BE | BN | Suplemen BE | Lagu KOOR HKBP | Katekhimus Kecil | Ende Sekolah Minggu
hkbp.lagu-gereja.com      
 
View : 1984 kali
Hatorangan ni Turpuk HKBP
Minggu, 22 Oktober 2023
JAHOWA DO MUAL NI HALUAON (TUHAN SUMBER KESELAMATAN)
Ev. Yesaya 45:1-7
Ep. Lukas 10:21-24
XX DUNG TRINITATIS

Ev. Yesaya 45:1-7
TUHAN memakai Koresh sebagai alat-Nya
45:1 Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: 45:2 Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi. 45:3 Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. 45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. 45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, 45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, 45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.

Penjelasan:
* Nubuat-nubuat tentang Koresh (45:1-4)
Koresh adalah seorang Madai, keturunan (seperti menurut sebagian orang) Astyages raja Media. Para penulis kafir tidak sepakat dalam penjelasan-penjelasan mereka mengenai asal usulnya. Sebagian berkata bahwa ia dibuang pada waktu bayi, dibiarkan sendirian, dan diselamatkan dari kematian oleh istri seorang penggembala. Walaupun begitu, disepakati bahwa, sebagai seorang yang sangat giat dan cerdas, dalam waktu cepat ia menjadikan diri sangat hebat, terutama ketika Kroesus raja Lydia menyerang negerinya. Ia tidak hanya memukul mundur raja itu, tetapi juga membalaskan dendam kepadanya. Kemudian ia melanjutkan keuntungan-keuntungan yang telah diperolehnya melawan Kroesus dengan sedemikian gigihnya sampai dalam waktu singkat ia menguasai Sardis dan menjadikan dirinya penguasa atas kerajaan Lydia yang kaya dan atas banyak wilayah yang pada saat itu merupakan bagian dari kerajaan itu. Hal ini membuatnya sangat besar (sebab Kroesus memang terkenal sangat kaya) dan memampukan dia untuk mengejar kemenangan-kemenangannya di banyak negeri. Tetapi hampir sepuluh tahun setelah itu, bersama dengan Darius pamannya dan dengan pasukan-pasukan Persia, ia mengadakan serangan yang tersohor ini atas Babel, yang dinubuatkan di sini, dan yang ceritanya kita dapati dalam Daniel 5. Saat itu Babel sudah tumbuh menjadi negeri yang terlampau kaya dan kuat. Keliling wilayahnya seluas 72 km (ada yang berkata lebih): tembok-temboknya memiliki tebal kira-kira 10 meter dan tingginya 50 meter. Sebagian orang berkata bahwa tembok-tembok itu begitu tebal sehingga enam kereta kuda dapat berjalan berdampingan di atasnya. Ada juga yang berkata bahwa tembok-tembok itu tebalnya kira-kira 25 meter dan tingginya 100 meter. Koresh tampak memiliki nafsu besar untuk menjadikan dirinya penguasa atas tempat ini, dan tampak sudah lama merencanakannya. Dan pada akhirnya ia melaksanakannya. 

Sekarang di sini, 210 tahun sebelum hal itu terjadi, kita diberi tahu,
I. Perkara-perkara besar apa yang akan dilakukan Allah untuk Koresh, supaya Ia dapat membuatnya berkuasa untuk membebaskan umat-Nya. Untuk tujuan ini, Koresh akan menjadi seorang penakluk yang perkasa dan seorang raja yang kaya, dan bangsa-bangsa akan membayar upeti kepadanya dan membantunya baik dengan orang maupun uang. Nah, apa yang dijanjikan akan dilakukan Allah di sini untuk Koresh bisa saja dilakukan-Nya untuk Zerubabel, atau beberapa orang Yahudi sendiri. Tetapi kekayaan dan kekuasaan dunia ini jarang dipandang Allah pantas untuk dipercayakan banyak-banyak kepada umat-Nya sendiri, karena begitu banyaknya jeratan dan godaan yang menyertainya. Tetapi jika ada kesempatan, demi kebaikan jemaat, untuk mendapatkan manfaat darinya, maka Allah lebih berkenan menyerahkannya ke tangan orang lain, untuk dipakai bagi jemaat, daripada mengambil risiko untuk menyerahkannya ke dalam tangan jemaat sendiri. Di sini Koresh disebut sebagai yang diurapi Allah, karena ia dirancang dan juga dibuat memenuhi syarat untuk pelayanan besar ini oleh keputusan hikmat Allah, dan dalam hal ini ia akan menjadi perlambang Mesias. Allah turun tangan untuk memegang tangan kanannya, bukan hanya untuk memperkuat dan menopangnya, melainkan juga untuk membimbing gerak-gerik dan niat-niatnya, seperti Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja ketika ia hendak menembakkan anak panahnya terhadap Aram (2Raj. 13:16). Karena berada di bawah bimbingan seperti itu,

