BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 85587 kali

Download MP3 Music
Minggu, 27 September 2015    
MINGGU XVII SESUDAH TRINITATIS
Idul Adha (Lebaran Haji)
    
Proper 21 (26)
Esther 7:1-6, 9-10; 9:20-22 and
Psalm 124 Numbers 11:4-6, 10-16, 24-29
and Psalm 19:7-14 James 5:13-20

Markus 9:38-50

Konteks
Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 9:41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
Siapa yang menyesatkan orang Tentang garam
9:42 "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. 9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; 9:44 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; 9:46 (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) 9:47 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, 9:48 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. 9:49 Karena setiap orang akan digarami dengan api. 9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
   

* Yohanes // nama // Kami cegah orang itu // ia bukan pengikut kita,
38. Mungkin keinginan untuk mengubah pokok pembicaraan telah membuat Yohanes berbicara. Rupanya keterangan Yesus mengenai hal-hal yang dilakukan atas nama-Nya mengingatkan Yohanes tentang seorang pengusir setan yang pernah mereka lihat juga mempergunakan nama Yesus. Kami cegah orang itu. Mereka terus melarang pembuat mukjizat tak dikenal ini (bentuk waktu imperfect). Alasan mereka, ia bukan pengikut kita, menunjukkan suatu sikap yang pada dasarnya mementingkan diri sendiri, ketidaksediaan untuk menerima orang lain yang tidak termasuk kelompok mereka. Scofield menyebut sikap semacam ini sektariarisme.

* Jangan kamu cegah dia
39. Jangan kamu cegah dia. Secara harfiah, Berhentilah melarang dia. Yesus tidak mau bercekcok mengenai hal-hal kecil. Apabila orang itu mempergunakan nama Kristus dalam usaha yang sungguh-sungguh untuk menolong orang lain, maka dia tidak boleh dicegah. Suatu semangat terbuka yang seharusnya merupakan ciri khas umat Allah ditunjukkan di sini. Pertimbangan Tuhan kita ada dua. Pertama, orang semacam itu tidak akan mungkin segera berbalik menentang Kristus sesudah mengadakan mukjizat dalam nama-Nya.

* melawan
40. Alasan yang kedua ialah karena orang itu tidak melawan Kristus dan murid-murid-Nya, maka sampai tingkat tertentu dia ada di pihak mereka.

* sesungguhnya // tidak akan kehilangan upahnya
41. Ayat ini menekankan lebih lanjut sikap terbuka yang ditunjukkan dalam 9:39, 40. Tidak seorang pun yang berusaha melayani Tuhan, tak peduli betapa remehnya pelayanan itu, akan disingkirkan oleh Kristus. Pentingnya prinsip ini tampak di dalam penggunaan kata sesungguhnya (amen), dan dalam ungkapan negatif ganda yang kuat yang dapat diterjemahkan, ... tidak akan kehilangan upahnya.

* anak-anak kecil // Menyesatkan // Anak-anak kecil // Batu kilangan
42. Pikiran yang terdapat di dalam ayat ini berkaitan dengan pikiran dalam 9:37 oleh istilah anak-anak kecil. Demikian pula, ayat 42-48 berkaitan karena berpusat di sekitar pengertian tentang berbagai penyesatan. Mungkin tindakan para murid menegur si pengusir setan yang tak dikenal itu (ay. 38) telah menyinggung Kristus. Hal ini dapat menerangkan Kristus berbicara tentang penyesatan di sini. Iman si pengusir setan yang belum berkembang harus dikembangkan lebih lanjut dan bukan dihalangi. Kritikan tajam terhadap ketidakdewasaan rohani hanya akan membuat seseorang makin menjauh dari Tuhan. Menyesatkan. Istilah Yunani skandalizō berarti menaruh sebuah perangkap atau jerat di jalan yang akan dilalui seseorang, sehingga membuat orang itu tersandung. Anak-anak kecil dapat dipahami secara harfiah sebagai mengacu kepada anak-anak kecil yang percaya, atau bisa mengacu kepada orang-orang yang kecil imannya atau yang kerohaniannya belum berkembang. Mungkin yang terakhir itulah yang dimaksudkan Kristus. Batu kilangan adalah batu besar datar yang diputar oleh seekor keledai dalam penggilingan gandum.

