BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 2277 kali
Jumat, 7 April 2023
PARNINGOTAN ARI HAMAMATE NI TUHAN YESUS

Ev. Heber 5:7-10
Ep. Psalmen 22:18-25
Tutup Langgatan : Na Birong
Topik : JESUS KRISTUS SIBOAN HALUAON SALELENGNILELENGNA (YESUS POKOK KESELAMATAN YANG ABADI)

Heber 5:7-10 (Ibrani 5:7-10)
5:7 Tagan jolma Ibana, dipelehon do angka pangidoanna dohot elehelekna, mardongan angguk bolon dohot iluilu tu na tuk paluahon Ibana sian hamatean; jadi ditangihon do Ibana, gabe malua sian hatahuton i.
5:8 Ai atik pe Anak i Ibana, diguruhon do pangoloion marhite sian na tinaonanna i!
5:9 Jala dung rimpas gabe sihorhon haluaon salelenglelengna do Ibana di sude na mangoloi Ibana.
5:10 Digoar Debata do Ibana sintua ni malim, mangihuthon horong ni si Melkisedek.

5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 5:10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Penjelasan:
* Ibr 5:7-10 - doa, permohonan, ratap tangis // keluhan // keselamatan yang abadi
Pada bagian ini pengalaman Kristus sebagai manusia dilukiskan. Itu adalah pengalaman tentang belajar dan pengalaman tentang keterbatasan. Perendahan diri ini (Flp. 2:7) merupakan saat Dia belajar untuk taat seperti halnya manusia yang lain. Melalui pengalaman ini Dia dilengkapi. Ini merupakan saat Dia hidup di dalam daging. Acuan khusus di 5:7, 8 adalah kepada masa penderitaan-Nya ketika di taman Getsemani. Nas ini melukiskan penderitaan dengan memakai istilah doa, permohonan, ratap tangis dan keluhan. Musuh yang dihadapi-Nya adalah maut - baik secara jasmani maupun, karena kedudukan-Nya selaku pemikul dosa, secara rohani, sebab ketika itu Dia menanggung seluruh murka Allah yang seharusnya diterima oleh orang-orang berdosa. Permohonan-Nya akan kelepasan dikabulkan sepenuhnya melalui Kebangkitan bersamaan dengan pemberitaan bahwa maut telah dikalahkan. Melalui pengalaman ini Kristus mengenal ketaatan karena Ia tidak mungkin mengenalnya melalui cara yang lain. Secara harfiah, Dia telah belajar dari hal-hal yang diderita-Nya (ay. 8), sebuah permainan kata yang terungkap di dalam peribahasa Yunani emathen-epathen.

Setelah memenuhi syarat secara sempurna untuk menduduki jabatan selaku imam besar. Kristus menyediakan keselamatan yang abadi (soteria aioniou, ayat 9), yang aspek-aspek abadinya dihubungkan dengan imamat Melkisedek. Berbeda dengan Harun, Melkisedek merupakan imam Allah yang abadi, sebuah pokok yang dibahas secara lengkap di pasal 7.


YESUS POKOK KESELAMATAN ABADI
BE. 86:1-2 SILANG NA BADIA I
Silang na badia i Ho do lombulombungki
Maralohon dosa i Dohot pandelean i
Di sude sitaonon i Ho ma lombulombungki
Nasa na huula i Ndang tau hasonanganki
Nang ringkot pe rohangki Pola ro nang ilungki
Holan asi ni rohaM Pangurupi o, Tuhan
EPISTEL (MAZMUR 22:18-25)
EVANGELIUM (IBRANI 5:7-10)
Sahabat Ikutlah Aku yang dikasihi Tuhan Yesus ! Renungan dalam Jumat Agung saat ini memberitakan kepada kita, sekalipun status Yesus adalah Anak Allah, Ia tetap menunjukkan ketaatanNya yang mutlak kepada kehendak Bapa Surgawi, meskipun ketaatan itu membawaNya pada penderitaan dan kematian. Ketaatan Tuhan Yesus di sini bukanlah ketaatan yang asal-asalan atau ketaatan yang konyol. Dia yakin bahwa pengorbananNya akan menjadi pokok keselamatan abadi bagi manusia. Di sinilah Tuhan Yesus menunjukkan ketaatan sempurna walau berada dalam pencobaan. Melalui peristiwa itulah Ia mampu menolong kita untuk dapat taat juga kepada Allah, tidak menjadi soal seberapa sulit ketaatan itu untuk dilaksanakan. Sebagai Imam besar. Dalam kisah penyaliban Yesus, kita melihat ketaatanNya yang sungguh-sungguh atas rencana Allah Bapa. Meskipun harus melalui berbagai siksaan, olok-olok, dan hujatan, Tuhan Yesus tetap taat dan tidak memberontak. Padahal dengan kuasa yang dimiliki-Nya, Yesus bisa saja menghindar dari semua derita dan hujatan yang dialamiNya. Ketaatan Tuhan Yesus dalam jalan penderitaan salibNya tidaklah sia-sia, sebab melalui karyaNya, Allah mengaruniakan kehidupan yang sejati pada manusia. Manusia dilepaskan dari dosa sehingga dapat hidup dalam damai dengan Allah dan sesama. Seringkali berbagai pergumulan hidup di dunia membuat kita merasa terdesak dan sulit untuk taat kepada Allah. Kita diingatkan bahwa walaupun sulit dan menuntut pengorbanan untuk menjadi tetap taat kepada Tuhan. Kunci agar kita bisa terus memiliki ketaatan kepada Allah adalah selalu berdoa. Sama seperti Tuhan Yesus taat kepada kehendak Allah, kita pun harus belajar taat kepada kehendak Allah dalam hidup kita. Doa akan menolong agar kita tetap taat kepada Allah. Amin
DOA:
“Allah Bapa maha Kasih, ajarilah kami untuk hidup merenungkan penderitaan Tuhan Yesus, agar kami tetap setia didalam keselamatan dan pengharapan dalam Tuhan Yesus, sehingga kematianNya tidak kami sia-siakan. Amin”













NEXT:
Renungan HKBP Sabtu, 08 April 2023 - MENYEMBAH ALLAH DALAM ROH DAN KEBENARAN - BACAAN PAGI (MARKUS 15:42-47) - BACAAN MALAM (ROMA 14:13-19)


PREV:
Renungan HKBP Kamis, 6 April 2023 - Johannes 13:15 - Matius 26:36-46 - Johannes 13:1-10

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Sabtu, 08 April 2023 - MENYEMBAH ALLAH DALAM ROH DAN KEBENARAN - BACAAN PAGI (MARKUS 15:42-47) - BACAAN MALAM (ROMA 14:13-19)


PREV:
Renungan HKBP Kamis, 6 April 2023 - Johannes 13:15 - Matius 26:36-46 - Johannes 13:1-10

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de