1. Koresh akan memperluas penaklukannya ke tempat-tempat yang sangat jauh dan semua perlawanan tidak ada apa-apanya bagi dia. Babel adalah tempat yang terlalu kuat bagi seorang pahlawan muda untuk memulai. Oleh karena itu, supaya ia mampu menghadapi Babel, kekuataannya akan dilipatgandakan melalui penaklukan-penaklukan lain.
- Kerajaan-kerajaan yang ramai penduduk akan menyerah kepadanya. Allah akan menundukkan bangsa-bangsa di depannya. Ketika dia berada di atas puncak keberhasilannya, ia akan menghancurkan bangsa yang menentangnya dengan segera. Tetapi bukan dia yang menundukkan mereka. Allahlah yang menundukkan mereka untuk dia. Di tangan-Nyalah pertempuran, dan karena itu milik-Nyalah kemenangan.
- Raja-raja yang berkuasa akan jatuh di hadapannya: Aku akan melucuti raja-raja, entah melucuti ikat pinggang mereka (melucuti kekuasaan dan martabat mereka) atau melucuti kekuatan tubuh mereka. Hal itu benar-benar digenapi dalam Belsyazar, sebab, ketika ia menjadi ketakutan karena tulisan tangan di dinding, sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas (Dan. 5:6).
- Kota-kota besar akan menyerahkan diri langsung ke dalam tangannya, supaya tidak menyusahkan dirinya atau diri mereka sendiri. Allah akan mencondongkan hati para penjaga kota untuk membuka pintu-pintu di depannya, bukan dengan berkhianat atau takut-takut, melainkan berdasarkan keyakinan yang penuh bahwa tidak ada gunanya berseteru dengannya. Oleh karena itu pintu-pintu gerbang tidak akan ditutup untuk menjauhkan dia sebagai musuh, melainkan akan dibuka lebar-lebar untuk menerimanya sebagai kawan.
- Perjalanan-perjalanan yang paling panjang dan paling berbahaya akan dimudahkan dan disiapkan untuknya: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu, untuk membuka jalan, dan memimpinmu di dalamnya, maka kemudian gunung-gunung akan diratakan. Atau, seperti sebagian orang membacanya, tempat-tempat berbukit akan diratakan dan dibuat mulus. Orang akan mendapati jalan yang siap jika Allah berjalan di depan mereka.
- Tidak ada perlawanan yang akan bertahan di hadapannya. Allah yang memberinya mandat ini hendak memecahkan pintu-pintu tembaga yang tertutup baginya, dan hendak mematahkan palang-palang besi yang mengunci pintu-pintu itu. Hal ini digenapi secara nyata, jika apa yang dilaporkan Herodotus memang benar, bahwa kota Babel memiliki 100 pintu gerbang, yang semuanya terbuat dari tembaga, dengan tiang dan pegangan dari logam yang sama.

2. Ia akan mengisi pundi-pundinya dengan sangat banyak (ay. 3): Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam, harta benda emas dan perak, yang sudah lama tersimpan dan terkunci dan belum pernah melihat terang selama bertahun-tahun, atau yang sudah dipendam di bawah tanah oleh para penduduk, dalam ketakutan mereka, ketika kota mereka dikepung. Kekayaan banyak bangsa telah dibawa ke Babel, dan Koresh merebut semuanya. Harta kekayaan yang tersembunyi, yang menjadi milik raja atau milik pribadi, semuanya akan menjadi mangsa Koresh. Demikianlah Allah, dengan merancang Koresh untuk menjalankan sebuah pelayanan bagi jemaat-Nya, membayar kepadanya dengan banyak kekayaan untuk itu sebelum ia melakukannya. Koresh dengan sangat jujur mengakui kebaikan Allah kepadanya, dan, dengan menimbang hal itu, membebaskan para tawanan. Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN (Ezr. 1:2), dan dengan demikian Ia telah menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem.


