hkbp.lagu-gereja.com
View : 7159 kali

Download MP3 Music
Download MP3 Music
PENGAKUAN IMAN HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN (HKBP) TAHUN 1951


Diterbitkan: Kantor Pusat HKBP

Percetakan HKBP Jl. Jend. A. Yani 63 P. Siantar


Pendahuluan
"Pengakuaan Percaya" amatlah perlu untuk menyatakan iman kita dan menolak ajaran-ajaran yang sesat. Dahulu telah ada pada Gereja Pengakuan Iman Oikumene untuk melawan ajaran-ajaran yang sesat. Pada waktu Reformasi ada juga surat-surat Pengakuan Percaya melawan ajaran dari Gereja Katholik Roma, yang menyimpang dari Alkitab. Pada tiap-tiap saat timbul ajaran-ajaran yang sesat yang menggoncangkan Gereja, dan karena itu pula timbul surat-surat pengakuan yang baru.

Akan tetapi di dalam pengakuan yang baru itu, pengakuan yang mendahuluinya tidak dilupakan untuk melawan ajaran-ajaran baru yang sesat itu. Jadi Gereja harus selalu mempunyai pengakuan yang baru untuk melawan ajaran yang sesat yang timbul. Para Reformator tidak hanya memakai pengakuan purba, akan tetapi bentuknya telah diperbaharui pada zaman mereka itu. Jadi Gereja tidak boleh senang saja memegang pengakuan yang dahulu, malahan pengakuan-pengakuan itu harus dipersegar dan dikenakan untuk setiap waktu.

Sejak tahun 1933 terdapat ajaran-ajaran yang sesat di Jerman. Gereja-gereja di sana dibangun, karena merasa, bahwa pengakuan-pengakuan yang dahulu itu tidak cukup melawan ajaran-ajaran yang sesat itu serta menyusun suatu kesaksian yang baru yang disebut: "Die Barmen Thesen" (31 - 5 1934). Ditandaskan di situ pemerintahan Kristus sendiri dan dengan demikian dilawan pemerintahan orang-orang di dalam hal keagamaan sepeti Hitler dan kawan-kawannya.

Ditanah Belanda juga ada usaha menyusun suatu pengakuan iman yang baru. Pengakuan iman itu juga beralas pada pengakuan yang lama tetapi bernada baru pada zaman modern ini. (Dr. H.M. Bolkestein, hal. 203).

Disebabkan oleh hal-hal yang mendesak di dalam Gereja kita, perlu pada masa ini pemikiran ulang terhadap pasal-pasal kepercayaan kita terhadap ajaran-ajaran sekeliling kita. Selama ini dapat dikatakan, bahwa hanya dua agama yang ada di sekeliling kita, yaitu Animisme dan Islam.

Tetapi sekarang telah banyak ajaran-ajaran yang telah masuk dari luar dan juga tumbuh dari dalam.

1. Katholik Roma. Gereja ini telah kembali lagi untuk melebarkan sayapnya. Ajarannya bertentangan dengan ajaran kita.

2. Adventist. Mereka telah mendirikan Seminarie di Pematangsiantar, dan menyebarkan ajarannya dengan jalan menyebarkan buku-bukunya dan mereka mengadakan propaganda agama di satu-satu wilayah beberapa malam.

3. Pinkster. Ajarannya telah tersebar di hampir semua tempat. Mereka memberikan tekanan pada roh dan karunia lidah. Doanya panjang-panjang dan pada setiap saat diserukan " Haleluyah". Majalah mereka yang dikeluarkan dari Jakarta bernama "Penyaluh".

4. Agama Kemasukan Roh. Agama ini mempunyai banyak corak dan menamai dirinya "Gereja yang Kudus". Ada yang bernama "Gereja Korban". Ada yang memantangkan makan darah, seperti yang di Pagar Sinondi dan Pematangsiantar; ada yang menjadi pengikut Sibindanamora, yang masuk golongan Sionomhudon dan Laeparira.

Mereka mengatakan bahwa ajarannya berazaskan Alkitab akan tetapi tafsirannya adalah salah.

5. Sirajabatak. Perkumpulan ini tersebar juga di banyak tempat. Mereka merupakan partai atau golongan. Tetapi seperti terang nyata dari anggaran dasar perkumpulan ini, mereka mementingkan rukun-rukun animisme dahulu.

6. Kumpulan "Bibelkring". Kumpulan ini berasal dari Balata dan berkembang ke Pematangsiantar. Di dalam Gereja kumpulan ini mau mengacaukan kepercayaan orang. Mereka menghunjuk kesalahan-kesalahan di dalam pekerjaan Gereja kita, yang tidak sesuai dengan Alkitab. Aliran ini telah sampai juga ke Tapanuli.

7. Kekristenan Nasinalisme. Ini berkembang selama perang Dunia yang kedua yang lewat ini. Mereka mengajarkan kekristenan yang sesat dengan menyesuaikan kekristenan dengan cita-cita kebangsaan saja.

8. Sinkretisme. Aliran ini tersimpul di dalam perkataan: "Semua agama adalah benar, hanya yang satu mempunyai kelebihan dari yang lain". Di Jakarta telah timbul suatu agama yang dinamai : Islam Isa. Agama ini adalah pencampuran dari Islam - Kekristenan, dan agama Yahudi. Surat selebarannya sampai juga di tempat kita. Penilaiannya terhadap agama adalah sebagai berikut : Agama mereka sebagai emas murni 24 karat, Kekristenan 22 karat, merupakan suatu agama tinggi, agama Yahudi 20 karat, termasuk agama menengah, Islam 18 karat termasuk agama menengah. Agama-agama lain 10 karat menjadi agama rendah.

9. Ajaran-ajaran yang berasal dari Theosopie, Komunis dan Kapitalis. Banyak paham yang berasal dari bahagian-bahagian ini yang dapat mengelirukan iman.

10. Telah ada kumpulan-kampulan dari orang-orang yang memisahkan diri dari Gereja kita, seperti Mission Batak, Huria Kristen Batak, H.K.I., dan kita tahu bahwa mungkin beberapa lagi yang akan timbul pada waktu-waktu yang akan datang.

Perbedaan ajaran mereka dengan Gereja kita mungkin telah atau akan ada.

11. Animisme dan Islam. Adalah jelas bahwa ajaran golongan-golongan ini bisa datang di dalam bentuk lain daripada keagamaan saja. Peninggalan dari agama animisme masih terdapat di dalam jiwa banyak orang, dan peninggalan ini masih merupakan akar pohon besar yang telah rubuh, tetapi akarnya belum dicabut seluruhnya dari tanah tempatnya bertumbuh.

12. Kita juga harus menentukan Pengakuan kita terhadap Adat dan Kebudayaan dari bangsa kita. Kita harus jaga agar kedua hal ini jangan merusak iman kita. Zaman ini sangat menekankan adat dan kebudayaan. Hal ini adalah baik, akan tetapi walaupun demikian belum tentu semua hal di dalamnya dapat disesuaikan dengan kepercayaan kita. Kita harus insaf akan bahaya-bahaya yang terdapat di sana. Agama dan ajaran-ajaran yang berupa-rupa itu nyata merupakan suatu bahaya rohani bagi gereja kita.

Karena itu zaman ini menghendaki dari kita : Pengakuan Percaya harus ditetapkan. Pengakuan ini harus berisikan ajaran-ajaran yang murni yang kita saksikan dari semula dan inilah yang menjadi tanda Gereja kita dan alas bagi pemberitaan kita.

Selain dari itu, Gereja kita membutuhkan Pengakuan Percaya yang meliputi kesimpulan-kesimpulan dari azas-azas kepercayaan kita supaya jangan kabur (samar-samar) terhadap golongan-golongan lain. Inilah keharusan bagi umat Kristen yang bernama Gereja. Dengan tidak ada Pengakuan, tidak mungkin bagi kita menyebut sesuatu "Perkumpulan Kristen" Gereja. Jadi ada perlunya ini diikhtiarkan, agar semua anggota dari Gereja kita dapat menyelaminya untuk menetapkan kepercayaannya.


Kesimpulan dari kebutuhan ini adalah sebagai berikut :

1. Iman yang hidup membuahkan pengakuan seperti disebut Rasul Paulus kepada orang Korintus : Aku sudah percaya maka itulah sebabnya aku sudah berkata (2 Kor. 4: 13).

2. Sebagai Gereja kita harus memberikan kesaksian terhadap dunia, seperti dikatakan oleh Rasul Petrus: Hendaklah (kamu) bersedia senantiasa memberi jawab kepada tiap-tiap orang yang menanya kamu dari hal pengharapan yang ada padamu (1 Petrus 3: 15). Bandingkan juga dengan 1 Tim 4: 6 : Jikalau engkau ajarkan segala perkara itu kepada saudara-saudara kita, niscaya engkau akan menjadi hamba yang baik kepada Kristus Yesus, mahir di dalam pengajaran iman dan segala pengajaran yang baik.

3. Dalam pada itu, di dalam terang Tuhan, kita harus membedakan ajaran yang benar daripada ajaran yang sesat, seperti disebut Yohanes: Hai segala kekasihku janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya. Dengan demikian dapatlah kamu mengenal Roh Allah. Hai anak-anakku, kamu ini daripada Allah dan telah mengalahkan mereka itu, karena terlebih besarlah ia yang ada di dalam kamu daripada dia yang ada di dalam dunia.

