f Khotbah HKBP Jumat, 31 Juli 2015 Mazmur 25:5 - hkbp.lagu-gereja.com | Lagu gereja HKBP | BUKU ENDE NOT ANGKA
Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP, Suplemen Buku Ende, Lagu KOOR HKBP, Katekhimus Kecil
hkbp.lagu-gereja.com
 
Jamita HKBP Minggu, 21 Juni 2026 - Pemeliharaan Allah Yang Universal - Kejadian 21:8-21
# I. Latar Belakang Teks, II. Allah Memelihara Orang yang Tidak Diperhitungkan Manusia, III. Allah Bekerja Melampaui Batas Suku, Bangsa, dan Status, IV. Allah Menolong Pada Saat yang Tepat, V. Allah Memiliki Masa Depan bagi Setiap Orang,
View : 8658 kali

Download MP3 Music
Khotbah HKBP Jumat, 31 Juli 2015
Mazmur 25:5

Konteks
25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Penjelasan:

* Kepada-Mu, ya Tuhan

1-7. Doa Memohon Perlindungan. Kepada-Mu, ya Tuhan. Dasar dari permohonan akan perlindungan ini ialah kepercayaan bersahaja pemazmur kepada Allah. Kendatipun musuh-musuhnya belum mengalahkan dia, mereka selalu menjadi ancaman. Dia memohon belas kasihan dan kemurahan Allah, yang telah dinyatakan dalam sejarah.