II. Di sini kita diberi tahu apa yang dirancangkan Allah dalam melakukan semua ini bagi Koresh. Apa tujuan Koresh dalam mengadakan perang-perangnya dapat kita duga dengan mudah. Tetapi apa tujuan Allah dalam memberinya keberhasilan yang sedemikian rupa dalam perang-perangnya diberitahukan kepada kita di sini.

1. Tujuannya adalah supaya Allah Israel dimuliakan: “Supaya engkau tahu dengan semua ini bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel. Sebab Aku telah memanggil engkau dengan namamu jauh sebelum engkau lahir.” Ketika kepada Koresh ditunjukkan nubuat Yesaya ini, dan di sana ia mendapati namanya dan pencapaian-pencapaiannya sendiri digambarkan secara terperinci jauh-jauh hari sebelumnya, ia dengan itu akan mengakui bahwa Allah Israel adalah Tuhan, Yehova, satu-satunya Allah yang hidup dan benar, dan bahwa Ia terus mengakui Israel-Nya meskipun sekarang Israel sedang berada dalam pembuangan. Sungguh baik jika kemakmuran orang membawanya pada pengetahuan akan Allah seperti itu, sebab sudah terlalu sering kemakmuran itu justru membuat manusia lupa akan Dia.

2. Tujuannya supaya Israel milik Allah dibebaskan (ay. 4). Koresh tidak mengenal Allah sebagai Allah Israel. Karena dibesarkan dalam penyembahan berhala, Allah yang benar baginya adalah Allah yang tidak dikenal. Akan tetapi, meskipun dia tidak mengenal Allah, Allah tidak hanya mengenalnya ketika ia dibentuk, tetapi juga sudah mengenal-Nya sebelum itu dan berkata tentang dia sebagai gembala-Nya. Allah memanggilnya dengan namanya, Koresh, bahkan, yang merupakan kehormatan lebih besar lagi, Ia menggelarinya dan menyebutnya yang diurapi- Nya. Dan mengapa Allah melakukan semua ini untuk Koresh? Ini bukanlah demi dirinya sendiri, hendaknya ia tahu itu. Entah ia seorang yang baik atau bukan masih dipertanyakan. Xenophon memang, ketika menggambarkan kebajikan-kebajikan kepahlawanan dari seorang penguasa yang baik, menyebutkan nama Koresh, dan banyak hal khusus dari cerita tentangnya, dalam bukunya Cyropaedia. Tetapi ahli-ahli sejarah lain menggambarkannya sebagai orang yang angkuh, kejam, dan haus darah. Jadi yang benar, alasan mengapa Allah memilih dia adalah oleh karena hamba-Nya Yakub. 


Perhatikanlah,
(1) Di dalam semua pergolakan negara dan kerajaan, dalam kejatuhan orang-orang besar dan kuat secara tiba-tiba, dan kemajuan-kemajuan yang mengejutkan dari mereka yang lemah dan tidak ternama, di situ Allah merancangkan kebaikan bagi jemaat-Nya.
(2) Oleh sebab itu, kepada orang-orang yang diberikan kekayaan dan kekuasaan oleh Allah, bijaklah mereka jika mereka menggunakannya untuk kemuliaan-Nya, dengan menunjukkan kebaikan terhadap umat-Nya. Koresh dipilih supaya Israel dilepaskan. Ia akan mempunyai kerajaan, hanya supaya umat Allah memperoleh kebebasan mereka. Sebab kerajaan mereka bukanlah dari dunia ini, kerajaan itu masih belum tiba. Dalam semuanya ini Koresh merupakan perlambang Kristus, yang dibuat berkemenangan atas para pemerintah dan penguasa, dan diberi kepercayaan berupa kekayaan-kekayaan yang tak terselami, untuk dipakai dan dimanfaatkan oleh hamba-hamba Allah, umat pilihan-Nya. Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan, mengambil tawanan-tawanan yang juga telah menawan orang lain, dan membuka penjara bagi orang-orang yang terbelenggu.