4. Sebab Tuhan menghendaki keesaan hidup Gereja, maka keesaan itu harus didapati di dalam keesaan Pengakuan Iman; seperti disebut Rasul Paulus: "Sambil memeliharakan persatuan roh dengan perhubungan sejahtera - satu Tuhan, satu Iman, satu Baptisan" (Efesus 4: 5).

Bandingkan dengan Yohanes 17: 21: Supaya semuanya jadi satu juga, sama seperti Akupun di dalam Engkau.

5. Pengakuan Percaya harus menjadi warisan yang berharga kepada keturunan Gereja di kemudian hari, agar mereka dapat mengikuti iman dari nenek moyangnya, seperti tertulis di dalam 5 Musa 6: 7: Dan hendaklah kamu mengajarkan Dia akan anak-anakmu.



KUASA

Yang berkuasa secara mutlak hanyalah Alkitab, sebab Allahlah yang mengerjakan atau menjadikannya. Tetapi Pengakuan Percaya ini berkuasa juga, sebab walaupun manusia yang menyusunnya, azasnya adalah di dalam Alkitab.

"Maka Ia yang meneguhkan kami dengan kamu di dalam Kristus dan yang sudah mengurapi kami, itulah Allah. Ialah juga telah memeteraikan kita sambil mengaruniakan cengkeraman Roh masuk ke dalam hati kita (2 Kor. 1: 21 - 22).

"Adapun tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran bagi hal yang menyatakan yang salah, bagi hal memperbaiki yang rusak dan bagi mengajarkan jalan yang baik". (2 Tim. 3: 16-17).

Adalah patut supaya anggota-anggota Gereja taat pada kuasa ini, akan tetapi ketaatan ini janganlah merupakan paksa dan sekali-sekali tidak boleh mematikan suara hati nurani. Setiap orang harus bebas menyelidiki Pengakuan ini. Jika didapati hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Kudus dapat diajukan keberatannya kepada pimpinan Gereja. Maka Pengakuan Percaya yang ditetapkan di Sinode Godang di Sipoholon tanggal 28 - 30 Nopember 1951 adalah sebagai berikut:


PENGAKUAN PERCAYA DARI HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN


PENDAHULUAN :

1. Pengakuan Percaya dari Huria Kristen Batak Protestan ini, ialah lanjutan dari Pengakuanpengakuan Percaya (Kofessi) yang telah ada, yaitu Pengakuan Percaya yang tiga yang seperti telah disaksikan oleh Bapa-bapa Gereja terlebih dahulu, yang disebut :

a. Pengakuan Iman Apostolikam

b. Pengakuan Iman Nicenum

c. Pengakuan Iman Anathasianum

2. Pengakuan Percaya ini, adalah kesimpulan-kesimpulan dari hal yang kita percayai dan harapkan pada hidup ini dan pada hidup kelak.

3. Pengakuan Percaya inilah dasar bagi khotbah-khotbah, pengajaran dan tuntutan hidup di dalam HKBP (Mat. 16: 16).

4. Pengakuan Percaya ini, ialah dasar bagi HKBP untuk menolak dan melawan ajaran yang sesat dan keliru, yaitu yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.


Pasal 1

TENTANG ALLAH


Kita percaya serta menyaksikan :
Allah adalah Esa, tidak bermula dan tak berkesudahan, Maha Kuasa, Tidak berobah-obah, Setia, Mahatahu, Tidak terduga, Hakim yang Besar, Mahamurah, Mahabaik. Ialah menggenapi langit dan bumi, Mahakudus, Mahakasih.

Ulangan 6: 4; Keluaran 3: 14a; Kejadian 17: 1; Mazmur 105: 8; I Kor 1: 9; 2Tes3 :3;Lukl :37;Romall :33;UlanganlO: 17;Roma2: ll;IKorl: 30;MazmurlO3:8;24:1;Yes6:3;Yoh3:16;ITim6:15-16.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan kebiasaan yang menyebut Allah : Nenek (Ompung) dan yang memandang, bahwa Tuhan hanyalah Pemurah saja. Demikian pula orang-orang yang mengharap bahwa berkat dan kemurahan berasal dari roh nenek moyang, seperti dibiasakan oleh orang Kafir. Demikian pula orang-orang yang meneliti hari-hari yang membawa berkat yang merundingkan nasibnya kepada dukun atau mengharap berkat dari letak garis-garis pada tangannya. Juga kita menolak ajaran yang menyatakan kuasa Tuhan di atas kekudusan serta kasihNya.



Pasal 2

TENTANG ALLAH YANG TIGA-ESA

Kita percaya dan menyaksikan :
Tuhan Allah adalah Esa, dan dalam pada itu Ia adalah Tritunggal, yaitu: Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Rohu"lkudus.
Yoh5: 19; 14: 11;1 : 1; 15,26; 2Kor13: 13;Mat28: 19.

Allah Bapak yang melahirkan Allah Anak dari diriNya sendiri pada mula pertama sampai selama-lamanya, artinya sama seperti Bapa yang tiada bermula dan tidak berkesudahan, demikian pula halnya dengan Anak. Dan demikian pula Rohul"kudus tiada bermula dan tiada berkesudahan. Ialah yang datang dari Allah Bapa dan Allah Anak. Yoh 15 : 26.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan pengertian bahwa Allah adalah Esa saja dengan pengertian bahwa Allah Anak dan Allah Rohu"lkudus kurang dari Allah Bapa.

Kita pula melawan ajaran yang mengatakan, Allah yang Tritunggal itu, ialah Allah Bapa, Anaknya Yesus Kristus dan Ibu Rohu"lkudus.

Pasal 3

PEKERJAAN KEPRIBADIAN ALLAH BAPA YANG TIGA - ESA

Kita percaya dan menyaksikan :
a. Allah Bapa menjadikan, memelihara dan memerintah segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.
Dengan ajaran ini kita tolak ajaran Fatalisme (takdir, nasib, "bagian").

b. Allah Anak yang menjadi manusia, dilahirkan oleh perawan Maria yang diperkandungkan oleh Rohu"lkudus, diberikan nama Yesus. Jadi terdapat dua sifat di dalam Dia : Padanya terdapat Ketuhanan dan Kemanusiaan. Ia adalah Allah yang Benar dan manusia yang Benar, Ia menderita kesengsaraan waktu pemerintahan Pilatus, Ia tersalib pada kayu salib, untuk melepaskan kita dari dosa, dari maut dan dari kuasa Iblis. Ia adalah kegenapan korban perdamaian kepada Allah untuk segala dosa manusia. Ia turun ke neraka setelah dikuburkan, bangkit dari mati pada hari ketiga, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Yehowa, Bapanya yang mulia selama-lamanya. Ia ada di sorga membela kita, memerintah atas segala sesuatu, sampai kelak kembali ke bumi untuk menghakimi orang yang hidup dan mati.
Mat28; 18;Efl :20-22; 1: 7;Yoh3: 16;Ibr9: 14;Fil2:4-6.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran dari Roma Katholik yang mengatakan: 1) Bahwa Maria, Ibu dari Tuhan Yesus, yang disebut Kudus, membela kita kepada Allah. 2) Para Pastor berkuasa lagi mengorbankan daging Kristus di dalam missa. 3) Paus di Romalah wakil Kristus di dunia. Matius 23: 8 - 10. Juga kita menolak ajaran orang yang menyamakan sepenuhnya Tuhan Yesus dengan para nabi di dunia ini.

c. Allah Rohu"lkudus memanggil, menerima dan mengajarkan Gereja dan menetapkannya di dalam iman, kekudusan dengan Injil untuk kemuliaan Allah.
Roma 8: 14 - 17; I Kor 3: 16 (bandingkan dengan arti dari pasal ketiga dari Iman di dalam Katekismus Luther).

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran yang mengatakan, Rohu"lkudus dapat turun kepada manusia dengan usaha manusia sendiri di luar Injil.

Demikian pula kita menolak dan melawan ajaran yang mengatakan : Hanya kemasukan (ekstase) dan lidah asinglah tanda keturunan Rohu"lkudus.

Kita pula menolak dan melawan ajaran yang mengatakan : Tak usah orang sakit berobat, cukuplah jika mendoakan kesembuhan kepada Rohu"lkudus. Begitu pula orang yang bernubuat palsu demi nama Rohu"lkudus. Juga pergaulan yang malampaui batas-batas kesompanan, karena katanya telah dipenuhi Rohu"lkudus. Kita menolak dan melawan segala ajaran itu, karena itu adalah ajaran yang memakai Nama Rohu"lkudus dengan jalan yang tidak benar.



Pasal 4

TENTANG FIRMAN ALLAH

Kita percaya dan menyaksikan :
Firman yang tertulis di dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang sesungguhnya.

Karena tiada pernah ada nubuat-nubuat yang jadi dengan kehendak manusia, melainkan datangnya daripada Allah, diucapkan oleh orang yang digerakkan oleh Rohu"lkudus. 1 Petrus 1: 21.

