f
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
|
Download MP3 Music Markus 5:36 Konteks 5:36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" Penjelasan: * Mrk 5:36 36. Dengan mengabaikan apa yang dikatakan oleh para utusan itu, Yesus mengatakan kepada sang kepala rumah ibadat, "Jangan takut, percaya saja!" Kedua kata kerja ini dalam bentuk waktu sekarang dalam bahasa Yunani. Laporan para utusan telah membuat kepala rumah ibadat takut, tetapi Kristus mendorongnya agar tidak meninggalkan imannya selama ini. * Mrk 5:36 - PERCAYA SAJA. Nas : Mr 5:36 Putri kepala rumah ibadat itu sudah meninggal dunia (ayat Mr 5:35). Tanggapan Yesus ialah membangun iman sang ayah, bahkan dalam situasi yang tampaknya tak berpengharapan. Sepanjang sejarah penebusan, orang percaya telah menempatkan kepercayaan mereka kepada Allah sekalipun kelihatannya seakan segala sesuatu tidak memberi harapan lagi. Pada saat-saat seperti itu, Allah menganugerahkan iman yang diperlukan dan melepaskan umat-Nya sesuai dengan tujuan dan kehendak-Nya (bd. Mazm 22:5; Yes 26:3-4; 43:2). Hal ini berlaku bagi Abraham (Kej 22:2; Yak 2:21-22), Musa (Kel 14:10-22; 32:10-14), Daud (1Sam 17:44-47), Yosafat (2Taw 20:1-2,12), dan Yairus (ayat Mr 5:21-23,35-42). * Putri Yairus Dihidupkan Kembali (5:35-43) Penyakit dan kematian masuk ke dalam dunia melalui dosa dan ketidaktaatan Adam yang pertama, tetapi dengan anugerah Adam yang kedua, baik penyakit maupun kematian itu dikalahkan. Di sini, setelah menyembuhkan penyakit yang tak tersembuhkan, Kristus terus maju dan menang atas maut, seperti pada awal pasal ini ketika Dia menang atas Iblis yang ganas. I. Suatu berita sedih disampaikan kepada Yairus, bahwa anaknya sudah mati, dan oleh sebab itu, jika Kristus sama seperti tabib-tabib lain, kedatangan-Nya sudah terlambat. Selagi masih ada kehidupan, maka ada harapan dan kesempatan untuk menggunakan berbagai sarana; tetapi ketika kehidupan sudah direnggut, maka segala sesuatunya sudah tidak berguna lagi; "Apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" (ay. 35). Biasanya, bila kejadian seperti ini terjadi, maka orang akan berpikir "Masalah ini sudah ditakdirkan, kehendak Allah sudah terjadi, dan aku berserah saja, aku menerimanya; TUHAN yang memberi, dan TUHAN yang mengambil. Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku, siapa tahu Tuhan mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali lagi kepadaku." Dengan perkataan demikian kita bisa menenangkan diri pada saat-saat seperti itu, supaya dengan demikian jiwa kita belajar tenang bagaikan seorang anak yang disapih dari ibunya. Namun, peristiwa yang kita lihat di sini sungguh luar biasa, kematian anak ini tidak mengakhiri cerita ini, seperti yang biasanya terjadi. II. Kristus menghibur ayah yang sedang kesusahan itu agar tetap berharap bahwa permohonannya kepada Kristus untuk anaknya itu tidaklah sia-sia. Walaupun di tengah perjalanan-Nya Kristus masih menyembuhkan orang lain, Dia tidak akan menderita karenanya, dan juga tidak akan menjadi rugi karena keuntungan yang diperoleh oleh orang lain itu; Jangan takut, percaya saja. Kita bisa beranggapan bahwa Yairus mungkin diam sejenak, berpikir apakah dia masih harus meminta Kristus untuk datang atau tidak; tetapi bukankah pada saat kita berkabung, dan juga pada waktu sakit, kita membutuhkan anugerah Allah dan penghiburan-Nya, dan karena itu memerlukan doa-doa dari hamba Allah dan saudara-saudari seiman? Oleh sebab itu, Kristus segera memutuskan apa yang akan dilakukan-Nya dalam hal ini, "Jangan takut bahwa kedatangan-Ku tidak akan ada gunanya, percaya saja bahwa Aku akan membuatnya menjadi