan Yesus mengabulkan permintaan. Di sini juga, kita melihat bahwa Dia sungguh menghargai ketabahan dalam doa.209 Mungkin jika seandainya iman dari ibu Yesus kurang kuat, dia akan berpikir, "Ya, sudah, aku ditolak, aku harus mengurus masalah ini sendiri, tanpa Yesus." Tetapi karena imanya kuat, dia bertabah dalam permohonan, dan dia rela meninggalkan masalah ini dalam tangan Tuhan Yesus. Tidak dicatat dalam nas ini, tetapi dapat diduga bahwa setelah dia mengatakan hal ini kepada pelayan-pelayan pesta perkawinan, dia keluar dari ruangan itu.

Perkataan dari ibu Yesus yang tercantum dalam Firman Tuhan sedikit, tetapi apa yang dicatat dalam nas ini sungguh jelas mengarahkan kita kepada kuasa dan kemuliaan Tuhan Yesus sendiri.

* Yoh 2:6
Di situ ada enam210 tempayan211 yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.212
Hal pembasuhan, atau penahiran, dalam adat orang Yahudi adalah sangat penting bagi orang Yahudi, sesuai dengan apa yang dikatakan dalam Markus 7:1-7. Belum tentu setiap tamu di pesta perkawinan itu senang jikalau tempayan yang disediakan untuk pembasuhan diisi dengan anggur. Mungkin setiap rumah tangga orang Yahudi yang setia pada agama mereka harus dilengkapi dengan tempayan seperti ini.

Tidak secara kebetulan kita diberitahukan bahwa tempayan itu disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi. Catatan ini menjadi petunjuk bagi para pembaca supaya suatu tema pokok dalam Injil Yohanes menjadi lebih nyata. Dalam wadah agama lama, agama dan adat orang Yahudi, Tuhan Yesus menciptakan anggur.

* Yoh 2:6
Di situ ada enam210 tempayan211 yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.212
Hal pembasuhan, atau penahiran, dalam adat orang Yahudi adalah sangat penting bagi orang Yahudi, sesuai dengan apa yang dikatakan dalam Markus 7:1-7. Belum tentu setiap tamu di pesta perkawinan itu senang jikalau tempayan yang disediakan untuk pembasuhan diisi dengan anggur. Mungkin setiap rumah tangga orang Yahudi yang setia pada agama mereka harus dilengkapi dengan tempayan seperti ini.
Tidak secara kebetulan kita diberitahukan bahwa tempayan itu disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi. Catatan ini menjadi petunjuk bagi para pembaca supaya suatu tema pokok dalam Injil Yohanes menjadi lebih nyata. Dalam wadah agama lama, agama dan adat orang Yahudi, Tuhan Yesus menciptakan anggur.

* Yoh 2:7
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Sesuai dengan perintah ibu Yesus, pelayan-pelayan itu melakukan apa yang Dia katakan. Tempayan itu diisi penuh, sehingga tidak ada ruangan untuk menambah anggur atau sesuatupun.

* Yoh 2:7
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Sesuai dengan perintah ibu Yesus, pelayan-pelayan itu melakukan apa yang Dia katakan. Tempayan itu diisi penuh, sehingga tidak ada ruangan untuk menambah anggur atau sesuatupun.

* Yoh 2:8
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah213 dan bawalah kepada pemimpin pesta214." Lalu merekapun membawanya.
Dalam peristiwa ini Tuhan Yesus tidak melakukan sesuatupun. Dia hanya berkata. Dan kata Dia cukup.

* Yoh 2:8
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah213 dan bawalah kepada pemimpin pesta214." Lalu merekapun membawanya.
Dalam peristiwa ini Tuhan Yesus tidak melakukan sesuatupun. Dia hanya berkata. Dan kata Dia cukup.

* Yoh 2:9
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
Bagaimana caranya mujizat ini terjadi bukanlah sesuatu yang menarik bagi Yohanes. Yang penting bagi Yohanes adalah tanggapan setiap orang yang terlibat. Dan tanggapan yang layak adalah tanggapan murid-murid-Nya, yang akan disebutkan dalam ayat 11.