* tangan yang menyesatkan // Masuk ke dalam hidup // masuk ke dalam Kerajaan Allah // neraka // Neraka
43. Yesus beralih dari soal menyesatkan orang lain kepada soal menyesatkan diri sendiri. Mungkin saja seseorang menempatkan batu sandungan di jalan yang akan dilewatinya sendiri. Tidak diragukan lagi bahwa perintah untuk memenggal tangan yang menyesatkan bersifat kiasan dan bersifat hiperbol. Pengertian dari ayat ini ialah bahwa segala hal yang membuat seseorang terjatuh ke dalam dosa harus langsung disingkirkan. Ayat-ayat ini tidak boleh secara harfiah sebagai memerintahkan orang untuk hidup yang ekstrem. Harus diingat bahwa tempat dari dosa adalah jiwa, bukan organ tubuh jasmaniah tertentu. Masuk ke dalam hidup. Ungkapan yang sejajar dalam 9:47 ialah masuk ke dalam Kerajaan Allah. Istilah-istilah ini merupakan lawan kata neraka dan dipahami sebagai mengacu kepada hidup orang yang diselamatkan di dalam kerajaan kekal. Neraka merupakan terjemahan dari kata Yunani geenna yang merupakan peralihan dari kata Ibrani gê hinnōm, yang artinya "lembah Hinnom." Lembah ini terletak di barat daya Yerusalem dan dikutuk karena pernah merupakan tempat penyembahan dewa Molokh. Tempat itu kemudian menjadi tempat pembuangan sampah kota, di mana api terus berkobar, dan memusnahkan sampah itu menjadi abu. Sampah dan kotoran yang dibuang di situ juga pasti banyak berulat. Di dalam pemikiran Yahudi lembah itu menjadi lambang dari tempat penghukuman kekal.

* Ulat-ulat bangkai // tidak mati
48. Bahasa ayat ini diambil dari Yesaya 66:24 dalam LXX. Ulat-ulat bangkai yang tidak mati merupakan kiasan yang diambil dari lembah Hinnom, di mana ulat-ulat itu bekerja terus tanpa berhenti. Yang dilukiskan adalah penyiksaan tanpa akhir dan kehancuran yang ada di neraka.

* karena
49. Ayat ini dan ayat berikutnya termasuk ayat-ayat yang paling sulit untuk dipahami di dalam semua Injil. Pertama. harus diperhatikan bahwa anak kalimat kedua dari 9:49 mungkin merupakan tambahan kemudian, karena kurang memiliki sokongan naskah yang ada. Mungkin anak kalimat ini merupakan usaha kecil untuk menerangkan ayat yang sulit ini. Kata pembukaan karena (gar) biasanya mengaitkan pernyataan ini dengan pernyataan sebelumnya, sehingga akan berlaku sebagai penyokong atau menerangkan pernyataan yang terdahulu itu. Dengan demikian mungkin artinya ialah bahwa setiap orang yang masuk neraka akan diawetkan, seperti hanya garam mengawetkan, melalui penyiksaan abadi.

* garam, // Mempunyai garam dalam dirimu // Hidup berdamai
50. Dengan mengambil garam, yang dalam 9:49 dipakai dalam hubungan dengan neraka, Yesus selanjutnya mengatakan bahwa para pengikut-Nya harus seperti garam, membiarkan pengaruh mereka dirasakan oleh dunia (bdg. Mat. 5:13). Mempunyai garam dalam dirimu. Kristus memerintahkan para murid untuk diresapi dengan pengaruh yang memurnikan ini. Untuk menjadi pengaruh yang baik, mereka sendiri harus memiliki kebaikan itu. Hidup berdamai. Kristus mengakhiri pembahasan itu dengan satu acuan terakhir kepada perdebatan tentang siapa yang paling besar sebagaimana tercatat dalam 9:34. Kedua perintah memakai bentuk waktu sekarang, yang artinya memerintahkan untuk dilaksanakan terus-menerus.