Adapun tiap-tiap kitab yang diwahyukan Allah berfaedah bagi pelajaran, bagi hal menyatakan yang salah, bagi hal memperbaiki yang rusak dan bagi hal mengajarkan yang benar supaya hamba Allah itu sempurna, terlengkap bagi segala perbuatan yang baik. 2 Tim 3: 16 - 17.

Dengan ajaran ini ditekankan: Alkitab telah menyatakan diri Allah dan kemauannya dengan sempurna dan pula telah mengajarkan dengan sempurna apa yang harus dipercayai manusia supaya memperoleh hidup yang kekal. Wahyu 22: 18- 19.

Hanya Alkitablah awal dan akhir semua pemikiran, pengetahuan dan usaha di dalam Gereja dan bagi setiap orang percaya. Dengan ajaran ini kita tolak semua kepandaian dan kebijaksanaan manusia yang bertentangan dengan Firman Allah. Amsal 3: 5; Mazmur 111: 10.



Pasal 5

TENTANG DOSA

Asal dari Dosa

Iblislah asal mula dari dosa. Ia menghendaki supaya semua orang berdosa, yaitu berbalik dari Allah. Yoh. 8: 44; Kej 3: 1 - 7; Wahyu20: 10.

Jadi walaupun manusia yang pertama (Adam dan Hawa) sempurna adanya, yaitu yang dapat melakukan kemauan Allah, mereka melanggar hukum yang diberikan Allah kepadanya karena godaan Iblis, serta mereka berbalik dari Allah. Dosa ialah pelanggaran kemauan Allah. 1 Yoh 3: 4; Yak 1: 15.

Pasal 6

TENTANG DOSA WARISAN

Kita percaya dan menyaksikan :
Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dosa itu masuk kepada semua turunannya. Oleh karena itu semua manusia lahir di dalam dosa dan diperbudakkan dosa dengan melanggar hukum Allah. Dan dosalah yang mengakibatkan hukuman maut yang kekal.

Mzm 51: 7; 58: 4; Kej 8: 21; Roma 5: 12; 3: 12; 3: 23; Tit 3: 5; Yoh 3: 5; Yoh 6: 63.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran yang menyatakan : Bayi yang baru lahir tidak berdosa. Juga ajaran yang bertentangan dengan Firman Allah yang mengatakan : Dosa hanyalah akibat kemiskinan, kekurangan dan kesengsarasn dan karena itu dosa tidak begitu diberatkan.

Demikian pula ajaran yang mengatakan bahwa hati orang adalah bersih seperti kertas yang tidak bertulisan pada waktu lahirnya.


Pasal 7

TENTANG KELEPASAN DOSA

Kita percaya dan menyaksikan :
Tidak dapat diperoleh kelepasan dari dosa dengan jalan pekerjaan baik, atau dengan tenaga sendiri, hanyalah karena kemurahan Allah di dalam penebusan Yesus Kristus.

Jalan menerimanya ialah kepercayaan (iman) yang dikerjakan oleh Rohu"lkudus; hanya dengan iman kita menerima keampunan dosa, yang disediakan Yesus Kristus dengan kematianNya.

Iman yang sedemikianlah yang dipandang Allah menjadi kebenaran di hadapanNya. Yoh 3: 16; 2 Kor 8: 9; Kis. 4: 12.


Pasal 8

TENTANG GEREJA

A. Kita percaya dan menyaksikan :
Gereja ialah persekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang dipanggil, dihimpun, dikaduskan dan ditetapkan Allah dengan Rohu"lkudus.
1 Kor 1: 2: 1 Petr 2: 9; Ef 1:2, 22 ;1 Kor 3.


Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan :
1. Anggapan bahwa Gereja itu hanyalah perkumpulan yang didirikan atas kemauan manusia dan memisahkan dirinya dari Gereja, jika perpisahan itu bukan karena di dalam Gereja terdapat ajaran yang berlawanan dengan Firman Allah.

2. Pendirian bahwa pemimpin-pemimpin, rapat-rapat dan anggota saja yang menentukan hidup Jemaat. Hanya Kristuslah yang berkuasa di Gereja dan hanya tuntutan yang sesuai dengan Firman Kristus sajalah yang harus diikuti. Gereja bukan dikuasai oleh "demokrasi", melainkan oleh Kristokrasi.

3. Pemikiran bahwa Gereja harus menjadi Gereja Negara, sebab kewajiban dari Gereja dan kewajiban negara adalah berlainan.

4. Pemikiran yang mengatakan : Gereja adalah berazaskan dan terikat pada adat dan juga pendirian yang mengharapkan hidup dari organisasi.


B. Kita percaya dan menyaksikan :

Gereja adalah kudus. Alasan dari kekudusan Gereja, bukan karena kekudusan anggotanya sendiri-sendiri, melainkan karena kekudusan Kristus, kepala Gereja itu. Gereja adalah kudus, karena dikuduskan oleh Kristus dan karena itulah Allah memandangnya kudus. Karena kekudusan inilah disebut Gereja Bangsa yang kudus. Bait Rohu"lkudus dan Bait Allah. 1 Petr 2: 9; Ef 2: 22; Why 1: 6; Ef 3: 21; 1 Kor 3: 16.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan paham yang mengatakan : Manusia dapat memperoleh kekudusan karena usahanya sendiri begitu pula keputusan, yang juga menyebabkan perpisahan karena masih dilihat anggota-anggota Gereja yang melakukan dosa.


C. Kita percaya serta menyaksikan :

Gereja itu adalah "Am, ialah persekutuan semua orang kudus, yang telah percaya di dalam Yesus Kristus dan pemberianNya, ialah Injil, Rohu"lkudus, Iman, Kasih dan Pengharapan. Ialah orang-orang dari tiap negeri, bangsa, suku dan bahasa, walaupun berlainan kebiasaan dan keturunannya. Why 7: 9.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran yang menghendaki agama kebangsaan dan juga pendirian, bahwa satu-satu Gereja dapat hidup terpisah dari yang lain.


D. Kita percaya dan menyaksikan :

Gereja adalah Esa. Azas untuk keesaan ialah Ef 4: 4; 1 Kor 12: 20. "Tubuh itu, yaitu Gereja adalah Esa. Walaupun banyak anggota tubuh itu Esa adanya". Keesaan yang dimaksud di situ bukanlah keesaan duniawi, melainkan keesaan rohani.

Dengan ajaran itu kita menolak dan melawan : semua perpisahan yang tidak disebabkan perbedaan iman, melainkan disebabkan hal-hal lahir saja.
Yoh 17 : 20 - 21.


E. Perfanda dari Gereja yang benar :

Kita percaya dan menyaksikan : Pertanda dari gereja yang benar ialah:
a. Dimana diberikan Injil yang murni
b. Dimana dilayani Sakramen yang dua itu sebagai dengan Firman Tuhan Yesus.
c. Dimana dilakukan tuntutan melawan dosa.


Pasal 9

TENTANG PELAYAN-PELAYAN GEREJA

Kita percaya dan menyaksikan :
Tiap-tiap orang Kristen terpanggil menjadi saksi Kristus. Dan untuk menunaikan pekerjaan-pekerjaan di tengah-tengah Gereja, Allah memanggil di dalam Gereja, pelayan-pelayan sesuai dengan tugas Kristus yang tiga itu: Nabi, Imam dan Raja 1 Kor 12: 28.

Jabatan-jabatan Pelayanan itu ialah :
1. Untuk memberitakan Injil kepada anggota-anggota Gereja dan di luar Gereja.

2. Untuk melayani Sakramen, yaitu: Pembaptisan yang kudus dan Perjamuan Kudus.
3. Untuk mengembalakan anggota-anggota jemaat
4. Untuk menjaga kemurnian ajaran, melakukan tuntunan jiwa, melawan ajaran-ajaran yang sesat.
5. Untuk melakukan pekerjaan diakonia.

Buat pekerjaan yang beragam itu, diangkat di dalam Gereja :
Rasul, Nabi, Evangelis, Gembala, Pengajar, dan Diakon. Ef 4: 11; Kis 6.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan pendirian yang meniadakan jabatan satu-satu orang atas pertimbangan-pertimbangan sendiri dan tidak karena sesuatu hal yang dilakukan, yang bertentangan dengan jabatannya.

Dengan ajaran ini kita menolak setiap pelayan di tengah-tengah Gereja, baik yang berkhotbah, mengajar dan melayani Sakramen jika tidak Gereja yang menyerahkan jabatan itu kepadanya.


Pasal 10

TENTANG SAKRAMEN

Kita percaya dan menyaksikan :
Hanya dualah Sakramen yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada kita untuk melakukannya, yaitu Pembaptisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Inilah yang dipesankannya, untuk memberikan dengan barang yang terlihat, anugerah yang tidak terlihat, yaitu keampunan dosa, keselamatan, hidup dan sejahtera, yang kita terima di dalam iman. Mat 28: 19; Mark 16: 15 - 16; Mat 26; Mark 14; Luk 22; 2 Kor 11.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran Katholik Roma yang mengatakan bahwa ada tujuh Sakramen.


A. PEMBAPTISAN KUDUS

Kita percaya dan menyaksikan :
Pembaptisan Kudus, ialah jalan pemberian anugerah kepada manusia, sebab dengan pembaptisan disampaikan kepada yang percaya keampunan dosa, kebaharuan hidup, kelepasan dari maut dan Iblis, serta sejahtera yang kekal.