sesuatu yang baik." Perhatikanlah: . Kita tidak boleh berputus asa atas saudara-saudara kita yang sudah meninggal, juga tidak boleh berduka atas mereka seperti orang yang tidak mempunyai harapan. Lihatlah apa yang dikatakan kepada Rahel, yang tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi; Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab masih ada harapan untuk hari depanmu, anak-anak akan kembali ke daerah mereka (Yer. 31:15-17). Oleh sebab itu jangan takut, jangan khawatir. . Iman adalah satu-satunya obat untuk kedukaan dan ketakutan yang menggelisahkan pada saat-saat seperti ini, biarlah iman menghentikan kedukaan dan ketakutan itu, Hanya, percayalah saja. Tetaplah yakin dalam Kristus, dan bergantunglah pada-Nya, maka Ia akan melakukan apa yang terbaik. Percayalah akan kebangkitan, dan janganlah takut. III. Kristus pergi ke rumah tempat anak yang terbaring mati itu dengan orang-orang pilihan-Nya. Di tengah kerumunan orang ramai Dia memberikan keuntungan kepada wanita malang yang terakhir kali disembuhkan-Nya itu, namun, kini Ia menyuruh orang ramai itu bubar dan tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali murid-murid kesayangan-Nya, Petrus, Yakobus, dan Yohanes; suatu jumlah yang memadai untuk menjadi saksi mujizat, dan bukan jumlah orang yang berlebihan yang akan menimbulkan kesan seolah-olah Dia ingin pamer. IV. Kristus menghidupkan kembali anak yang sudah mati itu; suasana dalam kisah ini sangat mirip dengan yang terdapat dalam Injil Matius, hanya saja di sini kita dapat mengamati: . Bahwa anak itu sangat disayangi, karena sanak saudara dan tetangga-tetangganya menangis dan meratap dengan suara nyaring. Memang sangatlah menyakitkan bila apa yang mekar bagaikan bunga begitu cepat terpotong dan layu sebelum berkembang; yaitu ketika anak yang seharusnya memberi kepada kita penghiburan menjadi duka besar bagi kita. . Bahwa tidak dapat disanggah lagi kalau anak itu benar-benar mati. Ejekan mereka kepada Kristus karena berkata Anak ini tidak mati, tetapi tidur, walaupun sangat patut ditegur, merupakan bukti akan hal ini. . Bahwa Kristus mengusir mereka yang tidak layak untuk menjadi saksi mujizat, yang hanya ribut dengan kedukaan mereka dan tidak tahu akan hal-hal mengenai Allah. Mereka tidak mengerti Kristus ketika Dia berkata mengenai kematian sebagai tidur, mereka begitu menghina dan mengejek-Nya karena berkata demikian. . Bahwa Kristus membawa orangtua anak itu untuk menjadi saksi mujizat, karena Dia bisa melihat iman mereka dan dengan begitu mau menghibur mereka dengan mujizat itu. Mereka sungguh orang benar, karena mereka berkabung dengan tenang. . Bahwa Kristus menghidupkan kembali anak itu melalui suatu perkataan yang mengandung kuasa, yang tercatat di sini, dan tercatat dalam bahasa Aram, yakni bahasa yang dituturkan Kristus, untuk lebih memastikan apa yang dikatakan-Nya, "Talita kum, Hai Anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah." Menurut Dr. Lightfoot, biasanya orang Yahudi dulu ketika memberikan obat kepada orang sakit, akan berkata, "Bangunlah dari penyakitmu," yang artinya Kami berharap supaya engkau bisa bangun. Akan tetapi, kepada orang yang sudah mati, Kristus berkata, "Bangunlah dari kematian," yang artinya, Aku perintahkan agar engkau bangun. Ada yang lebih lagi di sini, orang mati tidak mempunyai kekuatan untuk bangkit, dan oleh sebab itu, ada kuasa yang menyertai perkataan ini dan membuatnya bekerja. Da quod jubes, et jube quod vis -- Berilah apa yang engkau perintahkan, dan perintahkan apa yang engkau kehendaki. Kristus bekerja sewaktu Ia memberikan perintah, dan bekerja melalui perintah itu, dan