* Permohonan-permohonan yang Sungguh-sungguh
Mazmur ini penuh dengan curahan perasaan yang saleh kepada Allah. Keinginan hati yang kudus mengalir mencari perkenan dan anugerah-Nya, dengan tindakan-tindakan iman yang hidup akan janji-janji-Nya. Kita dapat belajar di sini,
I. Apa yang didoakan di sini (ay. 1-15).
II. Apa yang harus kita doakan: pengampunan dosa (ay. 6-7, 18), petunjuk dalam melaksanakan kewajiban (ay. 4-5), belas kasihan Allah (ay. 16), pelepasan dari segala kesesakan kita (ay. 17-18), perlindungan dari musuh-musuh kita (ay. 20-21), dan keselamatan jemaat Allah (ay. 22).
III. Apa yang bisa kita serukan di dalam doa: keyakinan kita kepada Allah (ay. 2-3, 5, 20-21), kesusahan kita dan kebencian musuh-musuh kita (ay. 17, 19), dan ketulusan hati kita (ay. 21).
IV. Janji-janji berharga apa yang kita miliki untuk mendorong kita di dalam doa: akan bimbingan dan petunjuk (ay. 8-9, 12), keuntungan kovenan (ay. 10), dan kesenangan dalam persekutuan dengan Allah (ay. 13-14).
Mudah bagi kita untuk menerapkan sejumlah bacaan dalam mazmur ini pada diri kita sendiri ketika kita menyanyikannya, karena kita sering kali mempunyai masalah, dan selalu mempunyai dosa, untuk dikeluhkan di hadapan takhta anugerah.
Permohonan-permohonan yang Sungguh-sungguh (25:1-7)
Di sini kita mendapati pengakuan-pengakuan Daud tentang keinginan hatinya terhadap Allah dan kebergantungannya pada-Nya. Ia sering kali memulai mazmurnya dengan pengakuan-pengakuan seperti itu, bukan untuk menggerakkan Allah melainkan untuk menggerakkan dirinya sendiri, dan untuk bersungguh-sungguh menjalani pengakuan-pengakuan itu.
I. Ia memberikan pengakuan akan keinginan hatinya terhadap Allah: Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku (ay. 1). Dalam mazmur sebelumnya (ay. 4), digambarkan sifat orang benar, yaitu bahwa ia tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan (kjv: tidak mengangkat jiwanya kepada kesia-siaan -pen.). Sebaliknya, pintu-pintu yang berabad-abad dipanggil untuk mengangkat kepala mereka supaya masuk Raja Kemuliaan(ay. 7). Sifat inilah, panggilan inilah, yang dijawab Daud di sini, "Tuhan, kuangkat jiwaku, bukan kepada kesia-siaan, melainkan kepada-Mu." Perhatikanlah, saat menyembah Allah kita harus mengangkat jiwa kita kepada-Nya. Doa adalah mengangkat jiwa kepada Allah. Allah harus dipandang dan jiwa harus digerakkan. Ungkapan sursum corda - angkatlah hatimu, dulu kala digunakan sebagai panggilan untuk beribadah. Dengan celaan kudus terhadap dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, serta dengan pikiran teguh dan iman yang giat, kita harus mengarahkan pandangan kita kepada Allah. Dengan begitu, kita boleh mengungkapkan segala keinginan hati kita kepada-Nya sebagai sumber kebahagiaan kita.
II. Ia memberikan pengakuan akan kebergantungannya pada Allah dan memohon agar ia mendapat keuntungan dan penghiburan dari kebergantungannya itu (ay. 2): Allahku, kepada-Mu aku percaya. Hati nuraninya bersaksi bagi dia bahwa dia tidak menaruh percaya kepada dirinya sendiri atau kepada ciptaan mana pun, dan bahwa kepercayaannya kepada Allah atau kepada kuasa dan janji-Nya tidaklah berkurang. Hatinya senang dengan pengakuan imannya kepada Allah ini. Karena ia mempercayakan dirinya kepada Allah, dia menjadi tenang, sangat puas, dan bebas dari rasa takut terhadap bahaya. Pengakuan percaya itu ia serukan kepada Allah, yang selalu merasa terhormat untuk menolong orang-orang yang menghormati Dia dengan kepercayaan mereka kepada-Nya. Apa yang diandalkan manusia pasti akan membawa entah sukacita atau rasa malu kepada mereka, sesuai dengan apa yang terbukti nanti. Nah, di sini Daud, dengan penuh iman, berdoa dengan sungguh-sungguh,