Dengan ajaran ini kita menyaksikan : Anak kecil pun harus dibaptis karena dengan pembaptisan itu mereka juga masuk ke dalam persekutuan yang menerima anugerah pengorbanan Kristus, berhubungan pula dengan pemberkatan anak-anak oleh Tuhan Yesus. Mrk 10: 14; Luk 18: 16.

Pembaptisan tidak terpaksa dengan membenarkan ke dalam air, Kis 2: 41, 10, 48, 16, 33; Rom 6: 4; 1 Kor 10: 4; Tit 3: 5; Ibr 11: 29; 1 Ptr 3, 21.


B. PERJAMUAN KUDUS

Kita percaya dan menyaksikan :
Perjamuan Kudus ialah : Memakan roti, dengan roti mana (parhitean) kita terima daging dari Yesus Kristus Tuhan kita dan meminum anggur, dengan anggur mana kita terima darah Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kita peroleh keampunan dosa, hidup dan sejahtera. 1 Kor 11: 17 - 34; Mat 26; Mrk 14; Luk 22.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran yang mengatakan : Hanya rotilah yang dapat diberikan kepada anggota jemaat, tetapi anggur tidak. Sebab dengan demikianlah Firman Tuhan Yesus waktu Ia memesankan Perjamuan Kudus itu : "Minumlah kamu sekalian dari cawan itu". Dan ini pulalah yang diikuti oleh Gereja pada waktu pertama. 1 Korintus 11: 24 - 25.

Juga tidak ada alasan dari Firman Tuhan untuk mengartikan wujud dari missa, dimana dikatakan, bahwa Tuhan kita di korbankan lagi setiap kali dilakukan missa, karena itu kita menolak ajaran ini.


Pasal 11

TENTANG TATA GEREJA

Kita menyaksikan :
Di dalam Gereja perlu ada tata-gereja yang berazaskan Alkitab. Sebab tata-gereja ialah saluran untuk memberikan ketertiban dan sejahtera di dalam Gereja. 1 Kor 14: 33.

Berhubungan dengan itu kita rayakan hari-hari raya Gereja, seperti Natal, Kematian, Kebangkitan dan Kenaikan Tuhan Yesus dan Keturunan Rohu"lkudus.

Akan tetapi kita harus ingat dengan baik, bahwa oleh kesetiaan kita menuruti semua hal itu, kita tidak dapat memperoleh keselamatan.


Pasal 12

TENTANG PEMERINTAH

Kita menyaksikan :
Pemerintah yang berkuasa adalah dari Allah datangnya. Ialah pemerintah yang melawan kejahatan, yang mempertahankan keadilan yang berusaha agar orang percaya dapat hidup sejahtera seperti tercantum pada Roma 13 dan 1 Timoteus 2: 2.

Pada lain pihak kita harus ingat yang tercantum pada Kisah Rasul 5: 29 : "Wajiblah orang menurut Allah lebih daripada manusia".

Dengan ajaran ini kita menyaksikan : Gereja harus mendoakan Pemerintah agar berjalan di dalam keadialan. Sebaiknya Gereja pada saat-saat yang perlu harus memperdengarkan suaranya terhadap Pemerintah.

Dengan ajaran ini kita menolak paham yang mengatakan : Negara adalah negara keagamaan, sebab Negara dan Gereja mempunyai bidang-bidang tersendiri. Mat 22: 21b.

Jika perlu di hadapan hakim untuk menyaksikan kebenaran, orang Kristen boleh bersumpah, demikian pula waktu menerima jabatan atau pangkat.


Pasal 13

TENTANG HARI MINGGU

Kita memuliakan hari Minggu.
Hari Minggu adalah "Hari Tuhan", yaitu permulaan penjadian oleh Allah, Kebangkitan Tuhan Yesus, Keturunan Rohu"lkudus, seperti yang dirayakan oleh umat Kristen dari zaman permulaan Gereja. Kita tidak berbalik lagi kembali pada hari Sabbath Yahudi, sebab kita orang-orang Kristen.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran golongan Sabbatis, yang mengatakan bahwa hari Sabbathlah yang harus dimuliakan.


Pasal 14

TENTANG MAKANAN

Kita percaya dan menyaksikan :
Semua yang diberikan Allah adalah baik, kita tidak memantangkan, asal diterima dengan hati yang penuh syukur, sebab pemberian-pemberian itu menjadi suci karena Firman Tuhan dan doa.

Manusia tidak menjadi suci karena mengindahkan bermacam-macam pantangan-pantangan terhadap makanan. Sebab imanlah yang mensucikan pemberian Allah. Manusia tidak menjadi suci karena mengindahkan hukum-hukum tentang makanan. Oleh sebab itulah Rasul Paulus melawan aturan-aturan bangsa Yahudi tentang makanan. Tidak boleh Injil terbelakang karena pantang makanan, hadis atau tradisi. Mat 15: Rom 14; Kol 2; Kisah 15; 1 Tim 4 : 4 - 5.

Dengan ajaran ini kita menolak ajaran orang-orang yang menyebarkan paham-pahan yang sesat mengenai makanan.

Pasal 15

IMAN DAN PEKERJAAN BAIK



Kita percaya dan menyaksikan :



Iman harus membuahkan pekerjaan baik. Tetapi orang adalah sesat, jika diharapkan kebenaran, hidup, penghiburan dan sejahtera baginya, kalau diperbuat pekerjaan baik, karena Tuhan Yesuslah yang dapat mengampuni dosa dan mendamaikan manusia dengan Allah.



Karena itu kita harus menuruti Hukum-hukum yang 10 itu (Dasatitah), tetapi hanya imanlah yang memberikan kehidupan bagi kita, bukan pekerjaan yang baik. Rohu"lkudus yang menggerakkan hati manusia melakukan pekerjaan baik, dan jika bukan Rohu"lkudus yang mengerjakan (di dalam kita), pekerjaan baik menjadi dosa. Yoh 5: 1 5 - 16; Ef 2: 8; Roma 5: 1.



Pasal 16

TENTANG PERINGATAN ORANG MENINGGAL



Kita percaya dan menyaksikan :

Manusia telah tentu satu kali mati dan kemudian daripada itu datang hukaman. Ibr 9: 27. Mereka itu akan berhenti dari kelelahannya. Wahyu 14: 53. Dan Yesus Kristuslah Tuhan dari orang-orang yang mati dan yang hidup.

Dalam kita mengadakan peringatan kepada orang yang mati, kita mengingat pula akhir kita sendiri dan menguatkan pengharapan kita pada persekutuan orang-orang percaya, yang menetapkan hati kita di dalam pergumulan hidup ini. Wahyu 7: 9 - 17.



Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran animisme yang mengatakan : Roh-roh dari orang-orang mati masih dapat bergaul dengan manusia. Demikian pula ajaran yang mengatakan : Roh dari yang mati tinggal di kuburnya. Juga kita tolak ajaran dari Gereja Katholik Roma yang mengajarkan tentang api ujian (vagevuur) yang harus dialami seberapa lama untuk membersihkan roh orang mati, sebelum tiba kepada hidup yang kekal dan orang dapat melakukan missa untuk orang mati dan memdoakan orang mati itu supaya lebih cepat terlepas dari api itu.

Demikian pula doa kepada roh dari orang-orang kudus dan yang mengharapkan bahwa kekuatan dan kekudusan orang itu dapat turun dari kuburan, pakaian, barang atau tulang-tulangnya (relikwi).



Pasal 17

TENTANG MALAIKAT


Kita percaya dan menyaksikan :

Malaikat adalah juga yang dijadikan Allah untuk melayani Dia; ialah roh-roh pelayan yang disuruh membantu orang-orang yang akan mewarisi hidup kekal. Ibr 1: 14.

Pasal 18

TENTANG HUKUMAN PADA HARI KIAMAT

Kita percaya dan menyaksikan :

Tuhan kita Yesus Kristus akan turun kelak pada hari kiamat untuk membangunkan orang-orang mati. Yoh 5: 28; 1 Tes 4: 16; Mat 24: 3; Luk 21: 28; Wahyu 20: 1 1 - 15.

Ia akan menghakimi segala manusia. Mat 25; 1 Kor 15: 52; 2 Kor 5: 10. Pada waktu itu Ia akan memanggil orang-orang yang percaya ke dalam hidup yang kekal. Mt 25: 34.

Tempat dari orang-orang percaya akan menjadi kekal di hadapan Allah sampai selama-lamanya. Mt 25.

Dengan ajaran ini kita menolak dan melawan ajaran yang mengatakan :

a. Bahwa waktu kedatangan Kristus kembali dapat dihitungkan oleh manusia.

b. Bahwa masih ada waktu kemurahan sesudah orang meninggal.



Kita menekankan bahwa kedatangan Tuhan adalah pada waktu yang tidak dapat diketahui. I Tess 5: 2; Mat 24: 42; 44: 50; Luk 12: 35 - 36.

Karena itu kita harus selalu bersiap seperti diperingatkan oleh Tuhan kita. Luk 12: 35- 36.