* Pemerintahan Ilahi (45:5-10)
Allah di sini menegaskan pemerintahan-Nya yang tunggal dan berdaulat, sebagai hal yang dirancang untuk dibuktikan dan dinyatakan-Nya kepada dunia dalam segala perkara besar yang Dia lakukan untuk dan oleh Koresh. 

Amatilah,
I. Bagaimana ajaran tentang kedaulatan Yehova yang agung ini dipaparkan di sini, dalam dua hal:

1. Bahwa Dia sajalah Allah, dan tidak ada Allah selain Dia. Hal ini ditanamkan di sini sebagai kebenaran mendasar yang, jika diyakini dengan teguh, akan menghapuskan penyembahan berhala dari dunia. Dengan nada keagungan dan kewenangan yang sedemikian mengundang rasa takjub dan memerintah, seolah-olah sambil menantang semua yang mengaku sebagai ilah, Allah yang akbar di sini menyatakannya kepada dunia: Akulah TUHAN, Aku TUHAN, Yehova, dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah. Tidak ada yang lain yang mampu oleh dirinya sendiri, yang mampu menyediakan segala sesuatu oleh dirinya sendiri. Juga, tidak ada keberadaan lain yang tak terbatas dan kekal. Dan lagi (ay. 6), kecuali Aku tidak ada yang lain. Semua yang ditegakkan untuk bersaing melawan-Ku adalah palsu. Mereka semua adalah kesia-siaan dan kebohongan, sebab Akulah TUHAN, dan tidak ada yang lain. Hal ini dikatakan kepada Koresh di sini, bukan hanya untuk menyembuhkan dia dari dosa nenek moyangnya, yaitu menyembah berhala, tetapi juga untuk mencegah supaya dia tidak jatuh ke dalam dosa beberapa pendahulunya ketika mereka mencapai kemenangan dan mendirikan kerajaan yang berkuasa di mana-mana, yaitu dosa menegakkan diri sendiri sebagai allah dan membuat diri sendiri sebagai berhala untuk disembah, yang menurut sebagian orang merupakan asal usul penyembahan berhala. Hendaklah Koresh, ketika menjadi sedemikian kaya dan besar, ingat bahwa ia tetaplah seorang manusia, dan tidak ada allah lain selain Allah yang satu.

2. Bahwa Dia adalah Tuhan atas semuanya, dan tak satu pun akan jadi tanpa Dia (ay. 7): Akulah yang menjadikan terang, yang patut disyukuri dan menyenangkan, dan Akulah yang menciptakan gelap, yang menyedihkan dan tidak menyenangkan. Akulah yang menjadikan nasib mujur (yang dalam hal ini berarti semua kebaikan) dan Akulah yang menciptakan nasib malang, bukan kejahatan dosa (Allah bukanlah sumber dosa), melainkan kemalangan hukuman. Akulah TUHAN yang mengatur, mengarahkan, dan membuat semuanya ini. Amatilah,
- Peristiwa-peristiwa yang sangat berbeda yang menimpa anak-anak manusia. Terang dan gelap saling berlawanan, namun, dalam perjalanan pemeliharaan ilahi, kadang-kadang keduanya bercampur baur, seperti fajar dan senja, bukan siang atau malam (Za. 14:6). Suka dan duka bercampur dalam cawan yang sama, mengurangi satu sama lain. Kadang-kadang keduanya saling bertukar, seperti cahaya siang dan kegelapan malam. Dalam perputaran hari, masing-masing mengambil gilirannya, dan ada peralihan singkat dari yang satu ke yang lain. Lihat saja kejadian yang menimpa Ayub.
- Penyebab yang sama dari keduanya, itu adalah Dia yang merupakan Penyebab pertama dari segala sesuatu: Akulah TUHAN, sumber segala ujud, sumber segala kuasa. Dia yang sudah menjadikan terang alam (Kej. 1:3) masih menjadikan terang untuk memelihara. Dia yang pada awalnya membuat damai di antara benih-benih yang bergejolak dan cara-cara kerja alam, sekarang membuat damai dalam perkara-perkara manusia. Dia yang mengizinkan kegelapan alam, yang hanya merupakan ketiadaan terang, menciptakan kegelapan untuk memelihara. Sebab berkenaan dengan kesusahan dan penderitaan Ia memberikan aturan-aturan yang nyata. Perhatikanlah, Allah yang bijak menata dan mengatur semua penghiburan kita, dan semua salib kita, di dunia ini.