1. Agar malu jangan sampai menimpanya: "Janganlah kiranya aku mendapat malu karena kepercayaanku kepada-Mu. Janganlah kiranya kepercayaanku goyah oleh karena ketakutan-ketakutan yang melanda, dan janganlah kiranya aku dikecewakan dengan apa yang kuandalkan daripada-Mu. Sebaliknya, Tuhan, peliharalah apa yang telah kupercayakan kepada-Mu." Perhatikanlah, jika kita menjadikan kepercayaan kita kepada Allah sebagai penopang kita, maka kita tidak akan mendapat malu. Dan, jika kita beria-ria di dalam Dia, maka musuh-musuh kita tidak akan beria-ria atas kita, seperti yang akan mereka lakukan seandainya kita sekarang tenggelam dalam ketakutan-ketakutan kita, atau segala harapan kita kandas pada akhirnya.
2. Agar malu jangan sampai menimpa siapa saja yang percaya kepada Allah. Semua orang kudus telah memperoleh iman berharga yang sama, dan karena itu, tanpa diragukan lagi, pada akhirnya mereka akan sama-sama berhasil. Dengan demikian, persekutuan orang-orang kudus tetap dijaga, bahkan melalui saling doa satu bagi yang lainnya di antara mereka. Orang-orang kudus yang sejati akan membuat permohonan bagi semua orang kudus. Sudahlah pasti, siapa pun yang berharap kepada Allah, dengan percaya dan setia menanti-nantikan Dia, dengan percaya dan terus berharap menunggu Dia, tidak akan mendapat malu karenanya.
3. Agar malu akan menimpa para pendosa. Yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya, atau dengan sia-sia, sesuai dengan arti kata itu.
(1) Tanpa dihasut. Mereka memberontak terhadap Allah dan kewajiban mereka, terhadap Daud dan pemerintahannya (begitu menurut sebagian orang), tanpa penyebab apa pun. Mereka tidak bisa menunjukkan kesalahan apa pun yang mereka temukan pada Allah, atau dalam hal apa saja Dia telah menyusahkan mereka. Semakin lemah godaan yang membuat manusia ditarik ke dalam dosa, semakin kuat kejahatan yang membuat mereka terdorong untuk berbuat dosa. Orang-orang berdosa yang paling buruk adalah mereka yang berdosa hanya demi dosa itu sendiri.
(2) Tanpa hasil. Mereka tahu bahwa usaha-usaha mereka melawan Allah tidak akan membawa hasil apa-apa. Mereka membayangkan hal yang sia-sia, dan oleh sebab itu mereka akan segera dipermalukan karenanya.
III. Ia memohon bimbingan dari Allah untuk melaksanakan kewajibannya (ay. 4-5). Berulang kali di sini ia berdoa kepada Allah untuk mengajarinya. Ia sendiri adalah orang yang berpengetahuan, namun demikian, orang yang paling cerdas dan paling taat sekalipun, keduanya perlu dan ingin diajar oleh Allah. Dari Dia kita harus selalu belajar.
Perhatikanlah:
1. Apa yang ingin dipelajarinya: "Ajarilah aku, bukan kata-kata indah atau gagasan-gagasan yang hebat, melainkan jalan-jalan-Mu, kebenaran-Mu, jalan-jalan yang di dalamnya Engkau berjalan menghampiri manusia, yang melulu merupakan segala belas kasihan dan kebenaran (ay. 10). Ajarilah aku jalan-jalan yang Engkau ingin aku berjalan di dalamnya untuk menuju Engkau." Orang-orang yang berhasil diajar adalah mereka yang memahami kewajiban mereka, dan mengetahui apa yang baik yang harus mereka lakukan (Pkh. 2:3). Jalan-jalan Allah dan kebenaran-Nya adalah sama. Hukum-hukum ilahi didirikan di atas kebenaran-kebenaran ilahi. Jalan perintah-perintah Allah adalah jalan kebenaran ( 119:30). Kristus adalah jalan dan kebenaran itu, dan karena itu kita harus belajar dari Kristus.
2. Apa yang diinginkannya dari Allah, supaya dia bisa belajar dari-Nya.
(1) Agar Allah mencerahkan pengertiannya tentang kewajibannya: "Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, dan ajarlah aku."Ketika kita dilanda keraguan, kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh agar Allah membuatnya jelas bagi kita apa yang diinginkan-Nya untuk kita lakukan.
(2) Agar Allah mengarahkan kehendaknya untuk belajar pada-Nya, dan menguatkan dia selama melakukannya: "Tuntunlah aku, dan ajarilah aku." Tidak hanya seperti kita menuntun orang yang sudah rabun mata, supaya ia tidak tersesat, melainkan juga seperti kita menuntun orang yang sakit, lemah, dan tidak berdaya, untuk membantu dia agar terus berjalan dan menjaganya agar dia tidak jatuh pingsan. Dalam perjalanan menuju sorga, kita tidak akan berjalan lebih jauh daripada apa yang dikehendaki Allah dalam menuntun dan menopang kita.
3. Apa yang diserukannya,