* Rasa Sakit Lebih Baik daripada Dosa (9:41-50)

    Di sini kita lihat:

    I. Kristus menjanjikan upah bagi mereka yang berbuat baik kepada murid-murid-Nya (ay. 41), "Barangsiapa memberi kamu minum secangkir air, ketika kamu membutuhkannya, yang akan menyegarkan kamu, oleh karena kamu adalah pengikut Kristus dan terhitung sebagai anggota keluarga-Nya, maka ia tidak akan kehilangan upah-Nya." Perhatikanlah:
        . Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi orang Kristen bahwa mereka menjadi milik Kristus, yaitu bahwa mereka menggabungkan diri dengan Dia dan diakui oleh Dia; mereka bekerja dan melayani keluarga-Nya. Demikianlah, hubungan mereka lebih erat, karena mereka menjadi anggota-anggota dari tubuh-Nya.
        . Mereka yang menjadi milik Kristus kadang kala begitu mengalami kesulitan sehingga secangkir air dingin bisa mendatangkan kegembiraan bagi mereka.
        . Memberikan kelegaan kepada orang-orang yang menderita karena Kristus adalah suatu perbuatan baik dan dihargai. Kristus menerimanya dan memberikan upah karenanya.
        . Kebaikan apa saja yang dilakukan kepada orang yang menderita karena Kristus, harus dilakukan demi Kristus dan karena mereka adalah milik kepunyaan-Nya; hal inilah yang menguduskan kebaikan itu dan memberikan nilai kepadanya dalam pandangan Allah.
        . Inilah alasan mengapa kita tidak boleh menolak dan menghalangi mereka yang melayani kepentingan Kerajaan Allah, walaupun mereka tidak berada dalam jalan dan pemikiran yang sama dengan kita dalam segala hal. Dengan demikian, beralasanlah bagi kita untuk tidak boleh menghalangi mereka yang mengusir setan dalam nama Kristus, sekalipun mereka bukan pengikut-Nya. Dr. Hammond mengartikan hal ini dengan kata-katanya sendiri sebagai berikut, "Bukan hanya perbuatan-perbuatan yang luar biasa hebat dari kamu, yang merupakan pengikut tetap dan murid-murid-Ku, yang Aku terima, tetapi juga setiap tindakan iman dan perbuatan Kristen sekecil apa pun yang dilakukan dengan tulus, sekalipun itu hanya berupa pemberian secangkir air saja kepada salah satu dari murid-Ku. Aku akan menerimanya dan memberi upah kepadanya." Jika kepada kita Kristus memperhitungkan kebaikan kita itu sebagai pelayanan kepada-Nya, kita harus memperhitungkan melayani Dia sebagai kebaikan bagi kita, walaupun dilakukan oleh orang yang tidak mengikuti kita.
    II. Kristus mengecam orang-orang yang menyesatkan anak-anak kecil, yang dengan sengaja membuat mereka berdosa atau menyusahkan mereka (ay. 42). Barangsiapa menyusahkan orang Kristen sejati, yang paling lemah sekalipun, dan menentang jalan masuk mereka kepada Allah atau membuat mereka menjadi tawar hati dan menghalangi mereka untuk maju dalam jalan-Nya, serta mencegah mereka untuk berbuat baik atau menjerumuskan mereka ke dalam perbuatan dosa, maka lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut, hukuman mereka akan sangat berat, kematian dan kehancuran jiwa mereka lebih mengerikan daripada kematian dan kehancuran tubuh (Mat. 18:6).
    III. Kristus memperingatkan semua pengikut-Nya untuk memperhatikan kehancuran jiwa mereka sendiri. Kebajikan harus dimulai di rumah; jika kita harus berhati-hati agar jangan melakukan sesuatu yang menghalangi orang lain untuk berbuat baik dan menjerumuskan mereka ke dalam perbuatan dosa, maka lebih-lebih lagi kita harus menghindari segala sesuatu yang akan membuat kita lalai dalam tugas kita atau yang akan menuntun kita ke dalam perbuatan dosa. Jadi, kita harus meninggalkan dosa itu, sekalipun perbuatan itu sangat kita sayangi. Hal ini kita jumpai dua kali dalam Injil Matius, 5:29-30 dan 18:8-9, tetapi di sini dibahas secara lebih luas dan tegas, yang menuntut kita untuk sungguh-sungguh memperhatikannya. Perhatikanlah:
        . Masalah ini menganggap bahwa tangan, mata, atau kaki kita, menyesatkan kita; bahwa kejahatan kotor yang kita lakukan sangatlah dekat dengan kita bagaikan mata atau tangan kita, atau dengan kata lain, perbuatan jahat yang bagaikan mata atau tangan kita sendiri itu, sudah menjadi godaan atau kesempatan untuk berbuat dosa yang tidak tampak. Coba bayangkan kalau yang kita kasihi menjadi dosa, atau dosa itu menjadi sesuatu yang kita kasihi. Coba bayangkan kalau kita tidak bisa menjaga sesuatu yang sangat kita sayangi dan hal itu menjadi perangkap dan batu sandungan bagi kita; coba bayangkan, apakah kita harus berpisah dengan hal itu, ataukah dengan Kristus dan hati nurani yang benar?