II. Bagaimana ajaran ini dibuktikan dan diberitakan di sini.

1. Ajaran itu dibuktikan dengan apa yang dilakukan Allah untuk Koresh: “Kecuali Aku tidak ada Allah, sebab (ay. 5) Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. Bukan berhalamu sendiri, yang betul-betul engkau kenal dan sembah, yang mempersenjatai engkau untuk penaklukan ini, yang memberi engkau wewenang dan kemampuan untuk itu. Bukan, Akulah yang mempersenjatai engkau, Aku yang tidak engkau kenal, atau cari.” Melalui inilah tampak bahwa Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang benar, bahwa Ia mengatur dan memakai sesuai kehendak-Nya bahkan orang-orang yang asing terhadap Dia dan yang menyembah ilah-ilah lain.

2. Ajaran itu diberitakan ke seluruh dunia oleh firman Allah, oleh pemeliharaan-Nya, dan oleh kesaksian penderitaan orang-orang Yahudi di Babel, supaya semua orang tahu dari timur sampai barat, dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa Tuhan adalah Allah dan tidak ada yang lain. Pembebasan yang menakjubkan terhadap Israel Allah menyatakan kepada seluruh dunia bahwa tidak ada yang seperti Allah Yesyurun, yang berkendaraan melintasi langit sebagai penolong mereka.


Ep. Lukas 10:21-24

Ucapan syukur dan bahagia
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Penjelasan:
* Ia mempersembahkan ucapan syukur yang khidmat kepada Bapa-Nya, karena mempekerjakan orang-orang biasa seperti murid-murid-Nya itu merupakan suatu pelayanan yang sangat tinggi dan terhormat (ay. 21-22). Kita sudah menemui hal ini sebelumnya dalam Matius 11:25-27, hanya saja di sini ditambahkan kata-kata pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus. Sudah sepantasnya bila harus diberikan perhatian khusus kepada kata-kata pada waktu itu, sebab kejadian seperti ini begitu jarang terjadi, mengingat bahwa Dia adalah seorang yang penuh kesengsaraan. Pada waktu itu saat Ia melihat Iblis jatuh dan mendengar keberhasilan para pelayan-Nya, pada waktu itu juga bergembiralah Yesus. Perhatikanlah, tidak ada yang mampu membuat hati Tuhan Yesus lebih bergembira dibandingkan dengan kemajuan penyebaran Injil dan kejatuhan Iblis melalui pertobatan jiwa-jiwa kepada Kristus. Kegembiraan Kristus merupakan sukacita yang penuh, suatu sukacita batiniah: Ia bergembira dalam Roh Kudus. Namun, bagaikan air yang dalam, sukacita-Nya tidak bersuara. Ini adalah sukacita yang tidak bisa diganggu orang lain. Sebelum Ia mengucapkan syukur kepada Bapa, Ia bergembira terlebih dahulu. Sebab sama seperti ucapan syukur merupakan ungkapan sukacita kudus yang murni, begitu pula sukacita kudus adalah akar dan sumber dari ucapan syukur.

Ada dua hal mengapa Ia mengucap syukur:
(1) Atas apa yang dinyatakan Bapa melalui Sang Anak: Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi (ay. 21). Saat memuja Allah, kita harus memandang-Nya baik sebagai Pencipta langit dan bumi maupun sebagai Bapa Kristus Yesus Tuhan kita, dan di dalam Dia, sebagai Bapa kita.

Sekarang, hal yang disyukuri-Nya adalah:
- Bahwa rencana Allah menyangkut pendamaian manusia dengan diri-Nya sendiri dinyatakan kepada beberapa anak manusia, yang mungkin juga pantas untuk mengajar orang lain. Allah sendirilah yang melalui Anak-Nya telah mengatakan hal-hal ini kepada kita, dan oleh Roh-Nya Ia telah menyatakannya di dalam kita. Dia telah menyatakan apa yang selama ini disembunyikan sejak dunia dijadikan.