Memang Yohanes tidak mengatakan secara tersirat bahwa seluruh isi keenam tempayan itu menjadi anggur, dan itu tidak mustahil bahwa hanya apa yang dibawah ke pemimpin pesta menjadi anggur, tetapi jika seandainya hanya air itu yang menjadi anggur, tidakkah mujizat "kecil" itu nanti menimbulkan kekacauan dan rasa malu bagi mereka? Jika hanya air itu yang menjadi anggur, maka nanti mereka sekali lagi kehabisan anggur! Selain itu, jika hanya apa yang dibawah ke pemimpin pesta itu yang menjadi anggur, suatu jumlah yang tidak dikemukakan oleh Yohanes, mengapakah jumlah dan besarnya tempayan itu diuraikan kepada para pembaca? Sebaiknya kita mengerti bahwa seluruh isi keenam tempayan menjadi anggur. Tuhan Yesus memberi hadiah pernikahan yang besar dan mahal kepada mempelai!

Bukankah itu menjadi sesuatu yang indah, bahwa dalam tanda yang pertama ini, pemimpin pesta dan mempelai laki-laki tidak mengerti dari mana datangnya anggur itu. Hanya pelayan-pelayan itu yang mengerti. Tuhan Yesus tidak segan melakukan mujizat yang hanya dimengerti oleh beberapa bahwahan saja.

* Yoh 2:9
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
Bagaimana caranya mujizat ini terjadi bukanlah sesuatu yang menarik bagi Yohanes. Yang penting bagi Yohanes adalah tanggapan setiap orang yang terlibat. Dan tanggapan yang layak adalah tanggapan murid-murid-Nya, yang akan disebutkan dalam ayat 11.
Memang Yohanes tidak mengatakan secara tersirat bahwa seluruh isi keenam tempayan itu menjadi anggur, dan itu tidak mustahil bahwa hanya apa yang dibawah ke pemimpin pesta menjadi anggur, tetapi jika seandainya hanya air itu yang menjadi anggur, tidakkah mujizat "kecil" itu nanti menimbulkan kekacauan dan rasa malu bagi mereka? Jika hanya air itu yang menjadi anggur, maka nanti mereka sekali lagi kehabisan anggur! Selain itu, jika hanya apa yang dibawah ke pemimpin pesta itu yang menjadi anggur, suatu jumlah yang tidak dikemukakan oleh Yohanes, mengapakah jumlah dan besarnya tempayan itu diuraikan kepada para pembaca? Sebaiknya kita mengerti bahwa seluruh isi keenam tempayan menjadi anggur. Tuhan Yesus memberi hadiah pernikahan yang besar dan mahal kepada mempelai!
Bukankah itu menjadi sesuatu yang indah, bahwa dalam tanda yang pertama ini, pemimpin pesta dan mempelai laki-laki tidak mengerti dari mana datangnya anggur itu. Hanya pelayan-pelayan itu yang mengerti. Tuhan Yesus tidak segan melakukan mujizat yang hanya dimengerti oleh beberapa bahwahan saja.

* Yoh 2:10
dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum,215 barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."216
Oleh karena pemimpin pesta itu tidak tahu, maka ia memuji mempelai laki-laki. Sedangkan murid-murid-Nya mengerti, maka mereka percaya kepada Yesus.
Kebiasaan yang diceritakan oleh pemimpin pesta itu memang masuk akal. Setelah tamu minum beberapa cawan anggur yang baik, kepekahan indrat rasa sudah berkurang, dan mereka tidak mengerti bahwa mereka diberi anggur yang kurang baik. Kata ini dari pemimpin pesta tidak berarti bahwa tamu di pesta perkawinan itu sudah mabuk, dia hanya menceritakan suatu kebiasaan yang wajar bagi orang yang menghidangkan anggur.

Peristiwa air pembasuhan menurut adat orang Yahudi yang menjadi anggur yang baik merupakan yang pertama dari beberapa peristiwa yang membandingkan Yesus dengan adat atau agama Yahudi. Perbandingan ini telah diringkaskan bagi kita dalam pasal 1:17, yang berkata, "hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran jadi melalui Yesus Kristus."217 Peristiwa air pembasuhan yang menjadi anggur yang baik dapat dianggap sebuah perumpamaan yang menjadi kenyataan. Dalam sebuah perumpamaan, biasanya peristiwa itu tidak pernah terjadi, tetapi dalam nas ini apa yang sungguh terjadi mengandung makna, sama seperti sebuah perumpamaan mengandung makna. Maknanya "perumpamaan yang menjadi kenyataan" ini adalah bahwa Yesus Kristus menghidangkan sesuatu yang jauh lebih indah daripada apa yang ditawarkan kepada orang Yahudi dari adat mereka.