oleh sebab itu bisa memerintahkan apa saja yang diinginkan-Nya, bahkan kepada orang mati untuk bangkit. Seperti inilah panggilan Injil ditujukan kepada kita yang dari asalnya sudah mati akibat pelanggaran dan dosa, dan kita tidak mampu bangkit dari kematian kita itu dengan kekuatan kita sendiri, seperti anak ini. Akan tetapi, perkataan, "Bangunlah, dan bangkitlah dari antara orang mati," ini akan berhasil dan tidak sia-sia bila langsung diikuti dengan perkataan, Kristus akan bercahaya atas kamu (Ef. 5:14). Melalui perkataan atau firman Kristuslah kita diberi kehidupan rohani, Engkau harus hidup (Yeh. 16:6). . Bahwa anak itu, segera setelah hidupnya kembali, bangkit berdiri dan berjalan (ay. 42). Kita akan hidup lagi secara rohani bila kita bangkit dari tempat tidur kemalasan dan kecerobohan kita, bila kita berjalan dalam kesalehan, berjalan naik dan turun dalam nama dan kekuatan Kristus. Bahkan mereka yang berumur dua belas tahun pun diharapkan untuk berjalan seperti orang yang sudah dihidupkan kembali oleh Kristus, supaya mereka tidak berjalan menuruti kesia-siaan pikiran mereka sendiri. . Bahwa semua yang melihat dan mendengar tentang mujizat itu kagum akan mujizat tersebut dan akan Dia yang melakukannya; Semua orang yang hadir sangat takjub. Tidak bisa tidak, mereka mengakui bahwa ada sesuatu yang hebat dan luar biasa dalam mujizat ini, namun, meskipun begitu mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat atau pikirkan dengan kejadian itu. Kekaguman mereka ini seharusnya membangkitkan iman yang hidup, tetapi rupanya ini hanya sebatas keheranan atau ketakjuban saja. . Bahwa Kristus berusaha menutupi mujizat itu; Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu. Mujizat ini diketahui oleh beberapa orang secukupnya, dan Kristus belum menginginkan hal itu diberitakan ke mana-mana, karena kebangkitan-Nya sendiri yang akan menjadi contoh agung mengenai kuasa-Nya atas maut, dan oleh sebab itu, pemberitaan contoh-contoh lain harus ditunda sampai bukti yang agung itu diberikan, biarlah satu bagian bukti dirahasiakan dulu sampai bagian bukti yang lain, yang merupakan bukti utama, sudah siap diberitakan. . Bahwa Kristus memperhatikan agar anak itu diberi makan. Melalui hal ini tampak bahwa anak itu dibangkitkan bukan hanya untuk hidup, melainkan juga untuk berada dalam kesehatan yang baik, sehingga dia mempunyai nafsu makan; sebagaimana bayi-bayi yang lahir baru dalam rumah Kristus pun menginginkan susu yang murni (1Ptr. 2:1-2). Dapat juga diamati bahwa, seperti ketika pertama kali Ia menciptakan manusia, Ia segera menyediakan makanan untuknya, dan makanannya keluar dari tanah yang darinya manusia itu diciptakan (Kej. 1:29), jadi sekarang ketika Dia memberikan hidup baru, Dia memastikan agar ada sesuatu diberikan untuk dimakan; karena Dia yang memberikan kehidupan, Dia juga bisa dipercaya untuk memberikan penghidupan, karena hidup itu lebih penting daripada makanan (Mat. 6:25). Apabila Kristus sudah memberikan kehidupan rohani, maka Dia akan menyediakan makanan untuk menyokong dan menumbuhkan kehidupan itu sampai kepada hidup kekal, karena Dia tidak akan meninggalkan, atau ingin meninggalkan, pekerjaan tangan-Nya sendiri. Label: Markus 5:36