PANINDANGION HAPORSEAON

HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN

( H K B P ) TAHUN 1951


Pinaruar ni Kantor Pusat HKBP
Percetakan HKBP Jl. Jend. A. Yani 63 P. Siantar



HATA PATUJOLO

Mansai ringkot do buku: "Panindangion Haporseaon", laho pahothon haporseaonta dohot mangalo parpoda haliluon. Adong do di huria najolo Panindangion - Haporseaon Oikumene mangalo angka poda haliluon. Adong do angka surat panindangion di tingki Reformasi mangalo poda ni Katholik - Rom. Songon i ma mandatdati ganup hali mullop poda haliluon na manggaori huria, sai tubu do angka surat Panindangion na imbaru. Alai di angka Panindangion na imbaru i, ndang dihalupahon Panindangion na parjolo i laho mangalo haliluon na imbaru i. Asa ingkon tongtong do mar-Panindangion na imbaru huria i laho mangalo angka poda haliluon na tubu. Songon angka Sipatota Huria di tingki Reformasi, ndada holan panindangion najolo dipangke nasida, ala asin do rumang ni i muse di tingki nasida. Asa ndang jadi nok mata ni huria marhanalomhon panindangion najolo. Ingkon sai pinarata manang pinatota do angka panindangion i di ganup tingki.

Di tano Jerman masa do angka poda haliluon na imbaru olat ni taon 1933. Di tingki tarsunggul do angka huria na disi, manghilala- na so sae be panindangion najolo mangalo haliluon i, jadi dipauli nasida do sada panindangion na imbaru, na margoar : "Die Barmer Thesen". (31 - 5 - 1934). Diondolhon nasida do Panggomgomon ni Kristus sandiri; dialo do panggomgomion ni jolma di parugamaon songon si Hitler dohot angka donganna.

Di tano Bolanda pe marusaha do nasida laho paturehon sada panindangion na imbaru. Ia panindangion na imbaru i tong do marojahan tu panindangion najolo, alai marsoara na imbaru di tingki na modern on. (Dr. H.M. Bolkestein alaman 203 baris 24 sian ginjang).



Marbingkas sian angka na manosak Hurianta, ingkon tubu ma di tingki on pamingkirion maradophon angka ugama dohot podapoda na humaliang hita. Ia nasailaon, holan dua do na tardok ugama na manghaliangi hita, i ma Hasipelebeguon dohot Hasilomon. Alai anggo nuaeng, nunga tung torop na ro sian duru dohot na martubuan di bagasan.

Tagoari ma jolo sadasada:

1. Katholiek Rom. Na mangulahi ro nuaeng laho paherbanghon habongna. Na maralo do podanta tu pangajarannasida.

2. Adventist. Na pajongjonghon Seminarium di Pematangsiantar dohot na pararathon podanasida marhite na pararathon angka bukunasida dohot marsaranan manang pigapiga borngin di sada luat.

3. Pinkster. Nunga hira di ganup luat ni hita on rarat podanasida; diondolhon nasida do taringot tu tondi dohot na marhata na leban. Lelengleleng nasida martangiang dohot marende Halleluyah. Ruar do sada surat kabar nasida sian Jakarta na margoar "Penyuluh".

4. Na tonditondion. Ragam do nuaeng na tonditondion di hita on, adong na manggoari dirina "Huria na badia", adong "Huria Panghophopon", adong na marsubanghon mudar songon na di Pagar Sinondi dohot Pematangsiantar, adong do na mangihuthon Sibindanamora, na di Sionomhudon dohot Laeparira. Na marojahan tu Bibel do didok podanasida, alai tung na sala situtu do pangalapathonna di hata i; tung tubutubu ni rohana do dibahen.

5. Sirajabatak. On pe tung rarat do di torop luat. Na marrumang partei manang golongan do nasida didok. Alai tung tangkas do tarida di anggaran dasarnasida angka ruhutruhut ni hasipebeleguon najolo siradotannasida.

6. Punguan ni par-Bibelkring. I ma parpunguan na ro sian Balata jala na mangararati tu Pematangsiantar. Songon burbur do i di huria, angka na manegai roha ni dongan. Diondolhon nasida do naung godang sala ni pangulaon ni Hurianta, na so domu tu Bibel i. Nunga taripar i dohot tu Tapanuli on.

7. Hakristenon Nationalisme. I ma na marbuung salpu i. Dipalipe nasida do poda ha-Kristenon i ma mangaithon tu tujuan ni roha haBangsoon.

8. Synkretisme. Angka na mandok : "Rap denggan do sude ugama i, holan na marsisurungi saotik do". Nunga tubu sada ugamo di Jakarta, na margoar : Ugama "ISLAM ISA". I ma pardomuan ni haSilomon, ha-Kristenon dohot ha-Jahudion. Sai ditongosi nasida do hatorangan ni podanasida i nang tu hita on. Songon on do panimbangionnasida taringot tu angka ugama : Ugamanasida i ma apala parginjang 24 karat mas mamolin, ninna. Kristen : 22 karat, ugamo tinggi - Jahudi : 20 karat = ugama menengah tinggi, Silom : 18 karat = ugama menengah. Sude ugama na asing : 16 karat = ugama rendah.

9. Angka podapoda na ro sian Theosophie, Komunisme, Kapitalisme. Tung godang do ro angka hata sian i na tau manggaori haporseaon.

10. Angkup ni i nunga jongjong punguan ni angka na mamulik sian hurianta, i ma songon Mission Batak, H.Ch.B.P.K.B. dohot H.K.I., jala binoto do sai na tubu dope muse tamba ni i manang piga nari jala tagamon do sia na adong do muse asing ni podana sian poda ni Hurianta.

11. Ha-Sipelebeguon dohot ha-Silomon na humaliang hita. Tung na manimbil do podanasida sian Bibel i; jala apala pajorbuthon, ala marrupa na asing i nasida ro mandapothon Hurianta. Tung bagas dope marurat pasipasi ni ha-Sipebeleguon i di roha ni torop ruas ni Hurianta, songon urat ni haubolon na manorusi tano hatubuanna.

12. Sada nari dope apala na ringkot : Ingkon tontu do panindangionta maradophon Adat dohot Kebudayaan ni bangsonta. Apala taringot tuson ma ingkon gumodang pingkiranta asa unang pansegai na dua i tu haporseaon. Sai diondolhon bangsonta do di tingki on : Ingkon hot Adat dohot Kebudayaanta. Na denggan do i alai nang pe denggan tadok ndang sude i mardomu tu haporseaonta, adong do parmaraan disi.

Tung parmaraan do di Hurianta angka ugamo dohot podapoda na marragam i.

Ala ni sude na pinajojor ondeng, dipangido tingki on do nuaeng tu hita : Ingkon adong do di Hurianta "PANINDANGION HAPORSEAON" na marisi poda na polin hombar tu na tahatindanghon sian mulana. I ma na gabe tanda dohot haojahan di hita.

Angkup ni i ringkot do adong di hurianta "Panindangion Haporseaon" i, na manghamham saluhut ojahan ni na tahaporseai, asa unang samak tu angka na asing. Ai i do antong aturanna di sada punguan Kristen na margoar "H U R I A". Ndang goaron "Huria" sada punguan Kristen, ia so adong Panindangionna. Jadi ringkot situtu do i bukuhononhon asa lam torang pangantusion ni sude ruas ni Hurianta dalan pahothon haporseaonna.

Jadi on ma pangarimpunan ni ringkotna i :

1. Ala haporseaon i do manghorhon panindangion on songon na nidok ni Apostel Paulus tu halak Korint (II Kor. 4, 13) : "Na porsea do ahu umbahen na huhatahon".

2. Ala ingkon manindangi do Huria maralohon portibi on, songon na nidok ni Apostel Petrus (I Petrus 3: 15): "Tongtong ma hamu hobas, mangalusi ganup na manungkun hamu taringot tu na hinirim ni rohamuna". I Timoth. 4, 6 : "Anggo i dipodahon ho tu angka dongan, gabe tutu ma ho parhalado ni Kristus, manghangoluhon hata haporseaon i dohot poda na uli na niihuthonmi".

3. Ala sipanorangi do i, na patandahon poda na sintong sian poda haliluon. 1 Joh. 4, 2 dohot 4.

4. Ala diigil hasadaon di bagasan ngolu parhuriaon do hasadaon di Panindangion - Haporseaon. Ep. 4, 5; Joh. 17, 21.

5. Ala arga situtu do i muse teanon ni na pinompar ni Huria i, laho mangihutihut haporseaon ni angka ompuna. 5 Musa 6, 7.


HUASONA

Ianggo tung apala na marhuaso, holan Buku Na badia i do, ala Debata do mangula manang pajadihon i. Alai buku Panindangion - Haporseaon i pe marhuaso do. Tutu jolma patomutomu i, alai na marondolan situtu do i tu hata ni Debata.

II Korint 1, 21. II Timoteus 3, 16 - 17, alai unang ma di bagasan paksa haunduhon i, jala unang ma pinamate panggora ni roha. Ingkon bebas do halak manangkasi buku Panindangion i. Molo adong dapotsa disi na so mardomu tu Hata na badia i, boi do pasahatonna haboratanna tu na manguluhon Huria i.



Songon na tarsurat di buku on ma Panindangion Haporseaon i, na pinahot ni Synode Godang di Sipoholon, di ari 28 - 30 Nopember 1951.