* Yoh 2:10
dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum,215 barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."216
Oleh karena pemimpin pesta itu tidak tahu, maka ia memuji mempelai laki-laki. Sedangkan murid-murid-Nya mengerti, maka mereka percaya kepada Yesus.
Kebiasaan yang diceritakan oleh pemimpin pesta itu memang masuk akal. Setelah tamu minum beberapa cawan anggur yang baik, kepekahan indrat rasa sudah berkurang, dan mereka tidak mengerti bahwa mereka diberi anggur yang kurang baik. Kata ini dari pemimpin pesta tidak berarti bahwa tamu di pesta perkawinan itu sudah mabuk, dia hanya menceritakan suatu kebiasaan yang wajar bagi orang yang menghidangkan anggur.

Peristiwa air pembasuhan menurut adat orang Yahudi yang menjadi anggur yang baik merupakan yang pertama dari beberapa peristiwa yang membandingkan Yesus dengan adat atau agama Yahudi. Perbandingan ini telah diringkaskan bagi kita dalam pasal 1:17, yang berkata, "hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran jadi melalui Yesus Kristus."217 Peristiwa air pembasuhan yang menjadi anggur yang baik dapat dianggap sebuah perumpamaan yang menjadi kenyataan. Dalam sebuah perumpamaan, biasanya peristiwa itu tidak pernah terjadi, tetapi dalam nas ini apa yang sungguh terjadi mengandung makna, sama seperti sebuah perumpamaan mengandung makna. Maknanya "perumpamaan yang menjadi kenyataan" ini adalah bahwa Yesus Kristus menghidangkan sesuatu yang jauh lebih indah daripada apa yang ditawarkan kepada orang Yahudi dari adat mereka.

* Yoh 2:11
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Ayat ini merupakan catatan Yohanes sebagai penulis, suatu catatan yang dimaksudkan untuk mengarahkan para pembaca supaya menganggapi peristiwa ini secara benar, sesuai dengan tujuannya, yang akan dicantumkan dengan jelas dalam pasal 20:31.
Kontras tersebut, antara adat orang Yahudi dan apa yang ada bagi kita dalam Tuhan Yesus, memang cukup nyata dalam peristiwa ini, dan akan menjadi semakin nyata setiap kali kontras ini diulangi melalui peristiwa-peristiwa lain. Meskipun demikian, kontras itu merupakan tema yang ada di latar belakang, bukan tema yang ditekankan oleh Yohanes. Bagi dia, yang harus ditekankan adalah penyataan kemuliaan Yesus Kristus, serta tanggapan murid-murid-Nya, yaitu iman. Apa yang tidak diungkapkan kepada para pembaca dalam pengalaman Natanael, sudah menjadi nyata dan jelas dalam pengalaman murid-murid-Nya pada waktu mereka hadir di pesta perkawinan dua orang tanpa nama di Kana.

Brown218 mengamati bahwa ada tujuh tanda dalam Injil Yohanes: tiga dari tujuh tanda itu juga diceritakan dalam Injil Sinoptik, dan tiga lagi adalah mujizat yang sejenis dengan apa yang terjadi dalam Injil Sinoptik, tetapi tanda ini adalah yang satu-satunya yang lain dari pada apa yang diceritakan dalam Injil Sinoptik.

Sarjana radikal tertentu berkata bahwa peristiwa yang dilaporkan dalam nas ini tidak pernah terjadi. Menurut mereka seluruhnya suatu lelucon. Menurut sarjana radikal itu, setelah mereka kehabisan anggur, air putih dihidangkan, dan dalam suasana meriah di pesta itu mereka main-main, seolah-olah air putih itu merupakan anggur, bahkan sampai ada tamu yang berseru, "Anggur ini lebih enak daripada anggur yang tadi!" Kemudian ada pelayan yang mendengar ucapan tersebut, dan dia menceritakan kepada orang banyak bahwa air putih itu telah menjadi anggur yang baik. Demikianlah, menurut beberapa sarjana radikal, lahirnya kisah air menjadi anggur di Kana.