- Bahwa semua itu dinyatakan kepada orang-orang kecil, kepada orang-orang yang rendah dalam kemampuannya, yang leluhur dan pendidikannya tidak menjanjikan sesuatu apa pun yang baik. Mereka hanyalah anak-anak dalam pemikiran, sampai Allah melalui Roh-Nya meningkatkan kemampuan mereka serta memperlengkapi mereka dengan pengetahuan ini dan kemampuan untuk menyampaikannya. Kita patut bersyukur kepada Allah terutama bukan atas kehormatan yang diberikannya kepada orang-orang kecil, melainkan atas kehormatan yang diberikan-Nya kepada diri-Nya sendiri dalam menyempurnakan kekuatan dalam kelemahan.

- Bahwa pada saat yang sama ketika Ia menyatakannya kepada orang kecil, Ia menyembunyikannya bagi orang bijak dan orang pandai, yakni para filsuf bukan-Yahudi, dan para guru Yahudi. Ia tidak menyatakan makna Injil kepada mereka ini, atau memakai mereka dalam memberitakan kerajaan-Nya. Syukur kepada Allah bahwa para rasul tidak dipilih dari sekolah-sekolah mereka, 
sebab:
Pertama, 
mereka bisa saja mencampuradukkan gagasan mereka dengan pengajaran Kristus sehingga dengan demikian justru merusaknya, seperti yang terbukti di kemudian hari. Kekristenan telah banyak dicemari oleh filsafat Platonis di abad-abad pertama, oleh filsafat Aristotelian di abad-abad berikutnya, serta oleh para guru Yudaisme saat baru didirikan.

Kedua, 
seandainya para guru Yahudi dan para ahli filsafat itu telah diangkat menjadi rasul, keberhasilan Injil pasti telah dihubungkan dengan pengetahuan, kepandaian, dan kekuatan pemikiran serta kefasihan lidah mereka. Oleh karena itulah mereka tidak boleh diangkat menjadi rasul supaya tidak mengambil terlampau banyak bagi diri sendiri, dan orang lain pun tidak harus menghargai mereka secara berlebihan. Mereka diabaikan karena alasan yang sama yang dipakai untuk mengurangi pasukan Gideon: Masih terlalu banyak rakyat (Hak. 7:4). Paulus memang dididik sebagai orang terpelajar di antara orang bijak dan orang pandai, tetapi ia menjadi orang kecil ketika menjadi rasul. Ia mengesampingkan kata-kata hikmat manusia yang menarik hati, melupakan semuanya itu, dan tidak memamer-mamerkan atau menggunakan pengetahuan apa pun selain tentang Kristus yang disalibkan (1Kor. 2:2, 4).

- Bahwa dengan hal ini Allah bertindak melalui kedaulatan: Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Allah memang mau memberikan anugerah-Nya dan pengetahuan tentang Anak-Nya kepada orang-orang yang dianggap tidak layak menerimanya. Ia tidak akan memberikannya kepada mereka yang tampaknya lebih memiliki segala kemampuan untuk menyampaikannya. Inilah yang berkenan bagi Dia, yang pemikiran-Nya jauh melebihi pikiran kita. Ia memilih untuk memercayakan pemberitaan Injil-Nya ke dalam tangan orang-orang yang dengan kekuatan ilahi akan memajukannya dan bukannya ke dalam tangan mereka yang memakai keahlian manusia untuk hanya merusakkannya.

(2) Atas apa yang menjadi rahasia di antara Bapa dan Anak (ay. 22).
- Keyakinan kuat Bapa terhadap Anak-Nya: Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, seluruh hikmat dan pengetahuan, seluruh kuasa dan wewenang (otoritas), serta seluruh anugerah dan penghiburan yang disediakan bagi sisa-sisa yang terpilih. Semua ini diserahkan ke dalam tangan Tuhan Yesus. Di dalam diri-Nyalah kepenuhan segala sesuatu harus berdiam, dan dari diri-Nyalah segala kepenuhan itu diturunkan: Dia adalah Sang Wali agung yang mengurus semua urusan kerajaan Allah.