PANINDANGION HAPORSEAON Nl HKBP

PAMUNGKAAN :

1. Ia panindangion - Haporseaon ni HKBP on, i ma udut ni angka Panindangion - Haporseaon (Confessie) naung adong hian, i ma angka Panindangion - Haporseaon (Confessie) sitolutolu na hinatindanghon ni angka Ama ni Huria najolo na ginoaran :

Panindangion Apostolicum

Panindangion Nicenum

Panindangion Atanasianum

2. Ia Panindangion - Haporseaon on, i ma pangarimpunan ni na itahaporseai dohot na itahirimi di hangoluan on dohot tu hangoluan sogot.

3. Ia Panindangion - Haporseaon on, i ma ojahan di H.K.B.P. sijamitahononhon dohot sipodahononhon dohot sihangoluhononhon. Math. 16, 16

4. Ia Panindangion - Haporseon on, i ma ojahan di H.K.B.P., laho manulak, mangalo nasa poda na lipe dohot poda haliluon na so hombar tu hata ni Debata.



Bindu 1

TARINGOT TU DEBATA



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Sada do Debata na so marmula na so marujung, Pargogo na so hatudosan, Na so olo kuba, Haposan, Parbinoto na sun, Na so hadodoan, Paruhum na tigor, Parasi roha godang, Pardengganbasa. Ibana do manggohi langit dohot tano, Parroha na sintong, Na sun badia, Parholong roha.

5 Musa 6, 4; 11 Musa 3, 14a; Gen. 17: 1; Psalm 105, 8; I Korint 1, 9; 11 Tess. 3,3; Luk. 1, 37; Rom 11, 33; 5 Musa 10, 17; Rom 2, 11;1 Kor. 1, 30; Psalm 103, 8; Psalm 24, 1; Jes. 3, 16;1 Timoth. 6, 15 -16.



Marhitehite poda on : tatulak jala taalo do hasomalan na mandok : "Ompung" tu Debata dohot panghilalaan na mangarajumi holan Pardenggan basa do Debata dohot roha na manghaposi boi ro pasupasu sian "sumangot ni Ompu" songon na hinasomalhon ni halak Sipelebegu. Suang songon i na manjujur ari, na parundinghon langka dohot na manjaha surat ni tangan.

Laos marhite poda on tatulak do poda na mangarajumi lumobi Huaso ni Debata sian Ha-BadiaonNa dohot Holong ni rohaNa.



Bindu 2
HASITOLUSADAON NI DEBATA



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Sada do Debatanta jala huhut sitolusada do, i ma: Debata Ama, Debata Anak, Debata Tondi Parbadia.

(ida: Joh. 5, 19; Joh. 14, 11; Joh. 1, 1; Joh. 15, 26;11 Kor. 13, 13; Mat. 28: 19).



Na ditubuhon Ama i do AnakNa sian hadirionNa sandiri sian mula ni mulana ro di saleleng ni lelengna, mandok: Suang songon Ama i na so marmula na so marujung, suang songon i do Anak i. Suang songon i muse do na so marmula jala na so marujung do Tondi Parbadia i, i ma na borhat sian Debata dohot Anak i.

Joh. 15 :26



Marhitehite poda on, taalo jala tatulak do pangantusion na mandok: Holan sada do Debata (Maha Esa) di bagasan pangantusion na mangarajumi : Na tumoru do Anak i dohot Tondi i sian Ama i.



Taalo do huhut poda na mandok : Ia Hadirion ni Sitolusada, i ma: Debata Ama, AnakNa Tuhan Jesus Kristus dohot INA Tondi Parbadia.



Bindu 3

ANGKA ULAON HAPUNJUNGAN NI DEBATA SITOLUSADA I



A. Debata Ama do na manompa, marmudumuduhon dohot manggomgomi saluhut na tarida dohot na so tarida.

Marhitehite poda on tatulak jala taalo do poda Patalismus (Takdir, sibaran dohot bagian).

B. Debata Anak, na gabe jolma, na tinubuhon ni si Maria, na so habubuhan, na gabegabean sian Tondi Parbadia, na ginoar Tuhan Jesus. Asa gabe dua pangalaho jumpang di Ibana, i ma: Ha-Debataon dohot ha-Jolmaon di bagasan sada diri, na so boi sirangon. Debata situtu do Kristus, alai huhut jolma situtu. Na tumaon na porsuk do Ibana di panguhuman ni si Latus na mate tarpajal di hau pinarsilang, laho paluahon hita sian dosa dohot sian hamatean dohot sian gomgoman ni sibolis i. Na gabe hagogok ni pelean do Ibana bahen pardengganan tu Debata siala sude dosa ni hajolmaon. Na tuat do Ibana tu banuatoru, dung ditanom, na mulak mangolu di ari patoluhon, na manaek tu surgo, laho hundul tu siamun ni Debata Jahowa, Amanta i na marhasangapon salelenglelengna. Di banua ginjang do Ibana mangondihon hita, manggomgomi saluhut, paima mulak sogot tu tano on manguhumi halak na mangolu dohot na mate.

Mat. 28, 18; Ep. 1: 20 - 22; Ep. 1, 7; Joh. 3, 16; Heb. 9: 14; Pilippi 2, 9 - 1 1.

Marhitehite poda on, tatulak jala taalo do : Angka poda ni Katholik rom, 1). Na mandok: "Na boi do si Maria, ina ni Tuhan Jesus manang na ginoarannasida na badia, manangianghon hita tu Debata". 2). Poda ni Katholik Rom na mamodahon : "Boi do Pastoor mamelehon Kristus di pelean Misa". 3) Poda haliluon ni Katholik Rom na mandok : Paus na di huta Rom do wakil ni Kristus na di tano on. Math. 23, 8 - 10. 4). Marhite poda on nialo jala tinulak do pingkiran ni jolma na padoshon Tuhan Jesus dohot Nabi-nabi na adong di portibi on.

C. Debata Tondi Parbadia do na manjou mangajari huria i jala patongtonghon di bagasan haporseaon dohot habadiaon di bagasan Barita Nauli bahen hasangapon ni Debata.



Rom 8, 14 - 17; I Korint 3, 16; (patudos lapatan ni Haporseaon patoluhon).



Marhitehite poda on taalo jala tatulak do poda na mandok "Boi do songgop Tondi Parbadia tu jolma marhitehite panghobasionnasida sandiri so pola marhitehite sian Barita Nauli". Laos songon i taalo jala tatulak do poda na mandok : "Holan marhitehite na siarsiaran dohot na marhata sileban o songgop Tondi Parbadia".



Laos songon i tatulak jala taalo poda na mandok : Na so pola ringkot marubat, sae do molo holan martangiang tu Tondi Parbadia. Jala na mambahen Panurirangion gapgap mangasahon Tondi Parbadia. Laos songon i parsaoran na masaltuhu, na matorbanghu, ala naung digohi Tondi Parbadia, ninna. Sudena na taalo jala na tatulak on, i ma angka :

Poda na :

Mangasahon Goar ni Tondi Parbadia di na so ture dalanna.



Bindu 4
HATA NI DEBATA



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Ia hata na tarsurat di Bibel i, i ma di Padan Narobi dohot Padan Na imbaru TUNG HATA NI DEBATA DO I. "Ai ndang dung ian tahi ni jolma haroroan ni panurirangon, alai tinogihon ni Tondi Parbadia do umbahen na marsoara angka jolma disuru Debata".
2 Pet. 1,21

Ai nasa surat i, sinihathon ni Debata do, jala hasea mamodai, maminsang, pauliulihon, manogunogu di bagasan hatigoran, asa rimpas hata ni Debata, hobas tu nasa ulaon na denggan.

(II Tim. 3, 1 6 - 1 7)

Marhitehite on taondolhon do: Naung singkop do Surat Na Badia i papatarhon hadirion ni Debata dohot lomo ni rohaNa jala nunga singkop dipodahon di Surat Na Badia i sihaporseaan ni jolma parhitean tu hangoluan na saleleng ni lelengna.

(Pangk. 22, 1 8 -1 9)

Holan Surat Na Badia i do parmulaan dohot hapatean ni sude pamingkirion, parbinotoan dohot pangulaon di bagasan huria i dohot di diri na porsea i.

Marhitehite poda on taalo jala tatulak do : Nasa hapistaran dohot habisuhon ni jolma na manimbil sian Hata ni Debata.

(Poda Salomo 3, 5; Psalm 111, 10)





Bindu 5
MULA NI DOSA



Sibolis do mula ni dosa, jala diparsinta rohana do, asa sude jolma gabe pardosa na marbalik sian Debata.

(Joh. 8, 44; 1 Musa 3, 1 - 7; Pangk. 20, 10)

Asa nang pe denggan jolma na parjolo i (Adam dohot Hawa) na boi mangulahon na hombar tu lomo ni roha ni Debata, na dilaosi do patik na nilehon ni Debata tu nasida hinorhon ni pangelaela ni sibolis i gabe marbalik sian Debata. Pangalaosion do dosa i.

(Joh. 3, 4; Jak. 1, 15) 19



Bindu 6
DOSA NA TINEAN



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Dung madabu si Adam dohot si Hawa tu bagasan dosa, taripar do dosa i tu sude pinomparna. Laos ala ni i ma umbahen tubu di bagasan dosa nasa jolma manisia, jala diparhatoban dosa do sude jolma laho mangalaosi patik ni Debata. Dihorhon dosa i do uhum dohot hamatean salelenglelengna.