(1) Pengharapannya yang besar dari Allah: Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku. Perhatikanlah, orang-orang yang memilih keselamatan dari Allah sebagai tujuan akhir mereka, dan yang menjadikan-Nya sebagai Allah yang menyelamatkan mereka, dapat datang dengan berani kepada-Nya untuk meminta bimbingan dari-Nya supaya dituntun di dalam jalan yang menuju tujuan itu. Jika Allah menyelamatkan kita, Dia juga akan mengajar dan menuntun kita. Dia yang memberikan keselamatan pasti akan memberikan petunjuk.
(2) Penantiannya akan Allah yang tanpa henti: Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Dari mana seorang hamba mengharapkan petunjuk mengenai apa yang harus dikerjakannya kecuali dari tuannya sendiri, yang dinanti-nantikannya sepanjang hari? Jika kita dengan tulus ingin mengetahui kewajiban kita, dengan tekad untuk melakukannya, maka kita tidak perlu merasa ragu lagi apakah Allah akan membimbing kita atau tidak.
IV. Ia berseru kepada rahmat Allah yang tidak terbatas, dan menyerahkan dirinya pada rahmat itu, tanpa mengaku-ngaku mempunyai jasa apa pun dari dirinya sendiri (ay. 6): "Ingatlah segala rahmat-Mu ya TUHAN, dan karena segala rahmat-Mu itulah, tuntunlah dan ajarlah aku, sebab rahmat-Mu itu sudah ada sejak purbakala."
1. "Sejak dahulu kala Engkaulah Allah yang selalu penuh rahmat. Itulah nama-Mu, itulah hakikat dan sifat-Mu, untuk menunjukkan rahmat."
2. "Segala rencana dan rancangan rahmat-Mu sudah ada sejak dari kekekalan. Bejana-bejana rahmat-Mu, sebelum dunia dijadikan, telah dipersiapkan untuk kemuliaan."
3. "Tindakan-tindakan rahmat-Mu kepada jemaat secara umum, dan kepadaku secara khusus, sudah ada sejak semula dari dahulu kala, dan terus ada sampai sekarang. Semuanya itu dimulai dari dulu, dan tidak akan pernah berhenti. Engkau telah mengajarku dari waktu aku muda, dan terus mengajarku sampai sekarang."
V. Ia secara khusus bersungguh-sungguh meminta pengampunan atas segala dosanya (ay. 7): "Dosa-dosaku pada waktu muda janganlah Kauingat. Tuhan, ingatlah segala rahmat-Mu (ay. 6), yang berbicara mendukung aku, dan jangan ingat dosa-dosaku, yang berbicara menentang aku." Inilah,
1. Sebuah pengakuan dosa yang tersirat. Ia berbicara secara khusus tentang dosa-dosa masa mudanya. Perhatikanlah, segala kesalahan dan kebodohan kita pada waktu muda memang seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk bertobat dan merendahkan diri walaupun waktunya sudah lama berselang, karena waktu sekali-kali tidak akan mengikis kesalahan dosa. Orang-orang yang sudah tua haruslah meratapi kegembiraan mereka yang penuh dosa dan bersedih atas kesenangan dosa yang mereka nikmati pada masa muda mereka. Ia membesar-besarkan dosa-dosanya, dengan menyebutnya pelanggaran-pelanggarannya. Semakin kudus, adil, dan baik hukum yang telah dilanggar oleh dosa, semakin berdosalah seharusnya pelanggaran kita tampak pada kita.
2. Ungkapan permohonan akan belas kasihan,
(1) Agar ia dibebaskan dari kebersalahannya: "Dosa-dosaku pada waktu muda janganlah Kauingat. Maksudnya, janganlah mengingatnya untuk melawan aku, janganlah membeberkannya untuk mendakwa aku, dan janganlah menghakimi aku karenanya." Ketika Allah mengampuni dosa, Dia dikatakan tidak mengingatnya lagi, yang menunjukkan penghapusan secara menyeluruh. Dia mengampuni dan melupakan.
(2) Agar ia boleh diterima dalam pandangan Allah: "Ingatlah kepadaku, pikirkanlah yang baik-baik untuk aku, dan datanglah pada waktunya untuk menolong aku." Tidak ada lagi yang kita perlu inginkan untuk membuat kita bahagia selain supaya Allah mengingat kita dengan kebaikan-Nya. Seruannya adalah, "sesuai dengan kasih setia-Mu, dan oleh karena kebaikan-Mu." Perhatikanlah, kebaikan Tuhanlah dan bukan kebaikan kita, rahmat-Nyalah dan bukan jasa kita sendiri, yang harus kita serukan untuk mendapatkan pengampunan dosa dan semua hal baik yang kita perlukan. Seruan ini harus selalu menjadi pegangan kita, seperti orang yang sadar akan kemiskinan dan ketidaklayakannya, seperti orang yang dipuaskan oleh kekayaan rahmat dan anugerah Allah.