        . Tugas yang harus dilaksanakan dalam masalah ini; cungkillah matamu, penggallah tangan dan kakimu, matikanlah nafsu yang disukai, bunuhlah, salibkanlah, buatlah mati kelaparan, jangan memberinya makan. Biarkan berhala yang sangat menggiurkan itu diusir sebagai sesuatu yang sangat dibenci; jauhilah pencobaan, walaupun tampaknya sangat menyenangkan. Sangatlah penting untuk melepaskan bagian yang rusak, supaya keseluruhan bisa dipelihara. Immedicabile vulnus ense recidendum est, ne pars sincera trahatur -- Bagian yang lukanya tidak dapat disembuhkan harus dipotong, supaya bagian yang sehat tidak ikut rusak. Kita harus merelakan diri kita mengalami rasa sakit, supaya kita tidak membawa diri kita kepada kehancuran; diri harus disangkal, supaya tidak bisa dihancurkan.
        . Perlunya melakukan ini. Daging harus dimatikan, supaya kita masuk ke dalam hidup (ay. 43, 45), ke dalam Kerajaan Allah (ay. 47). Walaupun, dengan meninggalkan dosa, kita mungkin, untuk saat ini, merasa diri kita seolah-olah buntung dan timpang (rasanya seperti suatu pemaksaan yang membuat kita gelisah), namun ini berguna untuk hidup. Semua yang dimiliki manusia yang diberikan untuk hidup adalah untuk sebuah Kerajaan, yaitu Kerajaan Allah, yang tidak bisa kita peroleh jika kita tidak mematikan kedagingan kita tadi. Buntung dan timpang itu akan menjadi tanda bagi Tuhan Yesus, akan menjadi cacat kehormatan dalam Kerajaan Allah itu.
        . Bahaya jika tidak melakukannya. Masalahnya adalah, entah dosa harus mati atau kita yang harus mati. Jika kita meletakkan Delila ini di hati kita, dia akan mengkhianati kita. Jika kita dikuasai oleh dosa, sudah pasti kita akan dihancurkan olehnya; jika kita harus mempertahankan kedua tangan kita, dan kedua mata kita, dan kedua kaki kita, kita akan masuk ke dalam neraka bersamanya. Juruselamat kita sering kali menekankan kewajiban yang harus kita lakukan, karena Ia memperhatikan siksaan neraka, yang akan kita alami jika kita terus berbuat dosa. Dengan memberikan ancaman yang menakutkan, perkataan ini diulang tiga kali di sini, Di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam! Kata-kata ini dikutip dari Yesaya 66:24.
            (1) Renungan dan penyesalan dari hati nurani orang berdosa adalah bahwa ulatnya tidak akan mati, yang akan menembus jiwa yang terkutuk seperti yang dilakukan ulat tersebut terhadap tubuh yang mati: memakannya, dan tidak pernah meninggalkannya sampai habis. Anakku, ingatlah, ulat ini akan menggerogoti, dan betapa menyakitkan gigitannya. Amsal 5:12, 23 mengatakan, "Mengapa aku benci kepada didikan!" Jiwa yang menjadi makanan bagi ulat ini tidak akan mati; dan ulat tersebut berkembang biak di dalamnya dan menjadi satu dengannya, dan karena itu keduanya tidak akan mati. Pendosa yang terkutuk akan terus-menerus menuduh, menyalahkan, dan mencaci maki diri mereka sendiri karena kebodohan dan dosa mereka, yang walaupun sekarang sangat mereka kasihi, akhirnya akan menggigit seperti ular naga, dan menyengat seperti ular berbisa.
            (2) Murka Allah yang mencengkeram erat hati nurani yang bersalah dan tercemar adalah api yang tidak akan padam, karena murka ini berasal dari Allah yang hidup, Allah yang abadi, yang sangat menakutkan kalau sampai orang jatuh ke dalam tangan-Nya. Dalam jiwa-jiwa para pendosa yang terkutuk itu tidak terdapat Roh anugerah yang bekerja, dan karena itu, tidak ada yang bisa mengubah sifat minyak yang selamanya mudah terbakar. Karunia Kristus juga tidak bekerja dalam diri mereka sehingga tidak ada yang bisa menenteramkan atau mematikan keganasan api itu. Dr. Whitby menunjukkan bahwa keabadian siksaan api neraka bukan hanya merupakan iman yang terus dipegang dalam Gereja Kristen, tetapi juga dalam Gereja Yahudi. Josephus berkata, orang Farisi memiliki pandangan bahwa jiwa orang jahat akan dihukum dengan hukuman abadi, dan bagi mereka disediakan sebuah penjara abadi. Dan Philo berkata, hukuman bagi orang jahat adalah untuk hidup dalam kematian kekal, dan untuk selamanya menderita rasa sakit dan dukacita yang tak berkesudahan.