Morris219 menjelaskan beberapa kelemahan dari pendapat sarjana radikal tersebut. Rasul Yohanes berkata bahwa suatu mujizat terjadi. Jika sarjana berkata tidak ada mujizat, mereka juga berkata bahwa Yohanes, yang nampaknya hadir di situ, berdusta. Kita harus memilih antara pendapat sarjana radikal dan kesaksian Rasul Yohanes. Selain itu, mujizat yang dicatat dalam nas ini juga sangat mempengaruhi murid-murid Yesus. Apakah perubahan yang besar itu, orang yang tidakpercaya menjadi orang yang percaya, dapat terjadi berdasarkan suatu lelucon? Padahal sebagai tamu di pesta itu mereka juga ikut minum. Tidakkah mereka dapat membedakan antara air putih dan anggur yang baik?

Sarjana radikal yang lain220 berkata bahwa peristiwa itu tidak pernah terjadi, tetapi pasal 2:1-11 itu dibentuk berdasarkan dongeng Dewa Dionysus,221 yaitu dewa tanaman (terutama anggur).222 Bukankah cara menulis itu sangat merusak kesaksian Yohanes, jika dia memakai dongeng yang juga diketahui oleh para pembaca pada zaman itu?

Yohanes mencatat apa yang dia saksikan di Kana. Jika kesaksian ini dibaca oleh orang Yahudi, mereka akan beranggapan heran, karena mereka mengerti dan mengaku bahwa hanya Tuhan Allah yang menciptakan anggur. (Atau mereka akan marah, karena Yesus mencemarkan tempayan yang disediakan untuk pembasuhan!) Sedangkan jika nas ini dibaca oleh orang kafir, mereka akan berpikir, "Wah, Dewa Dionysus tidak melakukan hal seperti itu bagi saya....223 Maka nas ini luar biasa karena sangat kontekstual bagi orang Yahudi, dan bagi orang bukan Yahudi.

Label:   Yohanes 2:1-11 











NEXT:
Khotbah HKBP Third Sunday after the Epiphany Minggu, 24 Januari 2016 - Lukas 4:14-21


PREV:
Khotbah HKBP Baptism of the Lord Minggu, Jan 10, 2016 - Lukas 3:15-17


All Garis Besar:

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(htmArtikel/LISTGarisBesar.htm): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/LISTGarisBesar.htm' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/hkbp.lagu-gereja.com/baca10.php on line 96
All Khotbah HKBP 2016
(12)
1 Timotius 6:6-19 (1)
2 Timotius 1:1-14 (1)
2 Timotius 2:8-15 (1)
Filipi 4:4-9 (1)
Ibrani 11:29--12:2 (1)
Kejadian 15:1-6 (1)
Kejadian 32:22-31 (1)
Lukas 10:1-11 (1)
Lukas 10:25-37 (1)
Lukas 11:1-13 (1)
Lukas 13:10-17 (1)
Lukas 14:1, 7-14 (1)
Lukas 14:25-33 (1)
Lukas 15:1-10 (1)
Lukas 16:1-13 (1)
Lukas 19:28-40 (1)
Lukas 2:22-40 (1)
Lukas 3:15-17 (1)
Lukas 3:15-22 (1)
Lukas 4:14-21 (2)
Lukas 4:21-30 (2)
Lukas 8:26-39 (1)
Lukas 9:28-36 (1)
Matius 27:57-66 (1)
Matius 6:1-21 (1)
Roma 15:4-13 (1)
Roma 1:1-7 (1)
Yesaya 1:10-18 (1)
Yesaya 35:1-10 (1)
Yohanes 12:1-11 (1)
Yohanes 12:1-8 (1)
Yohanes 12:20-36 (1)
Yohanes 13:21-32 (1)
Yohanes 20:1-18 (2)
Yohanes 2:1-11 (2)
Yohanes 3:13-17 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Third Sunday after the Epiphany Minggu, 24 Januari 2016 - Lukas 4:14-21


PREV:
Khotbah HKBP Baptism of the Lord Minggu, Jan 10, 2016 - Lukas 3:15-17

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de