Label:   Mazmur 25:5 











NEXT:
Khotbah HKBP Sabtu, 1 Agustus 2015 Wahyu 16:7 Cawan 3 - Perang


PREV:
Khotbah HKBP Kamis, 30 Juli 2015 Filipi 1:6


All Garis Besar:
All Khotbah HKBP
(32)
1 Korintus 12:6 (1)
1 Korintus 4:5 (1)
1 Petrus 1:3 (1)
1 Petrus 5:10 (1)
1 Raja-raja 8:29 (1)
1 Samuel 14:6 (1)
1 Samuel 16:7b (1)
1 Samuel 2:1-10 (1)
1 Tesalonika 4:17-18 (1)
1 Tesalonika 5:17 (1)
1 Tesalonika 5:18 (1)
1 Timotius 4:12 (1)
1 Timotius 4:16 (1)
1 Yohanes 1:3 (1)
2 Kor 12:2-10 (1)
2 Kor 4:13-5:1 (1)
2 Kor 5:6-10 (1)
2 Raja-Raja 5:17 (1)
2 Samuel 15:26 (1)
2 Tawarikh 18:4 (1)
2 Tes 3:16 (1)
2 Timotius 4:17 (1)
Amsal 16:33 (1)
Amsal 20:9 (1)
Amsal 4:7 (1)
Bilangan 14:19 (1)
Efesus 2:14 (1)
Efesus 4:1-16 (1)
Efesus 5:19 (1)
Efesus 6:13 (1)
Epesus 3:14-21 (1)
Filipi 1:6 (1)
Filipi 2:27 (1)
Filipi 4:19 (1)
Filipi 4:5 (1)
Galatia 4:14 (1)
Galatia 5:13 (1)
Ibrani 12:15 (1)
Ibrani 13:7 (1)
Kejadian 12:4 (1)
Kejadian 16:13 (1)
Kejadian 24:7 (1)
Kis 10:44-48 (1)
Kis 1:1-11 (1)
Kis 2:1-21 (1)
Kisah Para Rasul 10:28 (1)
Kisah Para Rasul 17:27 (1)
Kisah Para Rasul 4:5-12 (1)
Kisah Para Rasul 6:1-15 (1)
Kisah Para Rasul 8:26-40 (1)
Kisah Para Rasul 9:3-4 (1)
Kisah Rasul 11:23 (1)
Kolose 1:12 (1)
Kolose 3:17 (1)
Kor 8:7-15 (1)
Lukas 15:20b (1)
Lukas 18:7 (1)
Lukas 19:2-3 (1)
Lukas 1:30 (1)
Lukas 1:39-45 (1)
Lukas 1:51-52 (1)
Lukas 1:68 (1)
Lukas 21:25-36 (1)
Lukas 3:1-6 (1)
Lukas 3:7-18 (1)
Mark 10:2-16 (1)
Mark 12:28-34 (1)
Mark 6:14-29 (1)
Markus 10:17-31 (1)
Markus 10:35-45 (1)
Markus 10:46-52 (1)
Markus 13:1-8 (1)
Markus 4:38 (1)
Markus 5:36 (1)
Markus 6:30-34, 53-56 (1)
Markus 9:38-50 (1)
Matius 10:30-31 (1)
Matius 14:19-20 (1)
Matius 25:31-32 (1)
Matius 25:35-36 (1)
Matius 5:11 (1)
Matius 5:16 (1)
Matius 5:45 (1)
Matius 5:9 (2)
Matius 6:13 (1)
Mazmur 100:2 (1)
Mazmur 102:25 (1)
Mazmur 118:25 (1)
Mazmur 119:2 (1)
Mazmur 121:5-6 (1)
Mazmur 135:14 (1)
Mazmur 139:5 (1)
Mazmur 147:3 (1)
Mazmur 148:7,12 (1)
Mazmur 14:3 (1)
Mazmur 17:7 (1)
Mazmur 25:12 (1)
Mazmur 25:5 (1)
Mazmur 33:11 (1)
Mazmur 34:8 (1)
Mazmur 89:16-27 (1)
Mazmur 97:10 (1)
Ratapan 3:25 (2)
Roma 10:14 (1)
Roma 11:33 (1)
Roma 12:2 (1)
Roma 5:20 (1)
Roma 5:3-4 (1)
Roma 7:24-25 (1)
Roma 8:8 (1)
Ulangan 11:7 (1)
Ulangan 18:10,12 (1)
Ulangan 28:1a,6 (1)
Ulangan 6:1-2 (1)
Ulangan 6:6-7 (1)
Wahyu 11:15 (1)
Wahyu 16:7 (1)
Wahyu 21:6 (1)
Wahyu 3:8 (1)
Yakobus 1:19 (1)
Yakobus 5:13 (1)
Yakobus 5:8 (1)
Yehezkiel 11:19 (1)
Yehezkiel 34:2 (1)
Yehezkiel 37:14 (1)
Yehezkiel 37:26 (1)
Yeremia 10:6 (1)
Yeremia 29:13-14 (1)
Yeremia 2:27 (1)
Yeremia 31:8 (1)
Yeremia 32:19 (1)
Yeremia 9:23-24 (1)
Yesaya 2:11 (1)
Yesaya 40:29 (1)
Yesaya 45:15 (1)
Yesaya 52:10 (1)
Yesaya 53:11 (1)
Yesaya 53:5 (1)
Yesaya 54:8 (1)
Yesaya 66:2 (1)
Yesaya 9:1-6 (1)
Yoel 2:13 (1)
Yohanes 14:6 (1)
Yohanes 15:14 (1)
Yohanes 18:33-37 (1)
Yohanes 1:1-14 (1)
Yohanes 3:13-17 (1)
Yohanes 3:14 (1)
Yohanes 6:25, 41-51 (1)
Yohanes 6:37 (1)
Yohanes 6:51-58 (1)
Yohanes 6:56-69 (2)
Yohanes 8:12-19 (1)
Yosua 24:24 (1)
Yosus 24:14 (1)
Yunus 2:8 (1)




NEXT:
Khotbah HKBP Sabtu, 1 Agustus 2015 Wahyu 16:7 Cawan 3 - Perang


PREV:
Khotbah HKBP Kamis, 30 Juli 2015 Filipi 1:6

   popular pages    |    login    | e-mail: admin@lagu-gereja.com    Lagu-Gereja - FB    © 2012 . All Rights Reserved.

Kostenlose Backlinks bei http://backl.pommernanzeiger.de Seitenpartner www.condor-bbs.com Rankingcloud.de - Hosting in der Cloud Suchmaschinenoptimierung Kostenloser Auto-Backlink von www.cheers2.de