Psalm 51, 7; 58, 4; I Musa 8, 21; Rom 5, 12; Rom 3, 12; 3, 23;

Titus 3, 5; Joh. 3, 5; Joh. 6, 63.

Marhitehite poda on, taalo jala tatulak do pingkiran na mandok : Ndang mardosa dope posoposo na tubu tu hasiangan on. Songon i muse pingkiran na lipe sian hata ni Debata na mandok : Holan na nionjar ni hapogoson, hahurangan manang pardangolan do umbahen mangulahon dosa jolma jala na so pola mangarajumi dosa.

Laos songon i poda na mandok : Na songon harotas na ias na so marsurat dope roha ni jolma di hatutubuna.



Bindu 7
HALUAON SIAN DOSA



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



"Na so dapot haluaon sian dosa marhitehite ulaon na denggan, manang marhite sian gogo sandiri. Holan sian asi ni roha ni Debata do marhitehite panobusion ni Jesus Kristus. Ia dalan manjalo i, i ma marhite sian haporseaon na niula ni Tondi Parbadia, asa diauhon hasesaan ni dosa na pinarade ni Jesus Kristus marhite hamamateNa i. Haporseaon sisongon on do dirajumi Debata na gabe hapintoran di joloNa.
Joh.3, 16;IIKor.8,9;Ul.Ap.4, 12



Bindu 8
H U R I A



A. Tahaporseai jala tahatindanghon do :

Ia Huria, i ma parpunguan ni angka na porsea di Jesus Kristus, na jinou, na pinapungupungu, na pinorbadiaan jala na pinatongtong ni Debata marhitehite Tondi Parbadia.

I Korint 1, 2; 1 Petr. 2, 9; Ep. 1, 22; I Kor. 3.

Marhitehite poda on taalo jala tinulak do :



1. Huria (sada punguan) na pinajongjong ni jolma sian lomona sandiri; i ma na papulik dirina sian Hurianta, so ala ni naung masa di Hurianta poda na maralo tu Hata ni Debata.

2. Pingkiran na mandok : Holan huaso ni angka partogi, angka rapotrapot dohot hak ni ruas na manggomgomi huria; ai holan Kristus do na marhuaso di huria jala holan aturan na hombar tu hataNa do situruton. Ndang Demokrasi na mangarajai huria, alai "Kristokrasi" do.

3. Pingkiran na mandok : Asa "Huria Negara" Hurianta on. Ai asing do kewajiban ni Negara sian tohonan ni Huria.

4. Pingkiran na mandok : Punguan na marondolan dohot na tarihot tu paradaton do Huria i dohot pingkiran na lipe na manghirim ngolu ni Huria ala ni Organisasi sambing.



B. Tahaporseai jala tahatindanghon do :

Na badia do huria i. Ia umbahen digoar Huria i na badia, ndada ala ni habadiaon ni angka ruasna sandiri, alai ala habadiaon ni Kristus, Ulu i do. Asa na gabe na badia do Huria i ala ni na pinarbadiaan ni Kristus, jala na dirajumi Debata do nasida angka na badia. Ala habadiaon ni Huria i do umbahen margoar i Bangso na badia, Joro ni Tondi Parbadia, dohot Bagas ni Debata.

I Petrus2,9;Ep.2,22;Pangk. 1,6;Ep.3,21;IKor.3, 16.

Marhitehite poda on taalo jala tatulak do poda na mandok :

Marhitehite ulaonna sandiri dapotsa habadiaon, songon i pandelean dohot parsirangon ala adong dope diida sian ruas ni Huria i na mangulahon dosa.



C. Tahaporseai jalatahatindanghon do :

Hatopan do Huria i. Ia Huria Hatopan, i ma punguan ni sude angka na badia, angka naung partohap di Tuhanta Jesus Kristus dohot di silehonlehonna, i ma : Baritanauli, Tondi Parbadia, Haporseaon, Haholongon dohot Panghirimon. I ma na sian ganup luat manang bango, marga, houm, dohot parhataan nang pe marasingasing ceremonie dohot ruhutruhutna pe. Pangk. 7, 9.



Marhitehite poda on taalo jala tatulak do : Pangantusion na mangarajumi Huria i songon ugamo parbangsoon dohot na mamingkir na so adong pardomuan ni Huria na sada on tu Huria na sada an.



D. Tahaporseai jala tahatindanghon do :

Adong sada Huria, Marojahan do i tu Ep. 4,4; I Kor. 12, 20. "Ai sada do Daging i, i ma Huria i. Alai nang pe torop angka ruas i, sada do daging i". Ia hasadaon ni Huria na nidokna disi asing do i sian hasadaon portibi on na somal na nidok ni halak, ai hasadaon partondion do i. Joh. 17, 20 - 21.



Marhitehite poda on, taalo jala tatulak do : Nasa parsirangan na so marojahan tu poda haporseaon; alai holan na marojahan tu ruhutruhut parduru sambing.


TANDA NI HURIA NA SINTONG



E. Tahaporseai jala tahatindanghon do:



Ia partinandaan ni huria na sintong, i ma :

a. Molo polin dipodahon Barita Nauli.

b. Molo sintong diulahon Sacrament na dua i songon na niaturhon ni Tuhan Jesus.

c. Ia dipamasa ruhut paminsangon mangotapi angka dosa.



Bindu 9

PARHALADO NI HURIA



Tahaporseai jala tahatindanghon do:



Sude do halak Kristen tarjou gabe sitindangi ni Kristus jala laho mangaradoti angka ulaon di tongatonga ni huria i, dijou Debata do marhitehite huria i, angka parhalado hombar tu ulaon tohonan ni Kristus na tolu i. Panurirang, Malim, Raja, i ma siradotan di bagasan Huria. I Kor. 12, 28.



Tohonan parhaladoon, i ma :



1. Manjamitahon Baritanauli tu ruas ni Huria i dohot na so ruas dope.

2. Mangaradoti Ulaon Sacrament na dua i, i ma Pandidion na badia dohot Parpadanan na badia.

3. Marmahani tondi ni ruas ni Huria (Seelsorge).

4. Mangaradoti poda na polin, marhitehite paminsangon partondion huhut mangalo parpoda haliluon.

5. Padalanhon ulaon asi ni roha (Diakonie).

Tu angka ulaon i ma dipabangkit di bagasan Huria i, Apostel, Panurirang, Evangelist, Parmahan dohot Pangajari.

Ep. 4, 11 dohot Diacon (Ul. 6).



Marhitehite poda on taalo jala tatulak do : Pingkiran ni halak na manulak dohot mansoadahon tohonan ni partohonan ala ni angka timbangtimbangan ni rohana, so ala ni na diulahon na maralo tu tohonanna.



Marhitehite on taalo jala tatulak do : Manang ise na jongjong di punguan ni Huria i, na marjamita, na mangajari dohot na mangaradoti ulaon Sacrament molo so jolo diampehon Huria tu ibana tohonan parhaladoon di Huria.



Bindu 10

ULAON NA BADIA (SACRAMENT)



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Holan dua do Sacrament na pinatikhon ni Tuhan Jesus siradotanta, i ma Pandidion na badia dohot Parpadanan na badia. I ma na niaturhon ni Tuhan Jesus tu HuriaNa laho pasahathon marhite tanda na tarida asi ni rohaNa na so tarida i, i ma hasesaan ni dosa, haluaon, hangoluan dohot hasonangan, na niauhon marhite haporseaon.
Mat. 28, 19; Mark. 16, 15-16; Mat. 26; Mark. 14; Luk. 22; II Kor. 11

Marhitehite poda on, taalo jala tatulak do : poda ni Katholik Rom na mandok 7 Sacrament.


A. PANDIDION NA BADIA



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Ia Pandidion Na badia i, parhitean ni si ni roha ni Debata do i tu jolma, ai marhitehite Pandidion i sahat do tu na porsea i hasesaan ni dosa, hatutubu paduahalihon, haluaon sian hamatean dohot sian sibolis jala dapotan hasonangan na salelenglelengna.



Marhite poa on tahatindanghon do: Sididion do nang posoposo; ala marhitehite sian i do pinasahat nasida tu punguan ni angka na hinophop ni Kristus, mardomu huhut tu panjangkon ni Tuhan Jesus di angka dakdanak.


Mark. 10, 14; Luk. 18, 16



Ndang pola sai ingkon usophononhon tu aek molo mandidihon.

Ul.Ap.2,41; 10,48; 16,33;Rom6,4;IKor. 10, 1-4,Titus3, 5;

Heb. 11, 29; I Petrus 3, 21.


B. PARPADANAN NA BADIA



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Ia Parpadanan Na badia, i ma : Mangan roti parhitean ni Daging ni Tuhanta Jesus Kristus dohot minum anggur parhitean ni mudar ni Tuhanta Jesus Kristus, asa sahat tu hita hasesaan ni dosa, hangoluan dohot hasonangan.



I Kor. 11, 17-34; Mat. 26; Mark. 14; Luk. 22.