- Saling pengertian mendalam yang ada di antara Bapa dan Anak, serta kesadaran bersama yang tidak dimiliki makhluk lainnya: tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak itu, atau bagaimana jalan pikiran-Nya, selain Bapa, yang telah menciptakan-Nya sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala (Ams. 8:22). Begitu pula tidak ada yang tahu siapakah Bapa, dan segala rencana-Nya, selain Anak, yang bersandar di dada-Nya sejak kekekalan sebagai anak kesayangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya (Ams. 8:30), dan kepada mereka Anak menyatakan Bapa-Nya melalui Roh. Injil adalah penyataan Yesus Kristus. Kepada-Nyalah kita berutang atas semua pengungkapan yang dinyatakan kepada kita mengenai kehendak Allah bagi keselamatan kita. Di sini Ia berbicara tentang kepercayaan yang diberikan Bapa kepada-Nya atas hal tersebut, sesuatu yang sangat menyukakan hati-Nya dan membuat-Nya merasa bersyukur kepada Bapa-Nya.

Ia mengatakan kepada murid-murid-Nya alangkah berbahagianya mereka karena hal-hal ini dinyatakan kepada mereka (ay. 23-24). Sesudah menghadap Bapa-Nya, berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya, dengan tujuan membuat mereka menyadari betapa berbahagianya mereka dan betapa hal itu membawa kemuliaan dan kehormatan bagi Allah, bahwa mereka mengetahui rahasia-rahasia kerajaan Allah dan dipakai untuk membimbing orang lain untuk juga mengetahui segala rahasia itu.

Alasannya adalah bahwa:
- Hal ini sungguh merupakan suatu langkah besar menuju sesuatu yang lebih baik. Walaupun pengetahuan semata mengenai rahasia-rahasia kerajaan Allah ini tidak dapat menyelamatkan, namun pengetahuan ini membawa kita ke jalan menuju keselamatan itu: Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Dalam hal inilah Allah memberkati mereka, dan jika mereka tidak melakukan kesalahan, ini akan menjadi keberkatan kekal bagi mereka.

- Hal ini sungguh merupakan langkah besar yang jauh mengatasi apa yang dialami orang-orang yang telah mendahului mereka, bahkan para kudus yang hebat dan orang-orang kesukaan Sorga sekalipun: "Banyak nabi dan orang benar (seperti yang tertulis dalam Mat. 13:17), banyak nabi dan raja" (seperti yang tertulis dalam Lukas di sini), "ingin melihat dan mendengar hal-hal yang tiap hari kamu alami secara dekat, tetapi tidak melihatnya dan tidak mendengarnya." Kehormatan dan kebahagiaan para orang kudus dari Perjanjian Baru jauh melebihi yang dimiliki orang-orang seperti para nabi dan raja-raja dari Perjanjian Lama, walaupun mereka pun sangat berkenan di hati Allah. Orang-orang kudus Perjanjian Lama hanya memperoleh gagasan-gagasan umum mengenai anugerah dan kemuliaan kerajaan Mesias secara tersirat saja. Hal ini membuat mereka sangat berharap semoga saja nasib mereka ditentukan untuk bisa mengalami hari-hari yang penuh berkat itu, dan supaya mereka dapat melihat hakikat yang sebenarnya dari segala hal yang hanya mereka lihat dengan samar-samar itu. Perhatikanlah, dengan mengingat segala keuntungan besar yang kita dapatkan dalam terang Perjanjian Baru, yang melebihi apa yang didapatkan mereka yang hidup di zaman Perjanjian Lama, kita seharusnya menjadi lebih tergugah untuk bertekun dalam terang itu. Sebab jika kita tidak melakukannya, ini akan memperparah hukuman atas diri kita karena tidak memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya.











NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 29 Oktober 2023 - Ev. 1 Tesalonik 2:1-8 - Ep. Ulangan 34:7-12 - XXI DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP KAMIS, 19 OKTOBER 2023 - PENGHARAPAN ADALAH SAUH YANG KUAT - BACAAN PAGI (2 KORINTUS 3:12-18) - BACAAN MALAM (1 KORINTUS 4:17-21)

All Renungan HKBP 2023
(136)




NEXT:
Renungan HKBP Minggu, 29 Oktober 2023 - Ev. 1 Tesalonik 2:1-8 - Ep. Ulangan 34:7-12 - XXI DUNG TRINITATIS


PREV:
Renungan HKBP KAMIS, 19 OKTOBER 2023 - PENGHARAPAN ADALAH SAUH YANG KUAT - BACAAN PAGI (2 KORINTUS 3:12-18) - BACAAN MALAM (1 KORINTUS 4:17-21)

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de