            Dua ayat terakhir memang agak sulit, dan para penafsir berbeda pendapat dalam mengartikannya; karena setiap orang pada umumnya, atau lebih tepatnya setiap orang dari mereka yang dilemparkan ke dalam neraka, akan digarami dengan api, dan setiap pengorbanan akan digarami dengan garam. Karena itu milikilah garam dalam dirimu.

                [1] Telah ditetapkan dalam hukum Musa, bahwa setiap korban harus digarami dengan garam, bukan untuk diawetkan (karena harus segera dibakar), tetapi karena itu adalah makanan di meja Allah, dan tidak boleh ada daging yang dimakan tanpa garam. Itulah sebabnya mengapa hal tersebut secara khusus diharuskan dalam korban daging sajian (Im. 2:13).
                [2] Sifat manusia, yang sudah rusak, dan disebut daging (Kej. 6:3; Mzm. 78:39), bagaimanapun harus digarami, untuk dipersembahkan kepada Allah. Menggarami ikan (dan benda-benda lain) mereka sebut sebagai pengawetan.
                [3] Perhatian kita yang utama adalah untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup kepada Allah (Rm. 12:1), dan, untuk dapat diterima, kita harus digarami dengan garam, maksudnya, nafsu kita yang sudah cemar itu harus dikalahkan dan dimatikan, dan kita harus memiliki kenikmatan anugerah dalam diri kita. Jadi, persembahan atau korban orang bukan-Yahudi dikatakan dapat diterima, atau disucikan oleh Roh Kudus, bila korban persembahan itu telah digarami (Rm. 15:16).
                [4] Mereka yang memiliki garam anugerah, harus menunjukkan bahwa mereka memilikinya; bahwa mereka memiliki garam dalam diri mereka, yaitu pegangan hidup yang penuh anugerah dalam hati mereka, yang meluruskan semua kecenderungan jahat dan segala sesuatu di dalam jiwa yang bisa membusuk dan menyakiti hati Allah atau hati nurani kita sendiri, seperti daging yang hambar. Perkataan kita harus selalu dipenuhi dengan anugerah yang dibumbui melalui garam ini, sehingga tidak ada pembicaraan yang buruk keluar dari mulut kita. Kita harus membenci hal demikian sehingga merasa seperti memasukkan daging busuk ke dalam mulut kita.
                [5] Karena garam yang baik ini akan menjaga hati nurani kita untuk menghindari kejahatan, maka ia juga akan menjaga perkataan kita terhadap orang lain, sehingga kita tidak menyakiti anak-anak kecil milik Kristus, tetapi sebaliknya, bisa hidup damai seorang dengan yang lain.
                [6] Kita tidak boleh hanya memiliki garam anugerah ini begitu saja, kita juga harus selalu mempertahankan rasa dan aromanya; karena jika garam ini menjadi hambar, jika seorang Kristen memberontak terhadap Kekristenannya, jika ia kehilangan artinya, dan tidak lagi berada di bawah kuasa dan pengaruhnya, apalagi yang dapat menyembuhkan dia, atau dengan apakah kamu dapat mengasinkannya? Inilah yang dikatakan dalam Matius 5:13.
                [7] Mereka yang tidak mempersembahkan diri mereka sebagai persembahan yang hidup kepada Allah, selamanya akan dibuat menjadi korban kematian bagi penghakiman-Nya, dan karena mereka tidak menghormati Dia, Dia akan mendapatkan kehormatan-Nya atas mereka. Mereka tidak akan digarami dengan garam anugerah ilahi, nafsu mereka yang cemar itu tidak akan ditundukkan, mereka tidak akan mendapat bagian dalam karya anugerah itu, tidak dapat mengikis hal-hal yang perlu untuk menghancurkan kesombongan daging. Keadaan mereka seperti orang yang dipenggal tangannya dan dicungkil matanya dan di dalam nerakalah mereka akan digarami dengan api; bara api akan dihamburkan ke atas mereka (Yeh. 10:2), seperti garam di atas daging, dan belerang (Ayb. 18:15), seperti api dan belerang yang dijatuhkan ke atas Sodom; kesenangan yang mereka nikmati akan memakan daging mereka, seperti api (Yak. 5:3). Rasa sakit untuk mematikan daging yang kita alami sekarang tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit akibat penghukuman nanti, jauh lebih sakit kalau digarami dengan api. Dan karena Ia berkata bahwa api neraka tidak akan mati, hal itu dimaksudkan bahwa dengan kuasa-Nya Allah akan membuatnya tetap bertahan. Mereka yang dimasukkan ke dalam neraka akan mendapati bahwa api itu bukan hanya memiliki sifat garam yang merusak, tetapi juga memiliki sifat terjaga. Hal ini menandakan sesuatu yang bertahan selamanya, perjanjian garam adalah perjanjian abadi, karena itu, istri Lot yang berubah menjadi tiang garam terus menjadi monumen peringatan akan pembalasan ilahi. Jadi, karena hukuman seperti ini pasti juga akan menimpa mereka yang tidak menyalibkan daging dengan nafsunya itu, maka marilah kita, yang mengetahui ancaman Allah ini, tergerak untuk mematikan kedagingan kita.