Marhitehite poda on taalo jala tatulak do poda na mandok : Holan roti i do lehonon tu ruas ni Huria, ndang dohot anggur. Ai songon on do hata ni Tuhan Jesus di na umpajokhon Parpadanan Nabadia i Ibana : "Sude hamu manginum sian i". Laos i do diihuthon Huria na parjolo i. I Kor. 11, 24 - 25. Ndang marojahan di Hata ni Debata ulaon Missa ( i ma na mandok : Ganup hali dipelehon Tuhanta i di bagasan Missa i ). Dibahen i tung tatulak do i.



Bindu 1 1

ATURAN NI HURIA



Tahatindanghon do :



Ingkon adong do aturan ni Huria na marojahan tu Hata ni Debata. Ai sada ulaula do i parentahon dohot pasonanghon Huria. (I Kor. 14, 33). Laos songon i pestahononhon do angka Pesta Parhuriaon, i ma Pesta Hatutubu, Hamamate, Haheheon, Hananaek ni Tuhan Jesus dohot Pesta Haroro ni Tondi Parbadia. Alai ingkon tangkas ingoton : Ndada marhite sian haburjuon mangaradoti saluhutna i umbahen na taruli hita di bagasan dosa.



Bindu 12

TARINGOT TU PANGGOMGOMI



Tahatindanghon do :

Na ro sian Debata do Panggomgomi na marsahala; i ma panggomgomi na mangalo hajahaton, na mangulahon hatigoran na manumpak asa marsonangsonang jala so hariboriboan angka na porsea, hombar tu na tarsurat di Rom 13 dohot I Tim. 2,2. Alai siingoton do huhut na tarsurat di Ul. 5, 29: "Ingkon oloan do iba di Debata asa di jolma".

Marhitehite poda on tahatindanghon do : Sitangianghonon ni Huria do Panggomgomion asa mardalan di hatigoran. Alai patubegehon ni Huria do saorana tu Panggomgomi. Marhitehite poda on taalo jala tatulak do : Pingkiran na mandok asa "Negara - Keagamaan do Negara"; ai: Negara tinggal negara jala Huria tinggal Huria. Mat. 22, 21b.



Molo ringkot di Paruhuman, ala ni na mangalului hasintongan ni uhum, boi do halak Kristen maruari. Songon i do nang na manjalo tohonan dohot pangkat.


Bindu 13

ARI MINGGU



Tahaporseai do ari Minggu :



"Ari ni Tuhan i" (ari parmulaan ni panompaon ni Debata), ari Haheheon ni Tuhan Jesus dohot ari Hasasaor ni Tondi Parbadia, na pinestahon ni halak Kristen sian mula ni Huria i. Ndang mulak be hita tu Sabbat ni Jahudi : ai halak Kristen do hita.



Marhitehite poda on taalo jala tatulak do poda ni par-Sabbatis na mandok ari Sabtu do Sabbath Siparbadiaan.


Bindu 14

TARINGOT TU SIPANGANON



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Denggan do sude nasa na tinompa ni Debata jala ndang sisubanghononhon nasa na jinalo mardongan roha mauliate, ai na gabe badia do i binahen ni Hata ni Debata dohot tangiang.



Ndang gabe badia jolma hinorhon ni na mangaradoti angka subangsubang taringot tu sipanganon. Ai haporseaon do manjalo habadiaon sian Debata. Ndang gabe badia jolma hinorhon ni na mangaradoti taringot tu sipanganon. I do alana umbahen dialo Apostel Paulus angka patik-patik ni Jahudi taringot tu sipanganon. Ndang jadi parpudi Barita Nauli bahenon ni angka subangsubang, bahenon ni angka Hadis manang Tradisi. Mat. 15; Rom 144; Kol. 2; Ul. 15; I Tim. 4, 4 - 5.



Marhitehite poda on, taalo jala tatulak do poda ni parpoda na mamodahon songon i.



Bindu 15

HAPORSEAON DOHOT ULAON NA DENGGAN



Tahaporseai jala tahatindanghon do:



Ingkon parbue ni haporseaon do ulaon na denggan i. Na lilu do halak molo dihirim dapotan hatigoran, hangoluan, apulapul dohot hasonangan ibana moo diula ulaon na denggan. Holan Tuhan Jesus do na boi manesa dosa dohot padomuhon jolma tu Debata.



Siradotan do : Patik na 10 i. Alai marhite haporseaon do mangolu jolma, ndada sian na mangulahon na denggan sambing. Tondi Parbadia do mangonjar jolma mangulahon ulaon na denggan. (Ia so Tondi i na mangonjar, gabe dosa do ulaon na denggan i). Joh. 5, 15 - 16; Ep. 2, 8; Rom 5, 1.



Bindu 16

PARNINGOTAN DI NA MONDING



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Ampe do tu jolma : Mate sahali, dung i uhum i. Heb. 9, 27. Na maradian nama ibana sian ulaonna. Pangk. 14, 13. Jala Jesus Kristus do Tuhan ni na mangolu dohot na mate. Asa ia tabahen pe parningotan di angka na monding, na marningot ajalta sandiri do hita disi dohot pahothon panghirimonta di hadodomu ni angka na porsea tu Debata dohot pahothon rohanta do i di ngolu parungkilon on. Pangk. 7, 9 - 17.



Marhite poda on taalo jala tatulak do : Poda Hasipelebeguon na mandok : Adong do pardomuan ni tondi ni naung mate dohot jolma na mangolu. Songon i poda na mandok : Laos tinggal di tanoman i do tondi m na mate i. Laos songon i taalo jala tatulak do poda ni Rom Katholik na mamodahon : Api pangurason (Api parpitapita) na ingkon boluson mangurasi tondi ni naung mate asa tu hangoluan, jala na boi patupaon Misa di na mate, dohot na manangianghon naung mate i asa humatop malua sian api pangurason. Laos songon i na martangiang tu tondi ni na badia naung mate dohot na manghirim taripar hagogoon dohot habadiaon ni angka naung mate - tanomanna - ulaonna - barangbarangna - holiholina (parmanomanoan), reliqui.



Bindu 17

TARINGOT TU SURUSURUAN



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Ia angka surusuruan : Na tinompa ni Debata do i, i ma pangoloi di Ibana, jala tondi parhobas, angka na sinuru, mangurupi angka sitean haluaon i.


Heb. 1, 14


Bindu 18

ARI UHUM SOGOT



Tahaporseai jala tahatindanghon do :



Na ro do Tuhan Jesus Kristus di ari parpudi laho manungguli angka na mate, Joh. 5, 28. I Tess. 4, 16; Mat. 24, 3; Luk. 21, 28; Pangk. 20: 11 -15. Manguhumi nasa jolma, Mat. 25. I Kor. 15, 52; II Kor. 5, 10. Disi ma jouonna angka na porsea laho manean hangoluan salelenglelengna. Mat. 25, 34. Alai angka na so porsea laho ma nasida tu na bernit salelenglelengna. Mat. 25. Hot ma tohap ni na porsea i di lambung ni Debata ro di salelenglelengna.



Marhite poda on taalo jala tatulak do poda na mandok :

Na boi do etongetongon ni jolma haroro ni Kristus paduahalihon

Poda na mandok : Na adong dope parasian dung mate jolma i.

Sandok taondolhon : Na so panagaman do haroroNa. Ida: I Tess. 5, 2; Mat. 24, 42; 44, 50, Luk. 12, 35 36. Asa tongtong hobas hita songon na pinasingothonna i. Luk. 12, 35 - 36.








Daftar Label dari Kategori Katekhimus Kecil
(7)







Pelatihan Online EasyWorship 2009 mulai 06 April 2015
- Soal Latihan 1 EasyWorship 2009 - Pembuatan Slide Tata Ibadah
- Register | Login


All Katekhimus Kecil
Download MP3 Music
(7)



Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
MENU UTAMA:
Alkitab(1)
Berita HKBP(1)
Berita HKBP 2016(4)
Bibel(1)
Bibel Padan Na Imbaru(261)
Bibel Padan Na Robi(934)
BN (Buku Nyanyian HKBP)(859)
Buku Ende(873)
Catatan Penting Tataibadah(5)
Contoh Tata Ibadah HKBP(88)
DOWNLOAD BUKU(1)
Kamus(1)
Katekhimus Kecil(7)
Khotbah HKBP(191)
Khotbah HKBP 2016(52)
Khotbah HKBP 2017(3)
Kumpulan Tangiang Bahasa Batak(4)
Lagu KOOR HKBP(710)
Lagu Natal Batak(13)
Lagu Pernikahan Batak(20)
Lagu Rohani Batak(197)
Materi Katekisasi Sidi - Marguru Malua HKBP(22)
NA(4)
Pembacaan Alkitab Almanak HKBP 2015(8)
Pembacaan Alkitab Almanak HKBP 2016(14)
Pembacaan Alkitab Almanak HKBP 2017(1)
Suplemen Buku Ende(181)
Tata Ibadah HKBP(108)
Tata Ibadah HKBP 2019(56)
Tentang HKBP(8)
Video Jamita(1)
Video Lagu(2)

Arsip Katekhimus Kecil..


Register
Login

Alkitab 3 Bahasa
(Batak - Indonesia - Jerman)


contoh pencarian yang benar: Matius 5. Contoh pencarian salah Matius 5:1
songbatak.com-karaoke





Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de