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | NEXT: Khotbah HKBP Kamis, 6 Agustus 2015 Yesaya 53:11 PREV: Khotbah HKBP Selasa, 4 Agustus 2015 Matius 5:16 All Garis Besar: All Khotbah HKBP 1 Korintus 12:6 (1) 1 Korintus 4:5 (1) 1 Petrus 1:3 (1) 1 Petrus 5:10 (1) 1 Raja-raja 8:29 (1) 1 Samuel 14:6 (1) 1 Samuel 16:7b (1) 1 Samuel 2:1-10 (1) 1 Tesalonika 4:17-18 (1) 1 Tesalonika 5:17 (1) 1 Tesalonika 5:18 (1) 1 Timotius 4:12 (1) 1 Timotius 4:16 (1) 1 Yohanes 1:3 (1) 2 Kor 12:2-10 (1) 2 Kor 4:13-5:1 (1) 2 Kor 5:6-10 (1) 2 Raja-Raja 5:17 (1) 2 Samuel 15:26 (1) 2 Tawarikh 18:4 (1) 2 Tes 3:16 (1) 2 Timotius 4:17 (1) Amsal 16:33 (1) Amsal 20:9 (1) Amsal 4:7 (1) Bilangan 14:19 (1) Efesus 2:14 (1) Efesus 4:1-16 (1) Efesus 5:19 (1) Efesus 6:13 (1) Epesus 3:14-21 (1) Filipi 1:6 (1) Filipi 2:27 (1) Filipi 4:19 (1) Filipi 4:5 (1) Galatia 4:14 (1) Galatia 5:13 (1) Ibrani 12:15 (1) Ibrani 13:7 (1) Kejadian 12:4 (1) Kejadian 16:13 (1) Kejadian 24:7 (1) Kis 10:44-48 (1) Kis 1:1-11 (1) Kis 2:1-21 (1) Kisah Para Rasul 10:28 (1) Kisah Para Rasul 17:27 (1) Kisah Para Rasul 4:5-12 (1) Kisah Para Rasul 6:1-15 (1) Kisah Para Rasul 8:26-40 (1) Kisah Para Rasul 9:3-4 (1) Kisah Rasul 11:23 (1) Kolose 1:12 (1) Kolose 3:17 (1) Kor 8:7-15 (1) Lukas 15:20b (1) Lukas 18:7 (1) Lukas 19:2-3 (1) Lukas 1:30 (1) Lukas 1:39-45 (1) Lukas 1:51-52 (1) Lukas 1:68 (1) Lukas 21:25-36 (1) Lukas 3:1-6 (1) Lukas 3:7-18 (1) Mark 10:2-16 (1) Mark 12:28-34 (1) Mark 6:14-29 (1) Markus 10:17-31 (1) Markus 10:35-45 (1) Markus 10:46-52 (1) Markus 13:1-8 (1) Markus 4:38 (1) Markus 5:36 (1) Markus 6:30-34, 53-56 (1) Markus 9:38-50 (1) Matius 10:30-31 (1) Matius 14:19-20 (1) Matius 25:31-32 (1) Matius 25:35-36 (1) Matius 5:11 (1) Matius 5:16 (1) Matius 5:45 (1) Matius 5:9 (2) Matius 6:13 (1) Mazmur 100:2 (1) Mazmur 102:25 (1) Mazmur 118:25 (1) Mazmur 119:2 (1) Mazmur 121:5-6 (1) Mazmur 135:14 (1) Mazmur 139:5 (1) Mazmur 147:3 (1) Mazmur 148:7,12 (1) Mazmur 14:3 (1) Mazmur 17:7 (1) Mazmur 25:12 (1) Mazmur 25:5 (1) Mazmur 33:11 (1) Mazmur 34:8 (1) Mazmur 89:16-27 (1) Mazmur 97:10 (1) Ratapan 3:25 (2) Roma 10:14 (1) Roma 11:33 (1) Roma 12:2 (1) Roma 5:20 (1) Roma 5:3-4 (1) Roma 7:24-25 (1) Roma 8:8 (1) Ulangan 11:7 (1) Ulangan 18:10,12 (1) Ulangan 28:1a,6 (1) Ulangan 6:1-2 (1) Ulangan 6:6-7 (1) Wahyu 11:15 (1) Wahyu 16:7 (1) Wahyu 21:6 (1) Wahyu 3:8 (1) Yakobus 1:19 (1) Yakobus 5:13 (1) Yakobus 5:8 (1) Yehezkiel 11:19 (1) Yehezkiel 34:2 (1) Yehezkiel 37:14 (1) Yehezkiel 37:26 (1) Yeremia 10:6 (1) Yeremia 29:13-14 (1) Yeremia 2:27 (1) Yeremia 31:8 (1) Yeremia 32:19 (1) Yeremia 9:23-24 (1) Yesaya 2:11 (1) Yesaya 40:29 (1) Yesaya 45:15 (1) Yesaya 52:10 (1) Yesaya 53:11 (1) Yesaya 53:5 (1) Yesaya 54:8 (1) Yesaya 66:2 (1) Yesaya 9:1-6 (1) Yoel 2:13 (1) Yohanes 14:6 (1) Yohanes 15:14 (1) Yohanes 18:33-37 (1) Yohanes 1:1-14 (1) Yohanes 3:13-17 (1) Yohanes 3:14 (1) Yohanes 6:25, 41-51 (1) Yohanes 6:37 (1) Yohanes 6:51-58 (1) Yohanes 6:56-69 (2) Yohanes 8:12-19 (1) Yosua 24:24 (1) Yosus 24:14 (1) Yunus 2:8 (1)
Nyanyian Ibadah Gereja: Lagu Koor Gereja, JB (Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, Kidung Ceria, NR, NR TORAJA, PKJ TORAJA, NKB TORAJA, NJNE, PENANIAN MASALLO', Pa'pudian, Mazmur Genewa, Nyanyian Jemaat GPM, LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan KKB, KPKL, KPKA, Kidung RIA GKJW, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Suplemen Buku Ende, MNR1 (Mazmur dan Nyanyian Buku 1), MNR2 (Mazmur dan Nyanyian Buku 2), Nafiri Rohani, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Lagu Perkantas, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Puji Syukur, Madah Bakti, |
NEXT: Khotbah HKBP Kamis, 6 Agustus 2015 Yesaya 53:11 PREV: Khotbah HKBP Selasa, 4 Agustus 2015 Matius 5:16 Minggu, 28 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 28 Juni 2026 - Holong Na Manghorhon Las Ni Roha Dohot Gogo (Kasih yang mendatangkan sukacita dan kekuatan) - Filemon 1:4-7 Minggu, 21 Juni 2026 Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagu-gereja.com Lagu-Gereja - FB © 2012 . All Rights Reserved. |