Label:   Markus 9:38-50 











NEXT:
Khotbah HKBP Senin, 28 September 2015 - Kisah Para Rasul 9:3-4


PREV:
Sabtu, 26 September 2015 - Lukas 1:51-52

All Khotbah HKBP
(32)
1 Korintus 12:6 (1)
1 Korintus 4:5 (1)
1 Petrus 1:3 (1)
1 Petrus 5:10 (1)
1 Raja-raja 8:29 (1)
1 Samuel 14:6 (1)
1 Samuel 16:7b (1)
1 Samuel 2:1-10 (1)
1 Tesalonika 4:17-18 (1)
1 Tesalonika 5:17 (1)
1 Tesalonika 5:18 (1)
1 Timotius 4:12 (1)
1 Timotius 4:16 (1)
1 Yohanes 1:3 (1)
2 Kor 12:2-10 (1)
2 Kor 4:13-5:1 (1)
2 Kor 5:6-10 (1)
2 Raja-Raja 5:17 (1)
2 Samuel 15:26 (1)
2 Tawarikh 18:4 (1)
2 Tes 3:16 (1)
2 Timotius 4:17 (1)
Amsal 16:33 (1)
Amsal 20:9 (1)
Amsal 4:7 (1)
Bilangan 14:19 (1)
Efesus 2:14 (1)
Efesus 4:1-16 (1)
Efesus 5:19 (1)
Efesus 6:13 (1)
Epesus 3:14-21 (1)
Filipi 1:6 (1)
Filipi 2:27 (1)
Filipi 4:19 (1)
Filipi 4:5 (1)
Galatia 4:14 (1)
Galatia 5:13 (1)
Ibrani 12:15 (1)
Ibrani 13:7 (1)
Kejadian 12:4 (1)
Kejadian 16:13 (1)
Kejadian 24:7 (1)
Kis 10:44-48 (1)
Kis 1:1-11 (1)
Kis 2:1-21 (1)
Kisah Para Rasul 10:28 (1)
Kisah Para Rasul 17:27 (1)
Kisah Para Rasul 4:5-12 (1)
Kisah Para Rasul 6:1-15 (1)
Kisah Para Rasul 8:26-40 (1)
Kisah Para Rasul 9:3-4 (1)
Kisah Rasul 11:23 (1)
Kolose 1:12 (1)
Kolose 3:17 (1)
Kor 8:7-15 (1)
Lukas 15:20b (1)
Lukas 18:7 (1)
Lukas 19:2-3 (1)
Lukas 1:30 (1)
Lukas 1:39-45 (1)
Lukas 1:51-52 (1)
Lukas 1:68 (1)
Lukas 21:25-36 (1)
Lukas 3:1-6 (1)
Lukas 3:7-18 (1)
Mark 10:2-16 (1)
Mark 12:28-34 (1)
Mark 6:14-29 (1)
Markus 10:17-31 (1)
Markus 10:35-45 (1)
Markus 10:46-52 (1)
Markus 13:1-8 (1)
Markus 4:38 (1)
Markus 5:36 (1)
Markus 6:30-34, 53-56 (1)
Markus 9:38-50 (1)
Matius 10:30-31 (1)
Matius 14:19-20 (1)
Matius 25:31-32 (1)
Matius 25:35-36 (1)
Matius 5:11 (1)
Matius 5:16 (1)
Matius 5:45 (1)
Matius 5:9 (2)
Matius 6:13 (1)
Mazmur 100:2 (1)
Mazmur 102:25 (1)
Mazmur 118:25 (1)
Mazmur 119:2 (1)
Mazmur 121:5-6 (1)
Mazmur 135:14 (1)
Mazmur 139:5 (1)
Mazmur 147:3 (1)
Mazmur 148:7,12 (1)
Mazmur 14:3 (1)
Mazmur 17:7 (1)
Mazmur 25:12 (1)
Mazmur 25:5 (1)
Mazmur 33:11 (1)
Mazmur 34:8 (1)
Mazmur 89:16-27 (1)
Mazmur 97:10 (1)
Ratapan 3:25 (2)
Roma 10:14 (1)
Roma 11:33 (1)
Roma 12:2 (1)
Roma 5:20 (1)
Roma 5:3-4 (1)
Roma 7:24-25 (1)
Roma 8:8 (1)
Ulangan 11:7 (1)
Ulangan 18:10,12 (1)
Ulangan 28:1a,6 (1)
Ulangan 6:1-2 (1)
Ulangan 6:6-7 (1)
Wahyu 11:15 (1)
Wahyu 16:7 (1)
Wahyu 21:6 (1)
Wahyu 3:8 (1)
Yakobus 1:19 (1)
Yakobus 5:13 (1)
Yakobus 5:8 (1)
Yehezkiel 11:19 (1)
Yehezkiel 34:2 (1)
Yehezkiel 37:14 (1)
Yehezkiel 37:26 (1)
Yeremia 10:6 (1)
Yeremia 29:13-14 (1)
Yeremia 2:27 (1)
Yeremia 31:8 (1)
Yeremia 32:19 (1)
Yeremia 9:23-24 (1)
Yesaya 2:11 (1)
Yesaya 40:29 (1)
Yesaya 45:15 (1)
Yesaya 52:10 (1)
Yesaya 53:11 (1)
Yesaya 53:5 (1)
Yesaya 54:8 (1)
Yesaya 66:2 (1)
Yesaya 9:1-6 (1)
Yoel 2:13 (1)
Yohanes 14:6 (1)
Yohanes 15:14 (1)
Yohanes 18:33-37 (1)
Yohanes 1:1-14 (1)
Yohanes 3:13-17 (1)
Yohanes 3:14 (1)
Yohanes 6:25, 41-51 (1)
Yohanes 6:37 (1)
Yohanes 6:51-58 (1)
Yohanes 6:56-69 (2)
Yohanes 8:12-19 (1)
Yosua 24:24 (1)
Yosus 24:14 (1)
Yunus 2:8 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Senin, 28 September 2015 - Kisah Para Rasul 9:3-4


PREV:
Sabtu, 26 September 2015 - Lukas 1:51-52

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de